Epididymitis overview
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan membawa sperma. Kondisi ini menyebabkan nyeri, bengkak, dan kemerahan pada buah zakar.
Fakta penting
- Epididimitis bisa terjadi pada pria segala usia.
- Penyebab paling sering adalah infeksi bakteri, termasuk infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia atau gonore.
- Pengobatan utama adalah antibiotik yang diresepkan dokter. Istirahat dan kompres dingin juga membantu.
Epididimitis cukup umum terjadi, terutama pada pria berusia 15–40 tahun yang aktif secara seksual.
Pria dari segala usia bisa terkena, tetapi lebih sering pada pria yang berhubungan seks tanpa kondom, memiliki infeksi saluran kemih, atau menggunakan kateter urine.
Gejala
- Nyeri testis yang mendadak dan sangat hebat, apalagi disertai muntah atau pingsan (bisa tanda torsio testis, kondisi darurat)
- Demam sangat tinggi (di atas 39°C) yang tidak turun
- Skrotum terasa sangat keras atau nyeri luar biasa saat disentuh
- ⚠Demam disertai nyeri saat buang air kecil
- ⚠Keluarnya cairan bernanah dari penis
- ⚠Pembengkakan testis yang makin membesar dalam 1-2 hari
- ⚠Nyeri yang tidak membaik setelah istirahat dan kompres dingin
Gejala umum
- Nyeri pada salah satu buah zakar yang muncul secara bertahap
- Pembengkakan dan kemerahan pada skrotum (kantung zakar)
- Nyeri atau rasa panas saat buang air kecil
- Demam dan menggigil
- Keluarnya cairan dari penis (bisa bening, kuning, atau bernanah)
- Nyeri saat berhubungan seksual atau ejakulasi
Gejala pada anak-anak
- Nyeri perut bagian bawah
- Pincang karena tidak nyaman saat berjalan
- Mual dan muntah
- Rewel atau menangis saat buang air kecil
- Demam tinggi
Gejala pada lansia
- Nyeri testis yang lebih ringan tapi menetap
- Pembesaran prostat atau kesulitan buang air kecil
- Sering merasa ingin buang air kecil
- Nyeri pada punggung bawah
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri yang menyebar dari saluran kemih (misalnya E. coli)
- Infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore
- Cedera pada area selangkangan
- Aliran balik urine ke epididimis (urinary reflux)
- Pemakaian kateter urine dalam waktu lama
Faktor risiko
- Berhubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang berganti-ganti
- Riwayat infeksi saluran kemih berulang
- Kelainan anatomi saluran kemih (misalnya ureter ektopik)
- Aktivitas seksual anal tanpa perlindungan
- Pembesaran prostat yang menyebabkan penyumbatan
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri testis tiba-tiba dan hebat (segera ke UGD)
- Demam tinggi tidak kunjung turun
- Tidak bisa buang air kecil sama sekali
- Skrotum terlihat membiru atau sangat gelap
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri ringan yang menetap lebih dari 24 jam
- Bengkak atau kemerahan yang tidak kunjung hilang
- Keluar cairan dari penis
- Nyeri saat buang air kecil yang ringan
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan dan aktivitas seksual, lalu melakukan pemeriksaan fisik pada testis, skrotum, dan prostat (melalui rektal).
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan urine (urinalisis) untuk mencari bakteri atau sel darah putih
- Tes usapan uretra (mengambil sampel cairan dari saluran kencing) untuk mendeteksi IMS
- Tes darah untuk melihat tanda infeksi
- USG skrotum dengan Doppler untuk melihat aliran darah dan menyingkirkan torsio testis
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan mungkin terasa tidak nyaman, terutama saat ditekan atau saat pengambilan sampel. Namun, prosedur ini penting untuk memastikan diagnosis. Dokter akan menjelaskan setiap langkah dan Anda bisa meminta didampingi perawat.
