Testis Belum Turun (Undescended Testicles)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Testis belum turun adalah kondisi ketika satu atau kedua buah zakar (testis) tidak berada di dalam kantung skrotum (kantong kulit di bawah penis) seperti seharusnya, melainkan masih berada di dalam perut atau di saluran selangkangan.
Fakta penting
- Kondisi ini umum terjadi pada bayi prematur.
- Pada banyak kasus, testis dapat turun sendiri dalam beberapa bulan pertama.
- Jika tidak turun, penanganan dini penting untuk menjaga kesuburan dan menurunkan risiko komplikasi.
Ya, kondisi ini cukup umum. Sekitar 1–3% bayi laki-laki yang lahir cukup bulan mengalaminya, dan angka ini lebih tinggi pada bayi prematur.
Kondisi ini hampir selalu terjadi pada bayi laki-laki yang baru lahir, terutama yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah.
Gejala
- Jika muncul benjolan yang tiba-tiba nyeri hebat di selangkangan atau perut bagian bawah.
- Jika disertai muntah, perut kembung, atau nyeri yang tidak tertahankan.
- Jika testis yang tadinya bisa diraba tiba-tiba terasa naik dan nyeri – segera cari pertolongan darurat karena bisa jadi torsio testis (testis terpuntir).
- ⚠Jika pada bayi, kedua testis belum turun sama sekali dan bayi tampak tidak nyaman atau rewel terus.
- ⚠Jika ada kemerahan atau bengkak di sekitar kemaluan atau selangkangan.
Gejala umum
- Kantung skrotum tampak kosong atau lebih kecil dari seharusnya.
- Testis tidak dapat diraba di dalam skrotum saat pemeriksaan.
- Pada beberapa kasus, testis berada di dekat selangkangan dan bisa dirasakan saat bayi menangis atau mengejan.
Gejala pada anak-anak
- Orang tua mungkin melihat skrotum kosong saat mengganti popok.
- Kondisi ini biasanya tanpa rasa sakit.
Gejala pada lansia
- Jika tidak ditangani sejak kecil, seorang pria dewasa mungkin merasakan benjolan di selangkangan yang tidak biasa, atau mengalami masalah kesuburan.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pastinya belum selalu diketahui.
- Diduga terjadi karena pengaruh hormon dari ibu dan bayi selama kehamilan yang berperan dalam proses turunnya testis.
- Faktor genetik dan perkembangan janin ikut berperan.
Faktor risiko
- Lahir prematur atau berat badan lahir rendah.
- Memiliki keluarga dengan riwayat testis belum turun.
- Kondisi tertentu pada kehamilan, seperti diabetes gestasional, yang dapat memengaruhi pertumbuhan janin.
- Bayi kembar atau kelahiran ganda.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda menemukan benjolan yang nyeri di selangkangan atau perut bagian bawah.
- Jika bayi Anda rewel, muntah, atau perut tampak kembung tanpa sebab yang jelas.
Buat janji temu rutin jika:
- Setiap bayi laki-laki sebaiknya menjalani pemeriksaan fisik secara rutin, termasuk pemeriksaan testis, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan.
- Jika setelah usia 6 bulan testis belum turun, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis bedah atau urologi.
Diagnosis
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area selangkangan dan skrotum. Pemeriksaan biasanya dilakukan dengan meminta anak berbaring dan berdiri (jika sudah bisa). Dokter juga akan menilai apakah testis bisa digerakkan turun dengan tangan.
Tes yang mungkin dilakukan
- USG (ultrasonografi) untuk melihat letak testis yang tidak teraba.
- MRI (magnetic resonance imaging) jika USG tidak memberikan hasil yang jelas, terutama untuk testis yang berada di perut.
- Kadang pemeriksaan hormon darah untuk menilai fungsi testis, jika ditemukan kelainan lain.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak sakit. Dokter mungkin akan meminta anak dalam keadaan tenang atau tidur untuk memudahkan pemeriksaan. Anda mungkin perlu menunggu beberapa saat untuk hasil pemeriksaan lanjutan.
