Tendinitis Achilles (Peradangan Tendon Achilles)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tendinitis Achilles adalah iritasi atau peradangan pada tendon Achilles, yaitu jaringan kuat di bagian belakang tumit yang menghubungkan otot betis ke tulang tumit. Kondisi ini menyebabkan nyeri, kaku, dan bengkak di area tersebut.
Fakta penting
- Tendinitis Achilles sering terjadi karena pemakaian berlebih pada tendon saat berlari, melompat, atau aktivitas berulang.
- Gejala biasanya membaik dengan istirahat, kompres dingin, dan latihan penguatan yang tepat.
- Kondisi ini berbeda dengan robekan tendon Achilles, meskipun gejalanya bisa mirip.
- Penanganan dini membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah dan mengurangi risiko robekan.
Ya, cukup umum. Tendinitis Achilles adalah salah satu cedera akibat pemakaian berlebih yang paling sering terjadi, terutama pada orang yang berolahraga secara teratur atau melakukan aktivitas yang banyak melibatkan lompatan dan lari.
Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada pelari, pesepeda, dan orang yang berusia 30–50 tahun. Orang dengan kaki datar, otot betis kaku, atau yang baru meningkatkan intensitas olahraga juga lebih berisiko.
Gejala
- Tiba-tiba mendengar atau merasa bunyi 'pop' di area tumit
- Nyeri hebat mendadak di betis atau tumit
- Tidak mampu mengangkat tumit dari lantai atau berdiri dengan jari kaki
- Kesulitan berjalan atau tidak bisa menapakkan kaki
- ⚠Nyeri dan bengkak muncul setelah jatuh atau cedera olahraga
- ⚠Daerah sekitar tendon terasa panas, kemerahan, dan disertai demam
- ⚠Nyeri tidak membaik setelah beberapa hari beristirahat
Gejala umum
- Nyeri seperti pegal di sepanjang tendon Achilles, terutama saat beraktivitas
- Nyeri terasa lebih berat saat bangun tidur atau setelah duduk lama
- Pembengkakan ringan di sekitar tumit atau tendon
- Rasa kaku dan nyeri saat menaiki tangga atau berjalan menanjak
- Tendon terasa sakit saat ditekan atau disentuh
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, nyeri di tumit yang mirip tendinitis Achilles bisa juga berasal dari kondisi lain seperti penyakit Sever.
- Anak mungkin pincang atau menghindari berlari karena nyeri.
- Nyeri muncul setelah aktivitas fisik dan mereda dengan istirahat.
Gejala pada lansia
- Rasa kaku di betis atau tumit, terutama di pagi hari
- Nyeri tumpul yang muncul setelah berjalan atau berdiri lama
- Kelemahan saat mencoba mengangkat tumit dari lantai
- Pembengkakan yang tidak terlalu jelas, tetapi disertai rasa tidak nyaman
Penyebab
Penyebab utama
- Pemakaian berlebih pada tendon Achilles akibat aktivitas fisik yang terlalu intens
- Peningkatan tiba-tiba dalam durasi, jarak, atau intensitas latihan
- Kontraksi kuat dan berulang dari otot betis, misalnya saat melompat atau mempercepat lari
- Otot betis dan tendon Achilles yang kaku atau kurang fleksibel
- Sepatu yang kurang menopang atau aus saat berolahraga
Faktor risiko
- Berlari, menari, atau berolahraga yang melibatkan banyak lompatan
- Bertambahnya usia, karena tendon menjadi kurang elastis
- Kaki datar (flat feet) atau lengkungan kaki tinggi
- Kegemukan atau berat badan berlebih
- Otot betis yang lemah atau kaku
- Perubahan mendadak dalam jenis atau frekuensi olahraga
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Bila Anda mendengar bunyi 'pop' pada tumit dan tidak bisa mengangkat tumit dari lantai
- Bila nyeri tiba-tiba sangat berat dan tidak bisa berjalan
- Bila ada luka terbuka di sekitar tendon Achilles
- Bila ada tanda infeksi seperti demam, kemerahan, atau keluar cairan
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri di belakang tumit atau betis yang berlangsung lebih dari beberapa hari
- Nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti berjalan atau menaiki tangga
- Nyeri yang tidak membaik setelah Anda mencoba istirahat dan perawatan di rumah
- Bengkak yang muncul tanpa cedera yang jelas
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat aktivitas fisik Anda, lalu memeriksa area tumit dan betis. Dokter akan meraba tendon, meminta Anda berjalan atau berdiri di ujung kaki, dan mungkin melakukan tes khusus untuk mengecek kekuatan tendon Achilles.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik: dokter menekan area yang sakit dan menguji gerakan kaki
- Tes Thompson: dokter menekan otot betis Anda; jika kaki tidak bergerak, ini bisa menandakan robekan
- Ultrasonografi (USG): untuk melihat kondisi tendon secara lebih jelas
- Magnetic Resonance Imaging (MRI): jika pemeriksaan lain tidak cukup atau terduga robekan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda mungkin diminta berbaring atau berdiri selama pemeriksaan. Dokter akan membandingkan kaki yang sakit dengan kaki yang sehat. Prosedur ini umumnya tidak menyakitkan, meskipun Anda mungkin merasakan nyeri saat tendon ditekan. Jika perlu, dokter akan merujuk Anda ke fisioterapis atau spesialis ortopedi.
