Diabetic foot screening
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pemeriksaan kaki diabetes (diabetic foot screening) adalah pemeriksaan rutin pada kaki penyandang diabetes untuk mendeteksi masalah sejak dini, seperti luka, mati rasa, atau perubahan kulit, sebelum menjadi serius.
Fakta penting
- Penyandang diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki karena kerusakan saraf (neuropati) dan aliran darah yang buruk.
- Pemeriksaan kaki rutin dapat menemukan luka kecil atau infeksi sebelum berkembang menjadi borok (ulkus) yang sulit sembuh.
- Dengan deteksi dini, risiko amputasi akibat kaki diabetes dapat dikurangi hingga lebih dari 50%.
Ya, masalah kaki sangat umum terjadi pada penyandang diabetes. Di Indonesia, sekitar 15-25% penyandang diabetes akan mengalami luka kaki seumur hidup mereka. Pemeriksaan rutin dianjurkan untuk semua penyandang diabetes.
Pemeriksaan kaki diabetes penting bagi semua penyandang diabetes tipe 1 dan tipe 2, terutama mereka yang sudah menderita diabetes selama lebih dari 5 tahun, memiliki gula darah yang tidak terkontrol, atau memiliki faktor risiko lain seperti merokok atau tekanan darah tinggi.
Gejala
- Luka terbuka yang dalam atau lebar
- Luka dengan jaringan mati (nekrosis) atau berbau busuk
- Kaki yang tiba-tiba bengkak, merah, dan panas (tanda infeksi berat)
- Demam tinggi disertai luka kaki
- Gangren (jaringan kaki menghitam)
- ⚠Luka yang tidak kunjung sembuh setelah 1-2 minggu
- ⚠Kemerahan, bengkak, atau nyeri baru di sekitar luka
- ⚠Bisul atau lepuh bernanah
- ⚠Kesemutan atau mati rasa yang makin parah
- ⚠Kaki terasa dingin atau denyut nadi kaki melemah
Gejala umum
- Mati rasa atau kesemutan di kaki (neuropati diabetik)
- Kulit kering dan pecah-pecah
- Perubahan warna kulit (kemerahan, kebiruan, atau pucat)
- Luka lecet yang tidak terasa sakit karena mati rasa
- Pembengkakan atau perubahan bentuk kaki
- Kuku yang menebal atau berubah warna
- Bunion atau kapalan yang berlebihan
Gejala pada anak-anak
- Meskipun jarang, anak dengan diabetes juga bisa mengalami masalah kaki. Gejalanya mirip dengan dewasa, seperti mati rasa, luka yang tidak disadari, atau perubahan bentuk kaki.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, risiko masalah kaki lebih tinggi karena penurunan aliran darah dan gangguan penglihatan. Gejala yang sering terlewat adalah kulit kering, luka di sela jari, dan rasa nyeri saat berjalan (klaudikasio intermiten).
Penyebab
Penyebab utama
- Kerusakan saraf (neuropati diabetik) yang membuat kaki tidak terasa sakit sehingga luka tidak disadari
- Penyempitan pembuluh darah (penyakit arteri perifer) yang mengurangi aliran darah ke kaki, memperlambat penyembuhan luka
- Gula darah tinggi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi
Faktor risiko
- Diabetes yang sudah lama (lebih dari 10 tahun)
- Kontrol gula darah yang buruk
- Merokok
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Kolesterol tinggi
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Riwayat luka kaki atau amputasi sebelumnya
- Kebiasaan berjalan tanpa alas kaki
- Sepatu yang tidak pas atau terlalu sempit
- Kurangnya perawatan kaki rutin
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda melihat luka, lecet, atau bengkak yang tidak kunjung membaik dalam 2-3 hari
- Jika ada tanda infeksi seperti kemerahan, panas, atau nanah
- Jika kaki terasa sangat dingin, kebiruan, atau tidak terasa sama sekali
- Jika Anda demam tanpa sebab jelas disertai luka kaki
Buat janji temu rutin jika:
- Lakukan pemeriksaan kaki lengkap oleh dokter setahun sekali (atau lebih sering jika berisiko tinggi)
- Periksa kaki sendiri setiap hari di rumah
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda kesulitan memeriksa kaki sendiri karena gangguan penglihatan atau mobilitas
Diagnosis
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kaki Anda, termasuk melihat kulit, kuku, dan bentuk kaki. Dokter juga akan memeriksa denyut nadi di kaki dan sensitivitas saraf dengan alat sederhana.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan monofilamen: dokter menyentuhkan benang nilon tipis (monofilamen) pada beberapa titik di kaki untuk menguji sensasi raba
- Pemeriksaan garpu tala (tuning fork): dokter menggunakan garpu tala untuk mengetuk tulang kaki dan mengecek getaran yang terasa
- Pemeriksaan denyut nadi kaki (pulsasi): dokter meraba denyut nadi di punggung kaki atau pergelangan kaki untuk menilai aliran darah
- Pemeriksaan visual: dokter melihat kulit, kuku, sela jari, dan telapak kaki untuk mencari luka, kapalan, perubahan warna, atau infeksi jamur
- Tes ABI (Ankle-Brachial Index): membandingkan tekanan darah di lengan dan pergelangan kaki untuk menilai aliran darah ke kaki
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan kaki biasanya berlangsung 10-15 menit dan tidak sakit. Dokter akan meminta Anda melepas sepatu dan kaus kaki, lalu duduk atau berbaring. Dokter akan menggunakan alat-alat sederhana untuk menekan atau menyentuh kaki Anda. Anda tidak perlu persiapan khusus, tetapi pastikan kaki bersih dan bebas dari krim atau salep.
