Infeksi Ginjal (Pielonefritis)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Jika gejala parah, memburuk, atau mengancam jiwa, segera cari perawatan medis darurat.
Gambaran umum
Infeksi ginjal (pielonefritis) adalah peradangan pada satu atau kedua ginjal yang disebabkan oleh bakteri. Ginjal adalah organ berbentuk seperti kacang yang bertugas menyaring darah dan membuat urine. Saat bakteri masuk ke ginjal, area tersebut bisa menjadi bengkak dan sakit, serta mengganggu fungsi ginjal jika tidak segera diobati.
Fakta penting
- Infeksi ginjal biasanya dimulai dari infeksi saluran kemih bawah (ISK) seperti kandung kemih yang tidak diobati dengan tuntas.
- Jika ditangani segera dengan antibiotik yang tepat, sebagian besar pasien sembuh total tanpa masalah jangka panjang.
- Wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi ginjal dibandingkan pria karena saluran kemih mereka lebih pendek.
Infeksi ginjal cukup sering terjadi, terutama pada wanita. Di Indonesia, data dari Kemenkes menunjukkan bahwa infeksi saluran kemih, termasuk yang naik ke ginjal, merupakan salah satu penyakit infeksi yang umum ditemukan.
Infeksi ginjal dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada wanita dewasa muda, ibu hamil, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki gangguan saluran kemih atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Gejala
- Demam sangat tinggi (di atas 40°C) yang tidak turun setelah minum obat penurun panas
- Menggigil hebat disertai nyeri pinggang yang tak tertahankan
- Kebingungan atau sulit diajak bicara
- Muntah terus-menerus sehingga tidak bisa minum obat
- Sulit buang air kecil atau tidak bisa buang air kecil sama sekali
- ⚠Nyeri pinggang yang semakin parah atau tidak berkurang dengan istirahat
- ⚠Demam tinggi yang menetap lebih dari 3 hari meski sudah minum obat
- ⚠Urine mengandung darah (warna merah atau kecoklatan)
Gejala umum
- Demam tinggi (bisa mencapai 39°C atau lebih) dan menggigil
- Nyeri di punggung bagian bawah atau samping (pinggang) yang terasa tumpul atau tajam
- Sering buang air kecil, terasa nyeri atau perih saat buang air kecil
- Urine keruh, berbau tidak sedap, atau mengandung darah
- Mual dan muntah
- Rasa lemas dan tidak enak badan
Gejala pada anak-anak
- Demam tinggi tanpa sebab yang jelas
- Rewel, mudah marah, atau lesu
- Muntah atau diare
- Tidak mau menyusu atau makan
- Urine berbau atau berwarna tidak biasa
Gejala pada lansia
- Kebingungan atau perubahan perilaku mendadak
- Demam ringan atau bahkan tanpa demam (demam mungkin tidak khas)
- Lemah atau jatuh tanpa sebab jelas
- Kehilangan nafsu makan
- Inkontinensia urine yang baru muncul
Penyebab
Penyebab utama
- Bakteri (paling sering Escherichia coli) berasal dari kandung kemih yang naik ke ginjal melalui saluran ureter.
- Bakteri dari aliran darah (jarang) yang mencapai ginjal dan menyebabkan infeksi.
Faktor risiko
- Wanita – karena saluran kemih lebih pendek dan dekat dengan anus
- Kehamilan – perubahan hormonal dan tekanan pada saluran kemih
- Batu ginjal atau pembesaran prostat yang menghalangi aliran urine
- Penggunaan kateter urine dalam waktu lama
- Diabetes melitus yang tidak terkontrol
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya karena HIV/AIDS atau obat imunosupresan)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke IGD RS atau dokter jika Anda demam tinggi, menggigil, nyeri pinggang hebat, muntah, atau sulit buang air kecil.
- Jika Anda hamil dan mengalami gejala infeksi saluran kemih sekecil apa pun, segera periksakan diri.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda merasakan nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau urine keruh, tetapi tidak demam dan masih bisa minum, segera konsultasi ke puskesmas atau dokter umum.
Diagnosis
Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan gejala Anda, kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari nyeri di area ginjal.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan urine (urinalisis) untuk melihat adanya bakteri, sel darah putih, atau darah dalam urine.
