Sindrom Limfoproliferatif Autoimun (ALPS)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
ALPS adalah penyakit langka yang terjadi karena kelainan genetik pada sistem imun (kekebalan tubuh). Pada ALPS, tubuh memproduksi terlalu banyak limfosit — sejenis sel darah putih yang seharusnya membantu melawan infeksi. Limfosit yang berlebihan ini menumpuk di kelenjar getah bening, limpa, dan hati, sehingga membuat organ-organ tersebut membesar. Selain itu, ALPS juga menyebabkan sistem kekebalan keliru menyerang sel-sel tubuh sendiri, terutama sel darah merah, keping darah, dan sel darah putih lainnya.
Fakta penting
- ALPS termasuk penyakit langka dan biasanya mulai muncul pada masa kanak-kanak.
- Penyakit ini tidak menular dan bukan penyakit infeksi.
- Gejala utamanya meliputi pembesaran kelenjar getah bening, hati, dan limpa.
- ALPS dapat meningkatkan risiko terkena limfoma (sejenis kanker kelenjar getah bening), sehingga perlu pemantauan rutin.
Tidak. ALPS tergolong sangat langka. Beberapa penelitian memperkirakan hanya sekitar satu dari satu juta orang yang terpengaruh, tetapi mungkin masih banyak kasus yang belum terdiagnosis.
ALPS biasanya mulai terlihat pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, tetapi bisa juga terdeteksi pada remaja atau dewasa. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kemungkinan yang sama untuk mengalaminya.
Gejala
- Sulit bernapas atau nyeri dada.
- Kejang atau penurunan kesadaran.
- Perdarahan yang tidak berhenti, seperti mimisan hebat atau gusi berdarah terus.
- Demam tinggi disertai menggigil hebat yang tidak membaik.
- Nyeri perut sangat berat atau perut terasa keras.
- ⚠Demam yang tidak turun selama lebih dari 2 hari.
- ⚠Kulit atau mata menguning (penyakit kuning).
- ⚠Kelemahan yang sangat parah hingga sulit bangun tempat tidur.
- ⚠Memar atau ruam darah (petekie) yang menyebar luas.
- ⚠Berkeringat malam terus-menerus atau penurunan berat badan tanpa sebab.
Gejala umum
- Pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak, atau selangkangan).
- Perut bengkak atau terasa penuh akibat pembesaran limpa atau hati.
- Mudah memar atau berdarah karena keping darah (trombosit) rendah.
- Wajah pucat, cepat lelah, atau mudah pusing karena sel darah merah (hemoglobin) rendah.
- Sering terkena infeksi berulang.
- Ruam kulit yang menyerupai eksim atau bintik-bintik merah.
- Demam berulang tanpa sebab yang jelas.
Penyebab
Penyebab utama
- Kelainan genetik pada gen yang mengatur proses apoptosis (kematian sel terprogram).
- Perubahan genetik ini biasanya diturunkan dari orang tua, tetapi dapat pula muncul baru (mutasi spontan).
- Akibatnya limfosit tidak mati pada waktunya, sehingga menumpuk di tubuh dan menyerang jaringan sendiri.
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan ALPS atau penyakit autoimun lain.
- Memiliki perubahan dalam gen pengendali apoptosis yang diwariskan.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika kelenjar getah bening membesar dengan cepat atau terasa sakit hebat.
- Jika muncul gejala perdarahan seperti memar tanpa sebab atau darah yang sulit berhenti.
- Jika mengalami demam tinggi yang tidak turun.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika kelenjar getah bening terasa membesar tetapi tidak sakit selama lebih dari beberapa minggu.
- Jika sering mengalami infeksi yang tidak kunjung sembuh.
- Jika merasa sangat lelah, pucat, atau mudah memar.
Diagnosis
Dokter akan memulai dengan menanyakan keluhan, pemeriksaan fisik, dan riwayat kesehatan keluarga. Diagnosis ALPS biasanya ditegakkan oleh dokter spesialis anak atau spesialis penyakit dalam dengan bantuan berbagai pemeriksaan penunjang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah lengkap untuk melihat jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah.
- Pemeriksaan khusus untuk mencari limfosit T ganda negatif (double-negative T cells), yaitu sel darah putih yang jumlahnya meningkat pada ALPS.
- Tes fungsi imun untuk melihat kadar imunoglobulin.
- Tes genetik untuk mencari mutasi pada gen penyebab ALPS.
