Sindrom Peutz-Jeghers (PJS)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Sindrom Peutz-Jeghers adalah kondisi genetik langka yang menyebabkan tumbuhnya polip (tonjolan kecil jaringan di dinding usus) dan munculnya bintik hitam (flek) di bibir, mulut, serta kulit. Polip ini sering tumbuh di usus halus, tetapi juga bisa di lambung dan usus besar. Kondisi ini juga meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, sehingga pemantauan teratur sangat penting.
Fakta penting
- PJS disebabkan oleh perubahan (mutasi) pada gen STK11.
- Polip di usus dapat menyebabkan nyeri perut, pendarahan, atau penyumbatan.
- Bintik hitam di bibir dan mulut adalah tanda yang paling khas, terutama pada anak-anak.
- Dengan pemantauan rutin, kebanyakan penderita dapat menjalani hidup normal dan produktif.
Tidak. PJS tergolong langka. Diperkirakan terjadi pada 1 dari 25.000 hingga 300.000 kelahiran di berbagai populasi.
PJS dapat dialami oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, dan terjadi sejak lahir. Tanda sering muncul pada masa kanak-kanak atau remaja, dan biasanya ditemukan karena gejala polip atau riwayat keluarga.
Gejala
- Nyeri perut yang hebat dan tiba-tiba, seperti tertusuk atau terus-menerus.
- Muntah terus-menerus, muntah berwarna hijau, kuning kehijauan, atau seperti ampas kopi.
- Perut membesar dan keras, tidak bisa buang angin atau buang air besar (tanda penyumbatan usus).
- Tinja berwarna hitam pekat, berdarah segar dalam jumlah banyak, atau lemas hingga pingsan.
- ⚠Sakit perut yang memburuk atau tidak hilang dalam beberapa jam.
- ⚠Demam lebih dari 38 derajat Celsius disertai nyeri perut.
- ⚠Anemia atau lemas yang berkembang perlahan, terutama disertai wajah pucat.
- ⚠Kesulitan buang air besar (konstipasi) yang menetap lebih dari 2 hari.
Gejala umum
- Bintik atau flek berwarna hitam kebiruan di bibir, gusi, atau di dalam mulut — sering muncul saat bayi/anak dan dapat memudar seiring usia.
- Nyeri perut yang muncul dan hilang secara tiba-tiba, seperti kram.
- Mual, muntah, perut kembung, atau susah buang air besar — terutama jika polip menyumbat usus.
- Darah di tinja atau tinja berwarna hitam, yang bisa disertai lemas atau anemia (kekurangan sel darah merah).
- Rasa penuh atau benjolan di perut akibat polip yang besar.
Gejala pada anak-anak
- Flek hitam di bibir dan gusi yang terlihat sejak balita.
- Sakit perut berulang yang tidak jelas penyebabnya.
- Muntah atau konstipasi yang datang tiba-tiba, mungkin tanda intususepsi (usus terlipat).
- Tinja berdarah atau berwarna gelap.
Gejala pada lansia
- Risiko keganasan (kanker) pada organ tertentu meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga perlu skrining rutin.
- Polip dapat bertambah banyak dan besar di usia lanjut, walau gejala seperti kolik mungkin berkurang pada beberapa orang.
- Adanya anemia yang menetap tanpa sebab jelas.
Penyebab
Penyebab utama
- Mutasi (perubahan) gen STK11 yang mengatur pembentukan protein untuk mengendalikan pertumbuhan sel.
- Pewarisan autosomal dominan — artinya jika salah satu orang tua menderita PJS, setiap anak memiliki peluang 50% mewarisi gen tersebut.
- Mutasi baru yang muncul pada seseorang tanpa riwayat keluarga (de novo) juga dapat menjadi penyebab.
Faktor risiko
- Memiliki keluarga dekat (orang tua, anak, saudara kandung) dengan PJS.
- Riwayat keluarga dengan polip di saluran cerna atau beberapa jenis keganasan tertentu.
- Usia — tanda dan komplikasi polip sering mulai muncul pada usia anak-anak hingga awal dewasa.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda atau anak mengalami gejala darurat (nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tinja berdarah, atau tanda sumbatan usus), segera hubungi layanan darurat medis di nomor yang tersedia di situs ini atau pergi ke IGD terdekat.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda melihat flek khas PJS di bibir atau mulut anak, tanpa sebab yang jelas.
- Jika ada anggota keluarga yang didiagnosis PJS, walaupun Anda belum merasakan gejala.
- Jika Anda sudah didiagnosis PJS dan perlu menentukan jadwal pemantauan kesehatan berikutnya.
Diagnosis
Dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan ciri khas fisik (flek), gejala yang dialami, dan riwayat keluarga. Untuk memastikan, dokter dapat melakukan pemeriksaan endoskopi (melihat bagian dalam usus dengan selang lentur berkamera) serta tes genetik untuk mencari mutasi STK11.
Tes yang mungkin dilakukan
- Endoskopi saluran cerna atas maupun bawah (gastroskopi dan kolonoskopi) untuk melihat dan mengambil sampel polip.
- Kolonoskopi — pemeriksaan usus besar menggunakan selang lentur berkamera.
- Tes genetik (DNA) untuk mendeteksi mutasi gen STK11 pada darah atau air liur.
