Flu Singapura (Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut)
Gambaran umum
Flu Singapura adalah nama sehari-hari untuk penyakit tangan, kaki, dan mulut (hand, foot, and mouth disease). Ini adalah infeksi ringan yang disebabkan oleh virus, ditandai dengan demam, luka kecil di dalam mulut, serta bintil atau lepuh kecil di telapak tangan, telapak kaki, dan kadang di bokong. Meskipun namanya mirip, penyakit ini tidak ada hubungannya dengan flu biasa atau virus influenza. Penyakit ini sangat menular, tetapi pada sebagian besar orang — terutama anak-anak — akan sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu sampai dua minggu tanpa bekas.
Fakta penting
- Disebabkan oleh virus dari kelompok enterovirus, paling sering virus Coxsackie dan enterovirus 71.
- Paling sering menyerang anak usia di bawah 5 tahun, tetapi orang dewasa juga bisa tertular.
- Menular lewat percikan ludah saat batuk atau bersin, air liur, cairan dari lepuh, dan tinja (kotoran).
- Tidak ada obat khusus untuk membunuh virusnya; pengobatan bertujuan meredakan gejala dan mencegah dehidrasi.
- Penderita sebaiknya beristirahat di rumah sampai demam hilang dan lepuh mengering agar tidak menularkan ke orang lain.
Ya, penyakit ini cukup umum, terutama di lingkungan dengan banyak anak kecil seperti taman kanak-kanak, tempat penitipan anak, dan sekolah dasar. Kasus bisa muncul sepanjang tahun, dengan kecenderungan meningkat pada musim tertentu. Di Indonesia, penyakit ini sering disebut "flu singapura" oleh masyarakat.
Siapa pun bisa tertular, tetapi paling sering anak-anak usia di bawah 5 tahun karena sistem kekebalan tubuh mereka belum matang dan mereka mudah kontak dekat satu sama lain saat bermain. Orang dewasa dan remaja bisa tertular, biasanya dari anak di rumah. Pada orang dewasa gejalanya sering lebih ringan, tetapi tetap bisa menularkan ke orang lain.
Gejala
- Tidak mau minum sama sekali atau tidak bisa menelan cairan apa pun sampai lemas
- Tanda dehidrasi berat: tidak buang air kecil seharian, mulut sangat kering, mata cekung, kulit tidak kembali cepat saat dicubit, dan anak sangat lemas atau sulit dibangunkan
- Kejang, kebingungan, atau penurunan kesadaran
- Sesak napas atau napas cepat dan berat
- Pada bayi di bawah 6 bulan: demam tinggi disertai lemas dan sulit menyusu
- ⚠Demam yang tidak turun setelah beberapa hari atau demam kembali muncul setelah sempat membaik
- ⚠Muncul tanda-tanda dehidrasi ringan seperti mulut mulai kering atau jarang pipis
- ⚠Luka di mulut sangat banyak sehingga anak benar-benar menolak makan dan minum
- ⚠Lemas, sangat mengantuk, atau tidak mau bermain sama sekali
- ⚠Kaki atau tangan terasa sangat nyeri atau bengkak
Gejala umum
- Demam, biasanya muncul lebih dulu sebelum muncul bintil atau luka
- Sakit tenggorokan dan badan terasa tidak nyaman
- Luka kecil seperti sariawan di dalam mulut, lidah, gusi, atau langit-langit
- Bintil atau lepuh kecil di telapak tangan, telapak kaki, dan kadang di sela jari
- Nafsu makan menurun karena sakit saat menelan
- Mudah lelah dan rewel
Gejala pada anak-anak
- Rewel dan menangis terus, terutama saat disuruh makan atau minum
- Tidak mau menyusu atau menolak makanan karena mulut terasa perih
- Air liur menetes lebih banyak karena sulit menelan
- Ruam atau bintil juga sering muncul di bokong dan lipatan paha, bukan hanya di tangan dan kaki
- Tanda dehidrasi perlu diwaspadai: jarang buang air kecil, mulut kering, mata cekung, dan lemas
Gejala pada lansia
- Gejala sering lebih ringan dan tidak khas, misalnya hanya sakit tenggorokan dan lemas
- Luka di mulut bisa terasa sangat tidak nyaman sehingga sulit makan dan minum
- Pada orang lanjut usia atau yang daya tahan tubuhnya lemah, risiko dehidrasi dan komplikasi lebih tinggi sehingga perlu lebih diperhatikan
- Bisa tertular dari cucu atau anak di rumah, jadi penting menjaga kebersihan tangan saat merawat keluarga yang sakit
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus dari kelompok enterovirus, terutama virus Coxsackie A dan enterovirus 71
- Penularan lewat percikan ludah atau droplets saat batuk, bersin, atau berbicara dekat
- Kontak langsung dengan air liur, cairan dari lepuh, atau tinja penderita
- Menyentuh benda atau permukaan yang tercemar virus, lalu menyentuh mulut atau mata tanpa cuci tangan
Faktor risiko
- Usia di bawah 5 tahun, terutama yang belum pernah terinfeksi sebelumnya
