Kejang Atonik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengelolanya
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kejang atonik adalah jenis serangan epilepsi yang membuat otot tubuh tiba-tiba lemas, sehingga orang yang mengalaminya bisa jatuh tanpa sebab yang jelas. Kejang ini biasanya berlangsung sangat singkat, sekitar 15 detik, dan orangnya langsung siuman setelahnya. Kejang atonik sering juga disebut 'drop attack' karena bisa menyebabkan jatuh mendadak.
Fakta penting
- Kejang atonik terjadi ketika aktivitas listrik di otak terganggu sesaat, menyebabkan otot-otot kehilangan kekencangannya.
- Kejang ini bisa berlangsung hanya beberapa detik, tetapi bisa menyebabkan cedera karena jatuh mendadak.
- Banyak orang yang mengalami kejang atonik juga memiliki jenis kejang lain, seperti kejang tonik-klonik atau kejang absen.
Kejang atonik termasuk jenis kejang yang relatif jarang, tetapi sering terjadi pada orang dengan sindrom epilepsi tertentu, seperti Lennox-Gastaut. Kejang ini lebih sering didiagnosis pada anak-anak, tetapi bisa juga terjadi pada orang dewasa.
Kejang atonik bisa terjadi pada siapa saja, terutama anak-anak yang memiliki sindrom epilepsi tertentu. Penyakit ini juga bisa muncul pada orang dewasa yang pernah mengalami cedera otak atau memiliki riwayat epilepsi. Jika bisa dipicu oleh kurang tidur, demam, atau stres, kejang sering kali muncul tanpa peringatan.
Gejala
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau kejang kedua terjadi tanpa pemulihan
- Mengalami cedera kepala karena jatuh, terutama jika ada luka, darah, atau muntah
- Tidak bernapas dengan normal atau tidak sadar setelah kejang berhenti
- Mengalami kejang saat sedang hamil atau memiliki kondisi kesehatan serius seperti diabetes
- Kejang terjadi pertama kali pada orang yang belum pernah didiagnosis epilepsi sebelumnya
- ⚠Jatuh tetapi tidak melukai kepala, namun terasa sangat lelah atau bingung
- ⚠Kejang semakin sering terjadi atau mengganggu aktivitas harian
- ⚠Ada perubahan perilaku atau kesulitan belajar setelah kejang
- ⚠Mengalami kejang atonik yang menyebabkan cedera ringan seperti memar atau luka lecet
Gejala umum
- Tiba-tiba lemas pada kepala, lengan, atau kaki tanpa sebab yang jelas
- Jatuh ke lantai atau duduk mendadak
- Bibir atau kelopak mata turun sesaat
- Kehilangan kesadaran sesaat (hanya beberapa detik)
- Tidak ada respons terhadap panggilan selama beberapa detik
- Setelah kejang selesai, orangnya kembali sadar dan bisa berdiri dengan cepat
Gejala pada anak-anak
- Pengalaman jatuh saat sedang berdiri atau bermain, sering membuat anak tampak kikuk
- Kepala menunduk secara tiba-tiba atau 'mengangguk' berulang
- Benda yang dipegang bisa terjatuh karena tangan melemah
- Anak mungkin tidak sadar bahwa ia sedang kejang; orang tua sering mengira anak sedang bermain-main
Gejala pada lansia
- Risiko lebih tinggi untuk jatuh dan mengalami patah tulang atau cedera kepala
- Kejang atonik sering dikacaukan dengan pusing mendadak atau pingsan karena tekanan darah rendah
- Bisa terjadi setelah perubahan obat epilepsi atau karena kondisi kesehatan lain yang memengaruhi otak
Penyebab
Penyebab utama
- Gangguan pada otak, seperti epilepsi dengan mulai dari bagian spesifik otak yang kemudian menyebar
- Kondisi genetik yang memengaruhi perkembangan otak, seperti sindrom Lennox-Gastaut
- Cedera kepala yang menyebabkan jaringan otak rusak
- Infeksi otak, misalnya meningitis atau ensefalitis, yang dapat memicu jaringan parut di otak
- Kelainan struktur otak yang sudah ada sejak lahir
Faktor risiko
- Memiliki diagnosis epilepsi atau sindrom epilepsi tertentu
- Riwayat cedera kepala atau stroke
- Riwayat kejang dalam keluarga (faktor genetik)
- Kurang tidur, stres emosional, atau kelelahan yang dapat memicu kejang
- Demam tinggi pada anak-anak, terutama jika disertai infeksi
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera cari pertolongan medis jika Anda atau anak Anda baru pertama kali mengalami kejang yang menyebabkan jatuh.
