Hashimoto thyroiditis
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Hashimoto tiroiditis adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid (kelenjar kecil di leher yang mengatur metabolisme). Akibatnya, tiroid tidak bisa memproduksi hormon yang cukup, menyebabkan hipotiroidisme (kadar hormon tiroid rendah).
Fakta penting
- Penyakit autoimun paling umum yang menyebabkan hipotiroidisme.
- Lebih sering terjadi pada wanita, terutama usia 30–50 tahun.
- Dapat diturunkan dalam keluarga.
Ya, Hashimoto tiroiditis adalah penyebab paling umum hipotiroidisme di negara dengan kadar yodium cukup, termasuk Indonesia. Diperkirakan memengaruhi 1–2 dari 100 orang.
Siapa pun bisa terkena, tetapi lebih sering pada wanita (5–10 kali lebih sering dibanding pria), terutama pada usia 30–50 tahun. Risiko meningkat jika ada anggota keluarga dengan penyakit tiroid atau autoimun lain.
Gejala
- Sulit bernapas atau napas pendek
- Kesadaran menurun (sulit dibangunkan)
- Tekanan darah sangat rendah atau pingsan
- Detak jantung sangat lambat (di bawah 40 per menit)
- ⚠Pembesaran gondok yang tiba-tiba menyakitkan atau mengganggu menelan
- ⚠Gejala hipotiroidisme yang memburuk dengan cepat
- ⚠Demam tinggi disertai mengigau atau kebingungan
Gejala umum
- Kelelahan berlebihan
- Berat badan naik padahal makan normal
- Merasa dingin terus-menerus
- Kulit kering dan rambut rontok
- Sembelit (susah buang air besar)
- Nyeri otot dan sendi
- Detak jantung lambat
- Depresi atau suasana hati mudah berubah
- Pembesaran kelenjar tiroid (gondok) di leher bagian depan
Gejala pada anak-anak
- Pertumbuhan lambat (lebih pendek dari anak seusia)
- Kelelahan, susah konsentrasi di sekolah
- Kulit kering, rambut rontok
- Sembelit kronis
- Pubertas terlambat
Gejala pada lansia
- Mudah lupa atau pikun
- Lemah otot, sering jatuh
- Depresi yang tidak khas
- Detak jantung lambat, tekanan darah rendah
- Kulit sangat kering dan pecah-pecah
Penyebab
Penyebab utama
- Sistem kekebalan tubuh secara keliru menghasilkan antibodi yang menyerang sel-sel tiroid.
- Faktor genetik (riwayat keluarga dengan penyakit tiroid atau autoimun lain).
- Pemicu lingkungan seperti infeksi virus, stres berat, atau perubahan hormon (misalnya setelah melahirkan).
Faktor risiko
- Perempuan (risiko lebih tinggi dibanding laki-laki)
- Usia 30–50 tahun
- Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid atau autoimun (misalnya diabetes tipe 1, lupus)
- Kehamilan atau setelah melahirkan
- Paparan radiasi di daerah leher
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika mengalami gejala darurat seperti sulit bernapas, kesadaran menurun, atau detak jantung sangat lambat.
- Jika gondok membesar dengan cepat dan terasa sakit.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda merasa lelah terus-menerus, berat badan naik tanpa sebab jelas, atau sering kedinginan.
- Jika ada riwayat keluarga dengan penyakit tiroid.
- Jika wanita merencanakan kehamilan atau sedang hamil dengan gejala tiroid.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik (meraba leher untuk menilai tiroid). Diagnosis ditegakkan dengan tes darah.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah TSH (hormon perangsang tiroid) – meningkat pada hipotiroidisme.
- Tes darah T4 bebas – rendah pada hipotiroidisme.
- Tes antibodi tiroid (anti-TPO) – positif pada Hashimoto.
- Kadang USG tiroid untuk melihat ukuran dan struktur kelenjar.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pengambilan darah biasanya cukup. Hasil tes bisa keluar dalam beberapa hari. Dokter akan menjelaskan hasil dan langkah selanjutnya. Jika perlu, dokter mungkin merujuk ke spesialis penyakit dalam (endokrinolog).
Perawatan
Pengobatan utama adalah terapi penggantian hormon tiroid untuk mengembalikan kadar hormon normal. Obat diminum setiap hari dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan hasil tes darah.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum obat pengganti hormon tiroid setiap hari pada waktu yang sama (biasanya pagi, sebelum makan).
- Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi dokter.
- Periksakan kadar TSH secara rutin sesuai anjuran dokter.
- Hindari perubahan dosis sendiri meskipun merasa lebih baik.
Perawatan medis
Dokter akan meresepkan hormon tiroid sintetik (tiroksin) yang diminum setiap hari. Dosis disesuaikan berdasarkan berat badan, usia, dan hasil tes darah. Pada awal pengobatan, tes darah dilakukan setiap 6–8 minggu untuk menyesuaikan dosis. Setelah stabil, tes cukup setiap 6–12 bulan. Dokter juga akan memantau efek samping dan kondisi lain.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi tiroid jarang diperlukan, hanya jika ada gondok besar yang mengganggu pernapasan atau menelan, atau jika dicurigai ada kanker tiroid.
Hidup dengan kondisi ini
Dengan pengobatan rutin, sebagian besar orang dapat beraktivitas normal. Perhatikan perubahan gejala dan patuhi jadwal minum obat. Konsultasikan ke dokter jika gejala kembali muncul.
Tips gaya hidup
- Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya sayur, buah, dan protein tanpa lemak.
- Batasi makanan olahan dan gula berlebih.
- Olahraga teratur seperti jalan kaki, yoga, atau berenang.
- Kelola stres dengan meditasi, hobi, atau dukungan sosial.
- Tidur cukup 7–8 jam per malam.
Diet dan olahraga
Tidak perlu diet khusus, namun penting mencukupi asupan yodium (dari garam beryodium secukupnya) dan selenium (dari kacang-kacangan, ikan). Olahraga ringan hingga sedang baik untuk metabolisme dan mood. Hindari olahraga berat jika merasa sangat lelah.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hipotiroidisme dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan kabut otak. Penting untuk menyadari hal ini dan mencari dukungan. Jika gejala mental terasa berat, bicarakan dengan dokter atau konselor.
Pencegahan
Tidak ada cara pasti untuk mencegah Hashimoto tiroiditis karena penyebabnya autoimun. Namun, menghindari paparan radiasi berlebihan di leher dan menjaga kesehatan sistem imun (dengan pola hidup sehat) mungkin membantu mengurangi risiko.
Program skrining
Tidak dianjurkan skrining rutin pada populasi umum. Namun, jika Anda memiliki riwayat keluarga kuat atau gejala, konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Hipotiroidisme berat (myxedema coma) – jarang tapi mengancam jiwa.
- Penyakit jantung (kolesterol tinggi, gagal jantung).
- Infertilitas atau gangguan kehamilan.
- Gangguan mental seperti depresi berat.
- Gondok besar yang mengganggu pernapasan atau menelan.
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, prognosis Hashimoto tiroiditis sangat baik. Kebanyakan orang dapat hidup normal, berenergi, dan sehat. Pengobatan seumur hidup mungkin diperlukan, tetapi efek samping minimal. Pemantauan rutin membantu mencegah komplikasi.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 27 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.