Sifilis Kongenital pada Bayi
Gambaran umum
Sifilis kongenital adalah infeksi sifilis yang menular dari ibu ke bayi selama kehamilan atau saat proses persalinan. Sifilis sendiri adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bila infeksi ini tidak diperiksa atau tidak diobati selama hamil, bakteri bisa masuk ke tubuh bayi lewat plasenta (ari-ari) dan ikut tumbuh bersamanya. Kabar baiknya, hampir semua kasus sifilis kongenital bisa dicegah bila ibu diperiksa dan diobati dengan tuntas sejak awal kehamilan.
Fakta penting
- Sangat bisa dicegah: pemeriksaan darah sifilis pada ibu hamil dan pengobatan yang tuntas hampir selalu melindungi bayi.
- Banyak bayi lahir tanpa gejala sama sekali, jadi pemeriksaan ibu saat hamil adalah kunci utama.
- Semakin cepat diketahui dan diobati, semakin kecil kemungkinan bayi mengalami masalah jangka panjang.
Sifilis pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan di banyak daerah, termasuk Indonesia. Karena itu Kementerian Kesehatan menganjurkan pemeriksaan sifilis (bersama HIV dan hepatitis B) pada kunjungan pertama pemeriksaan kehamilan. Angka pastinya berbeda-beda di tiap daerah.
Hanya bayi yang lahir dari ibu yang menderita sifilis dan tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas. Bayi dari ibu yang diperiksa dan diobati dengan benar biasanya lahir sehat.
Gejala
- Bayi sulit bernapas, napasnya cepat dan dangkal, atau bibirnya kebiruan.
- Bayi mengalami kejang.
- Bayi sangat lemah, tidak mau menyusu, dan sulit dibangunkan.
- Bayi tampak pucat, dingin, atau tidak memberi reaksi saat digerakkan atau disentuh.
- ⚠Kuning pada kulit atau mata, terutama bila muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir atau makin parah.
- ⚠Perut membesar dan terasa keras.
- ⚠Ruap atau bercak merah yang tidak jelas penyebabnya.
- ⚠Pilek berkepanjangan dengan lendir kental sejak minggu-minggu pertama.
- ⚠Berat badan turun atau tidak naik sama sekali.
Gejala umum
- Tidak ada gejala sama sekali — banyak bayi tampak normal saat lahir, sehingga pemeriksaan laboratorium menjadi penting.
- Pilek berkepanjangan dengan lendir kental dari hidung (sering disebut snuffles), kadang bercampur darah.
- Ruap atau bercak merah, terutama di telapak tangan dan telapak kaki, kadang juga di sekitar mulut, lipatan popok, atau dubur.
- Kulit mengelupas, terutama di telapak tangan dan kaki.
- Kuning pada kulit dan mata (jaundice).
- Bayi lemah, sulit menyusu, dan berat badannya tidak naik.
- Perut tampak membesar karena hati dan limpa membengkak.
- Rewel terus-menerus atau tampak kesakitan saat lengan atau kakinya digerakkan.
Gejala pada anak-anak
- Gigi depan yang bentuknya tidak biasa (disebut gigi Hutchinson), biasanya terlihat pada gigi tetap.
- Pangkal hidung melekuk sehingga terlihat seperti pelana (saddle nose).
- Tulang kering di depan betis melengkung (saber shin).
- Gangguan pendengaran hingga tuli.
- Peradangan mata yang bisa mengganggu penglihatan.
- Keterlambatan perkembangan atau kesulitan belajar pada sebagian anak.
Gejala pada lansia
- Sifilis kongenital hanya terjadi pada bayi dan anak yang terinfeksi sejak dalam kandungan. Orang dewasa tidak bisa 'terkena' sifilis kongenital, tetapi sisa dampaknya bisa terbawa hingga dewasa bila infeksi pada masa kecil tidak diobati.
Penyebab
Penyebab utama
- Ibu hamil menderita sifilis dan tidak diobati, diobati terlambat, atau pengobatannya tidak tuntas.
- Bakteri menular lewat plasenta (ari-ari) ke janin, atau mengenai bayi saat melewati jalan lahir bila ada luka infeksi.