Perawatan
Tujuan utama penanganan adalah menempatkan testis ke dalam kantung skrotum sedini mungkin, idealnya sebelum usia 1 tahun. Hal ini penting untuk menjaga kesuburan, mencegah risiko tumor, dan memperbaiki penampilan. Penanganan dilakukan berdasarkan penyebab, usia, dan letak testis.
Perawatan mandiri di rumah
- Tidak ada perawatan di rumah yang dapat menurunkan testis secara langsung.
- Perbanyak menonton atau membaca informasi dari sumber terpercaya untuk mengurangi kecemasan.
- Jangan sekali-kali memijat atau mendorong testis secara paksa – ini bisa berbahaya.
Perawatan medis
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menggunakan terapi hormon untuk membantu merangsang testis turun. Namun, pendekatan ini biasanya digunakan untuk kasus tertentu dan harus di bawah pengawasan dokter spesialis. Jika testis belum turun hingga usia 6 bulan atau lebih, prosedur pembedahan (orkidopeksi) umumnya direkomendasikan untuk memindahkan testis ke dalam skrotum dan memfiksasinya di sana. Prosedur ini adalah operasi kecil, biasanya dengan sayatan kecil di selangkangan dan skrotum, dan umumnya aman serta efektif.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi biasanya disarankan jika testis belum turun setelah usia 6 bulan–1 tahun. Pada beberapa kondisi, seperti testis yang tersangkut di perut atau bersamaan dengan hernia, operasi bisa dilakukan lebih awal.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah penanganan, anak dapat menjalani kehidupan normal tanpa pembatasan khusus. Kontrol rutin tetap diperlukan untuk memastikan testis tetap berada pada posisi yang benar dan tumbuh normal.
Tips gaya hidup
- Pantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara umum.
- Pastikan imunisasi anak lengkap sesuai jadwal yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
- Lakukan pemeriksaan skrotum secara berkala setiap kali memandikan bayi atau anak.
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus untuk kondisi ini. Pascaoperasi, dokter atau perawat akan memberikan petunjuk tentang kapan anak boleh beraktivitas kembali, biasanya dalam beberapa hari sudah bisa bermain ringan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Meskipun kondisi ini biasanya tidak memengaruhi keseharian anak secara langsung, orang tua mungkin merasa cemas atau takut. Perasaan ini wajar. Diskusikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dukungan yang dibutuhkan.
Pencegahan
Kondisi ini umumnya tidak dapat dicegah karena penyebabnya berkaitan dengan perkembangan janin. Yang bisa dilakukan adalah deteksi dini melalui pemeriksaan rutin pada bayi baru lahir dan bayi prematur.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah testis belum turun.
Program skrining
Pemeriksaan fisik skrotum adalah bagian dari pemeriksaan bayi baru lahir dan pemeriksaan kesehatan rutin anak. Pastikan setiap bayi laki-laki menjalani pemeriksaan ini, terutama di bulan-bulan pertama kehidupan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gangguan kesuburan di kemudian hari, karena suhu di perut lebih tinggi daripada di skrotum dan dapat mengganggu produksi sperma.
- Peningkatan risiko tumor testis, terutama pada testis yang tetap berada di dalam perut.
- Risiko hernia inguinalis (turun berok) yang menyertai.
- Torsi testis (terpuntirnya testis) yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan kerusakan jaringan jika tidak segera ditangani.
- Masalah penampilan dan rasa percaya diri pada anak yang lebih besar.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, jika ditangani pada usia yang tepat, sebagian besar anak akan tumbuh normal, subur, dan risiko komplikasinya menurun drastis. Dengan penanganan dini, harapan untuk hidup sehat dan berkualitas sangatlah baik.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ↗ · Indonesia
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 1 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.