Perawatan
Pengobatan utama untuk tendinitis Achilles adalah mengurangi nyeri dan peradangan, lalu memperkuat tendon secara bertahap. Pada sebagian besar kasus, perawatan non-bedah sudah cukup. Tujuannya agar Anda bisa kembali beraktivitas tanpa rasa sakit.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan kaki dan kurangi sementara aktivitas yang menyebabkan nyeri, seperti lari atau melompat
- Kompres dingin di area yang sakit selama 15–20 menit beberapa kali sehari, terutama setelah aktivitas
- Tinggikan kaki saat beristirahat untuk mengurangi bengkak
- Gunakan sepatu dengan bantalan yang baik atau pegas tumit sesuai anjuran tenaga kesehatan
- Lakukan peregangan betis yang lembut setelah nyeri akut mereda
Perawatan medis
Dokter mungkin merekomendasikan obat pereda nyeri yang dijual bebas atau diresepkan, tetapi selalu gunakan sesuai petunjuk dokter atau apoteker. Selain itu, fisioterapi dengan latihan eksentrik sangat bermanfaat untuk memulihkan tendon. Beberapa kasus memerlukan terapi gelombang kejut, penggunaan penyangga tumit, atau injeksi tertentu yang hanya boleh dilakukan oleh dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi hanya dipertimbangkan jika tendon Achilles robek atau jika kondisi tidak membaik setelah enam bulan penanganan non-bedah. Keputusan ini selalu dibuat bersama dokter ahli bedah setelah pemeriksaan yang lengkap.
Hidup dengan kondisi ini
Anda perlu menyesuaikan aktivitas harian untuk sementara waktu. Hindari gerakan yang memicu nyeri, gunakan alas kaki yang mendukung, dan beri waktu bagi tendon untuk pulih. Tetap aktif, tetapi dengarkan sinyal nyeri dari tubuh Anda.
Tips gaya hidup
- Lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah olahraga
- Pilih permukaan yang lebih lunak saat berlari, seperti tanah daripada aspal
- Naikkan intensitas latihan secara bertahap, jangan menambah jarak atau beban sekaligus
- Pakai sepatu olahraga yang sesuai dengan jenis aktivitas dan ganti jika sudah aus
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, kaya protein, vitamin C, dan mineral untuk mendukung perbaikan jaringan tendon. Latihan penguatan dan peregangan harus dilakukan sesuai petunjuk fisioterapis; jangan memaksakan diri. Minum air yang cukup juga membantu menjaga elastisitas jaringan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Rasa nyeri yang berkepanjangan bisa membuat frustrasi, sedih, atau khawatir. Hal ini wajar. Jangan ragu untuk berbicara dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan tentang perasaan Anda. Mengelola stres dengan baik akan membantu proses pemulihan.
Pencegahan
Ya, dapat dicegah atau risikonya dikurangi. Kuncinya adalah meningkatkan intensitas olahraga secara bertahap, menjaga kelenturan otot betis, memperkuat otot kaki, dan memilih sepatu yang tepat. Dengarkan tubuh Anda dan beristirahatlah jika muncul nyeri.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kondisi bisa berkembang menjadi tendinopati, yaitu kerusakan kronis pada tendon
- Risiko robekan tendon Achilles semakin besar
- Nyeri kronis yang mengganggu kemampuan berjalan dan berolahraga
- Kelemahan permanen pada tumit dan betis
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar penderita tendinitis Achilles pulih sepenuhnya dengan perawatan yang tepat dan sabar. Pemulihan bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tetapi dengan mengikuti nasihat dokter dan fisioterapis, Anda akan kembali beraktivitas. Tetaplah optimis dan rawat tubuh Anda dengan baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.