- Jika kejang terjadi berulang dan disertai cedera, atau jika ada tanda-tanda kejang yang lebih serius seperti kesulitan bernapas, segera hubungi unit gawat darurat.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda sudah didiagnosis epilepsi dan mengalami kejang atonik yang semakin sering, jadwalkan kunjungan kontrol ke dokter.
- Jika Anda merasa sempat jatuh tanpa sebab atau ada saksi yang melihat Anda 'kosong' dan lemas, sebaiknya periksakan diri ke dokter umum atau dokter saraf.
Diagnosis
Dokter akan menggali riwayat kesehatan, menanyakan detail episode lemas atau jatuh, dan melakukan pemeriksaan fisik serta saraf. Jika Anda membawa saksi yang melihat kejadian, cerita mereka sangat membantu. Dokter mungkin merujuk Anda ke dokter spesialis saraf untuk evaluasi lebih lanjut.
Tes yang mungkin dilakukan
- Elektroensefalogram (EEG) — merekam aktivitas listrik otak untuk mencari gelombang yang tidak biasa
- Perekaman video EEG — dokter mengawasi Anda saat tidur atau beraktivitas untuk melihat apakah ada kejang yang terdeteksi
- Pemindaian otak seperti MRI — mencari kelainan struktur di otak seperti tumor, jaringan parut, atau gangguan perkembangan
- Tes darah — untuk memeriksa kondisi lain yang bisa menyebabkan kejang, seperti infeksi atau gangguan kadar gula
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda mungkin diminta menjalani pemeriksaan lanjutan dalam beberapa hari atau minggu. Dokter akan menjelaskan hasilnya dengan bahasa yang mudah dipahami, dan jika memang epilepsi, Anda akan mendapatkan rencana perawatan yang sesuai. Tidak ada yang perlu ditakuti—pemeriksaan hanya untuk memahami apa yang terjadi di otak Anda.
Perawatan
Tujuan pengobatan kejang atonik adalah mengurangi frekuensi kejang dan mencegah cedera akibat jatuh. Bagi banyak orang, obat antiepilepsi dapat mengontrol kejang, namun ada juga yang membutuhkan pendekatan lain seperti diet khusus atau terapi alat. Dokter akan menyusun rencana yang disesuaikan dengan jenis epilepsi dan kondisi kesehatan Anda.
Perawatan mandiri di rumah
- Kenakan pelindung kepala seperti helm atau topi khusus saat beraktivitas di luar rumah untuk melindungi dari cedera jika tiba-tiba jatuh.
- Hindari berenang sendirian atau mandi di bathtub tanpa pengawasan—jatuh di air sangat berbahaya.
- Gunakan alas lantai yang empuk di sekitar area tempat anak sering bermain untuk mengurangi risiko memar.
- Beritahu keluarga, teman, atau rekan kerja tentang kondisi Anda agar mereka tahu cara menyikapi saat Anda mengalami kejang.
- Selalu membawa kartu identitas atau gelang medis yang menjelaskan kondisi epilepsi.
