Varises Lambung
Gambaran umum
Varises lambung adalah pembuluh darah vena di dinding lambung yang melebar dan membengkak karena tekanan darah di dalam vena besar perut (disebut vena porta) terlalu tinggi. Kondisi tekanan tinggi ini disebut hipertensi portal. Karena dinding vena yang melebar ini tipis dan rapuh, ia bisa pecah dan menyebabkan perdarahan di saluran cerna. Varises lambung sering muncul bersamaan dengan varises di kerongkongan (esofagus), dan perdarahannya bisa lebih berat.
Fakta penting
- Varises lambung terbentuk akibat tekanan tinggi di vena porta, paling sering karena sirosis hati (kerusakan hati lanjut dengan jaringan parut).
- Banyak orang tidak merasakan gejala sampai terjadinya perdarahan, sehingga pemeriksaan rutin penting bagi yang berisiko.
- Perdarahan varises lambung bisa berat dan perlu penanganan darurat di rumah sakit.
- Dengan pemantauan dan pengobatan yang tepat, banyak orang bisa mencegah atau mengendalikan perdarahan.
- Varises lambung lebih jarang dibanding varises kerongkongan, tetapi cenderung lebih sulit ditangani saat pecah.
Varises lambung tidak seumum varises kerongkongan, tetapi cukup sering ditemukan pada orang dengan penyakit hati lanjut. Diperkirakan sekitar satu dari lima orang dengan hipertensi portal memiliki varises lambung, dan jumlahnya lebih tinggi pada mereka yang sudah pernah mengalami perdarahan.
Paling sering dialami orang dewasa dengan sirosis hati, hepatitis kronis, atau riwayat penyumbatan pembuluh darah di hati. Anak-anak bisa mengalaminya, tetapi jauh lebih jarang, biasanya terkait penyakit hati bawaan atau kelainan pembuluh darah. Orang lanjut usia dan mereka yang memakai obat pengencer darah perlu perhatian lebih karena perdarahan bisa lebih mudah terjadi.
Gejala
- Muntah darah dalam jumlah banyak atau berulang.
- Muntah berwarna seperti bubuk kopi atau gumpalan darah gelap.
- Buang air besar berwarna hitam seperti ter atau berdarah segar, disertai lemas berat.
- Pingsan, hampir pingsan, atau kebingungan mendadak.
- Kulit sangat pucat, dingin, berkeringat banyak, dan jantung berdebar kencang.
- Tekanan darah sangat rendah atau nadi sangat cepat dan lemah.
- ⚠Buang air besar berwarna hitam tetapi masih bisa beraktivitas.
- ⚠Mual berulang dengan sedikit bercak darah.
- ⚠Lemas dan pucat yang makin memberat dalam beberapa hari.
- ⚠Nyeri perut hebat yang tidak biasa, terutama pada orang dengan sirosis hati.
- ⚠Perut membengkak cepat disertai demam pada penderita penyakit hati.
Gejala umum
- Sering tidak ada gejala sama sekali, terutama pada tahap awal.
- Rasa penuh atau tidak nyaman di perut bagian atas.
- Mual atau cepat merasa kenyang saat makan.
- Muntah darah, kadang berwarna merah segar atau seperti bubuk kopi.
- Buang air besar berwarna hitam seperti ter, tanda perdarahan lama di saluran cerna.
- Lemas, pucat, atau mudah lelah akibat kekurangan darah (anemia).
- Pusing atau berdebar saat berdiri karena tekanan darah menurun.
Gejala pada anak-anak
- Pada anak, varises lambung biasanya terkait penyakit hati sejak lahir atau kelainan pembuluh darah.
- Gejala bisa berupa muntah darah, tinja hitam, perut membesar, atau berat badan tidak naik.
- Anak bisa tampak pucat, lemas, dan kurang aktif dibanding biasanya.
- Karena gejala sulit dikenali, anak dengan penyakit hati perlu pemeriksaan berkala ke dokter spesialis.
Gejala pada lansia
- Gejala bisa lebih samar, misalnya hanya lemas atau mudah capek tanpa nyeri perut.
- Anemia sering menjadi tanda pertama yang ditemukan saat pemeriksaan darah.
- Efek obat pengencer darah atau obat pereda nyeri tertentu bisa memperberat perdarahan.
- Pemulihan setelah perdarahan biasanya lebih lambat, sehingga perlu pemantauan lebih ketat.
Penyebab
Penyebab utama
- Hipertensi portal, yaitu tekanan darah tinggi di vena porta, paling sering akibat sirosis hati.
- Penyumbatan atau penggumpalan darah di vena porta atau vena limpa.
- Penyakit hati akibat alkohol dalam jangka panjang.
- Perlemakan hati yang berlanjut menjadi peradangan dan kerusakan hati.
- Kelainan aliran darah di hati, termasuk kondisi langka seperti sindrom Budd-Chiari.
- Tekanan dari luar pada pembuluh darah vena, misalnya akibat massa di perut.
Faktor risiko
- Sirosis hati dari sebab apa pun, termasuk hepatitis B dan hepatitis C kronis.
