Hidup dengan Penyakit Arteri
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Penyakit arteri terjadi saat dinding arteri menyempit atau tersumbat oleh timbunan lemak, kolesterol, dan zat lain yang disebut plak. Kondisi ini dikenal juga sebagai aterosklerosis. Bila tidak ditangani, aliran darah ke organ penting bisa terganggu dan menyebabkan masalah serius seperti serangan jantung atau stroke.
Fakta penting
- Penyakit arteri berkembang perlahan selama bertahun-tahun tanpa gejala yang jelas.
- Faktor gaya hidup seperti merokok dan kurang gerak sangat memengaruhi risiko penyakit arteri.
- Penanganan sejak dini dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit.
- Penyakit arteri bisa menyerang pembuluh darah di jantung, otak, kaki, dan organ lainnya.
Ya, penyakit arteri adalah salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak terjadi di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Penyakit arteri lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun, terutama mereka yang merokok, memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan stroke.
Gejala
- Nyeri dada hebat yang tidak hilang, terutama disertai keringat dingin, mual, atau sesak napas
- Kelemahan mendadak pada satu sisi wajah, lengan, atau tungkai
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan secara mendadak
- Kehilangan penglihatan secara mendadak pada salah satu mata
- Nyeri perut yang sangat hebat dan datang tiba-tiba
- Luka di kaki yang berdarah banyak atau terasa sangat nyeri secara tiba-tiba
- ⚠Nyeri kaki yang bertambah parah saat berjalan dan tidak hilang setelah istirahat
- ⚠Luka pada kaki yang memerah, bengkak, atau mengeluarkan nanah
- ⚠Dada terasa tidak nyaman yang muncul saat beraktivitas dan hilang saat istirahat
- ⚠Detak jantung terasa tidak teratur atau cepat tanpa sebab yang jelas
Gejala umum
- Nyeri atau kram di kaki saat berjalan yang mereda setelah istirahat
- Rasa dingin atau mati rasa di kaki atau tangan
- Luka pada kaki yang sulit sembuh
- Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada saat beraktivitas
- Sesak napas saat melakukan kegiatan ringan
- Kelelahan yang tidak biasa
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, penyakit arteri jarang terjadi, tetapi bisa muncul sebagai gejala penyakit bawaan seperti demam rematik atau kelainan pembuluh darah sejak lahir.
- Gejala yang mungkin timbul antara lain nyeri dada, jantung berdebar, atau pembengkakan di kaki atau tangan.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala bisa kurang khas, seperti mudah lelah, kebingungan mendadak, atau penurunan kemampuan berjalan.
- Nyeri kaki saat berjalan sering dianggap sebagai bagian dari penuaan, padahal bisa menjadi tanda penyakit arteri.
Penyebab
Penyebab utama
- Aterosklerosis: penumpukan plak lemak di dinding arteri yang menyebabkan pengerasan dan penyempitan
- Peradangan pada dinding arteri akibat penyakit autoimun atau infeksi
- Cedera atau kerusakan pada pembuluh darah karena tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
Faktor risiko
- Merokok atau terpapar asap rokok
- Diabetes atau gula darah tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi, terutama kolesterol jahat (LDL)
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Kurang aktivitas fisik
- Usia di atas 50 tahun
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau stroke
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri dada yang tidak hilang setelah istirahat
- Luka di kaki yang membesar atau berbau busuk
- Tungkai pucat, dingin, atau sangat nyeri secara mendadak
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda berusia di atas 50 tahun dan memiliki faktor risiko seperti merokok, diabetes, atau tekanan darah tinggi
- Jika Anda sering mengalami nyeri kaki saat berjalan atau kram yang hilang timbul
- Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan kesehatan jantung dan pembuluh darah secara berkala
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan keluarga, dan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat memeriksa denyut nadi di kaki dan tangan, serta mendengarkan suara aliran darah menggunakan stetoskop.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes indeks pergelangan kaki-brachial (ABI): membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan lengan
- Ultrasonografi (USG) pembuluh darah: melihat aliran darah dan menemukan penyempitan arteri
- Angiografi: tes pencitraan menggunakan zat kontras untuk melihat bagian arteri yang tersumbat
- Tes darah: memeriksa kadar kolesterol, gula darah, dan penanda peradangan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak menyakitkan dan dilakukan di rumah sakit atau klinik. Jika tes menunjukkan penyempitan arteri, dokter akan membahas langkah penanganan selanjutnya. Beberapa tes seperti angiografi mungkin memerlukan persiapan khusus dan akan dijelaskan oleh dokter.