- Berada di tempat ramai dengan banyak anak kecil, seperti tempat penitipan anak, taman kanak-kanak, atau sekolah
- Tinggal serumah atau sering kontak dekat dengan penderita
- Kebiasaan cuci tangan yang kurang baik
- Daya tahan tubuh rendah, misalnya pada orang yang sedang sakit berat atau menjalani pengobatan tertentu
- Sanitasi lingkungan dan pengelolaan popok/toilet yang kurang bersih
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Anak tidak mau minum dan menunjukkan tanda dehidrasi
- Demam tinggi pada bayi di bawah 6 bulan
- Kejang, lemas berat, atau sulit dibangunkan
- Demam menetap lebih dari 3 hari atau muncul kembali setelah sempat membaik
- Luka di mulut sangat nyeri sampai tidak bisa makan atau minum sama sekali
Buat janji temu rutin jika:
- Ruam atau bintil muncul dan Anda ingin memastikan penyebabnya
- Gejala tidak membaik dalam beberapa hari
- Anda ingin mendapat saran tentang cara meredakan nyeri dan menjaga asupan cairan
- Ada anggota keluarga lain yang mulai menunjukkan gejala serupa
- Anda atau anak memiliki kondisi kesehatan lain yang membuat infeksi lebih berisiko
Diagnosis
Dokter biasanya mendiagnosis penyakit ini hanya dengan melihat gejala dan memeriksa luka di mulut serta bintil di tangan dan kaki. Pemeriksaan ini cukup dalam banyak kasus. Pada situasi tertentu, misalnya jika gejalanya tidak khas atau pasien mengalami keluhan berat, dokter dapat meminta pemeriksaan tambahan. Jika Anda ragu, tanyakan langsung kepada dokter atau tenaga kesehatan apa langkah yang perlu dilakukan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik dan wawancara gejala oleh dokter
- Pemeriksaan tenggorokan dan mulut untuk melihat luka
- Dalam kasus tertentu: usap tenggorokan (swab) atau pemeriksaan tinja untuk memastikan jenis virus
- Pemeriksaan darah bila dokter mencurigai komplikasi atau kondisi lain
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya singkat dan tidak sakit. Dokter akan bertanya sejak kapan gejala muncul, bagaimana pola demamnya, dan apakah ada orang lain di sekitar yang mengalami gejala serupa. Anda juga mungkin ditanya apakah penderita cukup minum dan buang air kecil seperti biasa. Setelah itu dokter akan menjelaskan cara perawatan di rumah dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
Perawatan
Tidak ada obat yang bisa membunuh virus penyebab flu singapura. Perawatan utama adalah meredakan gejala, menjaga kenyamanan, dan memastikan penderita cukup cairan agar tidak dehidrasi. Penting juga untuk beristirahat di rumah agar tidak menularkan ke orang lain. Jika anak Anda sedang dirawat, tanyakan kepada dokter atau apoteker cara merawat luka di mulut dan meredakan demam dengan aman.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum cairan lebih sering, sedikit-sedikit tetapi sering — air putih, kaldu hangat, atau larutan oralit bila dianjurkan tenaga kesehatan
- Pilih makanan lembut dan mudah ditelan, seperti bubur, sup, yogurt, pisang, atau kentang tumbuk
- Hindari makanan atau minuman asam, pedas, panas, atau berbumbu tajam karena bisa membuat luka di mulut makin perih
- Berikan makanan atau minuman dingin atau bersuhu ruang untuk mengurangi rasa sakit di mulut
- Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah merawat penderita
- Bersihkan mainan, gagang pintu, dan permukaan yang sering disentuh
- Istirahat cukup dan tetap di rumah sampai demam hilang dan lepuh mengering
- Untuk meredakan demam atau nyeri, tanyakan kepada dokter atau apoteker jenis obat yang sesuai untuk usia dan kondisi penderita — jangan memberi obat apa pun tanpa saran tenaga kesehatan, terutama pada anak kecil
Perawatan medis
Penanganan medis bersifat mendukung dan disesuaikan dengan gejala. Dokter dapat menyarankan obat pereda demam dan nyeri yang sesuai untuk usia penderita, serta cara merawat luka mulut agar lebih nyaman. Pada anak yang kecil, dokter juga dapat memberikan obat pereda nyeri mulut dengan cara pemakaian tertentu agar tidak mengganggu saat makan. Jika penderita tidak bisa minum atau sudah mengalami dehidrasi, dokter mungkin menyarankan perawatan atau pemberian cairan melalui saluran infus di fasilitas kesehatan. Antibiotik tidak digunakan karena penyebabnya virus, kecuali dokter menemukan infeksi bakteri lain yang menyertai.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi tidak diperlukan untuk penyakit ini.
