Perikarditis: Saat Selaput Jantung Meradang
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Perikarditis adalah peradangan pada perikardium, yaitu selaput tipis seperti kantong yang membungkus jantung. Kantong ini berfungsi melindungi jantung dan mengurangi gesekan saat jantung berdetak. Saat meradang, selaput ini bisa menebal, mengeluarkan cairan, dan menyebabkan nyeri dada.
Fakta penting
- Nyeri dada akibat perikarditis sering terasa tajam di tengah atau kiri dada dan bertambah saat menarik napas dalam, batuk, atau berbaring.
- Kondisi ini bisa terjadi akut (mendadak) atau kronis (berlangsung lama), dan kebanyakan penderitanya membaik dengan penanganan yang tepat.
- Walaupun menyerupai serangan jantung, perikarditis umumnya tidak menyebabkan kerusakan otot jantung.
Perikarditis cukup umum ditemui, walaupun tidak sebanyak penyakit jantung koroner. Setiap tahun, diperkirakan ada puluhan ribu kasus di berbagai negara, dan di Indonesia sering dijumpai pada pasien yang datang dengan nyeri dada.
Perikarditis dapat menyerang semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada pria usia 20–50 tahun. Wanita juga bisa mengalaminya, terlebih setelah serangan jantung atau pada penyakit autoimun.
Gejala
- Nyeri dada berat yang tidak hilang dengan istirahat.
- Kesulitan bernapas atau napas sangat cepat.
- Jantung berdebar kencang atau terasa tidak beraturan.
- Pingsan atau nyaris pingsan.
- Perasaan pusing berat.
- ⚠Demam tinggi yang terus berlanjut.
- ⚠Nyeri dada yang semakin parah atau tidak membaik dengan istirahat.
- ⚠Sesak napas yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
- ⚠Batuk atau muntah yang hebat.
- ⚠Keluar keringat dingin.
Gejala umum
- Nyeri dada tajam yang terasa di belakang tulang dada atau di sisi kiri dada.
- Nyeri menjalar ke leher, bahu, atau lengan.
- Nyeri bertambah saat menarik napas, batuk, menelan, atau berbaring.
- Lega saat duduk tegak atau condong ke depan.
- Demam ringan, lelah, dan lemah.
- Sesak napas saat beraktivitas.
Gejala pada anak-anak
- Nyeri dada yang mungkin sulit dijelaskan; anak terlihat rewel.
- Demam dan keluhan tidak enak badan seperti flu.
- Sesak napas atau napas cepat.
- Perut terasa nyeri atau tidak nyaman.
Gejala pada lansia
- Nyeri dada mungkin tidak khas, kadang hanya terasa sesak atau tidak nyaman.
- Mudah lelah, badan lemah, atau linglung.
- Sesak napas yang memburuk.
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus, terutama setelah pilek atau flu biasa.
- Infeksi bakteri, jamur, atau parasit (lebih jarang).
- Penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.
- Serangan jantung atau operasi jantung sebelumnya.
- Cedera atau trauma pada dada.
- Gagal ginjal stadium lanjut.
- Efek samping dari beberapa obat atau terapi radiasi (jarang).
Faktor risiko
- Usia muda hingga setengah baya (20–50 tahun).
- Jenis kelamin laki-laki.
- Baru saja infeksi virus.
- Memiliki penyakit autoimun.
- Pernah menjalani operasi jantung atau serangan jantung.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri dada yang terus berlangsung atau semakin sering.
- Demam yang tidak turun.
- Sesak napas saat istirahat.
- Perasaan lemas atau tidak berdaya.
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri dada ringan yang hilang dan muncul kembali.
- Kelelahan tidak biasa yang berlangsung lama.
- Ingin memeriksakan diri setelah kontak dengan penderita penyakit menular atau setelah sakit parah.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat penyakit, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Dokter mendengarkan jantung dengan stetoskop untuk mencari bunyi gesekan khas yang disebut friction rub.
Tes yang mungkin dilakukan
- Elektrokardiogram (EKG) untuk melihat kelainan aktivitas listrik jantung.