Perawatan
Pengobatan utama adalah antibiotik yang diresepkan dokter, diminum atau disuntik, sesuai penyebab infeksi. Obat antiradang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Penting untuk menyelesaikan antibiotik sampai habis meskipun gejala membaik.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat dengan posisi skrotum diangkat (mengganjal dengan handuk gulung atau duduk di bantal)
- Kompres dingin (kantong es dibungkus kain) pada skrotum selama 15–20 menit setiap 2–3 jam
- Minum banyak air putih untuk membantu mengeluarkan bakteri
- Hindari aktivitas berat dan olahraga sampai sembuh
- Gunakan penyangga skrotum (scrotal support) atau celana dalam yang ketat untuk mengurangi pergerakan
Perawatan medis
Dokter akan memberikan antibiotik yang sesuai dengan jenis bakteri penyebab, berdasarkan hasil pemeriksaan. Jika penyebabnya IMS, pasangan seksual juga perlu diobati. Untuk nyeri, dokter dapat menyarankan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen — tetapi ikuti dosis sesuai petunjuk dokter atau apoteker. Jangan mengonsumsi antibiotik sisa atau tanpa resep.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan. Dilakukan jika terbentuk abses (kumpulan nanah) yang perlu dikeringkan, atau jika ada penyumbatan saluran sperma yang tidak membaik dengan pengobatan. Operasi juga bisa dilakukan jika ada komplikasi seperti hidrokel (penumpukan cairan) yang besar.
Hidup dengan kondisi ini
Selama pengobatan (biasanya 2–4 minggu), Anda perlu istirahat yang cukup. Hindari duduk terlalu lama atau melakukan aktivitas yang menekan skrotum. Gunakan penyangga skrotum saat bergerak.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan daerah kelamin dengan mandi teratur dan mengganti pakaian dalam setiap hari
- Hindari berhubungan seksual sampai dokter menyatakan sembuh total (biasanya setelah pengobatan selesai dan tidak ada gejala)
- Jika penyebabnya IMS, pastikan pasangan seksual juga mendapat pengobatan untuk mencegah penularan berulang
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang untuk membantu daya tahan tubuh. Cukupi kebutuhan cairan. Olahraga ringan seperti jalan kaki boleh dilakukan asal tidak menimbulkan nyeri. Hindari angkat beban berat, bersepeda, atau olahraga yang memberi tekanan pada selangkangan sampai benar-benar pulih.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri kronis atau kekhawatiran tentang kesuburan dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Bicarakan perasaan Anda dengan pasangan atau teman. Jika perlu, konsultasikan dengan konselor atau psikolog. Ingat bahwa kebanyakan kasus epididimitis sembuh tanpa masalah jangka panjang.
Pencegahan
Sebagian besar kasus dapat dicegah dengan perilaku seksual aman (menggunakan kondom), segera mengobati infeksi saluran kemih, dan menjaga kebersihan area kelamin.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk epididimitis, tetapi vaksin hepatitis B dan HPV dapat mengurangi risiko beberapa IMS yang bisa menyebabkan epididimitis.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk epididimitis. Lakukan pemeriksaan jika Anda memiliki gejala atau faktor risiko tinggi, seperti riwayat IMS atau hubungan seksual berisiko.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi menyebar ke testis (orkitis) sehingga terjadi pembengkakan dan nyeri hebat
- Pembentukan abses (kumpulan nanah) di skrotum yang perlu dikeluarkan
- Penyempitan saluran sperma (epididymo-orchitis) yang dapat menyebabkan kemandulan
- Infeksi berulang atau menjadi kronis
- Pada kasus IMS, dapat menyebar ke pasangan dan menyebabkan komplikasi lebih lanjut
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis dan pengobatan yang cepat, epididimitis biasanya sembuh total dalam beberapa minggu. Hanya sedikit kasus yang menyebabkan infertilitas permanen. Jika penyebabnya IMS, pengobatan pasangan sangat penting. Secara umum, prognosis baik dan Anda bisa kembali beraktivitas normal setelah sembuh.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 27 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.