Perawatan
Tujuan penanganan penyakit arteri adalah meringankan gejala, memperlambat perkembangan penyakit, dan mencegah komplikasi. Pengobatan biasanya terdiri dari perubahan gaya hidup, pengendalian faktor risiko, dan dalam beberapa kasus tindakan medis atau operasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok
- Berjalan kaki secara rutin setiap hari untuk melancarkan aliran darah
- Menjaga kaki tetap bersih dan lembap, serta memakai alas kaki yang nyaman
- Memeriksa kaki setiap hari, terutama jika menderita diabetes
- Membatasi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, mencegah penggumpalan darah, atau mengendalikan gula darah. Semua obat harus dikonsumsi sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Dokter juga akan menyesuaikan pengobatan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tindakan seperti angioplasti atau operasi bypass dilakukan jika penyumbatan arteri sangat parah atau tidak membaik dengan pengobatan. Dokter bedah akan membahas pilihan terbaik berdasarkan lokasi dan tingkat keparahan penyumbatan.
Hidup dengan kondisi ini
Menjalani hidup dengan penyakit arteri memerlukan perhatian khusus pada kebiasaan harian. Penting untuk minum obat secara teratur, mengontrol tekanan darah dan gula darah, serta memeriksa kaki secara rutin untuk mendeteksi luka lebih dini.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok tanpa pengecualian
- Olahraga ringan sedang minimal 30 menit per hari, seperti berjalan atau bersepeda
- Kelola stres dengan teknik relaksasi, meditasi, atau hobi yang menyenangkan
- Tidur cukup 7–9 jam per malam
Diet dan olahraga
Makanan yang dianjurkan adalah sayur, buah, biji-bijian utuh, ikan, dan lemak sehat dari kacang-kacangan. Batasi makanan asin, gorengan, dan daging merah berlebihan. Olahraga seperti berjalan kaki secara teratur terbukti membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi gejala.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit kronis bisa menimbulkan cemas, sedih, atau khawatir berlebihan. Perasaan ini wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga atau profesional kesehatan. Jika Anda merasa depresi atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera minta bantuan dari layanan kesehatan jiwa atau layanan krisis di sekitar Anda.
Pencegahan
Ya, sebagian besar penyakit arteri dapat dicegah dengan gaya hidup sehat. Menghentikan kebiasaan merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol merupakan langkah utama pencegahan.
Vaksin
Beberapa penyakit infeksi seperti flu dapat memperburuk kondisi jantung dan pembuluh darah. Vaksinasi flu dan vaksin lain yang direkomendasikan dapat membantu mencegah infeksi. Tanyakan kepada dokter atau fasilitas kesehatan setempat mengenai vaksin yang tepat untuk Anda.
Program skrining
Jika Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan seperti pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, dan profil lipid dapat membantu mendeteksi kelainan sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Serangan jantung akibat penyumbatan arteri koroner
- Stroke akibat penyumbatan atau pecahnya arteri di otak
- Gangguan aliran darah ke kaki yang parah, berisiko amputasi
- Kerusakan organ ginjal karena suplai darah berkurang
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, banyak orang dengan penyakit arteri dapat hidup aktif dan berkualitas dengan menjalani pengobatan dan mengubah gaya hidup. Harapannya sangat cerah jika Anda mau bekerja sama dengan tim medis dan menjalani langkah-langkah pencegahan secara konsisten.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.