Perawatan
Jika ditemukan masalah pada kaki, penanganan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan. Tujuan utama adalah menyembuhkan luka, mengontrol infeksi, memperbaiki aliran darah, dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Perawatan selalu melibatkan kontrol gula darah yang ketat.
Perawatan mandiri di rumah
- Periksa kaki setiap hari, termasuk sela jari dan telapak kaki, menggunakan cermin jika perlu
- Cuci kaki dengan air hangat dan sabun lembut setiap hari, lalu keringkan dengan lembut, terutama di sela jari
- Oleskan pelembap (krim atau lotion tanpa pewangi) ke seluruh kaki, hindari sela jari
- Potong kuku kaki lurus mengikuti bentuk jari, jangan terlalu pendek atau melengkung ke dalam
- Gunakan sepatu yang pas, nyaman, dan melindungi kaki; hindari berjalan tanpa alas kaki
- Periksa bagian dalam sepatu setiap kali akan memakai untuk memastikan tidak ada benda asing atau jahitan yang mengganggu
Perawatan medis
Perawatan medis meliputi pembersihan luka oleh tenaga kesehatan, penggunaan perban khusus yang menjaga kelembapan, dan pengobatan infeksi dengan obat antimikroba sesuai resep dokter (tidak disebutkan spesifik). Bila ada gangguan aliran darah, dokter dapat merekomendasikan terapi untuk meningkatkan sirkulasi, seperti obat atau tindakan revaskularisasi. Dokter juga dapat merujuk ke dokter spesialis kaki (podiatris) atau ahli bedah vaskular jika diperlukan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi mungkin diperlukan jika luka tidak sembuh dengan perawatan biasa, ada infeksi tulang (osteomielitis), atau jaringan mati (nekrosis) yang harus diangkat. Tindakan dapat berupa pembersihan luka (debridemen), amputasi jari atau bagian kaki untuk menyelamatkan jaringan yang sehat, atau operasi bypass untuk memperbaiki aliran darah. Keputusan operasi selalu dibahas bersama tim dokter dan pasien.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan diabetes memerlukan perhatian khusus pada kaki setiap hari. Jadikan pemeriksaan kaki sebagai rutinitas harian, misalnya saat mandi atau sebelum tidur. Biasakan menggunakan sepatu tertutup dan kaus kaki yang menyerap keringat. Jika Anda memiliki luka kecil, bersihkan dengan air dan segera konsultasikan ke dokter. Jangan menunda karena luka bisa memburuk dengan cepat.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok — merokok memperburuk aliran darah ke kaki
- Kendalikan tekanan darah dan kolesterol melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik
- Hindari duduk atau menyilangkan kaki terlalu lama yang dapat mengganggu sirkulasi
- Jaga kebersihan kaki secara teratur
- Pilih sepatu yang empuk, bertali, dan tidak sempit; ganti dengan yang baru jika sudah aus
- Hindari pemanas atau bantal pemanas di kaki — karena mati rasa, Anda bisa terbakar tanpa sadar
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang (karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, sayuran, dan buah) untuk membantu mengontrol gula darah. Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, atau sepeda statis dapat melancarkan peredaran darah ke kaki. Mulailah perlahan dan konsultasikan dengan dokter jenis olahraga yang aman untuk Anda.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Khawatir akan luka kaki atau risiko amputasi adalah hal yang wajar. Kecemasan dan stres dapat memengaruhi kontrol gula darah dan kualitas hidup. Jangan ragu untuk berbicara dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan tentang perasaan Anda. Jika perasaan cemas atau depresi mengganggu keseharian, mintalah rujukan ke psikolog atau psikiater.
Pencegahan
Ya, sebagian besar masalah kaki diabetes dapat dicegah dengan kontrol gula darah yang ketat, perawatan kaki setiap hari, dan pemeriksaan rutin ke dokter. Menurut pedoman Kementerian Kesehatan RI, penyandang diabetes disarankan untuk melakukan skrining kaki setahun sekali, dan lebih sering jika memiliki faktor risiko.
Program skrining
Skrining kaki diabetes sebaiknya dilakukan minimal setahun sekali oleh tenaga kesehatan terlatih. Jika Anda memiliki faktor risiko (neuropati, penyakit arteri perifer, riwayat luka), skrining bisa dilakukan setiap 3-6 bulan. Di Indonesia, puskesmas dan rumah sakit umum menyediakan layanan ini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Luka yang tidak dirawat dapat berkembang menjadi borok (ulkus diabetik) yang dalam dan terinfeksi
- Infeksi dapat menyebar ke tulang (osteomielitis) yang sulit diobati
- Penyempitan pembuluh darah yang parah dapat menyebabkan gangren (jaringan mati)
- Amputasi sebagian atau seluruh kaki
- Infeksi berat yang menyebar ke seluruh tubuh (sepsis) yang mengancam jiwa
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, dengan deteksi dini melalui skrining rutin dan perawatan yang tepat, sebagian besar komplikasi dapat dicegah atau ditangani secara efektif. Banyak penyandang diabetes yang menjalani hidup aktif dan sehat dengan perawatan kaki yang baik. Jangan putus asa — langkah kecil hari ini dapat melindungi kaki Anda untuk masa depan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.