Retinoblastoma (Kanker Mata pada Anak)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Retinoblastoma adalah jenis kanker mata yang langka dan biasanya menyerang anak-anak. Kanker ini tumbuh di retina, yaitu lapisan tipis di bagian dalam belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya. Retinoblastoma bisa terjadi di satu mata atau kedua mata.
Fakta penting
- Retinoblastoma paling sering ditemukan pada anak di bawah usia 5 tahun.
- Salah satu tanda paling khas adalah pupil mata tampak putih seperti mata kucing yang menyala saat difoto.
- Jika ditemukan sejak dini, sebagian besar anak dengan retinoblastoma bisa sembuh dan tetap dapat melihat.
Tidak. Retinoblastoma termasuk penyakit langka. Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 4–5 kasus per juta anak setiap tahun. Kementerian Kesehatan menyarankan pemeriksaan mata rutin pada anak agar penyakit ini bisa ditemukan sedini mungkin.
Retinoblastoma terutama menyerang anak-anak, hampir selalu sebelum usia 5 tahun. Kadang penyakit ini diturunkan dalam keluarga. Pada orang dewasa, kasus ini sangat jarang terjadi.
Gejala
- Mata atau kelopak mata membengkak dengan sangat cepat.
- Muncul darah di dalam mata tanpa penyebab yang jelas.
- Anak kehilangan kesadaran atau mengalami kejang.
- ⚠Orang tua melihat pupil anak berwarna putih saat difoto atau terkena cahaya.
- ⚠Mata anak tampak menonjol atau terasa keras.
- ⚠Mata anak memerah atau sakit yang tidak membaik dalam beberapa hari.
- ⚠Bayi atau anak tampak tidak bisa melihat atau tidak merespons cahaya.
Gejala umum
- Pupil mata tampak putih atau seperti cahaya mata kucing saat terkena cahaya atau saat difoto (disebut leukokoria).
- Mata tampak juling atau tidak sejajar.
- Kemerahan, bengkak, atau rasa sakit pada bola mata tanpa sebab yang jelas.
- Penglihatan berkurang, misalnya anak sering menabrak benda atau kesulitan melihat mainan.
- Ukuran mata membesar atau menonjol.
Gejala pada anak-anak
- Pada anak, tanda yang paling sering disadari orang tua adalah pupil berwarna putih kehijauan saat difoto dengan lampu flash, atau mata yang tampak melenceng.
- Anak mungkin sering menggosok mata, menutup satu mata, atau menunjukkan reaksi kurang mengenali wajah orang terdekat.
Penyebab
Penyebab utama
- Retinoblastoma terjadi karena kesalahan (mutasi) pada gen RB1, yang seharusnya mengatur pertumbuhan sel retina.
- Mutasi gen ini bisa diturunkan dari salah satu orang tua, tetapi bisa juga muncul secara acak tanpa faktor keturunan.
- Penyakit ini tidak disebabkan oleh kesalahan orang tua, makanan tertentu, atau penggunaan obat saat hamil.
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan retinoblastoma.
- Usia anak di bawah 5 tahun.
- Kelainan genetik tertentu yang sangat jarang, seperti sindrom 13q deletion.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera bawa anak ke dokter spesialis mata jika pupil tampak putih saat difoto, mata menonjol, atau terjadi pembengkakan.
- Jika mata anak sangat merah, sakit, atau anak mengeluh penglihatannya hilang, sebaiknya periksa pada hari yang sama.
Buat janji temu rutin jika:
- Lakukan pemeriksaan mata rutin pada bayi dan anak, terutama jika ada anggota keluarga yang pernah menderita retinoblastoma.
- Jika terdapat riwayat retinoblastoma dalam keluarga, tanyakan kepada dokter tentang konsultasi genetik dan pemeriksaan mata sejak bayi.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan keluarga, kemudian memeriksa mata anak secara menyeluruh. Dokter spesialis mata anak akan menggunakan alat khusus untuk melihat retina dan mencari tanda-tanda tumor.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan mata dengan pupil yang dilebarkan (ditetesi obat tetes mata agar pupil terbuka).
- Ultrasonografi (USG) mata untuk melihat bentuk dan ukuran tumor.
- Foto khusus atau CT/MRI kepala untuk melihat apakah tumor telah menyebar ke luar mata.
