Epiglotitis: Peradangan pada Katup Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Epiglotitis adalah peradangan pada epiglotis, yaitu katup kecil di belakang lidah yang berfungsi menutup saluran napas saat menelan agar makanan tidak masuk ke paru-paru. Jika epiglotis membengkak, saluran napas bisa menyempit dan menyebabkan kesulitan bernapas yang serius.
Fakta penting
- Epiglotitis adalah keadaan darurat medis yang dapat menyumbat jalan napas dengan cepat.
- Bakteri Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah penyebab paling umum, tetapi infeksi virus dan bakteri lain juga bisa memicunya.
- Dengan penanganan medis segera, sebagian besar penderita dapat pulih sepenuhnya.
Epiglotitis tergolong jarang, terutama sejak imunisasi terhadap bakteri Hib diberikan secara luas pada anak-anak. Namun, kasusnya masih bisa terjadi, terutama pada orang dewasa.
Dulu epiglotitis sering menyerang anak-anak usia 2–4 tahun. Kini, karena imunisasi Hib, kasus pada anak menurun drastis, tetapi orang dewasa dapat tetap terkena, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau belum pernah diimunisasi.
Gejala
- Kesulitan bernapas yang berat atau merasa seperti tercekik
- Napas berbunyi nyaring saat menarik napas (stridor)
- Warna bibir atau wajah menjadi kebiruan
- Penurunan kesadaran, sangat mengantuk, atau sulit dibangunkan
- Pada anak: dada tertarik ke dalam saat bernapas atau terlihat sangat sesak
- ⚠Sakit tenggorokan hebat yang disertai kesulitan menelan
- ⚠Demam tinggi yang tidak turun
- ⚠Suara berubah atau sulit berbicara
- ⚠Merasa ada yang menyumbat tenggorokan atau sesak napas ringan yang bertambah buruk
Gejala umum
- Nyeri tenggorokan yang hebat dan datang tiba-tiba
- Demam tinggi
- Sulit menelan, bahkan air liur sendiri sehingga air liur menetes
- Suara menjadi serak atau seperti teredam (biasa disebut hot potato voice)
- Kesulitan bernapas, terutama saat menarik napas
- Napas terdengar berbunyi (stridor atau ngikik)
- Merasa ada sesuatu yang menyumbat tenggorokan
Gejala pada anak-anak
- Gejala bisa memburuk dengan cepat dalam beberapa jam
- Anak tampak sangat rewel dan tidak mau berbaring, lebih memilih duduk dengan badan condong ke depan
- Air liur menetes karena sulit menelan
- Sulit bernapas yang ditandai dengan tarikan napas kuat di dada atau perut
- Suara tangisan atau bicara menjadi serak atau aneh
Gejala pada lansia
- Nyeri tenggorokan yang parah, tetapi kadang gejalanya tidak sejelas pada anak
- Sulit menelan dan merasa ada yang menghalangi tenggorokan
- Demam dan menggigil
- Sesak napas atau napas berbunyi yang memburuk secara bertahap
- Suara serak atau berubah tanpa sebab yang jelas
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri, paling sering Haemophilus influenzae tipe b (Hib)
- Infeksi virus, seperti virus influenza, virus herpes simpleks, atau virus yang menyebabkan pilek biasa
- Cedera pada tenggorokan, misalnya akibat tertelan benda asing atau tindakan medis tertentu
- Menghirup asap atau bahan kimia beracun yang mengiritasi epiglotis
- Reaksi alergi atau kelainan sistem kekebalan tubuh yang jarang terjadi
Faktor risiko
- Usia anak-anak (terutama 2–4 tahun) atau orang dewasa di atas 45 tahun
- Belum mendapatkan imunisasi Hib atau vaksinasi tidak lengkap
- Sistem kekebalan tubuh lemah karena penyakit (misalnya diabetes, HIV) atau obat tertentu
- Kebiasaan merokok atau minum alkohol
- Memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan atas yang sering atau berkepanjangan
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda atau anak Anda mengalami nyeri tenggorokan yang sangat hebat disertai kesulitan menelan atau air liur menetes, segera cari pertolongan medis darurat.
- Jika napas berbunyi, sesak, atau tampak sulit bernapas, jangan menunggu — segera ke unit gawat darurat (IGD).
- Jika muncul gejala kebiruan pada bibir atau wajah, penurunan kesadaran, atau kesulitan bernapas yang parah, segera minta bantuan darurat medis.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda mengalami sakit tenggorokan yang tidak membaik dalam 2–3 hari, atau disertai demam yang menetap, periksakan diri ke dokter.
- Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau berisiko tinggi, jangan menunda konsultasi saat gejala muncul.
Diagnosis
Jika dokter mencurigai epiglotitis, pemeriksaan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memicu refleks muntah atau memperparah pembengkakan. Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik, lalu mungkin merujuk Anda ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tes yang mungkin dilakukan
- Nasofaringoskopi atau laringoskopi: menggunakan selang tipis dengan kamera untuk melihat langsung kondisi epiglotis melalui hidung atau mulut.
- Tes darah: untuk memeriksa tanda infeksi dan mengetahui kemungkinan penyebabnya.