- Riwayat perdarahan akibat varises sebelumnya.
- Varises yang ukurannya besar atau tampak berisiko pecah saat pemeriksaan endoskopi.
- Penyakit hati berat yang disertai penurunan fungsi hati.
- Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang.
- Penggunaan obat pengencer darah atau obat pereda nyeri tertentu tanpa pengawasan dokter.
- Infeksi atau kondisi akut yang memperberat kerja hati.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke rumah sakit jika muntah darah atau buang air besar hitam, meskipun hanya sedikit.
- Cari bantuan darurat bila disertai pingsan, lemas berat, atau jantung berdebar.
- Hubungi layanan darurat yang tertera di situs ini atau minta seseorang mengantar Anda ke unit gawat darurat terdekat.
Buat janji temu rutin jika:
- Bila Anda memiliki sirosis hati atau penyakit hati kronis, tanyakan pada dokter apakah perlu pemeriksaan berkala untuk varises.
- Bicarakan jika Anda sering merasa cepat kenyang, mual, atau lemas tanpa sebab jelas.
- Konsultasikan semua obat yang Anda minum, termasuk obat bebas dan suplemen, agar dokter bisa menilai risikonya.
- Diskusikan jadwal pemantauan jika Anda pernah mengalami perdarahan saluran cerna sebelumnya.
Diagnosis
Dokter biasanya memulai dengan menanyakan riwayat kesehatan, obat yang diminum, dan gejala yang dirasakan, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Bila ada kecurigaan, dokter akan menilai kondisi hati dan pembuluh darah di perut. Pemeriksaan endoskopi menjadi cara utama untuk melihat langsung apakah ada varises lambung dan seberapa besar risikonya untuk berdarah.
Tes yang mungkin dilakukan
- Endoskopi saluran cerna atas: kamera kecil dimasukkan lewat mulut untuk melihat kerongkongan, lambung, dan bagian awal usus halus.
- Pemeriksaan darah lengkap untuk menilai anemia, fungsi hati, dan pembekuan darah.
- USG perut untuk melihat bentuk hati, limpa, dan aliran darah di vena porta.
- CT scan atau MRI bila diperlukan gambaran pembuluh darah yang lebih rinci.
- Pemeriksaan elastografi hati (seperti FibroScan) untuk memperkirakan tingkat kekakuan hati.
- Pada kasus tertentu, prosedur pencitraan khusus untuk mengukur tekanan di pembuluh darah hati.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Endoskopi umumnya dilakukan dengan obat penenang ringan agar Anda nyaman, dan biasanya selesai dalam waktu singkat. Anda mungkin diminta berpuasa beberapa jam sebelumnya. Setelah pemeriksaan, tenggorokan bisa terasa sedikit tidak nyaman dan Anda perlu ditemani pulang. Dokter akan menjelaskan hasilnya dan mendiskusikan langkah pemantauan atau pengobatan yang sesuai.
Perawatan
Tujuan utama penanganan varises lambung adalah mencegah perdarahan, menghentikan perdarahan bila sudah terjadi, dan menjaga fungsi hati. Rencana penanganan disesuaikan dengan besar varises, kondisi hati, dan riwayat perdarahan Anda. Dokter akan menentukan pilihan yang paling aman untuk Anda.
Perawatan mandiri di rumah
- Ikuti jadwal kontrol dan pemeriksaan lanjutan yang disarankan dokter.
- Hindari alkohol sepenuhnya, karena dapat memperberat penyakit hati.
- Jangan memakai obat pereda nyeri atau suplemen tertentu tanpa bertanya pada dokter atau apoteker, karena sebagian dapat meningkatkan risiko perdarahan.
- Jaga pola makan bergizi seimbang dan cukup cairan sesuai anjuran dokter.
- Catat perubahan warna tinja atau gejala baru, dan laporkan saat kontrol.
- Kenali tanda perdarahan dan segera cari bantuan bila muncul.
Perawatan medis
Penanganan dapat berupa obat-obatan yang membantu menurunkan tekanan di pembuluh darah perut, sehingga risiko pecahnya varises berkurang. Untuk varises yang berisiko tinggi atau sudah berdarah, dokter dapat melakukan tindakan lewat endoskopi, misalnya menyuntikkan bahan perekat ke dalam varises atau memasang klem pada pembuluh darah. Ada juga prosedur untuk memasang stent di dalam hati guna memperbaiki aliran darah, serta tindakan lain yang disesuaikan dengan kondisi Anda. Semua pilihan ini dibahas bersama dokter, termasuk manfaat dan risikonya.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tindakan prosedural atau pembedahan dipertimbangkan bila perdarahan tidak dapat dikendalikan dengan obat dan endoskopi, atau bila perdarahan berulang. Pilihannya bisa berupa pemasangan stent di dalam hati untuk mengalihkan aliran darah, prosedur bedah pintas pembuluh darah, atau dalam kasus tertentu transplantasi hati bila fungsi hati sudah sangat menurun. Keputusan ini dibuat oleh tim dokter spesialis setelah menilai kondisi Anda secara menyeluruh.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan varises lambung berarti menjalani pemantauan rutin dan menjaga kesehatan hati sebaik mungkin. Banyak orang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Yang terpenting adalah mengenali tanda bahaya, menghadiri jadwal kontrol, dan menjaga komunikasi terbuka dengan tim kesehatan Anda.
