Retinopati Prematuritas
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Retinopati prematuritas (ROP) adalah gangguan pertumbuhan pembuluh darah di retina, yaitu lapisan tipis di dalam mata yang berfungsi menangkap cahaya. Kondisi ini terjadi pada bayi yang lahir terlalu prematur, sehingga pembuluh darah di retina belum terbentuk sempurna. Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan kerusakan penglihatan hingga kebutaan.
Fakta penting
- ROP terjadi karena pembuluh darah di retina bayi prematur tumbuh tidak normal, terutama setelah bayi lahir sebelum waktunya.
- Sebagian besar ROP ringan bisa membaik sendiri tanpa pengobatan, tetapi tetap perlu dipantau dokter mata.
- Skrining mata pada bayi prematur yang berisiko sangat penting untuk mencegah kebutaan.
Cukup sering terjadi pada bayi prematur, terutama yang lahir sangat dini atau dengan berat badan lahir sangat rendah. Di Indonesia, semakin banyak bayi prematur yang selamat berkat perawatan neonatal yang semakin baik, sehingga pemeriksaan mata rutin menjadi semakin penting.
ROP terutama menyerang bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 31 minggu atau dengan berat lahir kurang dari 1500 gram. Bayi prematur dengan masalah kesehatan lain, seperti gangguan pernapasan atau infeksi, juga berisiko lebih tinggi.
Gejala
- Bayi tiba-tiba tidak bereaksi terhadap cahaya atau benda di depannya.
- Pupil tampak putih atau keruh secara mendadak.
- Mata bayi tampak merah dan nyeri (seperti yang ditunjukkan dengan rewel berlebihan).
- ⚠Bayi prematur yang berisiko ROP belum menjalani pemeriksaan mata sesuai jadwal yang disarankan dokter.
- ⚠Orang tua mencurigai adanya gangguan penglihatan pada bayi (tidak merespons cahaya atau wajah orang tua).
Gejala umum
- Pada tahap awal, ROP biasanya tidak menimbulkan gejala yang terlihat oleh orang tua. Hanya dokter mata yang dapat mendeteksi melalui pemeriksaan khusus.
- Gejala yang mungkin muncul jika ROP sudah lanjut antara lain: mata tampak juling, gerakan mata tidak normal (bergoyang), atau pupil berwarna putih/kelabu.
Gejala pada anak-anak
- Bayi mungkin tidak menatap atau mengikuti benda bergerak dengan baik.
- Gerakan mata bergetar (nistagmus).
- Pupil tampak putih saat terkena cahaya.
- Mata tampak membesar atau tampak menonjol.
Gejala pada lansia
- Kondisi ini terjadi pada bayi prematur, sehingga tidak berlaku untuk orang dewasa yang tidak pernah mengalami ROP. Namun, anak yang pernah ROP tetap perlu pemeriksaan mata berkala karena berisiko mengalami masalah mata lain seperti rabun jauh, juling, atau glaukoma di kemudian hari.
Penyebab
Penyebab utama
- Kelahiran prematur: pembuluh darah retina tumbuh dengan baik hanya pada akhir kehamilan. Jika bayi lahir lebih awal, pertumbuhan ini terhenti dan kemudian tumbuh abnormal.
- Perubahan kadar oksigen setelah lahir: bayi prematur sering membutuhkan oksigen tambahan, dan fluktuasi oksigen ini dapat memicu pertumbuhan pembuluh darah abnormal di retina.
Faktor risiko
- Usia kehamilan kurang dari 32 minggu.
- Berat lahir kurang dari 1500 gram.
- Terapi oksigen setelah lahir.
- Anemia atau transfusi darah.
- Infeksi pada masa neonatus.
- Masalah pernapasan seperti sindrom distres pernapasan.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika bayi prematur Anda belum mendapatkan pemeriksaan mata sesuai jadwal yang direkomendasikan dokter anak, segera hubungi fasilitas kesehatan yang memiliki layanan mata anak.
- Jika muncul gejala seperti pupil putih atau bayi tampak tidak melihat, bawa ke dokter mata secepatnya.
Buat janji temu rutin jika:
- Semua bayi prematur dengan faktor risiko harus menjalani skrining ROP pertama kali pada usia sekitar 4–6 minggu setelah lahir atau sesuai rekomendasi dokter, lalu diulang secara berkala sampai retina dianggap matang.
- Setelah perawatan selesai, anak perlu kontrol mata rutin untuk memantau penglihatan dan mendeteksi komplikasi jangka panjang.
Diagnosis
Dokter spesialis mata anak akan memeriksa retina bayi menggunakan alat khusus setelah memberikan obat tetes untuk melebarkan pupil. Pemeriksaan ini dilakukan di ruang perawatan bayi atau poliklinik mata yang memiliki peralatan untuk bayi prematur.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan funduskopi: melihat langsung bagian dalam mata untuk menilai pembuluh darah retina.
