Lesi Bankart: Robekan Tulang Rawan Bahu
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Lesi Bankart adalah robekan pada labrum, yaitu cincin tulang rawan yang mengelilingi rongga sendi bahu (glenoid). Labrum berfungsi memperdalam rongga sendi dan menstabilkan tulang lengan atas. Robekan ini biasanya terjadi pada bagian depan bawah labrum, sering akibat dislokasi bahu (sendi bahu keluar dari tempatnya).
Fakta penting
- Paling sering disebabkan oleh dislokasi bahu atau cedera traumatis pada bahu.
- Dapat menyebabkan rasa nyeri, ketidakstabilan, dan perasaan bahu 'mau lepas'.
- Penanganan dapat berupa terapi non-operatif (seperti fisioterapi) atau operasi perbaikan labrum, tergantung tingkat keparahan.
Lesi Bankart cukup umum, terutama pada orang yang pernah mengalami dislokasi bahu. Sekitar 80–95% dislokasi bahu pertama kali dapat menyebabkan robekan labrum jenis ini.
Lebih sering terjadi pada orang muda dan atlet yang aktif, terutama yang melakukan olahraga kontak atau gerakan lengan di atas kepala seperti renang, voli, atau panahan. Namun, bisa juga terjadi pada orang dewasa yang lebih tua akibat cedera jatuh.
Gejala
- Bahu tampak jelas salah bentuk (kaku, tidak berada di tempatnya) setelah cedera atau jatuh.
- Nyeri hebat yang membuat lengan tidak dapat digerakkan sama sekali.
- Matirasa atau kelemahan pada lengan, tangan, atau jari setelah cedera bahu.
- Bahu membengkak besar dan nyeri luar biasa.
- ⚠Nyeri bahu yang sangat mengganggu dan tidak berkurang setelah beberapa jam.
- ⚠Bahu sering 'lepas' atau terasa tidak stabil saat dipakai beraktivitas.
- ⚠Tidak bisa mengangkat lengan karena nyeri atau lemah setelah cedera.
Gejala umum
- Nyeri di bahu, terutama saat menggerakkan lengan ke posisi tertentu.
- Rasa bahu tidak stabil, seperti 'mau lepas' atau 'slip'.
- Terbatasnya gerakan bahu dan rasa lemah.
- Suara 'pop' atau 'klik' saat menggerakkan bahu.
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin tidak bisa menjelaskan rasa sakitnya dengan jelas, tetapi akan menangis atau menolak menggerakkan lengannya.
- Bahu terlihat tidak simetris atau salah posisi setelah cedera.
- Keluhan nyeri yang hilang timbul dan muncul kembali saat bermain atau berolahraga.
Gejala pada lansia
- Nyeri bahu yang terasa seperti nyeri otot atau arthritis, tetapi tidak hilang-hilang.
- Kaku sendi yang membatasi aktivitas sehari-hari, seperti menyisir rambut atau mengambil benda di rak.
- Keluhan bahu lemah setelah jatuh atau cedera ringan.
Penyebab
Penyebab utama
- Dislokasi bahu: saat kepala tulang lengan keluar dari rongga sendi dan menarik jaringan labrum.
- Trauma langsung: jatuh dengan tangan terentang, kecelakaan kendaraan, atau benturan keras pada bahu.
- Cedera olahraga: terutama olahraga kontak atau yang melibatkan gerakan lengan berat.
- Dislokasi berulang yang membuat labrum semakin robek.
Faktor risiko
- Usia muda, karena jaringan labrum lebih kencang sehingga robekan lebih mungkin terjadi saat dislokasi.
- Aktivitas olahraga yang membebani bahu (misalnya gulat, sepak bola, basket, angkat besi).
- Pernah mengalami dislokasi bahu sebelumnya.
- Memiliki tubuh yang 'lentur' atau sendi yang longgar (hipermobilitas).
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika bahu tidak dapat digerakkan sama sekali setelah cedera.
- Jika nyeri hebat disertai kelainan bentuk.
- Jika lengan terasa mati rasa atau sulit digerakkan.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika nyeri bahu berlangsung lebih dari satu minggu tanpa membaik.
- Jika bahu sering terasa tidak stabil atau terjadi dislokasi berulang.
- Jika rasa sakit mengganggu tidur atau pekerjaan sehari-hari.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat cedera dan gejala, lalu memeriksa bahu secara fisik. Untuk melihat struktur dalam, dokter akan menggunakan pencitraan seperti MRI (pemindaian dengan gelombang magnetik) yang paling jelas menampakkan robekan labrum. Terkadang pemeriksaan lain seperti USG atau CT-scan dapat digunakan.
Tes yang mungkin dilakukan
- X-ray (rontgen) untuk melihat tulang dan memastikan tidak ada patah tulang.
