Risiko Diabetes Meningkat Setelah Diagnosis Covid-19
Gambaran umum
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang pernah terinfeksi Covid-19 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2 dalam beberapa bulan setelah sembuh. Diabetes tipe 2 adalah kondisi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu tinggi karena tubuh tidak cukup baik menggunakan insulin, yaitu hormon yang mengatur gula darah. Penting dipahami: meningkatnya risiko bukan berarti Anda pasti akan kena diabetes. Ini adalah sinyal agar lebih waspada dan memeriksa gula darah secara berkala.
Fakta penting
- Risiko diabetes tercatat lebih tinggi terutama pada bulan-bulan pertama setelah infeksi Covid-19, lalu menurun seiring waktu.
- Risiko ini lebih besar pada orang yang mengalami Covid-19 berat, sampai harus dirawat di rumah sakit.
- Banyak orang dengan gula darah tinggi di tahap awal tidak merasakan gejala apa pun, sehingga pemeriksaan darah tetap penting.
- Diabetes tipe 2 yang terdeteksi lebih awal jauh lebih mudah dikelola dan dapat dicegah memburuk.
Cukup umum. Karena Covid-19 telah menjangkiti sangat banyak orang, kenaikan risiko sekecil apa pun tetap berarti banyak orang perlu memeriksakan gula darahnya. Namun sebagian besar orang yang pernah terinfeksi Covid-19 tidak akan mengalami diabetes.
Siapa saja yang pernah terinfeksi Covid-19 bisa terkena, tetapi risikonya lebih tinggi pada orang yang sudah punya faktor risiko diabetes sebelumnya, seperti riwayat diabetes dalam keluarga, berat badan berlebih terutama di perut, kurang bergerak, tekanan darah tinggi, atau usia di atas 40 tahun.
Gejala
- Napas cepat, dalam, dan berat, atau napas berbau seperti buah
- Muntah terus-menerus disertai nyeri perut hebat
- Mengantuk berat, bicara meracau, atau tidak sadarkan diri
- Kejang
- Jika sedang memakai obat penurun gula darah: gemetar hebat, keringat dingin, dan pingsan (kemungkinan gula darah terlalu rendah)
- ⚠Haus luar biasa dan buang air kecil sangat sering dalam beberapa hari
- ⚠Mulut dan kulit terasa sangat kering serta mata cekung (tanda dehidrasi)
- ⚠Pandangan kabur yang muncul mendadak
- ⚠Luka atau bisul yang membengkak, kemerahan, dan bernanah
- ⚠Penurunan berat badan cepat dalam beberapa minggu
Gejala umum
- Sering merasa haus meskipun sudah banyak minum
- Sering buang air kecil, terutama malam hari
- Mudah lelah dan kurang bertenaga
- Berat badan turun tanpa alasan yang jelas
- Pandangan kabur saat membaca atau melihat jauh
- Luka atau lecet lama sembuh
- Kesemutan atau rasa terbakar di kaki dan tangan
- Sering mengalami infeksi seperti gusi, kulit, atau saluran kemih
Gejala pada anak-anak
- Mengompol kembali padahal sudah tidak mengompol
- Sering haus dan banyak minum
- Berat badan turun padahal nafsu makan baik
- Mudah marah, lesu, atau sulit berkonsentrasi di sekolah
- Sering mengeluh sakit perut atau mual
Gejala pada lansia
- Gejala sering tidak khas, misalnya hanya lemas atau mudah lelah
- Sering buang air kecil atau infeksi saluran kemih berulang
- Luka di kaki yang lama tidak sembuh
- Turun berat badan atau nafsu makan menurun
- Kebingungan atau mudah lupa yang memburuk perlahan
Penyebab
Penyebab utama
- Peradangan berkepanjangan setelah infeksi Covid-19 dapat mengganggu cara tubuh bekerja menggunakan insulin.
- Virus Covid-19 diduga dapat memengaruhi sel di pankreas yang memproduksi insulin, meskipun hal ini masih terus diteliti.
- Pengobatan dengan obat golongan kortikosteroid saat Covid-19 dapat menaikkan gula darah, terutama pada orang yang sudah berisiko.
- Perubahan gaya hidup selama dan setelah sakit, seperti kurang bergerak, berat badan naik, dan pola makan berubah.
- Stres fisik dan emosional akibat sakit berat dapat ikut memengaruhi kadar gula darah.