- Kultur urine untuk menentukan jenis bakteri dan antibiotik yang sesuai.
- Tes darah untuk melihat tanda infeksi (seperti jumlah sel darah putih yang tinggi) dan fungsi ginjal.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta memberikan sampel urine. Dokter juga mungkin melakukan USG ginjal atau CT scan jika curiga ada batu atau sumbatan. Prosedur ini tidak sakit dan hanya memakan waktu beberapa menit.
Perawatan
Pengobatan utama untuk infeksi ginjal adalah antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Jenis dan durasi antibiotik tergantung pada tingkat keparahan dan hasil kultur. Pastikan Anda menghabiskan seluruh dosis antibiotik, bahkan jika gejala sudah membaik.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum banyak air putih (kecuali ada batasan dari dokter) untuk membantu mengeluarkan bakteri dari ginjal.
- Istirahat yang cukup agar tubuh bisa melawan infeksi.
- Kompres hangat di area pinggang untuk meredakan nyeri.
Perawatan medis
Dokter akan meresepkan antibiotik oral untuk infeksi ringan hingga sedang. Jika infeksi parah, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik melalui infus dan cairan intravena. Pengobatan biasanya berlangsung 7–14 hari, tergantung respons dan jenis bakteri.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan, tetapi mungkin dilakukan jika ada abses (kantong nanah) di ginjal, batu ginjal besar, atau sumbatan saluran kemih yang tidak bisa diatasi dengan cara lain.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah memulai pengobatan, Anda biasanya akan merasa lebih baik dalam 2–3 hari. Penting untuk menyelesaikan seluruh resep antibiotik, meski gejala sudah hilang. Lakukan kontrol sesuai jadwal untuk memastikan infeksi benar-benar bersih.
Tips gaya hidup
- Biasakan buang air kecil setiap 3–4 jam, jangan menahan kencing.
- Bersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk mencegah bakteri masuk saluran kemih.
- Hindari penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung pewangi atau alkohol.
- Kenakan pakaian dalam berbahan katun yang longgar dan ganti setiap hari.
Diet dan olahraga
Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari. Tidak ada pantangan makanan khusus, tetapi mengurangi kafein dan minuman bersoda bisa membantu mengurangi iritasi kandung kemih. Olahraga ringan seperti jalan kaki boleh dilakukan jika sudah tidak demam dan lemas, dengar isyarat tubuh.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Merasa sakit dan harus menjalani pengobatan bisa membuat stres atau cemas, terutama jika infeksi sering kambuh. Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter atau keluarga tentang perasaan Anda. Ingatlah bahwa kondisi ini bisa diobati.
Pencegahan
Banyak kasus infeksi ginjal bisa dicegah dengan menjaga kebersihan saluran kemih dan mengobati infeksi saluran kemih bawah (ISK) dengan tuntas. Minum air yang cukup, buang air kecil setelah berhubungan seksual, dan menghindari penundaan buang air kecil sangat membantu.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah infeksi ginjal. Namun, vaksin untuk bakteri tertentu yang bisa menyebabkan ISK (seperti pada orang dengan risiko tinggi) dalam tahap penelitian, tetapi belum tersedia secara luas.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk semua orang. Namun, ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan urine rutin sebagai bagian dari perawatan kehamilan untuk mendeteksi infeksi tanpa gejala (bakteriuria asimptomatik) yang bisa naik ke ginjal.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi gagal ginjal akut – ginjal tidak bisa menyaring darah dengan baik.
- Sepsis – infeksi menyebar ke aliran darah, menyebabkan tekanan darah turun drastis dan dapat mengancam jiwa.
- Abses ginjal – terbentuknya kumpulan nanah di jaringan ginjal.
- Kerusakan ginjal permanen – jika infeksi berulang atau tidak diobati lama, ginjal bisa menjadi jaringan parut dan fungsinya menurun.
Prospek jangka panjang
Jika diobati tepat waktu, kebanyakan orang dengan infeksi ginjal sembuh total tanpa masalah jangka panjang. Antibiotik modern sangat efektif, dan rawat inap memberikan perawatan intensif bila diperlukan. Yang terpenting adalah mengenali gejala awal dan segera memeriksakan diri.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Yayasan Ginjal Indonesia ↗ · Indonesia
- Kementerian Kesehatan RI ↗ · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 29 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.