Spermatocele: Benjolan Jinak di Dekat Buah Zakar
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Spermatocele adalah kantung berisi cairan (kista) yang tumbuh di epididimis, yaitu saluran kecil dan bergulung di belakang buah zakar (testis) yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma. Spermatocele bersifat jinak, artinya bukan kanker dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Ini tidak mengganggu kemampuan untuk memiliki anak atau fungsi seksual. Kebanyakan spermatokel tidak menimbulkan rasa sakit dan sering ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan.
Fakta penting
- Spermatocele adalah kista berisi cairan dan sperma yang terbentuk di epididimis (saluran di belakang testis).
- Bersifat jinak (bukan kanker) dan biasanya tidak mengganggu kesuburan.
- Sering tidak menimbulkan gejala, ditemukan saat pemeriksaan fisik karena teraba sebagai benjolan lunak.
- Tidak selalu membutuhkan pengobatan; hanya jika menimbulkan nyeri atau ketidaknyamanan.
Spermatocele cukup umum terjadi. Banyak pria tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya karena tidak memberi gejala. Lebih sering ditemukan pada pria berusia di atas 40 tahun, tetapi bisa muncul di usia berapa pun, termasuk remaja.
Spermatocele dapat dialami oleh pria dari segala usia, tetapi paling sering terjadi pada pria dewasa, terutama setelah usia 40 tahun. Pada anak laki-laki atau remaja, kondisi ini juga bisa muncul, tetapi lebih jarang dan sering ditemukan sebagai benjolan tanpa rasa sakit.
Gejala
- Nyeri hebat yang datang tiba-tiba pada salah satu atau kedua buah zakar
- Pembengkakan dan kemerahan pada skrotum disertai demam
- Mual atau muntah yang menyertai nyeri buah zakar
- Buah zakar tergantung lebih tinggi atau posisinya berubah secara tiba-tiba – ini bisa menandakan testicular torsion (puntiran testis) yang membutuhkan penanganan segera
- ⚠Nyeri pada buah zakar yang tidak membaik atau semakin parah
- ⚠Bengkak yang membesar dengan cepat atau terasa sangat nyeri
- ⚠Benjolan baru atau perubahan pada benjolan yang sudah ada
- ⚠Demam dan menggigil yang disertai pembengkakan pada skrotum
Gejala umum
- Benjolan lunak di bagian belakang atau atas buah zakar
- Benjolan terasa seperti berisi cairan
- Rasa berat atau tidak nyaman di skrotum (kantung zakar), terutama setelah berdiri lama atau beraktivitas
- Nyeri tumpul atau rasa tidak nyaman yang hilang timbul
- Spermatocele umumnya tidak menimbulkan rasa sakit yang hebat
Gejala pada anak-anak
- Pembengkakan atau benjolan di salah satu sisi skrotum tanpa rasa sakit
- Benjolan teraba halus dan seperti berisi air
- Anak mungkin mengeluhkan rasa berat atau tidak nyaman pada selangkangan atau pinggang bawah
Gejala pada lansia
- Spermatocele bisa tumbuh lebih besar seiring waktu
- Rasa berat atau tekanan pada skrotum dan pangkal paha
- Ketidaknyamanan saat berjalan atau duduk lama
- Nyeri ringan saat berhubungan seksual atau setelahnya
Penyebab
Penyebab utama
- Spermatocele sering terjadi ketika saluran kecil di epididimis (saluran yang membawa sperma) mengalami penyumbatan atau kerusakan, sehingga cairan dan sperma menumpuk dan membentuk kista.
- Penyebab pastinya tidak selalu diketahui. Beberapa kondisi dapat menyebabkan penyumbatan, seperti infeksi atau peradangan pada epididimis (epididimitis), cedera pada area selangkangan, atau masalah bawaan sejak lahir.
- Kista ini berisi cairan yang bisa mengandung sperma, kuman, atau sisa-sisa sel – itulah mengapa disebut spermatocele.
Faktor risiko
- Usia di atas 40 tahun
- Riwayat infeksi saluran kemih atau infeksi pada organ reproduksi pria (epididimitis)
- Cedera atau trauma pada area selangkangan atau skrotum
- Paparan terhadap bahan kimia tertentu di lingkungan kerja, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan
- Memiliki riwayat kondisi yang memengaruhi aliran cairan di dalam testis (seperti hernia atau operasi area tersebut)
- Beberapa penelitian menunjukkan faktor genetik mungkin berperan, tetapi buktinya masih terbatas
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda merasakan nyeri hebat dan tiba-tiba pada buah zakar, terutama disertai pembengkakan, kemerahan, atau demam – segera cari pertolongan di unit gawat darurat (UGD), karena bisa jadi itu testicular torsion (puntiran testis) yang memerlukan tindakan cepat dalam beberapa jam.