Faktor risiko
- Riwayat diabetes tipe 2 pada orang tua atau saudara kandung
- Berat badan berlebih, terutama lemak di sekitar perut
- Usia di atas 40 tahun
- Kurang aktivitas fisik atau banyak duduk
- Tekanan darah tinggi dan kadar lemak darah yang tidak normal
- Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional)
- Sindrom ovarium polikistik pada perempuan
- Covid-19 yang berat sampai perlu dirawat di rumah sakit atau ruang perawatan intensif
- Kebiasaan merokok dan kurang tidur
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Muncul gejala seperti haus berlebihan, buang air kecil sangat sering, dan berat badan turun cepat
- Luka atau infeksi kulit memburuk dengan cepat
- Pandangan kabur mendadak atau kesemutan hebat yang mengganggu aktivitas
- Muntah terus-menerus hingga sulit makan dan minum
Buat janji temu rutin jika:
- Anda pernah terinfeksi Covid-19 dan belum pernah memeriksa gula darah setelahnya
- Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko diabetes
- Anda merasa mudah lelah atau sering haus tanpa sebab jelas
- Anda ingin berkonsultasi tentang cara menurunkan risiko diabetes
Diagnosis
Dokter menegakkan diagnosis diabetes melalui pemeriksaan kadar gula darah. Biasanya perlu satu atau dua kali pemeriksaan untuk memastikan hasilnya, kecuali kadar gula darah sudah sangat tinggi disertai gejala khas. Selain itu, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, faktor risiko, serta kapan Anda terinfeksi Covid-19.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan gula darah puasa, yaitu darah diambil setelah tidak makan selama sekitar 8 jam
- Pemeriksaan HbA1c, yang menggambarkan rata-rata gula darah selama sekitar tiga bulan terakhir
- Tes toleransi glukosa oral, yaitu minum larutan gula lalu darah diperiksa beberapa kali
- Pemeriksaan gula darah sewaktu, bisa dilakukan kapan saja tanpa puasa
- Pemeriksaan urine untuk melihat ada tidaknya gula atau zat lain yang menandakan gula darah tinggi
- Pemeriksaan tekanan darah, berat badan, lingkar perut, dan profil lemak darah sebagai gambaran risiko keseluruhan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan gula darah biasanya cepat, hanya perlu sedikit sampel darah, dan hasilnya bisa keluar pada hari yang sama. Jika hasil pertama menunjukkan angka batas (prediabetes), dokter umumnya menyarankan pemeriksaan ulang dalam beberapa bulan dan mulai membicarakan langkah pencegahan. Jika hasilnya mengarah ke diabetes, tenaga kesehatan akan menyusun rencana pemantauan dan pengelolaan bersama Anda, bukan hanya memberi obat.
Perawatan
Pengelolaan diabetes bertujuan menjaga gula darah tetap dalam rentang yang sehat agar tubuh dan organ tetap terlindungi. Untuk banyak orang, terutama yang terdeteksi pada tahap awal, perubahan gaya hidup sudah menjadi bagian utama pengelolaan. Dokter akan menyesuaikan pendekatan sesuai kondisi Anda, termasuk apakah Anda juga memiliki tekanan darah tinggi atau masalah kesehatan lain.
Perawatan mandiri di rumah
- Makan teratur dengan porsi seimbang: banyak sayur, cukup protein, dan karbohidrat dalam jumlah wajar
- Kurangi minuman manis dan makanan olahan berpemanis
- Bergerak aktif minimal 30 menit sehari, misalnya jalan cepat, bersepeda, atau senam
- Pantau berat badan dan lingkar perut secara berkala
- Cukup tidur dan kelola stres dengan cara yang Anda nikmati
- Berhenti merokok dan batasi minuman beralkohol
- Catat hasil pemeriksaan gula darah bila dianjurkan, agar mudah dibahas dengan tenaga kesehatan
- Periksa kaki setiap hari, terutama bila sudah ada kesemutan atau luka
Perawatan medis
Dokter dapat merekomendasikan obat minum atau suntikan yang bekerja menurunkan gula darah, dengan jenis dan dosis yang disesuaikan oleh tenaga kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan Anda. Selain itu, dokter akan menangani faktor risiko lain seperti tekanan darah dan kadar lemak darah, serta menjadwalkan pemeriksaan mata, ginjal, dan kaki secara berkala. Jangan memulai, mengubah, atau menghentikan obat apa pun tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi bukan pengobatan utama untuk diabetes. Pada sebagian kasus tertentu, dokter dapat membicarakan pilihan tindakan medis lanjutan bila diabetes sangat sulit dikendalikan, dan keputusan itu selalu diambil setelah diskusi menyeluruh dengan tim medis.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan diabetes atau dengan risiko diabetes berarti menjalani rutinitas yang lebih teratur, bukan hidup yang dibatasi. Banyak orang tetap beraktivitas, bekerja, dan berolahraga seperti biasa. Kuncinya adalah konsistensi: makan teratur, bergerak rutin, memeriksa gula darah bila dianjurkan, dan rutin berkonsultasi.
