Preeklamsia: Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Preeklamsia adalah kondisi yang terjadi pada ibu hamil, biasanya setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ, terutama ginjal (terdapat protein berlebih dalam urine). Preeklamsia perlu ditangani dengan serius karena dapat membahayakan ibu dan bayi.
Fakta penting
- Muncul setelah usia kehamilan 20 minggu
- Ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urine
- Dapat membahayakan ibu dan bayi jika tidak segera ditangani
- Pemeriksaan kehamilan rutin membantu mendeteksi preeklamsia sejak dini
Preeklamsia terjadi pada sekitar 5–8% kehamilan di dunia. Di Indonesia, preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan ibu hamil.
Preeklamsia hanya terjadi pada ibu hamil. Risiko lebih tinggi pada kehamilan pertama, ibu yang berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, serta ibu dengan kondisi tertentu seperti tekanan darah tinggi kronis, diabetes, atau obesitas.
Gejala
- Kejang
- Hilang kesadaran
- Sakit kepala sangat hebat yang tidak membaik
- Gangguan penglihatan mendadak, seperti hilang penglihatan atau pandangan kabur
- Nyeri dada atau kesulitan bernapas
- Perdarahan atau cairan keluar dari vagina sebelum waktunya
- ⚠Tekanan darah tinggi di rumah (140/90 atau lebih) tanpa gejala
- ⚠Pembengkakan mendadak di wajah atau tangan
- ⚠Nyeri ulu hati yang menetap
- ⚠Mual atau muntah hebat pada kehamilan lanjut
- ⚠Bayi terasa kurang bergerak dari biasanya
Gejala umum
- Sakit kepala yang tidak kunjung hilang
- Penglihatan kabur atau sensitif terhadap cahaya
- Pembengkakan di wajah, tangan, atau kaki (edema)
- Mual atau muntah setelah pertengahan kehamilan
- Nyeri di ulu hati atau perut bagian atas
- Pertambahan berat badan yang cepat (lebih dari 1 kg per minggu)
Gejala pada anak-anak
- Tidak berlaku. Preeklamsia adalah kondisi yang terjadi pada ibu hamil, bukan pada anak-anak.
Gejala pada lansia
- Ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi, tetapi gejala yang muncul pada ibu di usia ini sama dengan gejala umum preeklamsia.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti preeklamsia belum diketahui secara lengkap
- Masalah pada plasenta (ari-ari) yang mengganggu aliran darah antara ibu dan janin
- Respons sistem imun yang tidak normal terhadap kehamilan
- Faktor genetik atau keturunan
Faktor risiko
- Kehamilan pertama
- Pernah mengalami preeklamsia sebelumnya
- Anggota keluarga ada yang pernah mengalami preeklamsia
- Usia ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
- Obesitas (indeks massa tubuh ≥30)
- Kehamilan kembar (ganda)
- Riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit ginjal
- Kehamilan dengan bantuan teknologi reproduksi
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera periksakan ke dokter atau rumah sakit jika Anda mengalami gejala darurat seperti sakit kepala berat, gangguan penglihatan, nyeri ulu hati hebat, atau pembengkakan mendadak.
Buat janji temu rutin jika:
- Ikuti jadwal pemeriksaan kehamilan (antenatal care) secara rutin, minimal 4 kali selama kehamilan atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Jangan menunda kunjungan jika Anda merasa ada yang tidak beres.
Diagnosis
Dokter atau bidan akan mengukur tekanan darah dan memeriksa urine untuk melihat apakah terdapat protein. Jika tekanan darah tinggi (≥140/90) dan urine mengandung protein, dokter akan mencurigai preeklamsia dan melanjutkan pemeriksaan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pengukuran tekanan darah
- Tes urine untuk memeriksa protein
- Tes darah untuk menilai fungsi hati dan ginjal
- Ultrasonografi (USG) untuk memeriksa pertumbuhan dan kesejahteraan janin
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta menjalani pemeriksaan secara teratur untuk memantau kondisi. Pada beberapa situasi, dokter akan menyarankan perawatan di rumah sakit agar ibu dan bayi dapat dipantau lebih ketat.