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat antiepilepsi untuk mengurangi kejang. Tersedia beberapa jenis obat, dan dokter akan memilih yang paling sesuai berdasarkan usia, efek samping, dan jenis kejang. Selain obat, ada beberapa terapi non-obat yang bisa dipertimbangkan, seperti diet ketogenik (diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat) yang kadang membantu anak-anak dengan epilepsi. Ada juga alat yang disebut stimulator saraf vagus yang ditanam di dalam tubuh untuk mengirim sinyal listrik ke otak, atau prosedur pembedahan untuk mengangkat bagian kecil otak yang menyebabkan kejang (reseksi epilepsi). Penentuan jenis terapi ini sepenuhnya bergantung pada evaluasi dokter spesialis.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pembedahan umumnya hanya dipertimbangkan jika kejang tidak membaik dengan obat dan jika ditemukan sumber kejang yang jelas di otak, misalnya jaringan parut atau tumor. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum memastikan apakah pembedahan cocok untuk Anda atau anak Anda.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan kejang atonik membutuhkan kewaspadaan ekstra, tetapi Anda tetap bisa menjalani hari dengan normal. Buatlah kebiasaan tidur yang cukup, minum obat sesuai anjuran, dan kenali pemicu yang membuat kejang lebih sering. Segera setelah kejang, beristirahatlah sejenak, lalu lanjutkan aktivitas dengan hati-hati.
Tips gaya hidup
- Cukupi kebutuhan tidur—kurang tidur adalah pemicu paling umum kejang.
- Kelola stres dengan teknik relaksasi, olahraga ringan, atau hobi yang menenangkan.
- Batasi alkohol dan hindari obat-obatan terlarang karena dapat memicu kejang.
- Jika Anda merasa konsentrasi terganggu setelah kejang, berhentilah mengemudi dan istirahatlah dulu.
Diet dan olahraga
Makanan bergizi seimbang membantu menjaga kesehatan otak. Jika dokter menyarankan diet ketogenik, Anda perlu bimbingan ahli gizi. Untuk olahraga, pilih aktivitas yang aman seperti jalan kaki, yoga, atau bersepeda statis, dan selalu beri tahu teman yang menemani agar mereka tahu tentang kondisi Anda.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Merasa cemas, takut, atau sedih tentang kemungkinan jatuh adalah hal yang wajar. Banyak orang dengan epilepsi mengalami gangguan suasana hati atau kecemasan. Jika perasaan ini berlangsung lama atau mengganggu aktivitas, bicarakan dengan dokter atau profesional kesehatan mental.
Pencegahan
Kejang atonik tidak selalu bisa dicegah, tetapi Anda dapat mengurangi frekuensinya dengan minum obat teratur, tidur cukup, menghindari pemicu, dan rutin kontrol ke dokter. Jangan menghentikan obat epilepsi tanpa berkonsultasi—menghentikan obat mendadak bisa memicu kejang yang lebih sering.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah kejang atonik, tetapi vaksinasi dasar seperti vaksin meningitis dan ensefalitis dapat melindungi Anda dari infeksi otak yang bisa menyebabkan kejang. Ikuti jadwal vaksinasi yang dianjurkan tenaga kesehatan.
Program skrining
Tidak ada tes skrining rutin untuk kejang atonik pada orang sehat. Namun, jika Anda memiliki riwayat keluarga epilepsi atau anak lahir dengan gangguan neurologis, dokter saraf mungkin menyarankan pemeriksaan EEG atau MRI lebih awal untuk mendeteksi risiko.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Cedera karena jatuh—seperti gegar otak, patah tulang, atau luka di kepala
- Tenggelam saat berenang atau mandi jika tidak ada pengawasan
- Kecelakaan lalu lintas jika terjatuh saat menyeberang atau mengendarai kendaraan
- Gangguan psikologis seperti rasa takut berlebihan atau isolasi sosial karena khawatir kejang terjadi di depan umum
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, banyak orang dengan kejang atonik dapat menjalani kehidupan yang aktif dan produktif. Pengobatan bertujuan membuat kejang hilang atau berkurang drastis, dan sebagian besar anak yang mendapatkan terapi sedini mungkin bisa tumbuh dan beraktivitas seperti teman sebayanya. Meski ada tantangan, kondisi ini bukanlah akhir segalanya—Anda tetap bisa belajar, bekerja, dan menikmati hidup.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 2 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.