Kekurangan Androgen pada Pria
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kekurangan androgen pada pria adalah kondisi ketika tubuh pria tidak menghasilkan cukup testosteron atau androgen lain, yaitu hormon yang berperan penting dalam perkembangan dan fungsi tubuh pria. Kondisi ini juga dikenal dengan nama hipogonadisme. Testosteron memengaruhi gairah seksual, pembentukan otot, kesehatan tulang, suasana hati, dan banyak fungsi lainnya.
Fakta penting
- Androgen adalah hormon yang membuat pria memiliki ciri-ciri khas seperti suara berat, rambut wajah, dan otot yang lebih besar. Testosteron adalah androgen yang paling utama.
- Kekurangan androgen bisa terjadi sejak lahir, tetapi juga bisa muncul di usia dewasa seiring bertambahnya usia.
- Tidak semua pria dengan kadar testosteron rendah merasakan gejala. Kadar rendah tanpa gejala biasanya tidak perlu diobati.
- Pengobatan harus selalu dilakukan oleh dokter spesialis, karena pemberian testosteron tanpa pengawasan bisa membahayakan tubuh.
Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada pria berusia lanjut. Seiring bertambahnya usia, kadar testosteron memang menurun secara alami, tetapi menurunnya kadar testosteron sampai menimbulkan gejala tidak selalu dianggap normal. Diperkirakan sekitar 2 dari 100 pria di dunia mengalami kekurangan androgen yang nyata, dan angka ini meningkat dengan bertambahnya usia.
Kekurangan androgen terutama menyerang pria dewasa, lebih sering pada usia di atas 60 tahun. Namun, pria yang lebih muda juga bisa mengalaminya jika ada penyakit pada testis atau kelenjar pituitari (kelenjar di otak yang mengatur hormon), atau jika mereka menjalani pengobatan tertentu seperti kemoterapi. Kondisi ini juga dapat terjadi pada anak laki-laki yang mengalami gangguan perkembangan pubertas.
Gejala
- Nyeri dada mendadak atau berat, terutama jika disertai keringat dingin atau sesak napas
- Pingsan atau kehilangan kesadaran, meskipun hanya sesaat
- Kejang yang baru pertama kali terjadi
- Kesulitan bernapas tanpa sebab yang jelas
- ⚠Nyeri atau pembengkakan yang hebat pada salah satu testis, terutama jika muncul tiba-tiba
- ⚠Perubahan penglihatan tiba-tiba, seperti penglihatan ganda atau pandangan kabur (bisa menandakan gangguan pada kelenjar pituitari)
- ⚠Sakit kepala yang sangat parah dan berbeda dari biasanya, terutama jika disertai mual atau muntah
- ⚠Timbulnya benjolan pada testis atau payudara pria yang terasa nyeri
Gejala umum
- Gairah seksual atau libido yang sangat menurun
- Disfungsi ereksi, yaitu sulit mencapai atau mempertahankan ereksi
- Cepat lelah dan energi menurun drastis
- Massa otot mengecil dan kekuatan tubuh menurun
- Suasana hati yang mudah sedih, mudah marah, atau merasa cemas
- Rambut tubuh berkurang, terutama di wajah dan dada
- Tulang terasa mudah lelah atau rapuh, muncul nyeri tulang
- Konsentrasi menurun dan mudah lupa
- Wajah dan tubuh terasa panas, seperti gejala menopause pada wanita
Gejala pada anak-anak
- Pubertas yang terlambat atau tidak terjadi, misalnya suara tidak berubah atau rambut wajah tidak tumbuh
- Perkembangan otot dan tinggi badan yang tidak sesuai umur
- Kurangnya energi dan rasa percaya diri pada anak laki-laki remaja
- Alat kelamin dan ciri seksual sekunder, seperti rambut kemaluan, tidak berkembang sebagaimana mestinya
Gejala pada lansia
- Osteoporosis, yaitu tulang yang menjadi lemah dan mudah patah
- Menurunnya massa otot sehingga mudah jatuh atau sulit bangun dari kursi
- Anemia atau kurang darah, ditandai dengan mudah pusing dan lelah
- Gejala depresi yang menetap, hilang minat pada hal yang biasanya disukai
- Perubahan kognitif, seperti kesulitan berpikir jernih atau mengingat hal-hal sederhana
Penyebab
Penyebab utama
- Gangguan pada testis (kelenjar penghasil sperma dan testosteron) yang disebut hipogonadisme primer, misalnya karena cedera pada testis, infeksi seperti gondongan, atau penyakit autoimun