Perawatan
Pengobatan preeklamsia tergantung pada usia kehamilan dan tingkat keparahan. Tujuannya adalah mencegah komplikasi pada ibu dan menunda kelahiran agar janin cukup matang. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan preeklamsia sepenuhnya adalah dengan melahirkan bayi.
Perawatan mandiri di rumah
- Mengatur waktu istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas berat
- Mematuhi jadwal kontrol kehamilan
- Memantau tekanan darah di rumah sesuai petunjuk dokter atau bidan
- Segera melaporkan gejala baru seperti sakit kepala atau gangguan penglihatan
- Menjaga berat badan sehat sesuai anjuran, tanpa diet ekstrem
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat penurun tekanan darah yang aman untuk kehamilan, serta obat pencegah kejang yang diberikan di bawah pengawasan ketat. Jika janin sudah cukup bulan atau kondisi memburuk, dokter akan mempertimbangkan untuk mempercepat kelahiran. Semua obat dan dosis harus ditentukan oleh dokter — jangan mengonsumsi obat apa pun tanpa resep.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi caesar mungkin direkomendasikan jika kelahiran harus segera dilakukan demi keselamatan ibu dan bayi, atau jika induksi persalinan berjalan tidak lancar.
Hidup dengan kondisi ini
Jalani kehamilan dengan tenang. Fokus pada pemeriksaan rutin, kenali gejala yang perlu diwaspadai, dan diskusikan setiap kekhawatiran dengan dokter atau bidan. Anda tidak sendirian — ada banyak tenaga kesehatan yang siap membantu.
Tips gaya hidup
- Ukur dan catat tekanan darah secara teratur jika disarankan
- Kurangi konsumsi garam bila dokter menyarankan
- Hindari merokok dan minum alkohol
- Hindari stres berlebih, lakukan teknik relaksasi ringan
- Libatkan pasangan dan keluarga dalam memantau kondisi Anda
Diet dan olahraga
Makanlah makanan bergizi seimbang dengan sayur, buah, protein, dan karbohidrat kompleks. Batasi garam jika disarankan oleh dokter. Olahraga ringan seperti jalan santai boleh dilakukan bila kondisi memungkinkan, tetapi selalu konsultasikan dahulu dengan tenaga kesehatan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Diagnosis preeklamsia bisa menimbulkan kecemasan, terutama mengenai kesehatan Anda dan bayi. Perasaan takut dan khawatir adalah hal yang wajar. Berbicaralah tentang perasaan Anda dengan orang terdekat, dan jangan ragu meminta bantuan profesional bila stres terasa berlebihan.
Pencegahan
Preeklamsia belum dapat dicegah sepenuhnya. Namun, risiko dapat diturunkan dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan mengelola kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Pada ibu dengan risiko tinggi, dokter dapat meresepkan obat pencegah tertentu tanpa merekomendasikan merek atau dosis spesifik — konsultasikan dengan dokter Anda.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah preeklamsia.
Program skrining
Pemeriksaan tekanan darah dan tes urine dilakukan pada setiap kunjungan antenatal untuk mendeteksi preeklamsia lebih dini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyarankan pemeriksaan kehamilan yang teratur sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Eklamsia, yaitu kejang yang mengancam jiwa
- Sindrom HELLP, gangguan serius pada hati dan darah
- Gagal ginjal atau kerusakan organ lain
- Solusio plasenta (plasenta terlepas dari dinding rahim)
- Kelahiran prematur karena kondisi berbahaya
- Pertumbuhan janin terhambat atau berat badan lahir rendah
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dan penanganan yang cepat, sebagian besar ibu dengan preeklamsia dapat menjalani kehamilan dan melahirkan dengan selamat. Setelah melahirkan, tekanan darah umumnya berangsur membaik. Tetaplah melakukan pemeriksaan rutin setelah persalinan karena risiko penyakit jantung di kemudian hari lebih tinggi. Anda dan bayi Anda berhak mendapatkan perawatan terbaik — selalu ada harapan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 2 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.