- Ibu baru terinfeksi selama kehamilan dan belum menyadarinya, karena sifilis sering tidak menimbulkan gejala yang terasa.
Faktor risiko
- Ibu tidak pernah atau jarang memeriksakan kehamilan.
- Tidak ada pemeriksaan darah sifilis selama hamil.
- Pasangan memiliki sifilis atau infeksi menular seksual lain.
- Berganti-ganti pasangan atau berhubungan seks tanpa pengaman.
- Riwayat sifilis sebelumnya yang tidak diobati sampai tuntas.
- Kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh, termasuk HIV.
- Sulitnya akses ke layanan kesehatan atau ke pengobatan.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Ibu hamil yang tahu dirinya atau pasangannya memiliki sifilis — segera ke layanan kesehatan, jangan menunggu.
- Ibu yang mengalami luka di area kelamin, ruap di tubuh, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
- Bayi baru lahir yang menunjukkan gejala seperti sulit menyusu, kuning, ruap, atau perut membesar.
Buat janji temu rutin jika:
- Pada kunjungan pertama kehamilan — minta pemeriksaan sifilis, HIV, dan hepatitis B.
- Pemeriksaan ulang pada trimester ketiga atau menjelang persalinan bila ada faktor risiko.
- Kontrol bayi secara rutin setelah lahir sesuai jadwal yang diberikan dokter.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kehamilan dan hasil pemeriksaan ibu, lalu memeriksa bayi dengan teliti dari ujung kepala sampai kaki. Diagnosis tidak bisa hanya dari gejala, karena banyak bayi tidak menunjukkan tanda apa pun. Pemeriksaan darah ibu dan bayi menjadi dasar utama, ditambah beberapa pemeriksaan penunjang bila diperlukan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan darah ibu (skrining sifilis) saat hamil dan menjelang persalinan.
- Pemeriksaan darah bayi, diambil dari tali pusat atau pembuluh darah vena.
- Pemeriksaan cairan dari luka atau lendir hidung (bila ada) untuk melihat bakteri secara langsung.
- Rontgen tulang panjang untuk melihat perubahan pada tulang.
- Pemeriksaan cairan otak (pungsi lumbal) pada kasus tertentu, untuk memastikan apakah infeksi sudah mencapai otak.
- Pemeriksaan mata dan pendengaran bayi.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Beberapa pemeriksaan mungkin terasa tidak nyaman bagi bayi, tetapi berlangsung singkat dan sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat. Hasil biasanya keluar dalam beberapa hari. Diskusikan hasilnya dengan dokter dan tanyakan langkah berikutnya dengan tenang.
Perawatan
Pengobatan utama adalah antibiotik yang diberikan oleh dokter, umumnya melalui suntikan atau infus di rumah sakit, tergantung usia bayi dan beratnya infeksi. Bayi biasanya dirawat untuk dipantau, setidaknya pada awal pengobatan, lalu dilanjutkan dengan kontrol berkala.
Perawatan mandiri di rumah
- Ikuti seluruh jadwal kontrol dan pemeriksaan ulang, meskipun bayi tampak sehat.
- Pastikan ibu dan pasangan juga diperiksa dan diobati sampai tuntas, agar tidak terjadi infeksi ulang.
- Jaga kebersihan dan kehangatan bayi, serta beri ASI sesuai kebutuhan.
- Catat perubahan perilaku, nafsu makan, atau kulit bayi dan sampaikan kepada dokter.
- Jangan memberi obat apa pun tanpa sepengetahuan dokter.
Perawatan medis
Dokter memberikan antibiotik sesuai pedoman untuk membunuh bakteri penyebab sifilis. Lama pengobatan dan caranya (suntikan atau infus, rawat inap atau rawat jalan) ditentukan oleh dokter berdasarkan usia bayi, hasil pemeriksaan, dan apakah infeksi sudah menyebar. Ibu hamil dengan sifilis juga perlu diobati, sebaiknya tuntas sebelum persalinan. Pasangan juga perlu diobati agar tidak saling menularkan kembali.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan. Pada kasus yang sangat jarang, tindakan khusus mungkin dibutuhkan untuk masalah tulang atau gigi, tetapi ini bukan bagian dari pengobatan utama sifilis kongenital.