- Gangguan pada kelenjar di otak (hipotalamus atau kelenjar pituitari) yang mengatur produksi testosteron, disebut hipogonadisme sekunder, misalnya akibat tumor otak, radiasi kepala, atau penyakit pada kelenjar itu sendiri
- Penyakit kronis yang memengaruhi produksi hormon, seperti diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, atau obesitas
- Efek samping dari pengobatan tertentu, misalnya kemoterapi untuk penyakit lain, atau pemakaian hormon dalam jangka panjang
- Proses penuaan yang menyebabkan penurunan kadar testosteron secara bertahap, walaupun tidak semua pria akan mengalami gejala karena ini saja
Faktor risiko
- Usia yang semakin bertambah, terutama di atas 60 tahun
- Memiliki berat badan berlebih atau obesitas, karena lemak tubuh dapat memengaruhi keseimbangan hormon
- Menderita diabetes mellitus tipe 2 atau sindrom metabolik
- Memiliki penyakit kronis seperti HIV/AIDS, gagal ginjal, atau sirosis hati
- Pernah mengalami trauma pada area testis atau menjalani operasi testis
- Menggunakan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti opioid atau kortikosteroid (harus di bawah pengawasan dokter, bukan penggunaan bebas)
- Stres berkepanjangan atau kurang tidur yang terus-menerus
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Apabila Anda mengalami penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi, atau kelelahan yang mengganggu kehidupan sehari-hari selama beberapa minggu
- Jika Anda merasakan nyeri atau benjolan pada testis tanpa sebab jelas
- Jika Anda mengalami perubahan suasana hati yang parah seperti depresi atau mudah marah tanpa sebab yang jelas
Buat janji temu rutin jika:
- Sebaiknya periksakan diri ke dokter umum atau puskesmas jika Anda memiliki faktor risiko seperti obesitas, diabetes, atau penyakit kronis, dan ingin memastikan kondisi hormonal Anda
- Jika Anda berusia lanjut dan mengalami penurunan kekuatan fisik, mudah jatuh, atau patah tulang akibat tulang lemah, dokter dapat menilai apakah kekurangan hormon berperan
- Jika Anda berencana menjalani pengobatan yang dapat memengaruhi hormon, misalnya kemoterapi, bicarakan dengan dokter mengenai pemantauan kadar hormon
Diagnosis
Dokter umum akan menanyakan keluhan, riwayat penyakit, dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan testis dan ukuran tubuh. Diagnosis utama ditegakkan dengan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar testosteron total, biasanya diambil pada pagi hari antara pukul 07.00 dan 10.00, karena kadar hormon paling tinggi saat itu. Jika hasilnya rendah, dokter akan mengulang pemeriksaan untuk memastikan, karena kadar bisa dipengaruhi oleh kelelahan, infeksi, atau obat-obatan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk kadar testosteron total (dan kadang bioavailable atau bebas)
- Tes darah untuk hormon LH dan FSH yang mengatur kerja testis, untuk membedakan jenis gangguan
- Pemeriksaan prolaktin untuk melihat kemungkinan gangguan pada kelenjar pituitari
- Analisis sperma bila berhubungan dengan masalah kesuburan
- Pemeriksaan kepadatan tulang (bone densitometry) jika dicurigai osteoporosis
- Tes laboratorium lain sesuai kondisi, misalnya gula darah atau fungsi ginjal
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta mengisi kuesioner gejala, kemudian menjalani pemeriksaan darah. Dokter mungkin juga menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mencari penyebab, seperti MRI kepala atau pemeriksaan kromosom. Hasilnya biasanya tidak hanya menentukan apakah kadar testosteron rendah, tetapi juga apakah rendahnya itu berasal dari gangguan testis atau gangguan otak. Setelahnya, dokter akan membahas pilihan pengobatan bersama Anda, atau merujuk ke dokter spesialis andrologi, endokrinologi, atau urologi apabila diperlukan.