- Kultur atau laboratorium dari sampel tenggorokan: untuk mengidentifikasi bakteri atau virus penyebab infeksi.
- Foto Rontgen leher: kadang dilakukan jika kondisi memungkinkan, untuk melihat penyempitan pada saluran napas (seperti gambar ibu jari yang membengkak).
Apa yang diharapkan saat janji temu
Jika diagnosis epiglotitis dicurigai atau ditegakkan, Anda akan dirawat di rumah sakit, biasanya di ruang rawat intensif atau ruang observasi ketat. Tim medis akan memantau pernapasan dan kesadaran Anda selama 24–48 jam pertama, karena risiko penyumbatan jalan napas paling tinggi pada masa ini.
Perawatan
Epiglotitis adalah keadaan darurat medis. Pengobatan utama adalah memastikan jalan napas tetap terbuka dan menangani infeksi atau peradangan yang mendasarinya. Perawatan ini harus dilakukan di rumah sakit, bukan di rumah.
Perawatan mandiri di rumah
- Jangan mencoba memeriksa tenggorokan sendiri atau memaksa anak membuka mulut untuk dilihat — ini dapat memperburuk penyumbatan.
- Jangan berbaring telentang jika sulit bernapas; duduk posisi tegak atau condong ke depan biasanya lebih nyaman.
- Jangan makan atau minum apa pun jika sulit menelan, karena bisa menyebabkan tersedak dan memperparah kondisi.
- Tetap tenang dan ikuti arahan petugas medis; bernapas perlahan sesuai kemampuan Anda.
Perawatan medis
Penanganan di rumah sakit dapat mencakup pemberian oksigen, obat untuk mengurangi peradangan (dikenal sebagai kortikosteroid), obat untuk melawan infeksi bakteri (antibiotik) atau infeksi virus (antivirus), serta cairan infus untuk menjaga hidrasi. Jika jalan napas sangat menyempit, tenaga medis dapat memasang selang pernapasan (intubasi) atau membuat lubang kecil di leher untuk membantu bernapas (trakeostomi). Obat-obatan diberikan dalam bentuk dan dosis yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi besar biasanya tidak diperlukan untuk epiglotitis. Namun, tindakan medis seperti intubasi atau trakeostomi adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawa. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis dengan pemantauan ketat.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah melewati fase darurat, sebagian besar penderita mulai membaik dalam beberapa hari dan pulih total dalam 1–2 minggu. Selama pemulihan, Anda perlu banyak istirahat dan menghindari aktivitas berat hingga kondisi benar-benar pulih.
Tips gaya hidup
- Minum banyak cairan sesuai anjuran dokter untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Pilih makanan lembut dan mudah ditelan, seperti bubur, sup, atau kentang tumbuk, sampai nyeri tenggorokan berkurang.
- Hindari merokok, vape, dan asap rokok, karena dapat mengiritasi saluran napas.
- Hindari berada di lingkungan berdebu atau berpolusi.
- Batasi bicara sebisa mungkin untuk memberi waktu tenggorokan beristirahat.
Diet dan olahraga
Kembali makan seperti biasa dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan makanan lunak, makan dalam porsi kecil dan perlahan. Olahraga ringan seperti berjalan kaki boleh dilakukan setelah dokter menyatakan aman, tetapi jangan memaksakan diri dan hentikan jika merasa lelah atau sesak.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengalami kesulitan bernapas atau dirawat di rumah sakit karena kondisi serius dapat menimbulkan rasa cemas, takut, atau stres. Hal ini sangat wajar. Jangan menahan diri untuk berbicara dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan. Jika kecemasan berlanjut, mintalah dukungan psikologis dari tenaga profesional di fasilitas kesehatan terdekat.
Pencegahan
Sebagian besar kasus epiglotitis yang disebabkan oleh bakteri Hib dapat dicegah dengan imunisasi rutin. Menjaga kebersihan tangan, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta menghindari berbagi makanan dan minuman dengan orang sakit juga membantu mengurangi risiko penularan infeksi.
Vaksin
Vaksinasi sesuai jadwal imunisasi nasional dari Kementerian Kesehatan, termasuk vaksin Hib dan vaksin pneumokokus, dapat mencegah infeksi penyebab epiglotitis. Pastikan imunisasi anak Anda lengkap, dan diskusikan dengan dokter jika Anda atau anggota keluarga dewasa merasa perlu mendapatkan vaksin tertentu.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penyumbatan jalan napas sepenuhnya sehingga tidak bisa bernapas.
- Infeksi menyebar ke jaringan di sekitar tenggorokan dan leher (selulitis atau abses).
- Pneumonia (infeksi paru-paru) akibat masuknya benda asing atau penyebaran infeksi.
- Sepsis, yaitu infeksi yang menyebar melalui aliran darah.
- Kerusakan otak atau organ lain akibat kekurangan oksigen.
- Kematian, jika tidak segera ditangani.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan medis yang cepat dan tepat, prognosis epiglotitis sangat baik. Hampir semua penderita yang segera mendapatkan perawatan di rumah sakit dapat pulih total tanpa masalah jangka panjang. Kunci utamanya adalah mengenali gejala awal dan tidak menunda mencari pertolongan darurat.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 1 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.