Hidup dengan kondisi ini
Sebagian besar bayi yang diobati sejak dini tumbuh seperti anak lain. Yang terpenting adalah kontrol rutin, memastikan pengobatan tuntas, dan memantau tumbuh kembang anak dengan sabar.
Tips gaya hidup
- Lakukan pemeriksaan tumbuh kembang, pendengaran, dan penglihatan sesuai jadwal.
- Jaga pola makan bergizi dan lengkapi imunisasi rutin anak.
- Ciptakan lingkungan yang aman, hangat, dan penuh kasih.
- Gunakan pengaman saat berhubungan seks dan periksa kesehatan sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.
Diet dan olahraga
Untuk bayi, ASI atau susu yang sesuai serta jadwal menyusu yang cukup adalah yang utama. Setelah anak lebih besar, berikan makanan bergizi seimbang dan ajak bermain aktif setiap hari sesuai usianya. Tidak ada makanan khusus untuk sifilis — yang penting asupan gizi cukup agar daya tahan tubuh kuat.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Orang tua sering merasa malu, bersalah, atau takut dihakimi. Perasaan itu wajar, tetapi infeksi ini adalah masalah medis yang bisa ditangani, bukan tanda kegagalan sebagai orang tua. Bila rasa cemas atau sedih berlanjut dan mengganggu kehidupan sehari-hari, bicarakan dengan tenaga kesehatan. Jika Anda memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan darurat — hubungi layanan kesehatan terdekat atau nomor darurat yang tertera di situs ini.
Pencegahan
Ya, hampir sepenuhnya bisa dicegah. Kuncinya: periksa sifilis saat hamil (dan ulangi sesuai anjuran), obati ibu dan pasangan sampai tuntas, lalu periksa bayi setelah lahir. Kementerian Kesehatan menganjurkan pemeriksaan sifilis, HIV, dan hepatitis B pada ibu hamil di kunjungan pertama.
Vaksin
Sampai saat ini belum ada vaksin untuk sifilis. Pencegahan dilakukan melalui pemeriksaan dan pengobatan yang tuntas.
Program skrining
Pemeriksaan darah sifilis dianjurkan untuk semua ibu hamil pada kunjungan pertama, dan diulang pada trimester ketiga atau saat persalinan bila ada faktor risiko. Pemeriksaan juga dianjurkan bagi orang dengan risiko tinggi dan pasangannya.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Keguguran, bayi lahir mati, atau lahir prematur.
- Bayi lahir dengan berat badan rendah dan masalah pada organ tubuh.
- Kerusakan tulang, gigi, dan bentuk wajah yang menetap.
- Gangguan pendengaran hingga tuli atau gangguan penglihatan.
- Keterlambatan perkembangan dan kesulitan belajar.
- Pada kasus berat, komplikasi bisa mengancam nyawa.
Prospek jangka panjang
Dengan pengobatan yang tepat dan cepat, banyak anak tumbuh sehat dan aktif. Semakin dini pengobatan dimulai, semakin baik hasilnya. Tetap lakukan kontrol jangka panjang sesuai anjuran dokter — itu cara terbaik memastikan anak tumbuh optimal.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Panduan kesehatan berbeda menurut negara dan wilayah. Halaman ini adalah edukasi umum dan mungkin tidak sesuai dengan panduan, obat, atau praktik di tempat Anda tinggal. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda, dan ikuti panduan setempat jika ada.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Tidak ada panduan yang menyebut topik ini
Tidak ada panduan kesehatan atau bab klinis yang menyebut persis topik ini yang dikutip di sini. Halaman ini hanya untuk edukasi dan informasi umum. Ini bukan diagnosis, rencana pengobatan, atau nasihat medis pribadi. Periksa dengan dokter Anda dan ikuti sarannya. Jika gejala berat, mendadak, atau mengkhawatirkan, segera cari perawatan medis, dan dalam keadaan darurat hubungi nomor darurat setempat. Ruqelo LLC tidak bertanggung jawab atas akibat medis atau hukum dari keputusan yang didasarkan pada informasi ini.
Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.