Perawatan
Tujuan pengobatan kekurangan androgen adalah mengembalikan kadar testosteron ke tingkat normal, meredakan gejala, menjaga kesehatan tulang dan otot, serta meningkatkan kualitas hidup. Pendekatan pengobatan bergantung pada penyebab yang mendasari dan apakah Anda masih ingin memiliki anak. Pengobatan hanya dilakukan jika gejala dan kadar hormon memang terbukti rendah, serta tidak ada kontraindikasi seperti gangguan prostat yang tidak terkontrol.
Perawatan mandiri di rumah
- Tidur cukup 7–9 jam setiap malam, karena kekurangan tidur menurunkan kadar testosteron
- Kurangi stres dengan meditasi, olahraga ringan, atau berbicara dengan orang yang dipercaya
- Hindari alkohol berlebihan dan berhenti merokok, karena keduanya mengganggu produksi hormon
- Konsultasikan perilaku atau obat-obatan yang Anda pakai, termasuk obat-obatan bebas, kepada dokter
- Jaga berat badan ideal; lemak berlebih dapat mengubah testosteron menjadi estrogen dan memperburuk kekurangan androgen
Perawatan medis
Terapi penggantian testosteron adalah pengobatan utama, tersedia dalam berbagai bentuk sediaan seperti gel yang dioleskan ke kulit, plester, suntikan yang diberikan secara berkala, atau implan yang ditanam di bawah kulit. Dokter akan memilih bentuk, dosis, dan jadwal yang paling aman sesuai kondisi Anda. Semua bentuk pengobatan ini harus diresepkan dan dipantau oleh dokter, karena dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah seperti darah kental, gangguan jantung, atau efek pada prostat. Apabila penyebab kekurangan androgen terletak pada kelenjar pituitari, dokter mungkin juga menggunakan obat-obatan hormon lain untuk merangsang kesuburan. Penting untuk menjalani pemeriksaan darah rutin selama pengobatan untuk memastikan kadar tetap dalam kisaran normal.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan untuk mengatasi kekurangan androgen itu sendiri. Namun, jika penyebabnya adalah tumor pada testis atau tumor pada kelenjar pituitari, dokter bedah saraf atau ahli urologi akan membahas kemungkinan operasi untuk mengangkat tumor, sebagai bagian dari pengobatan menyeluruh. Operasi bukanlah pilihan utama pada kebanyakan kasus.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan kekurangan androgen bisa menantang, terutama jika gejala seperti kelelahan dan mood buruk muncul. Anda dan orang terdekat perlu memahami bahwa kondisi ini dapat diobati. Tetap bangun pagi, buat jadwal harian yang sederhana, dan beri tahu pasangan atau keluarga tentang apa yang Anda rasakan. Jangan malu untuk bertanya kepada dokter tentang dukungan yang tersedia.