- Jika terjadi pembengkakan yang membesar dengan cepat, terasa sangat nyeri, atau disertai tanda-tanda infeksi seperti demam dan kedinginan.
- Jika Anda mengalami kesulitan buang air kecil, nyeri saat kencing, atau keluar darah dari penis.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda menemukan benjolan atau pembengkakan baru di sekitar buah zakar, walaupun tidak terasa sakit – sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
- Jika benjolan yang sudah ada berubah ukuran, bentuk, atau mulai terasa nyeri dan mengganggu aktivitas.
- Jika Anda cemas atau khawatir tentang benjolan tersebut, berkonsultasilah untuk mendapatkan ketenangan pikiran.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik pada area skrotum. Saat pemeriksaan, dokter akan meraba benjolan dan menilai ukuran, bentuk, serta apakah terasa nyeri. Sering kali, dokter dapat membedakan spermatokel dari kondisi lain dengan cara menyorotkan senter melalui skrotum (transiluminasi). Jika cahaya menembus benjolan, besar kemungkinan benjolan berisi cairan, seperti spermatokel.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik dan transiluminasi (senter) untuk melihat apakah benjolan berisi cairan.
- USG skrotum (ultrasonografi) – pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ dalam. Ini adalah tes yang paling sering digunakan untuk memastikan diagnosis dan membedakan spermatokel dari tumor atau kista lainnya.
- Tes urine – jika dokter mencurigai adanya infeksi atau penyebab lain.
Apa yang diharapkan saat janji temu
USG skrotum adalah prosedur yang tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya memerlukan beberapa menit. Anda akan diminta berbaring dan, dalam suasana tenang, dokter atau teknisi akan menggerakkan alat kecil di atas gel yang dioleskan pada skrotum. Hasil USG biasanya sudah dapat memberikan gambaran yang jelas tentang apakah benjolan tersebut berisi cairan atau padat. Ini membantu dokter menentukan apakah benjolan tersebut perlu ditindaklanjuti atau memang hanya spermatokel yang jinak.
Perawatan
Sebagian besar spermatokel tidak memerlukan pengobatan. Jika tidak menimbulkan rasa sakit atau mengganggu, Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan rutin dan menjaga kebersihan. Dokter mungkin menyarankan menunggu dengan tenang (watchful waiting) dan mengamati ukuran serta gejala. Jika spermatokel membesar, terasa sakit, atau menyebabkan ketidaknyamanan, ada beberapa pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Perawatan mandiri di rumah
- Kenakan celana dalam yang mendukung (supportive underwear) untuk mengurangi tekanan dan rasa tidak nyaman pada skrotum.
- Istirahatkan tubuh dan hindari aktivitas berat yang membuat benjolan semakin terasa berat atau nyeri.
- Anda dapat menggunakan kompres dingin (bukan dingin ekstrem) pada area skrotum selama 10–15 menit untuk membantu mengurangi nyeri dan bengkak, tetapi jangan menempelkan langsung pada kulit (bungkus dengan kain).
- Hindari berdiri terlalu lama atau duduk dalam posisi yang menekan area skrotum.
- Lakukan pemeriksaan mandiri secara rutin dan segera konsultasikan jika ada perubahan.
Perawatan medis
Untuk meredakan nyeri, dokter umumnya menyarankan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), misalnya ibuprofen, namun penggunaannya harus sesuai dengan anjuran pada kemasan atau petunjuk tenaga kesehatan – jangan melebihi dosis yang dianjurkan. Jika nyeri cukup hebat, dokter mungkin meresepkan obat yang lebih kuat sesuai kebutuhan Anda. Obat-obatan ini hanya meredakan gejala dan tidak menghilangkan kista itu sendiri. Keradangan atau infeksi yang mendasari, jika ada, akan diobati oleh dokter, misalnya dengan antibiotik, tetapi ini hanya jika memang terbukti ada infeksi bakteri – jangan menggunakan antibiotik tanpa resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi (spermatocelectomy) hanya dipertimbangkan jika spermatokel menyebabkan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari, membesar dengan cepat, atau tidak hilang dengan penanganan konservatif. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis urologi dengan mengangkat kista melalui sayatan kecil. Seperti prosedur bedah lainnya, ada risiko infeksi, perdarahan, atau kekambuhan. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risiko operasi sehingga Anda dapat memutuskan bersama. Operasi umumnya tidak diperlukan untuk spermatokel kecil yang tidak bergejala.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan spermatokel umumnya tidak mengubah aktivitas sehari-hari. Anda tetap dapat bekerja, berolahraga, dan menjalani aktivitas seperti biasa, selama tidak menimbulkan rasa sakit yang mengganggu. Jika ada rasa tidak nyaman, gunakan celana yang menopang dan beristirahatlah sejenak. Cara terbaik adalah tetap tenang, kenali perubahan pada tubuh, dan rutin memeriksa diri sendiri. Spermatokel bukanlah penyakit serius, tetapi Anda layak untuk mendapatkan informasi dan dukungan untuk menghilangkan kecemasan.
