Divertikulitis
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Jika gejala parah, memburuk, atau mengancam jiwa, segera cari perawatan medis darurat.
Gambaran umum
Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi pada satu atau lebih divertikula. Divertikula adalah kantong-kantong kecil yang dapat terbentuk di dinding saluran pencernaan, terutama di usus besar. Kondisi ini terjadi ketika kantong tersebut meradang, biasanya karena tersumbat oleh kotoran atau bakteri, sehingga menyebabkan nyeri dan gejala lainnya. Tidak semua orang yang memiliki divertikula akan mengalami divertikulitis; banyak orang memiliki divertikula tanpa gejala (disebut divertikulosis).
Fakta penting
- Divertikula adalah kantong kecil yang sering ditemukan di usus besar dan umumnya tidak berbahaya.
- Divertikulitis terjadi saat kantong tersebut meradang atau terinfeksi, menyebabkan nyeri perut akut.
- Sebagian besar kasus divertikulitis dapat ditangani tanpa operasi, dengan istirahat, perubahan pola makan, dan kadang obat-obatan.
Cukup umum, terutama pada orang berusia di atas 40 tahun. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
Divertikulitis lebih sering terjadi pada orang lanjut usia, tetapi bisa terjadi pada siapa saja. Orang dengan pola makan rendah serat, gaya hidup kurang aktif, obesitas, dan kebiasaan merokok memiliki risiko lebih tinggi.
Gejala
- Nyeri perut hebat yang muncul tiba-tiba dan terus memburuk.
- Perut terasa kaku, keras, atau sangat nyeri saat disentuh.
- Demam tinggi disertai menggigil hebat.
- Tidak bisa buang air besar atau mengeluarkan gas sama sekali.
- Muntah yang parah atau muntah darah.
- Pingsan atau merasa sangat lemas.
- ⚠Nyeri perut yang tidak membaik dalam 24 jam meski sudah istirahat.
- ⚠Terdapat darah pada tinja (merah segar atau kehitaman).
- ⚠Muntah terus-menerus hingga tidak bisa menahan cairan.
- ⚠Gejala demam yang tetap tinggi setelah minum obat penurun panas.
Gejala umum
- Nyeri perut, biasanya tajam dan terasa di sisi kiri bawah perut (meskipun bisa di sisi lain).
- Demam ringan hingga tinggi.
- Mual dan kadang muntah.
- Perubahan kebiasaan buang air besar seperti sembelit atau diare.
- Kembung dan rasa tidak nyaman di perut.
Gejala pada anak-anak
- Divertikulitis sangat jarang terjadi pada anak-anak. Bila ada, gejalanya mirip dengan orang dewasa: nyeri perut, demam, dan mual. Segera konsultasikan ke dokter anak jika anak mengeluh nyeri perut hebat.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala mungkin tidak khas, seperti hanya nyeri samar atau rasa lemas saja. Mereka juga lebih rentan terhadap komplikasi serius, sehingga keluhan sekecil apa pun perlu diperiksakan segera ke dokter.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti divertikulitis belum sepenuhnya dipahami. Diduga berawal dari tekanan tinggi di dalam usus besar yang mendorong lapisan dinding usus membentuk kantong (divertikula). Kemudian, divertikula dapat meradang bila tersumbat oleh kotoran atau bakteri, memicu infeksi.
Faktor risiko
- Usia lanjut: semakin tua, dinding usus cenderung melemah.
- Pola makan rendah serat: diet kurang sayur, buah, dan biji-bijian membuat tinja keras dan meningkatkan tekanan di usus besar.
- Kurang aktivitas fisik: gaya hidup sedenter memperlambat pergerakan usus.
- Obesitas dan kelebihan berat badan, terutama lemak perut berlebih.
- Merokok.
- Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) jangka panjang, seperti beberapa obat pereda nyeri yang dijual bebas.
- Riwayat keluarga: ada kemungkinan faktor genetik.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke unit gawat darurat (IGD) jika Anda mengalami gejala darurat yang telah disebutkan di atas. Jangan menunda karena komplikasi divertikulitis bisa serius.
Buat janji temu rutin jika:
- Buat janji konsultasi dengan dokter jika Anda merasakan nyeri perut yang berlangsung lebih dari beberapa hari, perubahan kebiasaan buang air besar yang menetap, atau jika Anda memiliki riwayat divertikulosis dan mengalami gejala baru.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik terutama meraba perut. Karena gejala divertikulitis mirip dengan kondisi lain, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan darah: untuk melihat tanda infeksi seperti peningkatan jumlah sel darah putih.
- Pemindaian CT scan perut: metode utama untuk melihat peradangan pada divertikula secara jelas.
- USG perut: kadang digunakan, terutama pada pasien yang tidak bisa menjalani CT scan.
- Setelah peradangan mereda, dokter mungkin menyarankan kolonoskopi untuk memeriksa kondisi usus besar dan menyingkirkan penyebab lain.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan CT scan biasanya singkat dan tidak menimbulkan nyeri. Anda mungkin diminta berpuasa beberapa jam sebelumnya dan minum cairan kontras untuk memperjelas gambar. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang biaya, bicarakan dengan dokter atau bagian keuangan rumah sakit, karena program BPJS Kesehatan dapat menanggung sebagian besar biaya sesuai ketentuan.