- Biopsi kelenjar getah bening jika diperlukan untuk menyingkirkan keganasan.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan dilakukan bertahap. Jika hasil tes awal menunjukkan ALPS, dokter akan merujuk Anda ke pusat rujukan yang memiliki fasilitas tes genetik. Selama proses ini, dokter akan menjelaskan setiap langkah dan membantu Anda memahaminya.
Perawatan
ALPS belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. Penanganan bertujuan untuk mengurangi gejala autoimun, mencegah infeksi, dan memantau risiko komplikasi seperti limfoma. Rencana perawatan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Perawatan mandiri di rumah
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mengurangi risiko infeksi.
- Mencuci tangan dengan sabun secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah dari keramaian.
- Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, bila memungkinkan.
- Melakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal dokter.
- Mengenakan masker di tempat umum selama musim flu atau saat dokter menyarankan.
Perawatan medis
Perawatan medis umumnya melibatkan obat-obatan untuk menekan sistem imun (imunosupresan) agar tidak menyerang sel tubuh sendiri. Dokter dapat memberikan obat lain untuk memperbaiki jumlah sel darah atau mengendalikan gejala autoimun. Jika jumlah limfosit sangat tinggi atau ada gejala akibat pembesaran limpa, terapi tambahan mungkin dipertimbangkan. Semua jenis obat harus diberikan sesuai resep dan pengawasan dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pengangkatan limpa (splenektomi) mungkin dipertimbangkan jika limpa membesar sangat besar, menyebabkan nyeri yang tidak tertahankan, atau jika terjadi penurunan sel darah yang tidak terkendali. Keputusan ini dilakukan bersama dokter spesialis dengan mempertimbangkan risiko infeksi setelah limpa diangkat.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan ALPS membutuhkan hubungan baik dengan tim medis. Rutin memeriksakan diri sangat penting untuk memantau perkembangan penyakit dan memastikan penanganan tetap sesuai.
Tips gaya hidup
- Pastikan tidur cukup dan kelola stres, misalnya dengan aktivitas santai atau bercerita pada orang terdekat.
- Hindari olahraga kontak atau aktivitas yang berisiko benturan untuk mencegah cedera limpa.
- Ikuti jadwal imunisasi yang disarankan dokter, termasuk vaksin yang aman untuk imunitas rendah.
- Segera hubungi dokter bila timbul demam atau tanda infeksi.
Diet dan olahraga
Tidak ada makanan khusus yang menyembuhkan ALPS, tetapi mengonsumsi gizi seimbang (sayur, buah, protein) membantu menjaga daya tahan tubuh. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda baik dilakukan setelah kondisi stabil, kecuali dokter menyarankan untuk membatasi aktivitas tertentu.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Penyakit kronis seperti ALPS dapat menimbulkan kecemasan, terutama pada orang tua atau pasien remaja. Perasaan khawatir terhadap infeksi, efek samping obat, dan masa depan adalah hal yang wajar. Jika ini terasa berat, jangan ragu meminta dukungan psikologis.
Pencegahan
ALPS tidak dapat dicegah karena merupakan kondisi genetik yang sudah ada sejak lahir. Namun, komplikasi seperti infeksi berat dapat dicegah dengan perawatan yang baik.
Vaksin
Vaksinasi dianjurkan untuk mencegah infeksi, tetapi beberapa vaksin hidup (live vaccine) sebaiknya dihindari jika sistem imun terganggu. Diskusikan jadwal imunisasi yang tepat dengan dokter.
Program skrining
Pemeriksaan rutin untuk memantau jumlah sel darah, pembesaran kelenjar, dan kemungkinan limfoma merupakan bagian dari penanganan. Dokter akan menentukan jadwal pemantauan yang sesuai.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi serius karena kekurangan sel darah putih (leukopenia).
- Anemia berat yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.
- Trombosit sangat rendah yang menyebabkan perdarahan tidak terkendali.
- Kerusakan organ akibat pembesaran limpa atau hati yang berlangsung lama.
- Peningkatan risiko limfoma (kanker kelenjar getah bening).
Prospek jangka panjang
Meskipun ALPS adalah kondisi seumur hidup, kebanyakan pasien dapat menjalani hidup yang produktif dengan pengawasan dokter rutin. Gejala pembesaran kelenjar dan autoimun sering kali dapat dikendalikan, dan beberapa anak mengalami perbaikan gejala seiring bertambahnya usia. Pemantauan teratur adalah kunci untuk mendeteksi komplikasi sejak dini, sehingga hasil jangka panjang umumnya baik.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.