Perdarahan Subkonjungtiva: Mata Merah yang Umumnya Tidak Berbahaya
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Perdarahan subkonjungtiva adalah pecahnya pembuluh darah kecil di bawah lapisan bening mata (konjungtiva). Darah terkumpul di antara lapisan bening dan jaringan putih mata, sehingga muncul bercak merah terang di bagian putih mata. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tidak mengganggu penglihatan, dan akan hilang sendiri dalam beberapa minggu.
Fakta penting
- Bercak merah terang di bagian putih mata tanpa rasa sakit
- Umumnya tidak berbahaya dan tidak memengaruhi penglihatan
- Seperti memar di kulit, darah akan diserap tubuh dan hilang sendiri
- Jika sering kambuh, perlu pemeriksaan tekanan darah dan kondisi kesehatan lain
Cukup umum. Banyak orang mengalami kondisi ini setidaknya sekali seumur hidup, terutama setelah batuk keras, bersin, mengejan, atau mengangkat beban berat.
Dapat terjadi pada semua usia, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia. Orang dewasa lanjut usia dan orang dengan tekanan darah tinggi lebih rentan karena pembuluh darahnya lebih rapuh.
Gejala
- Mata sakit hebat atau nyeri yang tidak tertahankan
- Penglihatan menurun, kabur, atau hilang mendadak
- Cedera mata akibat benda tajam atau benturan keras
- Darah terlihat menutupi pupil (bagian hitam tengah mata)
- Sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba, disertai mual atau muntah
- ⚠Bercak merah tidak hilang setelah 2–3 minggu
- ⚠Perdarahan subkonjungtiva berulang tanpa penyebab yang jelas
- ⚠Memicu pembengkakan atau rasa mengganjal yang mengganggu
- ⚠Anda sedang menjalani pengobatan pengencer darah dan mengalami perdarahan berulang
Gejala umum
- Bercak merah terang pada bagian putih mata
- Tidak ada rasa sakit atau nyeri pada mata
- Penglihatan tetap normal, tidak buram
- Tidak ada gatal, keluar cairan, atau belekan
Gejala pada anak-anak
- Bercak merah di mata yang muncul setelah menangis keras, batuk, atau menggosok mata
- Biasanya tanpa keluhan lain, anak tetap aktif dan tidak terganggu
Gejala pada lansia
- Bercak merah yang muncul spontan atau setelah mengangkat barang, mengejan, atau batuk
- Pembuluh darah mata lebih rapuh sehingga mudah pecah
Penyebab
Penyebab utama
- Batuk keras atau bersin yang kuat
- Mengejan, misalnya saat buang air besar atau mengangkat beban berat
- Menggosok mata terlalu keras
- Trauma ringan pada mata, seperti terbentur atau terkena benda kecil
- Kadang muncul tanpa sebab yang jelas
Faktor risiko
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Penggunaan obat pengencer darah
- Gangguan pembekuan darah, misalnya hemofilia
- Usia lanjut karena pembuluh darah lebih rapuh
- Diabetes melitus yang tidak terkontrol
- Riwayat operasi mata sebelumnya
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Bercak merah muncul setelah cedera kepala atau benda tajam mengenai mata
- Disertai nyeri hebat, penglihatan menurun, atau sakit kepala hebat
- Disertai mual, muntah, atau mata menonjol
Buat janji temu rutin jika:
- Perdarahan subkonjungtiva sering kambuh tanpa sebab yang jelas
- Bercak merah tidak hilang dalam 2–3 minggu
- Anda memiliki tekanan darah tinggi dan belum rutin memeriksakan diri
- Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah dan mengalami perdarahan berulang
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat munculnya bercak, gejala yang dirasakan, serta melakukan pemeriksaan mata dengan alat khusus bernama slit lamp untuk melihat bagian depan mata secara detail. Dokter juga akan memeriksa tekanan darah Anda untuk menyingkirkan kemungkinan hipertensi.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan mata dengan slit lamp
- Pemeriksaan tekanan darah
- Jika perdarahan sering berulang, dokter mungkin menyarankan tes darah untuk memeriksa gangguan pembekuan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya berlangsung cepat dan tidak menyebabkan sakit. Dokter akan memastikan tidak ada kerusakan pada mata, lalu menjelaskan bahwa kondisi ini akan hilang sendiri dan memberi tahu kapan Anda perlu kembali jika ada keluhan baru.
Perawatan
Perdarahan subkonjungtiva tidak memerlukan pengobatan khusus. Kondisi ini akan sembuh sendiri seiring waktu. Anda hanya perlu menjaga mata dan menghindari hal-hal yang dapat memperparah perdarahan.
Perawatan mandiri di rumah
- Kompres dingin pada mata tertutup selama 1–2 hari pertama untuk membantu menghentikan perdarahan dan mengurangi bengkak
- Setelah 2 hari, gunakan kompres hangat untuk mempercepat penyerapan darah
- Jika terasa mengganjal atau kering, gunakan tetes mata pelumas sesuai anjuran apoteker
- Hindari menggosok mata dan hindari batuk atau bersin terlalu keras
Perawatan medis
Dokter tidak memberikan obat khusus untuk menghilangkan perdarahan subkonjungtiva. Jika ditemukan tekanan darah tinggi atau gangguan lain yang mendasari, dokter akan memberikan penanganan untuk kondisi tersebut. Jika ada peradangan atau infeksi mata yang menyertai, dokter akan menyesuaikan pengobatannya.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak diperlukan operasi untuk perdarahan subkonjungtiva yang sederhana.
Hidup dengan kondisi ini
Anda dapat beraktivitas seperti biasa. Bercak merah mungkin berubah warna seperti memar di kulit, memudar menjadi kekuningan atau oranye, lalu hilang dalam 1–3 minggu. Tidak ada pantangan khusus, tetapi jaga kebersihan mata dan hindari menggosoknya.
Tips gaya hidup
- Hindari mengangkat beban berat selama beberapa hari
- Jangan menggosok atau menekan mata
- Kelola tekanan darah dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan istirahat cukup
- Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas berisiko, seperti bermain olahraga atau bekerja dengan benda tajam
Diet dan olahraga
Tidak ada makanan khusus yang perlu dihindari. Olahraga ringan seperti berjalan kaki boleh dilakukan. Hindari angkat beban atau olahraga yang membuat mengejan keras sampai bercak mereda.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Melihat bercak merah di mata bisa membuat cemas atau khawatir, terutama jika muncul tiba-tiba. Penting diingat bahwa kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak memengaruhi penglihatan. Jika kecemasan mengganggu, bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Pencegahan
Tidak selalu dapat dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan menghindari pemicu seperti menggosok mata keras, batuk atau bersin terlalu keras, serta menjaga tekanan darah tetap terkontrol.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk perdarahan subkonjungtiva.
Program skrining
Pemeriksaan mata rutin dan cek tekanan darah secara berkala dianjurkan, terutama bagi orang yang rentan atau sering mengalami perdarahan subkonjungtiva.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pada umumnya tidak ada komplikasi serius jika tidak diobati
- Perdarahan yang berulang dapat menjadi tanda tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan darah yang perlu dievaluasi
- Dalam kasus yang sangat jarang, perdarahan luas dapat menutupi mata dan membuat pemeriksaan penglihatan menjadi sulit
Prospek jangka panjang
Hampir semua orang dengan perdarahan subkonjungtiva membaik total tanpa bekas dalam 1–3 minggu. Penglihatan tidak terganggu. Jika kondisi ini sering muncul, dokter akan mencari penyebabnya sehingga dapat ditangani dengan lebih baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.