Shigellosis (Disentri Bakteri)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Shigellosis adalah infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Shigella. Infeksi ini membuat usus meradang dan menyebabkan diare, sering kali disertai darah, lendir, demam, dan kram perut.
Fakta penting
- Bakteri Shigella menular lewat tangan, makanan, atau air yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi.
- Diare berdarah adalah tanda khas shigellosis, walau tidak semua orang mengalaminya.
- Kebanyakan penderita membaik dalam 5–7 hari, tetapi infeksi ini bisa berbahaya pada anak kecil dan lansia.
Shigellosis cukup umum terjadi di seluruh dunia, terutama di daerah dengan sanitasi buruk. Di Indonesia, kasusnya masih sering ditemukan, terutama pada anak-anak.
Anak-anak di bawah 5 tahun paling rentan. Selain itu, orang yang tinggal di tempat padat, wisatawan ke daerah berisiko, dan orang dengan kekebalan tubuh lemah juga lebih berisiko tertular.
Gejala
- Kejang atau tidak sadarkan diri — segera hubungi layanan gawat darurat (nomor darurat di situs ini)
- Diare berdarah yang sangat banyak dan terus-menerus
- Tidak buang air kecil dalam 8–12 jam, bibir kering, mata cekung (dehidrasi berat)
- ⚠Demam tinggi (di atas 39°C) yang tidak turun
- ⚠Tidak bisa minum atau muntah terus-menerus
- ⚠Nyeri perut yang parah
- ⚠Diare berdarah lebih dari 2 hari
Gejala umum
- Diare encer, bisa disertai darah atau lendir
- Demam
- Kram dan nyeri perut
- Mual atau muntah
- Rasa ingin buang air besar terus-menerus
Gejala pada anak-anak
- Diare berdarah atau berlendir
- Demam tinggi
- Letih dan lemas
- Menangis tanpa air mata
- Mulut kering dan jarang buang air kecil (tanda dehidrasi)
Gejala pada lansia
- Gejala yang lebih berat, seperti diare berdarah banyak
- Dehidrasi lebih cepat terjadi
- Kebingungan atau pusing karena kekurangan cairan
Penyebab
Penyebab utama
- Bakteri Shigella masuk ke mulut melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi
- Sentuhan tangan yang kotor ke mulut setelah memegang benda yang terkena tinja penderita
- Kontak langsung dengan tinja orang sakit, misalnya saat mengganti popok
- Berenang atau bermain di air yang terkontaminasi tinja
Faktor risiko
- Anak-anak di bawah 5 tahun
- Tinggal di lingkungan padat seperti asrama, panti, atau tempat penampungan
- Bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk
- Melakukan kontak seksual yang berisiko (oral-anal)
- Memiliki kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena HIV atau penyakit kronis
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Ada gejala dehidrasi berat seperti haus berlebihan, mulut kering, atau sedikit buang air kecil
- Diare berdarah pada bayi atau orang tua
- Demam tinggi atau nyeri perut hebat
- Gejala tidak membaik setelah 2–3 hari
Buat janji temu rutin jika:
- Diare berlangsung lebih dari 2 hari tanpa perbaikan
- Perlu pemeriksaan tinja untuk memastikan penyebab diare
- Anggota keluarga atau sekolah ada yang menderita shigellosis
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat perjalanan, dan pernah kontak dengan orang yang diare. Diagnosis biasanya ditegakkan dari gejala dan pemeriksaan tinja.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan tinja untuk melihat darah atau lendir
- Kultur tinja untuk menemukan bakteri Shigella
- Tes darah untuk memeriksa tanda infeksi atau dehidrasi
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter mungkin meminta Anda membawa sampel tinja dalam wadah bersih. Hasil kultur tinja biasanya keluar dalam 2–3 hari. Selama menunggu, dokter akan menyarankan minum banyak cairan.
Perawatan
Pengobatan utama shigellosis adalah mengganti cairan tubuh yang hilang agar tidak dehidrasi. Dokter dapat memberikan antibiotik jika infeksi cukup berat atau risiko komplikasi tinggi.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum cairan rehidrasi oral (ORS) secara rutin
- Banyak minum air putih, kuah sup, atau air kelapa
- Istirahat cukup
- Makan dalam porsi kecil, misalnya bubur atau pisang
- Cuci tangan pakai sabun setelah dari toilet
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk mempersingkat durasi diare dan mengurangi risiko penularan. Penggunaan antibiotik harus sesuai petunjuk dokter. Obat penghenti diare (antimotilitas) umumnya tidak dianjurkan pada infeksi bakteri ini.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak diperlukan operasi. Dalam kasus yang sangat jarang dengan komplikasi usus, penanganan dilakukan di rumah sakit oleh tim dokter.
Hidup dengan kondisi ini
Selama sakit, istirahat di rumah sampai diare berhenti dan tidak demam. Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain untuk mencegah penularan. Gunakan toilet sendiri jika memungkinkan, lalu bersihkan dengan disinfektan.
Tips gaya hidup
- Jauhi kontak dekat dengan orang lain hingga sembuh
- Ganti pakaian dalam dan seprai yang kotor dengan bersih
- Jaga kebersihan rumah dan toilet
- Minum rutin kapan pun merasa haus
Diet dan olahraga
Makanan lunak seperti bubur, pisang, nasi tim, dan roti tawar lebih mudah dicerna. Hindari makanan pedas, berminyak, bersantan, dan susu berlebihan. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan pelan boleh dilakukan jika sudah merasa lebih baik.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Diare berulang dan rawat jalan bisa membuat cemas atau khawatir, terutama saat merawat anak. Ceritakan perasaan Anda kepada keluarga. Ingatlah bahwa kondisi ini bisa disembuhkan dengan perawatan yang tepat.
Pencegahan
Ya, shigellosis bisa dicegah. Cara paling penting adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah dari toilet, sebelum makan, dan sebelum menyiapkan makanan. Kemenkes juga menekankan pentingnya sanitasi dan air bersih.
Vaksin
Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah shigellosis yang tersedia untuk umum.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin untuk orang sehat. Namun, jika Anda berisiko atau pernah kontak dengan penderita, lakukan pemeriksaan tinja di fasilitas kesehatan bila disarankan dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Dehidrasi berat yang bisa mengancam jiwa
- Bakteri masuk ke aliran darah (bakteremia)
- Radang sendi setelah infeksi (artritis reaktif)
- Lubang pada usus (perforasi) dalam kasus yang sangat jarang
Prospek jangka panjang
Dengan penggantian cairan yang cukup dan pengobatan yang tepat bila diperlukan, kebanyakan orang sembuh total dalam 5–7 hari. Antibiotik dapat mempersingkat gejala. Jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar pemulihan berjalan lancar.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.