Listeriosis
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Listeriosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini biasanya masuk ke tubuh melalui makanan yang terkontaminasi. Pada kebanyakan orang sehat, infeksi ini dapat ringan atau tanpa gejala. Namun, pada ibu hamil, bayi baru lahir, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah, listeriosis dapat menimbulkan komplikasi serius. Beberapa gejala seperti kesulitan bernapas atau kejang termasuk kondisi darurat. Jika muncul, segera hubungi layanan gawat darurat setempat.
Fakta penting
- Listeriosis disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes yang sering ditemukan pada makanan yang terkontaminasi.
- Sebagian besar orang sehat yang terinfeksi mungkin hanya mengalami gejala ringan seperti demam dan nyeri otot, atau bahkan tidak bergejala.
- Kelompok berisiko tinggi meliputi ibu hamil, bayi baru lahir, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Penanganan dini dengan antibiotik dan perawatan medis dapat menurunkan risiko komplikasi berbahaya.
- Listeriosis dapat dicegah dengan kebiasaan mengolah dan menyimpan makanan yang aman.
Listeriosis tergolong penyakit yang jarang terjadi dibandingkan dengan infeksi makanan lainnya. Meski demikian, kasus yang terjadi berpotensi berat, terutama pada kelompok berisiko tinggi.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi paling sering berdampak serius pada ibu hamil dan janin, bayi yang baru lahir, orang lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena penyakit kronis atau sedang menjalani pengobatan tertentu.
Gejala
- Kesulitan bernapas
- Kejang
- Penurunan kesadaran atau tidak sadarkan diri
- Sakit kepala hebat dan tiba-tiba dengan leher kaku
- Bintik merah atau ruam kulit yang tidak hilang saat ditekan (dokter perlu segera menilai)
- ⚠Demam tinggi yang menetap, terutama jika Anda sedang hamil atau memiliki sistem kekebalan yang lemah
- ⚠Sakit kepala parah tidak kunjung membaik
- ⚠Muntah terus-menerus sehingga tidak bisa minum
- ⚠Tanda dehidrasi seperti mulut kering, jarang buang air kecil, atau terasa lemah
- ⚠Bayi atau anak yang rewel, lemas, atau tidak mau minum
Gejala umum
- Demam
- Nyeri otot
- Mual atau muntah
- Diare
- Kelelahan yang tidak biasa
Gejala pada anak-anak
- Demam tinggi
- Rewel atau mudah menangis
- Malas menyusu atau makan
- Letargi (terlihat sangat lemas atau tidak responsif)
- Muntah
Gejala pada lansia
- Kebingungan atau perubahan kesadaran
- Sakit kepala berat
- Leher kaku
- Tubuh gemetar atau kejang
- Demam dan nyeri otot yang berkepanjangan
Penyebab
Penyebab utama
- Bakteri Listeria monocytogenes yang masuk ke tubuh melalui makanan yang sudah terkontaminasi.
- Makanan seperti susu yang tidak dipasteurisasi, keju lunak dari susu mentah, daging deli atau sosis mentah yang tidak dimasak dengan benar.
- Sayuran mentah yang tidak dicuci bersih karena mungkin terkontaminasi tanah atau pupuk kandang.
- Makanan beku atau siap saji yang tidak dipanaskan sampai suhu aman.
Faktor risiko
- Ibu hamil, terutama trimester ketiga
- Usia lanjut (di atas 65 tahun)
- Memiliki penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh, misalnya diabetes, HIV/AIDS, atau penyakit ginjal
- Menjalani pengobatan imunosupresan, misalnya kemoterapi atau kortikosteroid jangka panjang
- Sering mengonsumsi makanan berisiko tinggi seperti daging setengah matang, susu mentah, atau produk olahan tanpa penanganan benar
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Anda sedang hamil dan mengalami demam, menggigil, atau nyeri otot seperti flu.
- Anda mengalami gejala neurologis seperti sakit kepala hebat, leher kaku, kebingungan, atau kelemahan anggota tubuh.
- Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan mengalami gejala infeksi, meski ringan.
Buat janji temu rutin jika:
- Anda memiliki gejala ringan seperti demam atau diare, tetapi tidak membaik dalam beberapa hari.
- Anda ingin memastikan keamanan makanan yang telah Anda makan, terutama jika termasuk kelompok berisiko tinggi.
Diagnosis
Dokter akan memulai dengan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, serta makanan yang Anda konsumsi. Jika dicurigai listeriosis, dokter akan memeriksa sampel darah atau cairan tubuh lain untuk mencari bakteri penyebabnya.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah: memeriksa keberadaan bakteri atau zat lain yang menunjukkan infeksi.
