Abses Payudara
Gambaran umum
Abses payudara adalah kumpulan nanah yang terbentuk di dalam jaringan payudara. Nanah itu merupakan campuran bakteri, sel darah putih, dan jaringan yang mati. Keadaan ini biasanya terjadi karena infeksi bakteri, sering kali menyertai peradangan payudara (mastitis).
Fakta penting
- Abses payudara paling sering muncul pada ibu menyusui, tetapi bisa juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui.
- Gejala utamanya adalah benjolan yang nyeri, kemerahan, dan terasa hangat di payudara.
- Penanganan membutuhkan dokter, biasanya dengan mengeluarkan nanah dan memberikan antibiotik.
Cukup umum terjadi, terutama pada ibu menyusui. Namun, tidak semua ibu menyusui akan mengalaminya. Kasus ini juga bisa muncul pada wanita yang tidak menyusui meskipun lebih jarang.
Abses payudara paling sering dialami oleh ibu yang sedang menyusui, terutama pada beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Wanita yang tidak menyusui, wanita yang pernah menjalani operasi payudara, dan pria (sangat jarang) juga dapat mengalaminya.
Gejala
- Demam sangat tinggi yang tidak turun dengan obat penurun panas
- Menggigil hebat atau tubuh terasa menggigil terus-menerus
- Bengkak atau kemerahan yang menyebar dengan cepat ke area sekitar payudara
- Sesak napas atau napas cepat
- Merasa sangat lemas, bingung, atau pingsan
- ⚠Nyeri hebat di payudara yang mengganggu aktivitas harian
- ⚠Benjolan yang semakin membesar atau bertambah nyeri
- ⚠Demam yang berlangsung lebih dari satu hari
- ⚠Tidak ada perbaikan setelah beberapa hari menjalani perawatan awal di rumah
Gejala umum
- Benjolan di payudara yang terasa sakit dan dapat diraba
- Kulit di sekitar benjolan berwarna kemerahan dan terasa hangat
- Pembengkakan pada payudara
- Nyeri yang bertambah saat menyusui atau saat payudara tersentuh
- Demam dan menggigil
- Keluarnya nanah dari puting susu
Gejala pada anak-anak
- Abses payudara pada anak sangat jarang. Jika terjadi, gejalanya mirip seperti orang dewasa: pembengkakan, kemerahan, nyeri, dan kadang disertai demam. Segera bawa anak ke dokter bila ada tanda ini.
Gejala pada lansia
- Pada usia lanjut, gejala bisa kurang khas, misalnya hanya nyeri dan pembengkakan tanpa kemerahan yang jelas. Penting untuk memeriksakan diri ke dokter lebih cepat karena sistem kekebalan tubuh mungkin sudah melemah.
Penyebab
Penyebab utama
- Bakteri (paling sering Staphylococcus aureus) masuk ke dalam jaringan payudara melalui puting yang lecet atau kulit yang robek
- Peradangan payudara (mastitis) yang tidak ditangani dengan baik sehingga berkembang menjadi abses
- Saluran susu tersumbat yang kemudian terinfeksi
Faktor risiko
- Sedang menyusui, terutama jika teknik menyusui kurang tepat
- Puting susu lecet atau luka
- Riwayat mastitis atau abses payudara sebelumnya
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena penyakit kronis
- Merokok (lebih sering terkait abses payudara yang terjadi bukan saat menyusui)
- Memakai tindikan pada puting
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda merasakan benjolan yang nyeri, dengan demam atau menggigil, sebaiknya periksa ke dokter dalam waktu 1–2 hari.
- Jika kemerahan atau bengkak menyebar dengan cepat, segera cari pertolongan medis.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika benjolan tidak hilang dalam beberapa hari atau terasa semakin nyeri, periksakan ke dokter.
