Demam Kelenjar (Mononukleosis Infeksiosa)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Demam kelenjar, juga dikenal sebagai mononukleosis infeksiosa atau 'kissing disease', adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Virus ini menyebar melalui air liur dan membuat tubuh terasa sangat lelah, disertai demam dan pembengkakan kelenjar getah bening. Meskipun gejalanya bisa mengganggu, sebagian besar orang akan pulih sepenuhnya dengan istirahat.
Fakta penting
- Disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) yang menular lewat air liur.
- Bukan infeksi bakteri, jadi antibiotik tidak membantu.
- Biasanya sembuh sendiri dengan istirahat, tanpa obat khusus.
- Rasa lelah dapat bertahan beberapa minggu sebelum benar-benar pulih.
Cukup umum terjadi, terutama pada remaja dan dewasa muda.
Paling sering menyerang remaja dan dewasa muda berusia 15–30 tahun, tetapi dapat terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua.
Gejala
- Kesulitan bernapas
- Nyeri perut hebat yang datang tiba-tiba, terutama di sisi kiri atas
- Pingsan atau tidak sadarkan diri
- ⚠Demam tinggi yang tidak membaik
- ⚠Kesulitan minum sehingga khawatir dehidrasi
- ⚠Sakit tenggorokan yang menghalangi menelan cairan
- ⚠Rasa lelah yang sangat parah hingga sulit bergerak
Gejala umum
- Demam
- Sakit tenggorokan yang hebat
- Kelenjar getah bening bengkak di leher, ketiak, atau selangkangan
- Rasa lelah yang berlebihan
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Pembengkakan amandel
- Kehilangan nafsu makan
Penyebab
Penyebab utama
- Virus Epstein-Barr (EBV) yang menular melalui air liur
- Kontak langsung, seperti berciuman dengan orang yang terinfeksi
- Berbagi alat makan, sikat gigi, atau gelas dengan orang yang terinfeksi
Faktor risiko
- Usia remaja dan dewasa muda (15–30 tahun)
- Tinggal di asrama atau tempat tinggal bersama
- Kebiasaan berbagi alat makan, minuman, atau sikat gigi
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika mengalami kesulitan bernapas atau nyeri perut hebat, segera cari pertolongan medis darurat.
- Jika tidak bisa menelan cairan sama sekali, segera periksa ke dokter.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika demam dan sakit tenggorokan menetap lebih dari 1–2 minggu.
- Jika rasa lelah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Jika kelenjar getah bening terasa semakin bengkak atau nyeri.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, melakukan pemeriksaan fisik, termasuk memeriksa tenggorokan, leher, dan perut untuk mendeteksi pembengkakan kelenjar atau limpa.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk melihat gambaran sel darah (hitung darah lengkap)
- Tes monospot untuk mendeteksi antibodi terhadap infeksi EBV
- Tes antibodi spesifik untuk virus Epstein-Barr
- Tes fungsi hati untuk mengetahui apakah hati ikut meradang
Apa yang diharapkan saat janji temu
Hasil tes biasanya keluar dalam beberapa hari. Dokter akan menjelaskan hasilnya dan memberikan arahan perawatan berdasarkan kondisi Anda. Anda mungkin diminta datang lagi untuk pemeriksaan lanjutan.
Perawatan
Demam kelenjar tidak memiliki obat antivirus khusus. Perawatan bertujuan meredakan gejala dan memberi tubuh waktu untuk sembuh sendiri. Sebagian besar orang merasa jauh lebih baik dalam 2–4 minggu.
Perawatan mandiri di rumah
- Beristirahatlah cukup, terutama saat demam dan rasa lelah muncul.
- Minum banyak air putih atau larutan oralit untuk mencegah dehidrasi.
- Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan sakit tenggorokan.
- Makan makanan lunak seperti bubur, sup, atau pisang jika menelan terasa nyeri.
- Hindari aktivitas fisik berat selama beberapa minggu untuk melindungi limpa.
Perawatan medis
Obat pereda demam dan nyeri yang dijual bebas dapat digunakan sesuai petunjuk dokter atau apoteker. Jangan memberikan obat jenis apa pun kepada anak tanpa rekomendasi tenaga kesehatan. Pada kasus tertentu, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi peradangan di tenggorokan. Ingat, antibiotik tidak bekerja untuk infeksi virus ini.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi sangat jarang diperlukan untuk demam kelenjar. Jika terjadi komplikasi serius seperti pecahnya limpa, penanganan darurat di rumah sakit mungkin melibatkan tindakan pembedahan.
Hidup dengan kondisi ini
Pemulihan berlangsung bertahap. Rasa lelah bisa menetap selama beberapa pekan hingga bulan. Dengarkan tubuh Anda dan jangan memaksakan diri untuk langsung beraktivitas seperti biasa. Berikan tubuh waktu untuk pulih.
Tips gaya hidup
- Hindari olahraga berat dan olahraga kontak selama minimal 3–4 minggu atau sesuai anjuran dokter untuk melindungi limpa.
- Jangan berbagi alat makan, sikat gigi, atau gelas dengan orang lain.
- Cukupi waktu tidur dan kelola stres dengan baik.
- Kembali bekerja, sekolah, atau beraktivitas secara bertahap.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, terutama makanan lunak saat tenggorokan sakit. Minum cukup cairan setiap hari. Setelah demam turun, olahraga ringan seperti jalan santai boleh dilakukan, tetapi hindari angkat beban atau olahraga kontak sampai dokter mengizinkan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Merasa lelah berkepanjangan bisa membuat Anda cemas, sedih, atau frustrasi. Ini adalah hal yang wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan, dan jangan ragu meminta bantuan emosional jika membutuhkannya.
Pencegahan
Tidak ada cara pasti untuk mencegah demam kelenjar karena virus ini sangat mudah menular melalui air liur. Anda dapat mengurangi risiko dengan tidak berbagi alat makan, sikat gigi, atau minuman, serta menghindari ciuman dengan orang yang sedang sakit.
Vaksin
Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah demam kelenjar.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan penyaringan rutin untuk demam kelenjar pada orang sehat.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pembengkakan tenggorokan yang parah hingga menyulitkan pernapasan
- Pembesaran limpa yang berisiko pecah, terutama jika beraktivitas berat
- Peradangan hati (hepatitis)
- Penurunan jumlah sel darah atau trombosit
- Sindrom kelelahan kronis yang berkepanjangan
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, hampir semua orang dengan demam kelenjar akan pulih sepenuhnya dalam 2–4 minggu, meskipun rasa lelah bisa bertahan lebih lama. Dengan istirahat yang cukup, cairan yang memadai, dan pemantauan dokter, risiko komplikasi serius sangat kecil. Semakin Anda merawat diri, semakin lancar proses pemulihan Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.