Tips gaya hidup
- Buat jadwal makan dan aktivitas yang realistis, tidak perlu ekstrem
- Siapkan bekal sehat agar tidak tergoda makanan cepat saji saat sibuk
- Ajak keluarga atau teman bergerak bersama supaya lebih mudah dijalani
- Batasi waktu duduk lama, selingi dengan berdiri atau berjalan sebentar
- Simpan catatan hasil pemeriksaan dan bawa saat kontrol
- Ikuti jadwal kontrol mata, ginjal, dan pemeriksaan kaki sesuai anjuran
Diet dan olahraga
Tidak ada satu diet yang wajib untuk semua orang. Prinsipnya: pilih karbohidrat yang lebih berserat seperti nasi merah, oat, atau ubi, perbanyak sayur, pilih protein tanpa lemak, dan batasi gula serta gorengan.Untuk olahraga, targetkan aktivitas sedang sekitar 150 menit per minggu, misalnya jalan cepat 30 menit lima kali seminggu, ditambah latihan kekuatan ringan dua kali seminggu. Mulailah dari yang Anda sanggup, lalu tingkatkan perlahan. Bila Anda memakai obat penurun gula darah, tanyakan pada tenaga kesehatan tentang cara aman berolahraga.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mendengar kata diabetes atau mengetahui risiko meningkat bisa memicu cemas, sedih, atau merasa bersalah. Perasaan ini wajar dan banyak dialami orang lain. Bicarakan dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan, karena dukungan emosional membuat pengelolaan kesehatan jauh lebih mudah. Jika rasa cemas atau sedih berlangsung lama hingga mengganggu tidur, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari, carilah bantuan profesional. Layanan kesehatan jiwa tersedia di puskesmas dan rumah sakit; jika Anda memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera hubungi layanan gawat darurat setempat atau minta bantuan orang di sekitar Anda saat itu juga.
Pencegahan
Sebagian besar diabetes tipe 2 dapat dicegah atau diperlambat, termasuk pada orang yang pernah terinfeksi Covid-19. Penelitian menunjukkan bahwa menurunkan berat badan sedikit saja, menambah aktivitas fisik, dan memperbaiki pola makan dapat menurunkan risiko secara bermakna. Kuncinya adalah langkah kecil yang dilakukan konsisten dalam jangka panjang.
Vaksin
Vaksin Covid-19 tidak mencegah diabetes, tetapi vaksinasi tetap dianjurkan sesuai panduan Kementerian Kesehatan untuk mengurangi risiko Covid-19 berat. Covid-19 yang berat diketahui berkaitan dengan risiko diabetes yang lebih tinggi, sehingga mencegah infeksi berat adalah langkah yang masuk akal. Tanyakan jadwal vaksinasi Anda ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Program skrining
Pemeriksaan gula darah dianjurkan bagi orang dewasa yang memiliki faktor risiko, dan khususnya bagi mereka yang pernah mengalami Covid-19, terutama yang sampai dirawat di rumah sakit. Ikuti anjuran Kementerian Kesehatan untuk skrining penyakit tidak menular di puskesmas, biasanya mencakup pengukuran gula darah, tekanan darah, dan lingkar perut. Bila hasilnya normal, pemeriksaan ulang umumnya dilakukan berkala, misalnya setiap tahun.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kerusakan pembuluh darah kecil yang dapat mengganggu penglihatan hingga kebutaan
- Gangguan fungsi ginjal hingga gagal ginjal
- Kerusakan saraf yang menyebabkan kesemutan, nyeri, atau luka kaki yang sulit sembuh
- Penyakit jantung dan stroke
- Infeksi yang lebih sering dan lebih berat
- Gula darah sangat tinggi yang bisa menjadi keadaan gawat darurat
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, diabetes yang terdeteksi lebih awal dan dikelola dengan baik memberi peluang besar untuk hidup sehat dan aktif dalam jangka panjang. Banyak orang dengan diabetes menjalani kehidupan normal dan produktif. Langkah paling berharga saat ini adalah memeriksa gula darah dan mendiskusikan hasilnya dengan tenaga kesehatan, lalu mengambil satu atau dua langkah kecil yang bisa Anda pertahankan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Panduan kesehatan berbeda menurut negara dan wilayah. Halaman ini adalah edukasi umum dan mungkin tidak sesuai dengan panduan, obat, atau praktik di tempat Anda tinggal. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda, dan ikuti panduan setempat jika ada.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Tidak ada panduan yang menyebut topik ini
Tidak ada panduan kesehatan atau bab klinis yang menyebut persis topik ini yang dikutip di sini. Halaman ini hanya untuk edukasi dan informasi umum. Ini bukan diagnosis, rencana pengobatan, atau nasihat medis pribadi. Periksa dengan dokter Anda dan ikuti sarannya. Jika gejala berat, mendadak, atau mengkhawatirkan, segera cari perawatan medis, dan dalam keadaan darurat hubungi nomor darurat setempat. Ruqelo LLC tidak bertanggung jawab atas akibat medis atau hukum dari keputusan yang didasarkan pada informasi ini.
Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.