Diagnosis
Dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik pada payudara. Untuk memastikan adanya abses, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan pencitraan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Ultrasonografi (USG) payudara untuk melihat apakah ada kumpulan nanah dan menentukan ukurannya
- Tes darah untuk melihat tanda-tanda infeksi
- Analisis sampel nanah (jika diambil) untuk mengetahui jenis bakteri
Apa yang diharapkan saat janji temu
Jika abses ditemukan, dokter akan menjelaskan rencana penanganan. Anda mungkin diminta untuk menjalani prosedur pengeluaran nanah di klinik atau rumah sakit. Proses ini biasanya tidak terlalu lama, dan dokter akan menggunakan obat bius lokal untuk mengurangi rasa sakit.
Perawatan
Penanganan abses payudara pada dasarnya adalah mengeluarkan nanah dan membersihkan infeksi dengan antibiotik. Penanganan harus dilakukan oleh tenaga medis, bukan dengan menekan atau memecahkan benjolan sendiri.
Perawatan mandiri di rumah
- Kompres hangat pada area yang bengkak beberapa kali sehari untuk membantu meredakan nyeri
- Istirahat yang cukup dan minum air putih yang banyak
- Jika Anda menyusui, teruskan menyusui atau kosongkan payudara dengan pompa dari sisi yang sakit, sesuai petunjuk dokter
- Jaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area payudara
- Gunakan bra yang longgar dan nyaman
Perawatan medis
Dokter akan mengeluarkan nanah melalui jarum suntik atau sayatan kecil. Setelah itu, dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Dokter juga dapat memberikan obat pereda nyeri yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda. Selalu ikuti petunjuk dokter dan habiskan antibiotik sesuai aturan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi kecil mungkin diperlukan jika abses berukuran besar, tidak bisa dikeringkan dengan jarum, atau jika ada beberapa kumpulan nanah. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bius lokal atau umum dan tidak memerlukan rawat inap yang lama.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah penanganan, ikuti saran dokter tentang perawatan luka dan jadwal kontrol. Pantau perkembangan gejala Anda. Jika nyeri bertambah atau muncul demam, segera hubungi dokter.
Tips gaya hidup
- Cukup beristirahat agar tubuh lebih cepat melawan infeksi
- Jika menyusui, beri ASI dari payudara yang sehat terlebih dahulu, dan tetap pompa dari payudara yang sakit sesuai arahan
- Jangan memakai bra yang terlalu ketat atau menyempitkan payudara
- Hindari merokok, karena dapat memperlambat penyembuhan
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, termasuk sayur, buah, dan protein, untuk membantu pemulihan. Minum cukup air. Olahraga ringan boleh dilakukan setelah nyeri mulai mereda, tetapi dengarkan tubuh Anda dan jangan memaksakan diri.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengalami abses payudara dapat membuat Anda merasa cemas atau stres, apalagi jika Anda sedang menyusui. Perasaan sedih atau khawatir adalah hal yang wajar. Berbicaralah dengan pasangan, keluarga, atau teman tentang perasaan Anda. Jika perlu, mintalah dukungan dari konselor atau psikolog.
Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah, tetapi risiko abses payudara dapat dikurangi dengan merawat payudara dengan baik, terutama saat menyusui. Pastikan puting tidak lecet, gunakan teknik menyusui yang benar, dan segera obati mastitis sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi dapat menyebar ke jaringan payudara yang lebih luas
- Terbentuknya fistula (saluran abnormal) yang menghubungkan abses dengan permukaan kulit
- Infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh (sepsis) yang bisa membahayakan nyawa
- Perubahan bentuk atau jaringan parut pada payudara
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, hampir semua abses payudara dapat sembuh dengan baik. Setelah pengobatan, payudara biasanya kembali normal, meskipun penyembuhan penuh membutuhkan waktu beberapa minggu. Kekambuhan memang bisa terjadi, tetapi dengan pemantauan yang baik dan gaya hidup sehat, risiko ini dapat ditekan serendah mungkin.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Sumber yang digunakan untuk artikel ini meliputi referensi yang tercantum di bawah.
Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.