Penyakit Still pada Orang Dewasa (AOSD): Mengenal Demam dan Nyeri Sendi yang Menetap
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Adult-Onset Still's Disease (AOSD) adalah penyakit peradangan langka yang menyebabkan demam tinggi, nyeri sendi, dan ruam kulit. Kata 'adult-onset' berarti penyakit ini muncul pertama kali pada masa dewasa, berbeda dengan bentuk yang menyerang anak-anak. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel-sel tubuh sendiri, sehingga memicu peradangan di berbagai organ dan sendi.
Fakta penting
- AOSD adalah penyakit autoinflamasi, bukan infeksi dan tidak menular.
- Gejala khasnya adalah demam tinggi yang datang dan pergi, nyeri sendi, serta ruam berwarna salmon.
- AOSD bisa diobati dan dikelola dengan baik jika ditangani sejak dini.
- Karena gejalanya menyerupai penyakit lain, diagnosis sering memerlukan berbagai tes.
AOSD termasuk penyakit langka. Angka pastinya berbeda-beda di tiap negara, tetapi diperkirakan hanya sekitar 1 hingga 2 orang per 100.000 penduduk setiap tahun.
AOSD dapat menyerang pria maupun wanita, namun sedikit lebih sering terjadi pada wanita. Penyakit ini paling sering muncul pada usia 16–35 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada usia yang lebih lanjut, termasuk di atas 60 tahun.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau nyeri dada yang berat.
- Kejang atau penurunan kesadaran.
- Demam sangat tinggi yang tidak turun disertai leher kaku, muntah-muntah, atau kebingungan.
- Nyeri perut yang parah atau muncul mendadak.
- Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, segera hubungi layanan darurat atau pergi ke unit gawat darurat terdekat.
- ⚠Demam tinggi yang berlangsung lebih dari 3 hari tanpa penyebab yang jelas.
- ⚠Nyeri sendi hebat sampai tidak bisa beraktivitas atau berjalan.
- ⚠Ruam yang menyebar luas, melepuh, atau terasa sangat nyeri.
- ⚠Pembengkakan sendi yang disertai kemerahan dan terasa panas.
Gejala umum
- Demam tinggi, biasanya lebih dari 39°C, yang muncul mendadak, terutama sore atau malam hari, lalu turun drastis.
- Ruam kulit berwarna merah muda atau salmon yang muncul saat demam, sering di batang tubuh, lengan, atau paha.
- Nyeri dan bengkak pada sendi, terutama lutut, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.
- Nyeri otot yang terasa pegal dan kaku.
- Sakit tenggorokan yang cukup berat, walaupun tidak ada tanda infeksi.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti AOSD belum diketahui.
- Diyakini terjadi karena kelainan sistem kekebalan tubuh yang membuat peradangan tidak terkendali.
- Infeksi tertentu atau faktor genetik mungkin berperan sebagai pemicu, tetapi bukan penyebab langsung yang bisa menular.
Faktor risiko
- Usia: paling sering menyerang usia 16–35 tahun.
- Jenis kelamin: sedikit lebih sering pada wanita.
- Riwayat keluarga dengan penyakit autoimun atau autoinflamasi.
- Stres fisik, seperti infeksi atau cedera, yang diduga dapat memicu gejala awal pada orang yang rentan.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami demam tinggi mendadak disertai nyeri dada atau sesak napas.
- Jika keluhan berlangsung lebih dari beberapa hari dan semakin berat.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda memiliki demam yang datang dan pergi selama lebih dari 2 minggu.
- Jika nyeri sendi atau ruam muncul tanpa sebab yang jelas dan menetap.
- Jika Anda sering merasa lelah, kehilangan nafsu makan, atau berat badan turun tanpa alasan.
Diagnosis
Tidak ada satu tes tunggal yang dapat memastikan AOSD. Dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan kombinasi gejala, pemeriksaan fisik, dan hasil tes darah. Penting untuk menyingkirkan penyakit lain yang gejalanya mirip, seperti infeksi, penyakit autoimun lain, atau keganasan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk melihat tanda peradangan (LED dan CRP) serta jumlah sel darah.
- Pemeriksaan kadar feritin yang sering kali sangat tinggi pada AOSD.
- Tes darah untuk menyingkirkan infeksi atau penyakit autoimun lain.