- Hitung darah lengkap untuk menilai anemia akibat perdarahan polip.
- Kadang pemeriksaan radiologi seperti CT scan atau MRI untuk melihat usus halus jika polip tidak terjangkau endoskopi.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Jika dicurigai PJS, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam atau gastroenterologi. Biasanya ada pertanyaan tentang riwayat keluarga, kemudian pemeriksaan fisik, lalu pemeriksaan penunjang. Hasilnya akan dijelaskan dan jika positif, Anda akan diberikan rencana skrining dan tata laksana yang jelas.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah mencegah dan menangani komplikasi polip, bukan menghilangkan kelainan genetiknya. Pendekatan bersifat individual dan bergantung pada ukuran serta letak polip, usia, dan hasil skrining.
Perawatan mandiri di rumah
- Makan makanan bergizi seimbang dan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian.
- Minum air putih yang cukup agar feses tidak keras.
- Kenali tanda-tanda sumbatan usus atau perdarahan, dan segera minta bantuan medis jika muncul.
- Patuhi jadwal kunjungan dan pemeriksaan yang disarankan dokter.
- Jangan menunda pemeriksaan hanya karena merasa tidak ada gejala.
Perawatan medis
Dokter dapat mengangkat polip pada endoskopi (polypektomi) untuk mencegah penyumbatan dan mengurangi risiko keganasan. Untuk polip yang terlalu besar atau sulit dijangkau, dokter akan merencanakan operasi pengangkatan bagian usus. Obat-obatan seperti pereda nyeri atau pengurang asam lambung hanya boleh digunakan atas resep dokter. Pengobatan untuk mencegah perlekatan usus mungkin diberikan sesuai kebutuhan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi diperlukan jika polip menyebabkan penyumbatan usus, perdarahan yang tidak berhenti, atau tampak mencurigakan/ganas. Selain itu, operasi preventif dapat dilakukan jika polip di usus halus berukuran besar untuk mencegah lipatan usus (intususepsi).
Hidup dengan kondisi ini
Kehidupan sehari-hari penderita PJS umumnya sama seperti orang lain, dengan tambahan jadwal pemantauan rutin. Bintik-bintik di kulit tidak berbahaya, tetapi sebaiknya bibir dan kulit dilindungi dari sinar matahari. Pakai tabir surya dan batasi paparan langsung matahari agar bintik tidak semakin gelap.
Tips gaya hidup
- Lakukan skrining rutin sesuai jadwal yang diberikan dokter — ini adalah kunci hidup sehat dengan PJS.
- Hindari merokok dan membatasi alkohol untuk menurunkan risiko keganasan.
- Kelola stres dengan baik, misalnya dengan relaksasi, olahraga, atau hobi.
- Segera lapor ke dokter jika ada gejala baru yang mengkhawatirkan.
Diet dan olahraga
Makan bervariasi dengan banyak sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan untuk menjaga pencernaan. Batasi daging merah dan makanan olahan. Olahraga teratur seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang sekitar 30 menit sehari (150 menit per minggu) membantu menjaga berat badan dan mengurangi peradangan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Diagnosis PJS bisa menimbulkan kecemasan, terutama karena berhubungan dengan risiko keganasan dan dampaknya pada keluarga. Tidak perlu menghadapinya sendirian. Bicarakan dengan orang terdekat atau minta rujukan ke psikolog. Jika Anda merasa sangat cemas atau mengalami gejala depresi, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat. Ingat, ada tenaga profesional yang siap membantu.
Pencegahan
PJS tidak dapat dicegah karena diturunkan secara genetik. Namun, Anda dapat mencegah komplikasi berupa sumbatan, perdarahan, dan keganasan dengan menjalani skrining rutin sejak usia yang dianjurkan dokter. Konsultasi genetik sebelum merencanakan kehamilan dapat membantu risiko keturunan.
Vaksin
Vaksinasi untuk penyakit umum tetap dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Tidak ada vaksin khusus untuk PJS.
Program skrining
Skrining rutin adalah bagian terpenting dari perawatan PJS. Umumnya meliputi endoskopi saluran cerna (gastroskopi dan kolonoskopi) mulai usia akhir masa kanak-kanak/remaja, pemeriksaan dokter berkala, serta skrining untuk keganasan jenis tertentu (misalnya payudara, pankreas, serviks, dan usus) sesuai panduan dokter. Jadwal dan jenis pemeriksaan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penyumbatan usus akibat polip besar — bisa menyebabkan nyeri hebat dan perlu operasi darurat.
- Intususepsi — lipatan usus yang masuk ke bagian usus di depannya, terjadi saat polip menarik dinding usus.
- Perdarahan saluran cerna berulang yang menyebabkan anemia berat atau syok.
- Meningkatnya risiko keganasan (kanker) pada beberapa organ, seperti usus, payudara, pankreas, ovarium, dan serviks.
Prospek jangka panjang
Walaupun PJS memerlukan perhatian kesehatan seumur hidup, prognosisnya biasanya baik bila ditangani dengan baik. Deteksi dini polip dan perubahan ganas sangat meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup. Sebagian besar penderita tetap bekerja, berkeluarga, dan menjalani kehidupan seperti orang lain. Dengan menjalankan skrining rutin dan menjaga pola hidup sehat, risiko komplikasi dapat ditekan jauh lebih rendah.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.