- Tes darah untuk memeriksa tanda peradangan dan enzim jantung.
- Ekokardiografi (USG jantung) untuk melihat penumpukan cairan di sekitar jantung.
- Rontgen dada untuk melihat ukuran dan bentuk jantung.
- MRI atau CT scan jantung untuk memperjelas gambaran jika diperlukan.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya berlangsung sekitar 1–2 jam di fasilitas kesehatan. Anda mungkin diminta berbaring, menggunakan alat EKG, dan menjalani pengambilan darah. Setelah hasil keluar, dokter akan menjelaskan diagnosis dan rencana pengobatan.
Perawatan
Penanganan perikarditis ditujukan untuk meredakan peradangan, mengatasi nyeri, dan mengobati penyebab yang mendasarinya. Sebagian besar pasien bisa dirawat di rumah dengan obat-obatan dan istirahat, tetapi jika ada risiko penumpukan cairan yang menekan jantung, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat cukup, kurangi aktivitas fisik berat sampai nyeri reda.
- Posisi duduk tegak atau condong ke depan saat beristirahat untuk mengurangi nyeri.
- Kompres hangat di dada dapat membantu bila disarankan dokter.
- Minum air putih yang cukup.
- Segera hubungi petugas kesehatan jika keluhan memburuk.
Perawatan medis
Dokter biasanya memberikan obat pereda nyeri dan antiradang, seperti golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau obat lain sesuai kondisi. Untuk kasus peradangan hebat atau akibat autoimun, dokter dapat memberikan obat kortikosteroid dan atau obat yang menekan sistem imun. Penting untuk minum obat sesuai resep dan dosis dari dokter; jangan mengganti atau menghentikan obat sendiri.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika terjadi penumpukan cairan yang menekan jantung (tamponade jantung), dokter melakukan tindakan mengeluarkan cairan dengan jarum (perikardiosentesis). Pada kasus kronis yang berulang, pembedahan pengangkatan selaput jantung (perikardiectomy) dapat dipertimbangkan oleh dokter spesialis jantung.
Hidup dengan kondisi ini
Selama pemulihan, penting untuk mendengarkan tubuh. Hindari olahraga berat dan aktivitas yang memicu nyeri dada. Tanyakan kepada dokter kapan aman untuk kembali bekerja, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok.
- Batasi minuman beralkohol.
- Kelola stres dengan baik, misalnya dengan latihan napas atau meditasi.
- Tidur cukup dan teratur.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, perbanyak sayur dan buah. Jika dokter menyarankan diet rendah garam karena ada cairan berlebih, ikuti saran tersebut. Olahraga ringan seperti jalan kaki dapat dimulai setelah dokter memberikan lampu hijau; berhentilah jika timbul nyeri dada.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit yang melibatkan jantung bisa membuat cemas dan takut. Perasaan ini wajar. Bicarakan kekhawatiran Anda dengan keluarga, teman, atau konselor. Ingatlah bahwa banyak penderita perikarditis sembuh dan kembali beraktivitas normal.
Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah karena penyebabnya beragam. Namun, Anda bisa mengurangi risiko dengan menjaga daya tahan tubuh, mencuci tangan secara teratur, dan menangani infeksi dengan baik.
Vaksin
Vaksinasi influenza dan COVID-19 dapat menurunkan risiko infeksi virus yang dapat memicu perikarditis. Tanyakan kepada petugas kesehatan mengenai vaksin yang sesuai.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penumpukan cairan di sekitar jantung yang menekan jantung (tamponade jantung) dapat berbahaya.
- Perikarditis berulang yang datang dan pergi dalam beberapa bulan.
- Perikarditis konstriktif, yaitu penebalan dan pengerutan selaput jantung yang mengganggu fungsi jantung.
Prospek jangka panjang
Sebagian besar penderita perikarditis akut membaik dalam beberapa minggu hingga bulan dengan pengobatan. Kambuh dapat terjadi, tetapi dengan penanganan yang tepat dan kontrol rutin, banyak yang dapat menjalani hidup normal. Selalu ikuti anjuran dokter.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.