Diare Karena Bakteri Shigella (Gastroenteritis Shigella)
Gambaran umum
Gastroenteritis Shigella — sering disebut shigellosis — adalah infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri bernama Shigella. Bakteri ini masuk lewat mulut, biasanya dari makanan, air, atau tangan yang terkontaminasi, lalu menyerang lapisan usus besar. Akibatnya muncul diare yang kadang bercampur lendir atau darah, demam, dan nyeri perut. Infeksi ini sangat menular: hanya perlu sedikit bakteri untuk membuat seseorang sakit.
Fakta penting
- Masa inkubasi (waktu dari kuman masuk sampai gejala muncul) biasanya 1–3 hari.
- Gejala khas berupa diare, demam, mulas, dan sering merasa ingin buang air besar meski sudah tidak ada isinya.
- Sebagian besar orang sembuh dalam 5–7 hari dengan cukup minum dan istirahat.
- Cara pencegahan paling ampuh adalah cuci tangan pakai sabun dan menjaga kebersihan makanan serta air minum.
Ya, shigellosis cukup umum di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Angka kejadiannya sulit dihitung pasti karena tidak semua penderita berobat, tetapi bakteri ini dikenal sebagai salah satu penyebab diare berdarah yang paling sering pada anak.
Siapa saja bisa terkena, tetapi paling sering anak usia di bawah 5 tahun, terutama yang bersekolah atau bermain di tempat penitipan anak. Risiko juga lebih tinggi pada lansia, orang dengan daya tahan tubuh lemah, orang yang tinggal di tempat padat dan sanitasi kurang baik, serta orang yang mengonsumsi makanan atau air yang tidak terjamin kebersihannya.
Gejala
- Sangat lemas atau tidak sadarkan diri
- Kejang
- Tidak buang air kecil sama sekali atau sangat sedikit, mulut sangat kering, mata cekung — tanda dehidrasi berat
- Nyeri perut hebat dengan perut terasa keras seperti papan
- Diare terus-menerus tanpa henti sehingga tidak bisa minum sama sekali
- Pada bayi: sangat lemas, tidak mau menetek, atau ubun-ubun terlihat cekung
- ⚠Diare bercampur darah yang disertai demam tinggi
- ⚠Muntah terus-menerus sehingga cairan tidak bisa masuk
- ⚠Diare tidak membaik setelah 3 hari
- ⚠Demam di atas 39°C yang tidak turun
- ⚠Tanda-tanda dehidrasi ringan sampai sedang: haus berat, jarang pipis, mulut kering
Gejala umum
- Diare yang mula-mula encer, lalu bisa bercampur lendir atau darah
- Demam dan menggigil
- Nyeri atau mulas perut yang datang hilang
- Sering merasa ingin buang air besar, kadang hanya keluar lendir sedikit-sedikit
- Mual dan kadang muntah
- Sakit kepala dan badan terasa lemas
- Nyeri saat buang air besar
Gejala pada anak-anak
- Demam tinggi yang bisa memicu kejang demam
- Rewel, menangis terus, atau justru sangat lemas dan susah dibangunkan
- Turun nafsu makan dan minum, kadang menolak menetek
- Tanda dehidrasi: mulut kering, jarang pipis, mata cekung, kulit tidak cepat kembali bila dicubit
- Diare berdarah atau berlendir
Gejala pada lansia
- Dehidrasi lebih cepat terjadi dan gejalanya bisa lebih berat
- Badan lemas, mudah linglung atau bingung
- Keluhan penyakit kronis (misalnya jantung atau ginjal) bisa ikut memburuk
- Nafsu makan turun sehingga pemulihan lebih lambat
Penyebab
Penyebab utama
- Bakteri Shigella yang masuk ke mulut melalui makanan atau air yang terkontaminasi
- Tangan yang tidak dicuci setelah dari toilet atau setelah mengganti popok
- Penularan dari orang ke orang, misalnya lewat mainan, alat makan, atau pegangan pintu bersama
- Kontak seksual tertentu, terutama kontak oral-anal
- Buah dan sayur yang dicuci dengan air yang tidak bersih
Faktor risiko
- Anak-anak yang bersekolah atau di tempat penitipan anak
- Tinggal di lingkungan padat dengan sanitasi dan air bersih yang terbatas
- Bepergian ke daerah dengan sanitasi kurang baik
- Daya tahan tubuh lemah, misalnya karena penyakit kronis atau pengobatan tertentu
- Kebiasaan makan di tempat yang kebersihannya tidak terjamin
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Diare bercampur darah atau lendir dalam jumlah banyak
- Demam tinggi, terutama pada anak kecil dan lansia