Tips gaya hidup
- Lakukan pemeriksaan testis sendiri (testicular self-exam) sebulan sekali, sebaiknya setelah mandi air hangat, untuk mengenali kondisi normal sehingga Anda lebih peka terhadap perubahan.
- Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol untuk menjaga kesehatan organ reproduksi secara umum.
- Jaga kebersihan area tubuh dan selalu gunakan pelindung saat berolahraga atau bekerja yang berisiko cedera pada selangkangan.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, minimal sekali setahun untuk memantau kondisi dan mendapatkan nasihat kesehatan.
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus yang diperlukan untuk mengobati spermatokel. Tetaplah mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan banyak sayur, buah, biji-bijian, dan protein sehat. Olahraga ringan hingga sedang seperti berjalan kaki atau bersepeda dapat membantu menjaga kebugaran, namun hindari olahraga yang memberikan tekanan berlebih pada area selangkangan jika terasa nyeri. Jika merasa tidak nyaman saat berolahraga, konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan jenis olahraga.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menemukan benjolan di area sensitif dapat memicu kecemasan dan kekhawatiran, terutama karena banyak orang langsung mengaitkannya dengan risiko serius. Ini sangat wajar. Namun, penting untuk diingat bahwa spermatokel adalah kondisi jinak. Jika perasaan cemas atau khawatir mengganggu kehidupan Anda, bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan mental. Anda tidak perlu menghadapinya sendirian.
Pencegahan
Tidak ada cara yang terbukti untuk mencegah spermatokel karena penyebabnya sering tidak diketahui. Namun, Anda dapat menurunkan risiko cedera pada area selangkangan dengan menggunakan pelindung saat berolahraga dan menghindari aktivitas yang berisiko. Menjaga kesehatan organ reproduksi dan mengobati infeksi dengan baik juga dapat membantu mencegah peradangan yang mungkin menjadi pemicu.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah spermatokel. Tetaplah mengikuti imunisasi dasar yang dianjurkan oleh pemerintah untuk mencegah infeksi yang dapat menyebar ke area organ reproduksi.
Program skrining
Screening atau pemeriksaan khusus untuk spermatokel tidak dilakukan secara massal. Namun, pria disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan testis sendiri (BSE) dan berkonsultasi ke dokter jika menemukan benjolan baru. Untuk mereka yang berisiko tinggi atau memiliki gejala, USG skrotum dapat dijadikan alat diagnostik awal.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Umumnya, spermatokel yang tidak diobati tidak menimbulkan masalah serius.
- Dalam beberapa kasus, spermatokel dapat membesar secara perlahan dan menyebabkan rasa berat atau nyeri tumpul yang mengganggu aktivitas.
- Spermatokel yang sangat besar (walaupun jarang) dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman saat berhubungan seksual atau saat buang air kecil, atau terputusnya aliran darah ke jaringan di sekitarnya (sangat jarang).
- Yang terpenting, spermatokel tidak menjadi ganas dan tidak menyebabkan infertilitas (kemandulan).
Prospek jangka panjang
Prognosis spermatokel sangat baik. Kondisi ini jinak, tidak mengancam jiwa, dan sering kali tidak memerlukan pengobatan sama sekali. Banyak pria menjalani hidup normal tanpa menyadari kehadirannya. Jika diperlukan penanganan, tindakan seperti operasi kecil sangat efektif dan jarang menyebabkan komplikasi serius. Dengan pemeriksaan rutin dan nasihat dokter yang tepat, Anda dapat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Ingatlah bahwa Anda berhak mendapatkan kepastian medis – jangan ragu untuk berkonsultasi.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.