Tips gaya hidup
- Lakukan olahraga angkat beban atau latihan resistensi 2–3 kali seminggu untuk membantu mempertahankan massa otot dan kepadatan tulang
- Aktivitas fisik sedang seperti jalan cepat atau bersepeda minimal 150 menit per minggu membantu menjaga kesehatan jantung dan gula darah
- Hindari begadang dan usia tidur yang tidak teratur, karena pola tidur yang buruk memperburuk gejala
- Perbanyak aktivitas di luar ruangan untuk mendapatkan vitamin D secukupnya, dan bicarakan suplemen vitamin D dengan dokter jika diperlukan
- Ajak teman atau pasangan untuk berolahraga bersama; selain meningkatkan motivasi, ini membantu menjaga suasana hati
Diet dan olahraga
Pola makan seimbang sangat membantu. Perbanyak makanan tinggi protein seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan, dan tahu tempe, serta makanan dengan seng dan vitamin D seperti seafood, daging tanpa lemak, dan susu yang diperkaya. Batasi makanan manis, makanan olahan, dan minuman beralkohol. Selain itu, kombinasi latihan kekuatan dan kardio, misalnya angkat beban 20–30 menit diselingi jalan cepat, terbukti dapat memperbaiki kebugaran fisik dan kadar hormon jika dilakukan secara rutin.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kekurangan androgen dapat memicu perasaan sedih, cemas, mudah tersinggung, bahkan depresi. Gangguan seksual seperti disfungsi ereksi juga bisa menurunkan kepercayaan diri dan memengaruhi hubungan. Sangatlah wajar jika Anda merasa tertekan. Jangan dianggap sepele. Bicarakan perasaan Anda dengan pasangan, sahabat, atau tenaga kesehatan. Dokter dapat merujuk Anda ke psikolog atau psikiater bila diperlukan. Ingatlah bahwa suasana hati yang buruk mungkin berasal dari ketidakseimbangan hormon, bukan dari kelemahan pribadi Anda, dan bisa membaik dengan pengobatan yang tepat.
Pencegahan
Beberapa penyebab kekurangan androgen, seperti kelainan genetik atau tumor, tidak dapat dicegah. Namun, banyak kasus yang berhubungan dengan gaya hidup, seperti obesitas, diabetes, kurang tidur, dan stres, dapat dicegah atau setidaknya dampaknya dikurangi dengan menjaga pola makan sehat, berat badan ideal, tidur cukup, dan aktif bergerak. Menerapkan kebiasaan sehat ini juga membantu mengurangi keparahan gejala jika kondisi sudah terjadi.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah kekurangan androgen. Namun, beberapa infeksi yang dapat merusak testis, seperti gondongan (parotitis), dapat dicegah dengan vaksinasi rutin yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tetaplah mengikuti jadwal imunisasi lengkap untuk melindungi kesehatan secara umum.
Program skrining
Saat ini tidak ada pemeriksaan rutin untuk kekurangan androgen pada pria tanpa gejala. Pemeriksaan kadar testosteron disarankan hanya jika Anda memiliki gejala atau faktor risiko, seperti diabetes, obesitas, atau penyakit kronis, atau sebelum dan selama menjalani pengobatan yang dapat memengaruhi hormon. Anda dapat melakukan skriling awal sederhana dengan berkonsultasi ke dokter umum.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Osteoporosis dan peningkatan risiko patah tulang, terutama pada tulang pinggul dan tulang belakang
- Penurunan massa otot dan kekuatan, sehingga mudah jatuh dan semakin sulit melakukan aktivitas sehari-hari
- Anemia yang menyebabkan kelelahan berkepanjangan dan menurunnya daya tahan tubuh
- Gangguan suasana hati, termasuk depresi yang tidak diobati, yang dapat memengaruhi pekerjaan dan hubungan
- Menurunnya fungsi seksual yang kronis, yang juga dapat memengaruhi kesuburan
- Peningkatan risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, kekurangan androgen dapat ditangani dengan baik jika terdeteksi dini. Sebagian besar pria yang menjalani pengobatan sesuai petunjuk dokter merasakan perbaikan gejala, mulai dari energi yang meningkat, suasana hati yang lebih stabil, gairah seksual kembali, dan kekuatan otot meningkat. Namun, tidak semua fungsi yang hilang pasti kembali penuh, terutama jika pengobatan dimulai setelah bertahun-tahun tanpa perawatan. Dengan dukungan keluarga dan pemantauan dokter yang teratur, Anda tetap bisa menjalani hidup yang produktif dan bermakna. Jangan ragu untuk mencari bantuan, karena langkah pertama adalah yang paling penting.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 1 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.