Plasenta Akreta: Pengertian, Gejala, dan Penanganannya
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Plasenta akreta adalah kondisi saat plasenta (ari-ari) menempel terlalu dalam pada dinding rahim sehingga tidak bisa lepas dengan sendirinya setelah bayi lahir. Kondisi ini serius dan memerlukan penanganan dari tenaga medis yang berpengalaman.
Fakta penting
- Plasenta akreta terjadi ketika pembuluh darah plasenta tumbuh terlalu dalam ke otot rahim.
- Kondisi ini biasanya terdeteksi saat pemeriksaan USG kehamilan, terutama jika ibu memiliki faktor risiko.
- Penanganan yang terencana sejak hamil dapat menurunkan risiko komplikasi secara signifikan.
Plasenta akreta tergolong jarang, tetapi jumlahnya meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya angka operasi caesar.
Kondisi ini menyerang ibu hamil, terutama yang pernah menjalani operasi caesar, pernah operasi pada rahim, atau memiliki plasenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir).
Gejala
- Perdarahan vagina yang banyak dan tiba-tiba.
- Nyeri perut hebat yang tidak hilang.
- Pusing, lemas, atau pingsan yang mungkin menandakan kehilangan banyak darah.
- ⚠Perdarahan ringan namun berulang pada kehamilan.
- ⚠Kontraksi atau nyeri perut yang tidak biasa.
- ⚠Berkurangnya gerakan bayi.
Gejala umum
- Sering tidak menimbulkan gejala tertentu, terutama di awal kehamilan.
- Bisa muncul perdarahan dari vagina pada trimester ketiga, atau perdarahan berat setelah melahirkan.
Penyebab
Penyebab utama
- Kelainan pada pertumbuhan jaringan plasenta sehingga menempel terlalu dalam ke dinding rahim.
- Kerusakan atau kelainan pada lapisan rahim yang normalnya menjadi pembatas antara plasenta dan otot rahim.
Faktor risiko
- Pernah menjalani operasi caesar.
- Memiliki plasenta previa pada kehamilan ini.
- Usia ibu lebih dari 35 tahun.
- Pernah menjalani operasi pada rahim, seperti kuretase atau miomektomi.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter atau IGD jika mengalami perdarahan vagina, nyeri perut hebat, atau tanda-tanda bahaya lain pada kehamilan.
Buat janji temu rutin jika:
- Rutin memeriksakan kehamilan sesuai jadwal yang dianjurkan dokter, terutama jika memiliki faktor risiko plasenta akreta.
Diagnosis
Plasenta akreta biasanya diketahui melalui pemeriksaan USG (ultrasonografi) saat kehamilan. Jika hasilnya kurang jelas, dokter dapat menyarankan MRI (pemeriksaan dengan gelombang magnet) untuk melihat lebih detail.
Tes yang mungkin dilakukan
- USG kehamilan pada trimester kedua atau ketiga.
- MRI jika diperlukan untuk konfirmasi.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan memantau kehamilan lebih sering dan merencanakan persalinan di rumah sakit yang memiliki tim khusus, termasuk dokter kandungan, dokter spesialis kebidanan, ahli anestesi, dan ketersediaan bank darah.
Perawatan
Penanganan plasenta akreta dimulai dari perencanaan matang sebelum persalinan. Tujuan utamanya adalah mencegah perdarahan hebat dan menjaga keselamatan ibu dan bayi. Beberapa ibu mungkin masih dapat menjalani persalinan normal, tetapi banyak yang memerlukan operasi caesar dengan tindakan khusus sesuai kondisi.
Perawatan mandiri di rumah
- Ikuti semua jadwal pemeriksaan kehamilan yang disarankan.
- Hindari aktivitas berat dan mengangkat beban yang berlebihan.
- Segera hubungi dokter jika ada perdarahan atau nyeri yang tidak biasa.
Perawatan medis
Dokter akan memberikan tindakan medis sesuai kondisi, misalnya transfusi darah untuk mengganti kehilangan darah, obat-obatan untuk membantu rahim berkontraksi agar mengurangi perdarahan, atau prosedur untuk menghentikan pendarahan. Jenis dan nama obat akan dijelaskan oleh dokter yang merawat.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pada banyak kasus, operasi caesar menjadi pilihan utama. Jika plasenta menempel sangat dalam, dokter mungkin perlu melakukan histerektomi (pengangkatan rahim) setelah bayi lahir untuk menghentikan perdarahan. Keputusan ini akan dibicarakan sebelumnya dengan ibu dan keluarga.
Hidup dengan kondisi ini
Bagi ibu hamil dengan plasenta akreta, menjalani hari-hari kehamilan perlu kehati-hatian. Disarankan untuk banyak beristirahat, memperhatikan gerakan bayi, dan tidak menunda memeriksakan diri jika ada keluhan.
Tips gaya hidup
- Hindari merokok dan minuman beralkohol.
- Batasi aktivitas fisik yang berat.
- Pastikan istirahat cukup.
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan bergizi seimbang, dengan perbanyak sayur, buah, dan protein. Olahraga ringan seperti jalan santai boleh dilakukan jika dokter mengizinkan, tetapi hindari olahraga yang membebani perut.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menjalani kehamilan dengan kondisi ini bisa membuat cemas. Rasa takut kehilangan janin atau mengalami komplikasi adalah hal yang wajar. Bicarakan kekhawatiran dengan pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan. Dukungan emosional sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.
Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan merencanakan kehamilan, menjaga pola hidup sehat, dan memeriksakan kesehatan rahim sebelum hamil, terutama jika pernah operasi caesar. Deteksi dini lewat pemeriksaan USG sangat membantu.
Program skrining
Pemeriksaan USG kehamilan secara rutin dapat mendeteksi plasenta akreta sejak dini. Ibu dengan faktor risiko perlu menjalani USG yang lebih detail dan pemantauan yang lebih ketat.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Perdarahan hebat setelah persalinan yang dapat membahayakan nyawa.
- Infeksi pada rahim atau jaringan di sekitarnya.
- Terpaksa dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi) yang berdampak pada kesuburan.
Prospek jangka panjang
Dengan perencanaan yang baik dan penanganan di rumah sakit yang memadai, sebagian besar ibu dan bayi dapat selamat dan menjalani pemulihan dengan baik. Meskipun sebagian ibu mungkin harus kehilangan rahimnya, kesehatan ibu tetap menjadi prioritas utama. Konsultasikan semua pilihan dan langkah yang tersedia dengan dokter Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.