Peritonitis: Informasi Lengkap untuk Pasien
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum, yaitu selaput tipis yang melapisi dinding perut dan organ-organ di dalamnya. Kondisi ini biasanya terjadi karena infeksi dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Fakta penting
- Peritonitis adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani di rumah sakit.
- Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi serius seperti sepsis atau penyebaran infeksi.
- Gejala utama biasanya nyeri perut hebat dan perut yang terasa kaku.
Peritonitis tidak umum terjadi pada orang yang sehat. Kondisi ini lebih sering muncul pada orang yang memiliki penyakit pencernaan tertentu, atau pada orang yang menjalani cuci darah peritoneal.
Peritonitis bisa menyerang siapa saja. Risikonya lebih tinggi pada orang dengan gangguan hati, ginjal, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan orang yang menjalani dialisis peritoneal.
Gejala
- Nyeri perut yang sangat hebat dan datang tiba-tiba
- Perut terasa sangat kaku seperti papan
- Demam tinggi disertai menggigil
- Muntah terus-menerus atau muntah berdarah
- Napas cepat, jantung berdebar, atau pingsan
- ⚠Nyeri perut yang semakin memburuk dalam beberapa jam
- ⚠Perut bengkak atau terasa penuh
- ⚠Mual dan muntah
- ⚠Demam ringan
Gejala umum
- Nyeri perut yang berat dan terus-menerus
- Perut terasa kencang, kaku, atau membengkak
- Demam dan menggigil
- Mual dan muntah
- Kehilangan nafsu makan
- Perasaan tidak enak badan
Gejala pada anak-anak
- Rewel atau menangis terus-menerus
- Tidak mau makan atau minum
- Perut membengkak dan terasa keras saat disentuh
- Demam serta muntah
Gejala pada lansia
- Nyeri perut mungkin terasa tidak jelas, bahkan hanya berupa rasa tidak enak badan
- Kebingungan atau linglung yang muncul mendadak
- Perut terasa kaku atau keras
- Tidak nafsu makan
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri yang masuk ke rongga perut
- Kebocoran organ perut, misalnya karena usus buntu pecah atau tukak lambung
- Cedera atau luka tembus pada perut
- Peradangan pada organ perut, seperti pankreas
- Infeksi yang berhubungan dengan alat cuci darah peritoneal atau kateter
Faktor risiko
- Menjalani dialisis peritoneal
- Memiliki penyakit hati berat atau sirosis dengan penumpukan cairan di perut
- Memiliki penyakit radang usus
- Baru menjalani operasi perut
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera periksa jika nyeri perut tidak hilang dan semakin parah.
- Segera cari pertolongan jika perut terasa bengkak, kaku, atau sangat nyeri saat ditekan.
- Segera ke fasilitas kesehatan jika nyeri perut disertai demam, muntah, atau tubuh terasa lemas.
Buat janji temu rutin jika:
- Periksakan diri jika Anda sering mengalami nyeri perut berulang atau gangguan pencernaan yang tidak jelas penyebabnya.
- Jika Anda menjalani dialisis peritoneal, segera hubungi tim kesehatan Anda saat merasa perut tidak nyaman atau cairan dialisis terlihat keruh.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan perut untuk mencari tanda nyeri atau kekakuan. Jika diduga peritonitis, dokter akan segera merencanakan pemeriksaan lanjutan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk melihat tanda infeksi atau peradangan
- Tes urine untuk memeriksa kemungkinan infeksi saluran kemih
- USG atau CT scan perut untuk melihat kondisi organ dalam
- Pengambilan sampel cairan perut jika ada penumpukan cairan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses diagnosis biasanya dilakukan di rumah sakit karena peritonitis perlu ditangani dengan cepat. Anda mungkin diminta berpuasa sementara dan menjalani beberapa pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.
Perawatan
Peritonitis harus ditangani di rumah sakit. Dokter akan mengatasi infeksi, mencari sumber masalah, dan menjaga keseimbangan cairan serta tekanan darah Anda. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Jangan menunda mencari pertolongan medis jika gejala muncul.
- Hindari minum obat pereda nyeri tanpa petunjuk dokter, karena dapat menyamarkan gejala.
- Ikuti anjuran untuk berpuasa atau membatasi makanan dan minuman sampai dokter memutuskan aman.
Perawatan medis
Penanganan peritonitis biasanya meliputi pemberian antibiotik melalui infus untuk melawan infeksi, cairan infus untuk menjaga keseimbangan tubuh, serta obat untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Dokter juga akan merawat penyebab yang mendasarinya.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika peritonitis disebabkan oleh kebocoran organ, seperti usus buntu yang pecah atau luka di lambung, prosedur pembedahan biasanya diperlukan untuk membersihkan rongga perut dan memperbaiki sumber kebocoran.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah keluar dari rumah sakit, Anda perlu memulihkan kekuatan secara bertahap. Ikuti anjuran dokter tentang perawatan luka, obat yang diresepkan, dan jadwal kontrol. Segera hubungi tenaga kesehatan jika muncul demam, nyeri kembali, atau tanda infeksi lainnya.
Tips gaya hidup
- Istirahat yang cukup dan jangan langsung beraktivitas berat.
- Jaga kebersihan tangan dan luka operasi agar tidak terinfeksi.
- Hindari mengangkat beban berat sampai dokter mengizinkan.
- Minum obat sesuai anjuran dokter dan jangan menghentikan antibiotik lebih awal.
Diet dan olahraga
Mulailah makan dalam porsi kecil sesuai kemampuan perut. Dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan makanan yang tepat, terutama jika Anda memiliki kondisi khusus seperti penyakit ginjal atau hati. Setelah pulih, jalan santai dan aktivitas ringan dapat membantu pemulihan, tetapi hindari olahraga berat sampai kondisi Anda dinyatakan aman.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengalami penyakit berat seperti peritonitis bisa membuat Anda merasa cemas, sedih, atau takut. Perasaan ini wajar. Berbicara dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan dapat membantu Anda menghadapi masa pemulihan.
Pencegahan
Peritonitis tidak selalu bisa dicegah, tetapi risiko infeksi dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan alat dialisis, merawat luka dengan baik, dan menangani penyakit pencernaan dengan cepat sesuai anjuran dokter.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah peritonitis.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin untuk peritonitis. Pemeriksaan lebih dianjurkan bagi orang yang menjalani dialisis peritoneal atau memiliki risiko tinggi, sesuai penilaian dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi menyebar ke seluruh tubuh, yang disebut sepsis, dan dapat mengancam jiwa
- Terbentuknya kantong nanah atau abses di dalam rongga perut
- Gangguan fungsi organ tubuh
- Syok karena infeksi berat
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, sebagian besar orang dapat pulih dari peritonitis. Pemulihan mungkin membutuhkan waktu, tetapi dukungan medis dan keluarga sangat membantu. Semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan, semakin baik hasilnya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 2 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.