- Tanda dehidrasi: haus berlebihan, jarang pipis, mulut kering, lemas
- Muntah terus-menerus sehingga tidak bisa minum
- Diare yang tidak membaik dalam 3 hari
Buat janji temu rutin jika:
- Diare ringan yang berulang dalam beberapa minggu terakhir
- Ingin tahu cara mencegah penularan ke anggota keluarga lain
- Diare muncul setelah pulang bepergian
- Anda sedang hamil atau menyusui dan mengalami diare
Diagnosis
Dokter biasanya memulai dengan menanyakan keluhan, berapa lama diare berlangsung, apakah ada darah, dan apa yang sudah dimakan atau diminum belakangan ini. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik, terutama menilai tanda dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, dan kecepatan kulit kembali normal saat dicubit. Bila keluhan berat atau berdarah, dokter dapat meminta pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan tinja (feses) untuk mencari bakteri atau tanda peradangan
- Kultur tinja — sampel dibiakkan di laboratorium untuk memastikan jenis bakterinya
- Pemeriksaan darah untuk melihat apakah ada infeksi berat atau gangguan elektrolit
- Penilaian derajat dehidrasi oleh tenaga kesehatan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Untuk diare ringan tanpa darah, sering kali tidak perlu pemeriksaan laboratorium. Bila dokter mencurigai Shigella, hasil pemeriksaan tinja biasanya keluar dalam beberapa hari. Sambil menunggu, dokter akan menyarankan cara menjaga cairan tubuh. Pemeriksaan ini tidak menyakitkan selain sedikit tidak nyaman saat mengambil sampel tinja.
Perawatan
Pengobatan utama gastroenteritis Shigella adalah mengganti cairan yang hilang dan menjaga tubuh tetap terhidrasi, sambil memberi waktu bagi tubuh melawan infeksi. Pada kasus ringan, ini biasanya sudah cukup. Pada kasus berat, dokter dapat mempertimbangkan pemberian antibiotik yang dipilih sesuai kondisi dan hasil pemeriksaan. Jangan membeli obat sendiri tanpa konsultasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum oralit (larutan gula-garam) sedikit-sedikit tapi sering — ini cara paling penting untuk mencegah dehidrasi
- Minum air putih lebih banyak dari biasanya, dan lanjutkan makan walau nafsu makan turun
- Untuk anak, terus berikan ASI atau susu seperti biasa
- Hindari minuman manis berlebihan, bersoda, atau beralkohol karena bisa memperburuk diare
- Jangan memakai obat penghenti diare tanpa saran dokter — pada infeksi ini bisa memperlambat keluarnya kuman dan memperburuk keadaan
- Cuci tangan dengan sabun setelah dari toilet dan sebelum menyiapkan makanan, agar tidak menular ke orang lain
- Istirahat cukup dan pantau jumlah buang air kecil serta warna urine
Perawatan medis
Dokter akan menilai tingkat keparahan dan derajat dehidrasi. Bila dehidrasi sedang sampai berat, cairan bisa diberikan melalui infus di fasilitas kesehatan. Untuk kasus tertentu, dokter dapat memberikan antibiotik dengan pilihan dan lama pemberian yang ditentukan sendiri oleh dokter berdasarkan kondisi pasien — jangan menggunakan antibiotik sisa atau milik orang lain. Dokter juga akan menangani keluhan lain seperti demam dan muntah. Untuk anak, tanyakan pada tenaga kesehatan mengenai suplemen yang biasa dianjurkan pada diare anak, serta berapa lama dan berapa banyak yang perlu diberikan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi hampir tidak pernah diperlukan pada gastroenteritis Shigella. Tindakan bedah hanya dipertimbangkan pada komplikasi yang sangat jarang, misalnya usus yang mengalami komplikasi berat, dan itu diputuskan oleh tim dokter di rumah sakit.
Hidup dengan kondisi ini
Selama sakit, fokus utama adalah minum cukup, istirahat, dan mencegah penularan ke orang di rumah. Siapkan oralit di rumah, sediakan wadah tertutup untuk sampah popok, dan bersihkan permukaan yang sering disentuh dengan sabun dan air. Anak yang masih diare sebaiknya tidak masuk sekolah atau tempat penitipan sampai diare berhenti, agar teman-temannya tidak tertular.