Perawatan
Penanganan divertikulitis disesuaikan dengan tingkat keparahan. Kasus ringan sering kali bisa dirawat di rumah dengan istirahat, perubahan pola makan sementara, dan obat-obatan. Kasus sedang hingga berat memerlukan perawatan di rumah sakit untuk pemantauan lebih ketat.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup dan hindari aktivitas berat selama gejala berlangsung.
- Ikuti anjuran dokter mengenai pola makan: biasanya diawali dengan diet rendah serat atau cairan bening selama 2–3 hari untuk mengistirahatkan usus, lalu secara bertahap kembali ke makanan tinggi serat setelah gejala membaik.
- Minum air putih yang cukup sesuai saran dokter.
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol karena dapat memperlambat penyembuhan.
- Jangan sembarangan mengonsumsi obat pencahar, obat pereda nyeri tertentu, atau suplemen tanpa konsultasi dokter.
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat untuk melawan infeksi dan meredakan rasa nyeri. Jika dirawat di rumah sakit, Anda bisa mendapatkan cairan infus, istirahat usus (tidak makan lewat mulut untuk sementara), dan obat-obatan yang diberikan langsung melalui infus. Selalu ikuti petunjuk dokter mengenai jenis dan durasi pengobatan, serta jangan menghentikan pengobatan sendiri meskipun Anda sudah merasa baikan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan. Tindakan bedah baru dipertimbangkan jika terjadi komplikasi serius seperti abses yang tidak membaik dengan obat, perforasi (lubang) pada usus, infeksi yang menyebar (peritonitis), atau jika serangan divertikulitis sering kambuh dan mengganggu kualitas hidup. Diskusikan pilihan ini secara mendalam dengan dokter spesialis bedah digestif.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah episode divertikulitis sembuh, Anda umumnya bisa kembali beraktivitas normal. Banyak orang dengan divertikulosis terus menjalani hidup sehat tanpa masalah yang berarti. Kuncinya adalah menjaga pola hidup sehat untuk mencegah kekambuhan dan memahami kapan harus ke dokter.
Tips gaya hidup
- Terapkan pola makan seimbang yang kaya serat secara bertahap.
- Minum cukup air putih: sekitar 8 gelas per hari, kecuali ada pembatasan cairan dari dokter.
- Aktivitas fisik teratur, seperti jalan cepat 30 menit hampir setiap hari.
- Jaga berat badan ideal sesuai anjuran dokter.
- Jika Anda berencana berpuasa (misalnya Ramadan), konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika Anda memiliki riwayat divertikulitis.
Diet dan olahraga
Fokuslah pada makanan tinggi serat alami seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, kacang-kacangan, biji-bijian, dan roti gandum utuh. Serat membantu melunakkan tinja dan mengurangi tekanan di dalam usus besar. Tambahkan serat secara perlahan agar sistem pencernaan Anda bisa menyesuaikan diri. Olahraga rutin juga membantu merangsang pergerakan usus yang sehat. Selalu diskusikan rencana diet dan latihan dengan dokter atau ahli gizi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengalami penyakit berulang seperti divertikulitis bisa menimbulkan kecemasan terhadap makanan tertentu atau ketakutan akan kambuh. Wajar jika Anda merasa khawatir. Jika perasaan ini mengganggu keseharian, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter. Dukungan psikologis atau konseling bisa sangat membantu.
Pencegahan
Tidak ada jaminan 100% mencegah divertikulitis, tetapi Anda dapat menurunkan risikonya secara signifikan dengan menerapkan pola hidup sehat: konsumsi tinggi serat, cukup air, olahraga teratur, tidak merokok, dan menjaga berat badan ideal. Bila Anda sudah didiagnosis divertikulosis, lakukan kontrol rutin sesuai anjuran dokter.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk divertikulitis pada orang tanpa gejala. Namun, mengingat risiko kanker usus besar meningkat seiring usia, ikuti rekomendasi pemerintah Indonesia (Kemenkes) untuk skrining kanker kolorektal mulai usia 50 tahun atau lebih awal jika ada faktor risiko.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Abses: kumpulan nanah di sekitar usus yang mungkin perlu dialirkan.
- Perforasi: terbentuknya lubang pada dinding usus, yang bisa menyebabkan infeksi rongga perut (peritonitis).
- Peritonitis: infeksi selaput rongga perut yang mengancam jiwa.
- Penyempitan usus (striktur) dari jaringan parut yang dapat menyebabkan sumbatan.
- Fistula: saluran abnormal yang terbentuk antara usus besar dengan organ lain, misalnya kandung kemih.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, sebagian besar orang dengan divertikulitis sembuh total tanpa komplikasi jangka panjang. Setelah episode pertama, risiko kambuh memang ada, tetapi pola hidup sehat bisa sangat membantu menguranginya. Bekerjasamalah dengan dokter untuk rencana perawatan jangka panjang dan tetaplah positif.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
- Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia (PGI) ↗ · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.