- Foto retina (RetCam atau kamera khusus): membantu dokumentasi dan pemantauan perkembangan ROP.
- Pemeriksaan USG mata: dilakukan pada beberapa kasus untuk mengevaluasi kondisi retina.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya memakan waktu sekitar 30–60 menit termasuk waktu menunggu pupil melebar. Bayi akan dipegang dengan aman oleh perawat, dan dokter akan memberikan tetes mata yang mungkin membuat bayi tidak nyaman beberapa saat. Setelah pemeriksaan, dokter akan menjelaskan derajat ROP dan apakah perlu terapi atau kontrol ulang.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan mencegah lepasnya retina. Tidak semua bayi dengan ROP memerlukan pengobatan; hanya kasus yang berisiko tinggi yang akan diterapi untuk mencegah kebutaan.
Perawatan mandiri di rumah
- Ikuti jadwal kontrol mata dengan disiplin, jangan menunda tanpa berkonsultasi dengan dokter.
- Diskusikan dengan dokter tentang cara merawat bayi di rumah, termasuk posisi tidur dan stimulasi visual yang aman.
- Sampaikan semua kekhawatiran orang tua kepada tim dokter, karena informasi ini membantu perawatan.
Perawatan medis
Penanganan ROP dilakukan oleh dokter spesialis mata. Pendekatan yang umum digunakan antara lain terapi laser pada retina (fotokoagulasi) untuk mematikan area retina yang kekurangan oksigen, serta injeksi obat ke dalam bola mata untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal (golongan anti-VEGF). Pemilihan metode tergantung pada stadium ROP, kondisi bayi, dan pertimbangan dokter. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risiko setiap pilihan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi diperlukan jika ROP sudah mencapai stadium lanjut dengan risiko tinggi atau sudah terjadi pelepasan retina. Tindakan bedah yang umum adalah vitrektomi (mengangkat gel vitreous) atau pemasangan sabuk sklera untuk menahan retina pada tempatnya.
Hidup dengan kondisi ini
Anak dengan riwayat ROP ringan umumnya dapat tumbuh dan berkembang seperti anak lain. Jika ROP berat meninggalkan gangguan penglihatan, dukung anak dengan stimulasi visual sejak dini, alat bantu seperti kacamata atau low vision, serta lingkungan yang aman di rumah.
Tips gaya hidup
- Lindungi kepala dan mata anak dari benturan saat bermain atau bergerak.
- Rutin bawa anak ke pemeriksaan mata sesuai anjuran dokter, meskipun tidak ada keluhan.
- Berikan mainan dengan warna kontras dan ukuran besar untuk merangsang penglihatan.
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus untuk ROP, tetapi nutrisi seimbang penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan mata anak. Aktivitas fisik sesuai usia, seperti merangkak dan berjalan, tetap boleh dilakukan selama tidak membahayakan mata. Diskusikan kebutuhan suplemen vitamin dengan dokter anak atau ahli gizi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengetahui bayi Anda berisiko atau didiagnosis ROP bisa menimbulkan kecemasan, rasa bersalah, dan stres. Anda tidak sendirian. Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter, perawat, atau konselor. Bergabung dengan kelompok orang tua yang memiliki pengalaman serupa juga dapat membantu.
Pencegahan
ROP tidak selalu dapat dicegah karena kelahiran prematur sendiri sering kali tidak dapat dihindari. Namun, perawatan kehamilan yang baik untuk mencegah persalinan prematur dapat menurunkan risiko. Yang terpenting adalah melakukan skrining ROP pada semua bayi prematur yang berisiko, sehingga jika terjadi, dapat ditangani sebelum menjadi parah.
Program skrining
Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) merekomendasikan skrining ROP untuk semua bayi prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu atau berat lahir kurang dari 1500 gram, serta bayi prematur dengan faktor risiko lain. Skrining dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan dokter mata, biasanya mulai usia 4–6 minggu setelah lahir dan diulang sampai retina dinyatakan matang.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gangguan penglihatan permanen.
- Pelepasan retina (ablasio retina).
- Kebutaan.
- Mata juling (strabismus).
- Glaukoma sekunder di kemudian hari.
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dan penanganan yang tepat waktu, sebagian besar bayi dengan ROP berisiko rendah dapat terhindar dari kebutaan. Untuk kasus yang lebih berat, pengobatan modern semakin efektif, dan banyak anak tetap memiliki penglihatan fungsional. Meskipun mungkin diperlukan pemantauan mata seumur hidup, anak tetap dapat tumbuh dan menjalani hidup yang aktif dan bermakna.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.