Diabetic retinopathy
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Retinopati diabetik adalah kerusakan pada pembuluh darah kecil di retina (lapisan belakang mata yang peka cahaya) akibat diabetes. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan jika tidak ditangani.
Fakta penting
- Retinopati diabetik merupakan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa usia produktif.
- Risiko retinopati meningkat seiring lamanya menderita diabetes.
- Deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin dapat mencegah kehilangan penglihatan.
Ya, retinopati diabetik cukup umum terjadi pada penderita diabetes. Sekitar 1 dari 3 orang dengan diabetes memiliki tanda-tanda retinopati diabetik.
Retinopati diabetik dapat menyerang siapa pun yang menderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Semakin lama seseorang menderita diabetes, semakin besar risikonya. Faktor lain seperti kadar gula darah yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko.
Gejala
- Kehilangan penglihatan mendadak pada satu atau kedua mata
- Kemunculan tiba-tiba banyak bintik hitam atau kilatan cahaya
- Bayangan seperti tirai menutup sebagian pandangan
- ⚠Penglihatan semakin kabur dalam beberapa hari atau minggu
- ⚠Kesulitan membaca atau melihat detail yang sebelumnya masih jelas
Gejala umum
- Penglihatan kabur atau buram
- Bintik-bintik atau garis melayang (floaters) dalam pandangan
- Kesulitan melihat di malam hari
- Kehilangan penglihatan secara bertahap
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, gejala sering tidak disadari karena anak mungkin tidak mengeluh. Oleh karena itu, pemeriksaan mata rutin sangat penting bagi anak dengan diabetes.
- Anak mungkin mengalami kesulitan membaca di papan tulis atau melihat objek jauh.
Gejala pada lansia
- Orang dewasa yang lebih tua dengan diabetes lebih mungkin mengalami gejala yang sudah lanjut, seperti perdarahan di dalam mata (kekeruhan tiba-tiba) atau kehilangan penglihatan mendadak.
- Gejala awal sering dianggap sebagai penuaan normal, sehingga diagnosis sering terlambat.
Penyebab
Penyebab utama
- Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus merusak pembuluh darah kecil di retina.
- Kerusakan pembuluh darah menyebabkan kebocoran cairan atau darah ke retina, serta pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal.
Faktor risiko
- Lama menderita diabetes (lebih dari 10 tahun)
- Kontrol gula darah yang buruk
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Merokok
- Kehamilan pada wanita dengan diabetes (dapat mempercepat perkembangan)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter mata jika Anda mengalami gejala darurat seperti kehilangan penglihatan mendadak atau munculnya banyak floaters.
- Jika Anda penderita diabetes dan belum pernah memeriksakan mata dalam setahun terakhir.
Buat janji temu rutin jika:
- Penderita diabetes sebaiknya menjalani pemeriksaan mata lengkap setiap tahun, atau lebih sering jika disarankan dokter.
- Jika Anda memiliki faktor risiko tambahan, frekuensi pemeriksaan mungkin lebih sering.
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan mata menyeluruh oleh dokter mata. Dokter akan memberikan tetes mata untuk melebarkan pupil agar retina dapat diperiksa dengan lebih jelas.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan mata dengan slit lamp (lampu celah) untuk melihat lensa dan retina.
- Funduskopi: melihat langsung pembuluh darah retina menggunakan oftalmoskop.
- Optical Coherence Tomography (OCT): pemindaian gambar detail lapisan retina.
- Fluorescein angiography: penyuntikan zat kontras ke pembuluh darah lengan untuk melihat aliran darah di retina.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan mata tidak menyakitkan. Dokter akan meneteskan obat ke mata untuk melebarkan pupil, yang menyebabkan penglihatan kabur selama beberapa jam. Anda disarankan tidak mengemudi pulang sendirian. Hasil pemeriksaan akan menentukan stadium retinopati dan rencana pengobatan.
Perawatan
Pengobatan retinopati diabetik tergantung pada stadium dan tingkat keparahan. Tujuan utama adalah mengontrol diabetes dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Perawatan dini dapat menyelamatkan penglihatan.
Perawatan mandiri di rumah
- Kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol sesuai anjuran dokter.
- Lakukan pola makan sehat dengan gizi seimbang.
- Berhenti merokok.
- Lakukan olahraga teratur.
- Patuhi jadwal pemeriksaan mata.
Perawatan medis
Untuk kasus yang lebih lanjut, dokter mata dapat memberikan laser pada retina (fotokoagulasi) untuk menutup kebocoran pembuluh darah. Suntikan obat ke dalam mata (injeksi intravitreal) juga dapat diberikan untuk menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal. Tidak ada obat minum khusus untuk retinopati, tetapi pengendalian diabetes tetap menjadi kunci.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika terjadi perdarahan hebat di dalam mata atau retina lepas (ablasio retina), mungkin diperlukan operasi vitrektomi untuk mengeluarkan darah dan memperbaiki retina.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan retinopati diabetik memerlukan komitmen untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Anda perlu memonitor kadar gula darah secara rutin, mematuhi pengobatan diabetes, dan melakukan pemeriksaan mata sesuai jadwal.
Tips gaya hidup
- Kelola stres dengan baik, karena stres dapat memengaruhi gula darah.
- Gunakan kacamata dengan lensa yang sesuai jika diperlukan.
- Hindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan pada mata, seperti mengangkat beban berat atau mengejan secara tiba-tiba.
- Gunakan pelindung mata saat beraktivitas berisiko.
Diet dan olahraga
Pola makan sehat untuk mengendalikan diabetes—kurangi gula dan lemak jenuh, perbanyak sayur, buah, dan serat. Olahraga teratur seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda membantu mengontrol gula darah dan tekanan darah. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menghadapi risiko kehilangan penglihatan dapat menimbulkan kecemasan, depresi, atau stres. Penting untuk berbicara dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan. Jangan ragu untuk mencari dukungan psikologis jika Anda merasa kewalahan.
Pencegahan
Retinopati diabetik tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, tetapi risikonya dapat dikurangi secara signifikan dengan mengelola diabetes dengan baik: menjaga gula darah, tekanan darah, dan kolesterol dalam rentang target. Pemeriksaan mata rutin sangat penting untuk mendeteksi perubahan sejak dini.
Program skrining
Kemenkes RI merekomendasikan pemeriksaan mata tahunan untuk semua penderita diabetes. Jika Anda memiliki faktor risiko, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan lebih sering.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kehilangan penglihatan permanen atau kebutaan
- Perdarahan di dalam mata (vitreus) yang menyebabkan penglihatan kabur tiba-tiba
- Ablasio retina (retina terlepas) yang memerlukan operasi darurat
- Glaukoma (peningkatan tekanan bola mata) yang juga dapat merusak saraf optik
Prospek jangka panjang
Meskipun retinopati diabetik merupakan kondisi serius, kabar baiknya adalah kerusakan penglihatan dapat dicegah atau diperlambat dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Dengan mengelola diabetes secara ketat dan menjalani pemeriksaan mata rutin, banyak penderita dapat mempertahankan penglihatan yang baik selama bertahun-tahun. Jangan menunda perawatan—semakin dini ditangani, semakin baik hasilnya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 27 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.