Tips gaya hidup
- Biasakan cuci tangan pakai sabun minimal 20 detik, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet
- Cuci buah dan sayur dengan air bersih yang mengalir
- Minum air yang sudah dimasak atau air kemasan yang terjamin
- Pisahkan talenan untuk makanan mentah dan makanan matang
- Bersihkan toilet dan gagang pintu dengan pembersih rumah tangga biasa
- Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain saat sedang diare
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus yang wajib. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering. Pilihan yang biasanya nyaman adalah bubur, nasi lembut, telur, sup, pisang, dan roti. Makanan berlemak tinggi, pedas, atau sangat manis bisa memperberat keluhan pada sebagian orang, jadi sesuaikan dengan kondisi tubuh. Setelah diare mereda, tubuh masih butuh waktu untuk pulih — mulailah bergerak ringan seperti berjalan, dan kembali ke olahraga biasa secara bertahap begitu tenaga sudah pulih.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Diare yang berhari-hari bisa membuat lelah, cemas, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi bila harus menjaga anak yang sakit. Rasa cemas tentang penularan ke keluarga juga wajar. Coba tenangkan diri dengan fokus pada hal yang bisa dikendalikan, seperti cuci tangan dan menjaga cairan tubuh. Bila kecemasan atau perasaan terpuruk berlanjut dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, bicarakan dengan tenaga kesehatan — dukungan emosional adalah bagian dari perawatan yang baik.
Pencegahan
Ya, sebagian besar kasus bisa dicegah. Kuncinya ada pada kebersihan tangan, kebersihan makanan dan air, serta sanitasi yang baik. Karena bakteri ini hanya perlu sedikit saja untuk menular, cuci tangan pakai sabun secara rutin adalah langkah paling sederhana dan paling berdampak.
Vaksin
Saat ini belum ada vaksin rutin untuk Shigella yang tersedia luas di Indonesia. Karena itu, pencegahan lebih difokuskan pada kebersihan diri, makanan, dan air. Tanyakan pada tenaga kesehatan bila Anda ingin tahu perkembangan terbaru mengenai pencegahan.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining rutin untuk shigellosis pada orang tanpa gejala. Pemeriksaan tinja hanya dilakukan bila ada keluhan atau dalam situasi khusus, misalnya saat terjadi wabah di suatu lingkungan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Dehidrasi — komplikasi paling sering dan paling perlu diwaspadai, terutama pada anak kecil dan lansia
- Ketidakseimbangan elektrolit yang bisa membuat badan lemas dan jantung berdebar
- Kejang demam pada anak
- Sindrom uremik hemolitik — komplikasi langka yang memengaruhi darah dan ginjal, lebih sering pada anak kecil
- Radang sendi reaktif yang muncul beberapa minggu setelah infeksi dan biasanya membaik sendiri
- Gangguan penyerapan makanan berkepanjangan pada sebagian kecil orang
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar orang sembuh total dalam sekitar satu minggu tanpa bekas. Dengan minum cukup dan istirahat, tubuh biasanya mampu melawan infeksi sendiri. Yang perlu dijaga hanyalah agar tidak dehidrasi dan tidak menulari orang lain. Bila keluhan memburuk atau tidak membaik, segera temui tenaga kesehatan — penanganan yang cepat membuat pemulihan jauh lebih mulus.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Panduan kesehatan berbeda menurut negara dan wilayah. Halaman ini adalah edukasi umum dan mungkin tidak sesuai dengan panduan, obat, atau praktik di tempat Anda tinggal. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda, dan ikuti panduan setempat jika ada.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Tidak ada panduan yang menyebut topik ini
Tidak ada panduan kesehatan atau bab klinis yang menyebut persis topik ini yang dikutip di sini. Halaman ini hanya untuk edukasi dan informasi umum. Ini bukan diagnosis, rencana pengobatan, atau nasihat medis pribadi. Periksa dengan dokter Anda dan ikuti sarannya. Jika gejala berat, mendadak, atau mengkhawatirkan, segera cari perawatan medis, dan dalam keadaan darurat hubungi nomor darurat setempat. Ruqelo LLC tidak bertanggung jawab atas akibat medis atau hukum dari keputusan yang didasarkan pada informasi ini.
Terakhir diperbarui: 24 Oktober 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.