Pendarahan Rektal
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Jika gejala parah, memburuk, atau mengancam jiwa, segera cari perawatan medis darurat.
Gambaran umum
Keluar darah dari anus atau dubur. Darah bisa berwarna merah terang atau gelap, dan bisa bercampur dengan tinja atau hanya terlihat di tisu setelah buang air besar.
Fakta penting
- Meskipun sering dikaitkan dengan wasir, pendarahan dubur juga bisa menjadi tanda kondisi lain yang memerlukan penanganan medis.
- Sebagian besar penyebab pendarahan dubur tidak serius, tetapi tetap perlu dievaluasi oleh dokter untuk memastikan penyebabnya.
- Pendarahan dubur bisa terjadi pada semua usia, namun risiko lebih tinggi pada orang dewasa di atas 40 tahun.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merekomendasikan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanker usus besar pada kelompok risiko.
Ya, cukup sering terjadi. Banyak orang mengalami pendarahan dubur ringan setidaknya sekali seumur hidup.
Anak-anak hingga lansia, tetapi lebih sering pada orang dewasa, terutama mereka yang memiliki wasir, sering sembelit, atau memiliki riwayat kanker usus besar dalam keluarga.
Gejala
- Pendarahan hebat dari anus (lebih dari beberapa sendok makan)
- Pusing, pingsan, atau merasa hampir pingsan
- Detak jantung cepat atau sesak napas
- Muntah darah atau tinja hitam lengket seperti aspal
- ⚠Pendarahan dubur yang pertama kali terjadi, terutama jika usia di atas 40 tahun
- ⚠Pendarahan berulang tanpa penyebab jelas
- ⚠Disertai nyeri perut hebat atau perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari beberapa minggu
Gejala umum
- Darah merah terang di tisu toilet setelah buang air besar
- Darah bercampur dengan tinja (warna merah atau hitam seperti aspal)
- Rasa sakit atau tidak nyaman di sekitar anus saat buang air besar
- Bisa disertai benjolan di anus (wasir)
Gejala pada anak-anak
- Darah merah terang di tinja atau tisu, sering karena sembelit atau fisura anus
- Anak mungkin mengeluh sakit saat buang air besar
- Jika disertai demam, diare berdarah, atau muntah, segera periksakan ke dokter
Gejala pada lansia
- Darah merah atau hitam, bisa disertai perubahan kebiasaan buang air besar
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Sering merasa lelah karena anemia akibat kehilangan darah
Penyebab
Penyebab utama
- Wasir (hemoroid) – pembengkakan pembuluh darah di anus
- Fisura anus – robekan kecil di kulit sekitar anus
- Divertikulosis – kantong kecil di dinding usus besar yang berdarah
- Polip usus besar – pertumbuhan jaringan yang bisa menjadi kanker jika tidak diangkat
- Penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn
- Kanker usus besar atau rektum
Faktor risiko
- Sembelit kronis atau mengejan saat buang air besar
- Usia di atas 50 tahun
- Riwayat keluarga dengan kanker usus besar atau polip
- Obesitas, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan
- Kurang serat dalam makanan
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika pendarahan berat atau disertai gejala syok (pusing, lemas, pingsan)
- Jika darah berwarna hitam atau merah gelap bercampur tinja
- Jika disertai nyeri perut hebat atau muntah darah
Buat janji temu rutin jika:
- Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami pendarahan dubur untuk pertama kali, meskipun ringan
- Jika pendarahan berulang atau tidak sembuh setelah pengobatan wasir sederhana
- Jika ada perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari 3 minggu
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan dubur (digital rectal exam).
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan dubur (digital rectal exam) – dokter memasukkan jari bersarung ke dalam anus untuk meraba kelainan.
- Anoskopi – alat kecil untuk melihat bagian dalam anus dan rektum.
- Kolposkopi atau sigmoidoskopi – menggunakan kamera untuk melihat usus besar dan rektum.
- Tes darah untuk memeriksa kadar hemoglobin (anemia).
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya cepat dan tidak terlalu nyaman. Dokter akan menjelaskan prosedur dan hasilnya. Beberapa tes mungkin memerlukan persiapan seperti puasa atau membersihkan usus.
Perawatan
Pengobatan tergantung pada penyebab pendarahan. Rencana penanganan akan ditentukan oleh dokter setelah diagnosis ditegakkan.
Perawatan mandiri di rumah
- Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan tinggi serat (sayuran, buah, kacang-kacangan).
- Hindari mengejan saat buang air besar.
- Rendam duduk dalam air hangat (sitz bath) selama 10-15 menit setelah buang air besar untuk meredakan wasir.
- Gunakan tisu basah atau lap lembut, jangan menggosok keras.
- Hindari duduk terlalu lama di toilet.
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat oles atau supositoria untuk meredakan wasir atau fisura. Untuk polip atau kanker, tindakan seperti pengangkatan polip (polipektomi) atau operasi mungkin diperlukan. Terapi lain termasuk koagulasi laser atau ligasi karet gelang untuk wasir. Semua pengobatan harus berdasarkan resep dan saran dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat wasir yang parah, memperbaiki fisura kronis, mengangkat polip besar, atau mengangkat tumor pada kanker usus besar/rektum.
Hidup dengan kondisi ini
Jika penyebabnya ringan, Anda bisa menjalani aktivitas normal. Namun, perhatikan pola buang air besar dan waspadai tanda-tanda pendarahan berulang.
Tips gaya hidup
- Jaga berat badan ideal dengan olahraga teratur.
- Hindari merokok dan batasi alkohol.
- Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.
- Minum cukup air (minimal 8 gelas sehari).
- Kelola stres dengan relaksasi atau hobi.
Diet dan olahraga
Makanan seperti sayur bayam, brokoli, pepaya, pisang, dan gandum utuh membantu melancarkan buang air besar. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda 30 menit sehari dapat mencegah sembelit.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Pendarahan dubur sering menimbulkan kecemasan, terutama jika dikhawatirkan sebagai kanker. Bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan penjelasan yang menenangkan. Jika kecemasan berlanjut, konsultasi dengan psikolog bisa membantu.
Pencegahan
Meskipun tidak semua penyebab dapat dicegah, Anda bisa menurunkan risiko dengan pola hidup sehat: tinggi serat, cukup cairan, olahraga, dan tidak merokok.
Vaksin
Vaksinasi tidak tersedia untuk pencegahan pendarahan dubur secara langsung. Namun, vaksin HPV dapat mencegah kanker anus yang terkait virus HPV.
Program skrining
Skrining kanker usus besar rutin dianjurkan mulai usia 45 tahun, atau lebih awal jika ada faktor risiko. Metode skrining seperti tes darah samar tinja (FOBT) atau kolonoskopi dapat mendeteksi polip sebelum menjadi kanker. Ikuti panduan Kemenkes RI.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Anemia (kurang darah) akibat kehilangan darah terus-menerus
- Wasir yang membesar dan sulit diobati
- Penyebaran kanker usus besar jika tidak terdeteksi dini
- Infeksi atau abses pada fisura anus
Prospek jangka panjang
Kebanyakan penyebab pendarahan dubur dapat ditangani dengan baik. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, prognosis umumnya sangat baik. Bahkan untuk kanker usus besar, jika ditemukan pada stadium awal, angka kesembuhan tinggi. Jangan ragu untuk memeriksakan diri – langkah awal adalah yang terpenting.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Yayasan Kanker Indonesia (YKI) ↗ · Indonesia
- Yayasan Ostomi Indonesia ↗ · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 29 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.