- Pemeriksaan pencitraan seperti foto Rontgen atau USG untuk menilai peradangan pada sendi.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter biasanya akan merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam atau ahli reumatologi. Anda mungkin perlu menjalani beberapa kali tes darah dan kontrol rutin untuk memantau perkembangan kondisi serta respons pengobatan.
Perawatan
Tujuan pengobatan AOSD adalah meredakan peradangan, mencegah kerusakan sendi, dan mengurangi gejala. Penanganan biasanya melibatkan obat antiradang yang diresepkan dokter, disertai istirahat, dan upaya menjaga pola hidup sehat.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup saat demam atau nyeri kambuh, lalu tingkatkan aktivitas perlahan saat membaik.
- Kompres hangat atau dingin pada sendi yang bengkak untuk meredakan nyeri.
- Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi, terutama saat demam.
- Catat gejala harian, termasuk suhu dan nyeri, untuk membantu dokter menyesuaikan pengobatan.
Perawatan medis
Dokter akan menentukan pengobatan berdasarkan berat ringannya gejala. Untuk peradangan ringan, bisa digunakan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Jika tidak cukup, dokter dapat memberikan kortikosteroid untuk mengendalikan peradangan dengan cepat. Pada kondisi yang lebih berat atau sering kambuh, dokter dapat meresepkan obat antirematik pemodifikasi penyakit (DMARD) atau terapi biologis untuk menekan sistem kekebalan. Semua obat ini harus digunakan di bawah pengawasan dokter karena memiliki efek samping yang perlu dipantau.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi umumnya tidak diperlukan untuk AOSD, kecuali jika kerusakan sendi sudah sangat berat dan memerlukan prosedur seperti penggantian sendi. Keputusan ini selalu didiskusikan dengan dokter spesialis ortopedi.
Hidup dengan kondisi ini
AOSD memiliki perjalanan penyakit yang tidak menentu—kadang kambuh (flare), kadang tenang (remisi). Anda dapat bekerja sama dengan dokter untuk mengenali pemicu kekambuhan dan mengatur aktivitas agar tidak memicu kelelahan berlebihan.
Tips gaya hidup
- Jaga jadwal tidur yang teratur dan cukup.
- Kelola stres dengan teknik relaksasi, meditasi, atau melakukan hobi yang menenangkan.
- Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol.
- Diskusikan rencana vaksinasi dengan dokter, karena beberapa vaksin mungkin perlu dihindari saat sistem kekebalan sedang ditekan.
Diet dan olahraga
Belum ada diet khusus yang terbukti menyembuhkan AOSD, tetapi mengonsumsi makanan bergizi seimbang dapat membantu tubuh tetap kuat. Beberapa orang merasa lebih baik dengan pola makan yang mengandung ikan berlemak, sayur, dan buah. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau peregangan dapat menjaga kelenturan sendi—lakukan sesuai kemampuan dan setelah berkonsultasi dengan fisioterapis.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit kronis dapat menimbulkan rasa cemas, sedih, atau frustrasi. Perasaan ini sangat wajar. Jangan ragu untuk mencari bantuan berupa dukungan psikologis atau konseling jika diperlukan.
Pencegahan
Sampai saat ini, belum ada cara untuk mencegah AOSD karena penyebab pastinya belum diketahui. Yang dapat dilakukan adalah mengenali gejala sedini mungkin dan menjalani pengobatan teratur untuk mencegah komplikasi.
Vaksin
Vaksinasi sesuai jadwal umum tetap disarankan bagi pasien AOSD, tetapi beberapa vaksin hidup tidak boleh diberikan saat sistem kekebalan sedang ditekan oleh obat-obatan. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menerima vaksin apa pun.
Program skrining
Tidak ada tes skrining khusus untuk AOSD di masyarakat umum. Pemeriksaan dilakukan hanya jika seseorang menunjukkan gejala yang mengarah pada penyakit ini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kerusakan sendi permanen akibat peradangan yang berkepanjangan.
- Peradangan pada organ dalam, seperti hati, jantung, atau paru-paru.
- Sindrom aktivasi makrofag (MAS), suatu kondisi langka namun serius yang memerlukan pertolongan medis segera.
Prospek jangka panjang
Meskipun AOSD adalah penyakit yang menantang, banyak pasien memberikan respons baik terhadap pengobatan dan mengalami periode tanpa gejala. Dengan dukungan tenaga medis serta kepatuhan berobat, sebagian besar pasien tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 2 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.