Tips gaya hidup
- Berhenti mengonsumsi alkohol dan hindari rokok.
- Minum obat sesuai anjuran dokter dan jangan mengubah dosis sendiri.
- Catat obat-obatan yang diminum dan tunjukkan daftarnya pada setiap dokter yang Anda temui.
- Jaga berat badan ideal dan kelola kondisi lain seperti diabetes bila ada.
- Cukup istirahat dan kelola stres dengan cara yang Anda nikmati.
- Simpan rencana darurat: nomor layanan darurat, rumah sakit terdekat, dan siapa yang bisa dihubungi.
Diet dan olahraga
Pola makan sebaiknya bergizi seimbang, cukup protein, dan rendah garam bila dokter menyarankan pembatasan cairan atau garam. Makan dalam porsi kecil tetapi sering bisa membantu bila perut terasa cepat penuh. Hindari makanan atau minuman yang membuat lambung tidak nyaman. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki umumnya bermanfaat, tetapi hindari olahraga berat atau angkat beban berat tanpa persetujuan dokter, terutama bila varises Anda berukuran besar.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit hati dan kekhawatiran akan perdarahan bisa menimbulkan kecemasan atau suasana hati yang menurun. Perasaan ini wajar dan tidak perlu dihadapi sendirian. Bicarakan dengan dokter, keluarga, atau tenaga profesional kesehatan jiwa. Jika Anda memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau merasa sangat tertekan, segera cari bantuan tenaga kesehatan jiwa atau layanan krisis di wilayah Anda, atau hubungi layanan darurat yang tertera di situs ini.
Pencegahan
Varises lambung tidak selalu bisa dicegah, terutama bila penyakit hati sudah lanjut. Namun, risiko perdarahan dapat ditekan dengan menjaga kesehatan hati, menghindari alkohol, mengelola hepatitis kronis dengan baik, dan melakukan pemantauan rutin bila Anda memiliki sirosis. Deteksi dini varises yang berisiko tinggi memungkinkan penanganan sebelum terjadi perdarahan.
Vaksin
Vaksinasi hepatitis B merupakan cara penting untuk mencegah infeksi hati kronis yang dapat berujung pada sirosis. Beberapa vaksin lain, seperti hepatitis A, mungkin disarankan dokter pada penderita penyakit hati. Tanyakan jadwal vaksinasi yang sesuai untuk Anda kepada dokter atau puskesmas.
Program skrining
Orang dengan sirosis hati atau hipertensi portal biasanya disarankan menjalani endoskopi berkala untuk memantau varises, dengan jadwal yang ditentukan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan sebelumnya. Pemeriksaan fungsi hati dan USG perut juga sering menjadi bagian dari pemantauan rutin. Ikuti anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai deteksi dini hepatitis dan pengelolaan penyakit hati, dan tanyakan jadwal yang tepat untuk kondisi Anda.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Perdarahan hebat dari varises yang pecah, yang bisa mengancam nyawa.
- Penurunan tekanan darah dan syok akibat kehilangan darah.
- Anemia berat karena perdarahan berulang.
- Perdarahan berulang yang makin sulit ditangani.
- Perburukan fungsi hati hingga gagal hati.
- Komplikasi lain dari penyakit hati lanjut, seperti penumpukan cairan di perut atau kebingungan akibat zat sisa yang menumpuk.
Prospek jangka panjang
Banyak orang dengan varises lambung dapat menjalani hidup dengan baik bila kondisi hati terpantau dan penanganan dilakukan tepat waktu. Kemajuan di bidang endoskopi dan pengobatan membuat perdarahan semakin bisa dicegah dan dikendalikan. Kunci utamanya adalah kontrol rutin, mengenali tanda bahaya, dan bekerja sama erat dengan tim kesehatan Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Panduan kesehatan berbeda menurut negara dan wilayah. Halaman ini adalah edukasi umum dan mungkin tidak sesuai dengan panduan, obat, atau praktik di tempat Anda tinggal. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda, dan ikuti panduan setempat jika ada.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Tidak ada panduan yang menyebut topik ini
Tidak ada panduan kesehatan atau bab klinis yang menyebut persis topik ini yang dikutip di sini. Halaman ini hanya untuk edukasi dan informasi umum. Ini bukan diagnosis, rencana pengobatan, atau nasihat medis pribadi. Periksa dengan dokter Anda dan ikuti sarannya. Jika gejala berat, mendadak, atau mengkhawatirkan, segera cari perawatan medis, dan dalam keadaan darurat hubungi nomor darurat setempat. Ruqelo LLC tidak bertanggung jawab atas akibat medis atau hukum dari keputusan yang didasarkan pada informasi ini.
Terakhir diperbarui: 24 Oktober 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.