- MRI (magnetic resonance imaging) untuk melihat jaringan lunak seperti labrum, otot, dan ligamen.
- Arthro-CT: CT scan dengan cairan kontras yang disuntikkan ke sendi untuk detail lebih lanjut.
- Pemeriksaan fisik dengan gerakan tertentu untuk menilai stabilitas bahu.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Setelah pemeriksaan fisik, Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis ortopedi atau bedah olahraga. Pemeriksaan pencitraan biasanya tidak menyakitkan dan berlangsung sekitar 30 menit. Pastikan memberi tahu dokter tentang riwayat cedera dan gejala yang Anda rasakan.
Perawatan
Pengobatan lesi Bankart tergantung pada tingkat keparahan robekan, usia, dan aktivitas sehari-hari. Pada robekan ringan yang tidak menyebabkan bahu tidak stabil, penanganan dapat berupa terapi non-operatif untuk memperkuat otot dan memulihkan fungsi. Jika bahu tetap tidak stabil, operasi perbaikan labrum mungkin diperlukan.
Perawatan mandiri di rumah
- Beristirahatlah dari aktivitas yang memicu nyeri, tetapi tetap gerakkan lengan dalam rentang yang nyaman.
- Kompres dingin pada bahu selama 15–20 menit beberapa kali sehari untuk mengurangi nyeri dan bengkak (hindari kontak langsung es dengan kulit).
- Gunakan penyangga lengan (sling) sesuai anjuran dokter jika dibutuhkan, terutama pada awal cedera.
- Lakukan latihan gerak yang direkomendasikan fisioterapis untuk mencegah kekakuan.
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri (seperti antiinflamasi nonsteroid) untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Injeksi kortikosteroid kadang digunakan untuk peradangan yang tidak kunjung reda, tetapi harus dilakukan oleh dokter. Fisioterapi adalah inti penanganan non-operatif dan meliputi latihan untuk memperkuat otot rotator cuff dan otot di sekitar sendi bahu agar lebih stabil.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi umumnya dipertimbangkan jika bahu masih sering keluar (dislokasi) setelah terapi konservatif, atau pada atlet muda yang ingin kembali ke olahraga dengan intensitas tinggi. Prosedur yang paling umum adalah artroskopi: operasi minimal invasif dengan kamera kecil dan instrumen melalui sayatan kecil. Jaringan labrum yang robek dijahit kembali ke tepi tulang glenoid.
Hidup dengan kondisi ini
Selama pemulihan, ikuti anjuran dokter dan fisioterapis. Hindari gerakan yang menimbulkan nyeri atau rasa tidak stabil, seperti mengangkat benda berat di atas kepala. Gunakan kursi dengan penyangga lengan saat duduk, dan tidur dengan bantal penyangga di lengan yang sakit.
Tips gaya hidup
- Lakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga.
- Hindari gerakan mendadak atau menyentak pada bahu yang cedera.
- Pastikan ruang sekitar Anda aman untuk mencegah jatuh, terutama di rumah.
- Jangan merokok, karena dapat memperlambat penyembuhan jaringan.
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, vitamin C, dan zinc untuk mendukung perbaikan jaringan. Latihan yang aman seperti berjalan, bersepeda stasioner, atau berenang (jika dokter mengizinkan) dapat membantu menjaga kebugaran. Spesialis fisioterapi akan merancang program latihan khusus untuk menguatkan otot bahu secara bertahap.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menghadapi nyeri atau keterbatasan gerak dapat memengaruhi suasana hati dan kualitas hidup. Wajar merasa frustrasi atau cemas. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga atau tenaga kesehatan. Jika kecemasan atau depresi berlanjut, jangan ragu mencari dukungan profesional.
Pencegahan
Tidak semua lesi Bankart dapat dicegah, karena sering terjadi akibat kecelakaan atau cedera olahraga yang tidak terduga. Namun, memperkuat otot-otot bahu dan menjaga berat badan sehat dapat mengurangi risiko dislokasi. Ikuti teknik olahraga yang benar dan gunakan alat pelindung jika diperlukan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Dislokasi bahu berulang, yang setiap kali dapat semakin merusak labrum dan struktur lain di sendi.
- Ketidakstabilan kronis sehingga bahu mudah 'lepas' saat beraktivitas.
- Kartilago sendi aus lebih cepat, meningkatkan risiko osteoarthritis (radang sendi akibat keausan).
- Keterbatasan gerak dan kekuatan bahu secara permanen.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas dan berolahraga tanpa nyeri. Waktu pemulihan bervariasi, tetapi kebanyakan pasien membaik baik dengan fisioterapi maupun operasi. Kerja sama dengan dokter dan fisioterapis sangat penting untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 2 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.