Hidup dengan kondisi ini
Hari-hari pertama biasanya paling tidak nyaman, terutama saat luka di mulut muncul. Fokuskan pada hal-hal sederhana: pastikan penderita cukup minum, berikan makanan yang lembut dan tidak membuat mulut perih, serta ciptakan suasana tenang agar bisa beristirahat. Untuk anak, ajak bermain santai di rumah dan jauhkan dari keramaian sementara waktu. Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah merawat, serta bersihkan tempat tidur dan benda-benda yang sering dipakai bersama.
Tips gaya hidup
- Tetap di rumah selama masa penyembuhan dan sampai lepuh mengering
- Cuci tangan pakai sabun dengan cara yang benar, terutama setelah mengganti popok atau membantu penderita ke toilet
- Jangan berbagi botol minum, alat makan, handuk, atau mainan sebelum benar-benar bersih
- Jaga sirkulasi udara dan kebersihan rumah
- Beri tahu sekolah atau tempat penitipan anak agar mereka bisa memantau anak lain
- Gunakan tisu atau lengan saat batuk atau bersin, lalu cuci tangan
Diet dan olahraga
Pilih makanan yang lembut, tidak asam, dan tidak pedas agar mulut tidak makin perih. Makanan atau minuman dingin seperti yogurt atau es loli (tanpa gula berlebihan) bisa membantu meredakan nyeri. Yang paling penting adalah cairan, karena risiko utama penyakit ini adalah dehidrasi. Untuk aktivitas, cukup istirahat dan bermain ringan di rumah. Olahraga berat sebaiknya ditunda sampai demam hilang dan kondisi tubuh kembali bugar.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Sakit dengan luka di mulut bisa membuat anak rewel, sulit tidur, dan orang tua ikut lelah serta cemas. Ini normal dan biasanya membaik seiring gejala mereda. Beri pelukan, suasana tenang, dan hiburan sederhana seperti buku cerita atau mainan favorit. Bila Anda sebagai orang tua merasa sangat cemas atau kewalahan, bicarakan dengan pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan. Ingat, dukungan emosional juga bagian penting dari penyembuhan. Jika kecemasan atau tekanan perasaan berlanjut dan mengganggu keseharian, jangan ragu mencari bantuan tenaga profesional; layanan dukungan kesehatan jiwa setempat dapat membantu.
Pencegahan
Penularan bisa sangat dikurangi dengan kebiasaan bersih dan sehat, meskipun tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya karena virus ini mudah menular. Cuci tangan pakai sabun adalah cara paling sederhana dan paling penting. Pastikan juga benda dan permukaan yang sering disentuh, seperti mainan dan pegangan pintu, dibersihkan secara rutin.
Vaksin
Saat ini belum ada vaksin yang tersedia secara umum untuk mencegah flu singapura di Indonesia. Karena itu, kebersihan tangan dan lingkungan menjadi cara pencegahan utama. Tanyakan kepada dokter atau tenaga kesehatan setempat jika Anda ingin informasi terbaru mengenai perkembangan vaksin.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining rutin untuk penyakit ini. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan dan memantau gejala. Jika anak atau anggota keluarga menunjukkan gejala yang mengarah ke flu singapura, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk memastikan dan mendapat saran perawatan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Dehidrasi karena anak menolak makan dan minum akibat nyeri di mulut — ini komplikasi yang paling sering dan paling perlu diwaspadai
- Kehilangan berat badan sementara akibat sulit makan
- Pada kasus yang jarang, enterovirus 71 dapat menyebabkan peradangan pada otak atau selaput otak (misalnya meningitis atau ensefalitis), yang memerlukan penanganan segera
- Kuku tangan atau kaki bisa terlepas sementara beberapa minggu kemudian, tetapi biasanya tumbuh kembali normal
- Komplikasi lain yang sangat jarang terjadi pada otot jantung atau paru-paru, lebih berisiko pada anak dengan daya tahan tubuh lemah
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar penderita flu singapura akan pulih sepenuhnya dalam waktu sekitar 7 sampai 10 hari. Komplikasi berat jarang terjadi, terutama bila cairan tetap terjaga dan penderita dipantau dengan baik. Tetap tenang, ikuti saran tenaga kesehatan, dan segera cari bantuan bila muncul tanda-tanda dehidrasi atau keluhan yang memburuk.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Panduan kesehatan berbeda menurut negara dan wilayah. Halaman ini adalah edukasi umum dan mungkin tidak sesuai dengan panduan, obat, atau praktik di tempat Anda tinggal. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda, dan ikuti panduan setempat jika ada.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Tidak ada panduan yang menyebut topik ini
Tidak ada panduan kesehatan atau bab klinis yang menyebut persis topik ini yang dikutip di sini. Halaman ini hanya untuk edukasi dan informasi umum. Ini bukan diagnosis, rencana pengobatan, atau nasihat medis pribadi. Periksa dengan dokter Anda dan ikuti sarannya. Jika gejala berat, mendadak, atau mengkhawatirkan, segera cari perawatan medis, dan dalam keadaan darurat hubungi nomor darurat setempat. Ruqelo LLC tidak bertanggung jawab atas akibat medis atau hukum dari keputusan yang didasarkan pada informasi ini.
Terakhir diperbarui: 24 Oktober 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.