- Pemeriksaan cairan otak (lumbar puncture): melibatkan pengambilan sedikit cairan di sekitar sumsum tulang belakang untuk melihat apakah infeksi sudah mencapai otak atau sistem saraf.
- Tes urine atau kultur: mungkin dilakukan jika dokter menduga infeksi telah menyebar.
- Pada ibu hamil, dokter dapat memeriksa cairan ketuban atau melakukan pemeriksaan lain untuk menilai kondisi janin.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya dimulai di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jika kondisi Anda cukup serius atau Anda termasuk kelompok berisiko, dokter akan merujuk Anda ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan bisa memakan waktu beberapa hari, sementara dokter mungkin sudah memberikan pengobatan awal berdasarkan gejala dan kondisi Anda.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah menghilangkan bakteri dari tubuh, mengendalikan gejala, dan mencegah komplikasi. Penanganan sangat bergantung pada tingkat keparahan dan kelompok risiko. Orang dengan gejala ringan mungkin tidak memerlukan perawatan khusus, sementara mereka yang berisiko tinggi atau mengalami gejala berat biasanya dirawat di rumah sakit.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup agar tubuh dapat melawan infeksi.
- Perbanyak minum air putih atau larutan elektrolit untuk mencegah dehidrasi, terutama jika ada muntah atau diare.
- Konsumsi makanan bergizi yang mudah dicerna setelah mual mereda.
- Pantau suhu tubuh dan segera hubungi tenaga kesehatan jika demam memburuk.
Perawatan medis
Pengobatan utama listeriosis adalah pemberian antibiotik, terutama untuk kelompok berisiko tinggi dan kasus yang berat. Dokter akan memilih antibiotik yang tepat berdasarkan kondisi Anda, usia, dan riwayat alergi. Pada kasus yang parah, perawatan di rumah sakit dapat mencakup obat penurun panas, cairan infus, serta pemantauan ketat tanda vital. Jangan pernah mengonsumsi antibiotik secara sembarangan; selalu ikuti anjuran dokter.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah didiagnosis listeriosis, Anda mungkin perlu beristirahat dan membatasi aktivitas sampai gejala membaik. Selama menjalani pengobatan, penting untuk menjaga kebersihan tangan, mengikuti arahan dokter, dan memantau gejala. Sebagian besar orang dapat pulih sepenuhnya tanpa masalah jangka panjang.
Tips gaya hidup
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah dari toilet.
- Pisahkan peralatan dan talenan untuk makanan mentah dan makanan matang.
- Pastikan makanan, terutama daging, susu, dan telur, dimasak hingga matang sempurna.
- Simpan makanan dingin pada suhu yang aman, dan perhatikan tanggal kedaluwarsa.
Diet dan olahraga
Anda tidak perlu diet khusus saat menjalani pemulihan, tetapi pilih makanan yang bersih, matang, dan mudah dicerna. Pastikan Anda cukup minum. Sebaiknya tanyakan kepada dokter kapan Anda boleh kembali berolahraga setelah gejala mereda.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengalami infeksi yang serius dapat membuat Anda cemas atau khawatir, terutama jika Anda hamil atau memiliki masalah kesehatan lain. Perasaan ini wajar. Bicarakan dengan orang terdekat, dan jangan ragu minta bantuan profesional jika kecemasan mengganggu keseharian Anda. Anda tetap berharga dan layak mendapatkan dukungan.
Pencegahan
Listeriosis dapat dicegah dengan cara pengolahan makanan yang aman, termasuk mencuci tangan, mencuci bahan makanan, memasak hingga matang, dan menyimpan makanan pada suhu yang benar. Kelompok berisiko tinggi sebaiknya menghindari makanan yang berisiko tinggi kontaminasi.
Vaksin
Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah listeriosis. Cara pencegahan yang utama adalah kebiasaan makan dan menangani makanan yang higienis.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin untuk listeriosis pada orang sehat. Namun, bagi ibu hamil yang mengalami gejala, dokter dapat melakukan pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosis agar penanganan dapat segera dimulai.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pada kelompok berisiko, infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan sepsis (infeksi yang membahayakan seluruh tubuh).
- Bakteri dapat menyerang otak dan selaput otak sehingga menimbulkan meningitis.
- Pada ibu hamil, listeriosis dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, atau infeksi berat pada bayi baru lahir.
- Orang dengan sistem imun lemah berisiko mengalami peradangan otak atau gangguan saraf lain jika tidak ditangani.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat dan cepat, sebagian besar orang – termasuk ibu hamil – dapat sembuh sepenuhnya. Meski listeriosis dapat berbahaya, kemajuan pengobatan dan perawatan di rumah sakit memberikan harapan yang baik. Jika Anda termasuk kelompok berisiko, jangan tunda memeriksakan diri bila muncul gejala.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 1 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.