Akalasia: Ketika Menelan Terasa Sulit
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Akalasia adalah gangguan pada kerongkongan, yaitu saluran yang membawa makanan dari mulut ke lambung. Pada kondisi ini, otot di bagian bawah kerongkongan tidak bisa berelaksasi dengan baik sehingga makanan sulit masuk ke lambung. Selain itu, gerakan kerongkongan untuk mendorong makanan juga melemah.
Fakta penting
- Akalasia termasuk penyakit langka.
- Penyebab pastinya belum diketahui secara pasti.
- Gejala utamanya adalah kesulitan menelan.
Tidak, akalasia tergolong langka. Diperkirakan hanya sekitar 1–3 dari 100.000 orang yang mengalaminya setiap tahun.
Akalasia dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering mulai muncul pada usia 30–60 tahun. Pria dan wanita sama-sama dapat mengalaminya.
Gejala
- Tidak mampu menelan air liur sama sekali
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Nyeri dada yang sangat hebat, terutama disertai keringat dingin
- Tersedak parah yang membuat wajah membiru
- ⚠Muntah berulang disertai demam
- ⚠Tanda-tanda pneumonia, seperti batuk berdahak, demam, dan napas cepat
- ⚠Penurunan berat badan yang cepat dalam beberapa minggu
Gejala umum
- Kesulitan menelan makanan padat maupun cair
- Nyeri atau tidak nyaman di dada, terutama saat menelan
- Makanan yang tertelan kembali naik ke mulut (regurgitasi)
- Rasa panas di dada seperti heartburn
- Berat badan turun karena sulit makan
Gejala pada anak-anak
- Anak bisa tersedak atau batuk saat makan
- Muntah setelah makan
- Pertumbuhan dan kenaikan berat badan lambat
- Anak mungkin menolak makan karena merasa tidak nyaman
Gejala pada lansia
- Kesulitan menelan yang semakin sering
- Penurunan nafsu makan
- Risiko pneumonia karena makanan atau air liur masuk ke saluran napas
- Dehidrasi dan malnutrisi lebih mungkin terjadi
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti akalasia tidak diketahui.
- Diduga terjadi karena kerusakan saraf di kerongkongan yang mengatur gerakan otot.
- Reaksi autoimun (sistem kekebalan menyerang sel tubuh sendiri) mungkin berperan.
- Infeksi virus tertentu juga diduga sebagai pemicu pada sebagian orang.
Faktor risiko
- Usia antara 30–60 tahun
- Riwayat keluarga dengan akalasia (jarang)
- Kelainan autoimun lainnya
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika kesulitan menelan terjadi sangat tiba-tiba atau bertambah parah
- Jika nyeri dada terjadi bersama sesak napas, segera kunjungi instalasi gawat darurat.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika mengalami kesulitan menelan yang berlangsung beberapa minggu
- Jika berat badan turun tanpa sebab yang jelas
- Jika heartburn membandel dan tidak membaik dengan perubahan gaya hidup
Diagnosis
Untuk memastikan akalasia, dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan tes menelan, melihat langsung kerongkongan, atau mengukur tekanan kerongkongan. Pemeriksaan biasanya dimulai dari yang paling sederhana.
Tes yang mungkin dilakukan
- Manometri esofagus: mengukur tekanan otot kerongkongan dan kemampuan relaksasi
- Esofagogastroduodenoskopi (endoskopi): melihat kondisi kerongkongan dengan kamera kecil
- Barium swallow: tes rontgen setelah minum cairan kontras untuk melihat pola menelan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta menjelaskan gejala dan riwayat kesehatan. Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan penunjang. Proses diagnosis bisa memerlukan waktu karena gejala akalasia mirip dengan gangguan makan lain.
Perawatan
Pengobatan akalasia bertujuan melemaskan otot di bagian bawah kerongkongan sehingga makanan bisa masuk ke lambung. Pilihan tergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahan.
Perawatan mandiri di rumah
- Makan dalam porsi kecil dan lebih sering
- Kunyah makanan hingga sangat halus
- Makan dalam posisi tegak dan pertahankan beberapa saat setelah makan
- Minum banyak air saat makan untuk membantu mendorong makanan
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat pelemas otot untuk diminum sebelum makan. Namun, efek obat ini terbatas; prosedur seperti pelebaran balon (dilatasi pneumatik) atau injeksi obat menggunakan endoskopi dapat menjadi pilihan. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risiko masing-masing.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Bila prosedur di atas kurang berhasil, tindakan operasi yang disebut miotomi Heller dapat dipertimbangkan. Operasi ini memotong otot bawah kerongkongan agar lebih terbuka.
Hidup dengan kondisi ini
Akalasia membutuhkan penyesuaian pola makan dan kebiasaan sehari-hari. Banyak orang tetap bisa beraktivitas normal setelah menjalani pengobatan.
Tips gaya hidup
- Hindari makan sambil berbaring
- Tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi untuk mengurangi regurgitasi di malam hari
- Jangan makan terlalu cepat
- Kurangi makanan yang lengket atau bertekstur kering
Diet dan olahraga
Pilih makanan yang lembut seperti bubur, sup, atau makanan dilumatkan bila perlu. Olahraga ringan baik untuk kesehatan umum, tetapi beri jeda minimal 1–2 jam setelah makan sebelum berolahraga.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan kondisi kronis bisa menimbulkan stres atau kecemasan. Perasaan takut mengalami kesulitan menelan saat di luar rumah adalah hal yang wajar. Jangan ragu untuk mendiskusikan perasaan Anda dengan dokter atau konselor.
Pencegahan
Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah akalasia karena penyebabnya belum jelas. Yang terpenting adalah mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan perawatan yang tepat.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah akalasia.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining khusus untuk akalasia pada orang sehat.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pneumonia aspirasi, yaitu masuknya makanan atau asam lambung ke saluran napas
- Penurunan berat badan yang parah dan kekurangan gizi
- Peradangan kerongkongan (esofagitis)
- Kerongkongan melebar dan berisi makanan (megaeosofagus)
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sebagian besar penderita akalasia dapat merasakan perbaikan gejala yang berarti. Kondisi ini tidak mengancam jiwa secara langsung, tetapi perlu dirawat dalam jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Anda tidak sendirian—dokter dan tim kesehatan akan mendampingi Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 1 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.