- Tes darah dan tes genetik untuk memeriksa mutasi gen RB1, terutama jika dicurigai faktor keturunan.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya dilakukan di rumah sakit dengan peralatan khusus. Dokter mungkin memberikan obat penenang ringan agar anak tetap tenang selama pemeriksaan. Prosedur ini tidak menyakitkan, tetapi membutuhkan kerja sama antara dokter, orang tua, dan tim medis.
Perawatan
Penanganan retinoblastoma dilakukan oleh tim dokter spesialis mata, dokter spesialis anak bidang onkologi, dan konselor genetik. Tujuan utama adalah menyembuhkan tumor, menyelamatkan nyawa, dan mempertahankan penglihatan sebisa mungkin. Pilihan pengobatan bergantung pada ukuran tumor, lokasi, apakah menyerang satu atau kedua mata, serta usia anak.
Perawatan mandiri di rumah
- Patuhi jadwal kontrol yang diberikan dokter, termasuk jadwal pemeriksaan ulang setelah pengobatan.
- Jaga kebersihan area mata sesuai petunjuk perawat atau dokter.
- Berikan dukungan emosional kepada anak agar ia tetap merasa aman dan kooperatif.
- Jangan memberikan obat tetes mata atau obat lain tanpa resep dari dokter.
Perawatan medis
Beberapa pendekatan pengobatan yang umum adalah terapi laser, terapi beku (krioterapi), kemoterapi untuk membunuh sel kanker, serta radioterapi. Dokter akan memilih kombinasi yang paling sesuai untuk kondisi anak dan akan menjelaskan manfaat serta risiko setiap pilihan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pengangkatan mata (enukleasi) biasanya dilakukan jika tumor sudah sangat besar, tidak dapat diobati dengan cara lain, atau penglihatan di mata tersebut sudah tidak mungkin diselamatkan. Setelah operasi, anak dapat menggunakan mata palsu yang didesain agar penampilan wajah tetap serasi.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah pengobatan, anak perlu melakukan kontrol rutin ke dokter mata untuk memastikan tidak ada kekambuhan. Anak tetap bisa bersekolah, bermain, dan beraktivitas seperti teman sebayanya. Jika penglihatan terganggu, dokter akan merekomendasikan alat bantu seperti kacamata atau pelindung mata.
Tips gaya hidup
- Lindungi mata anak dari benturan, misalnya dengan memakai kacamata pelindung yang disarankan dokter.
- Pastikan anak cukup tidur dan makan makanan bergizi untuk mendukung pemulihan.
- Dampingi anak saat menjalani pemeriksaan agar ia merasa tenang dan tidak takut.
Diet dan olahraga
Tidak ada makanan atau olahraga khusus yang dapat menyembuhkan retinoblastoma. Namun, memberikan asupan gizi seimbang dan mendorong aktivitas fisik ringan yang sesuai usia sangat membantu menjaga daya tahan tubuh dan memperbaiki kondisi umum anak selama masa pengobatan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mendengar diagnosis retinoblastoma bisa menimbulkan rasa cemas, sedih, atau takut yang besar pada orang tua dan anak. Perasaan ini wajar dan tidak perlu ditahan sendirian. Orang tua juga perlu menjaga kesehatan mental mereka sendiri karena anak sangat bergantung pada dukungan dan ketenangan orang tua.
Pencegahan
Sebagian besar kasus retinoblastoma tidak dapat dicegah karena muncul secara acak atau karena faktor genetik. Namun, deteksi dini sangat penting agar pengobatan berhasil. Jika ada riwayat keluarga, konsultasi genetik dan pemeriksaan mata sejak bayi dapat membantu menemukan tumor sejak dini.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah retinoblastoma.
Program skrining
Untuk keluarga dengan riwayat retinoblastoma, pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata dianjurkan sejak bayi dilahirkan dan dilakukan secara berkala. Skrining genetik juga dapat membantu mengetahui risiko pada anggota keluarga lain.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Tumor dapat terus tumbuh hingga merusak saraf mata dan jaringan di sekitarnya.
- Kanker bisa menyebar ke otak atau bagian tubuh lain, dan ini mengancam jiwa.
- Penglihatan pada mata yang terkena dapat hilang permanen.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, jika ditemukan sebelum menyebar, retinoblastoma dapat disembuhkan pada lebih dari 95% kasus di fasilitas kesehatan dengan akses pengobatan yang memadai. Banyak anak yang menjalani pengobatan tetap dapat tumbuh normal dan menjalani hidup dengan kualitas baik. Dukungan dari keluarga, tim medis, dan orang-orang terdekat sangat memengaruhi keberhasilan pengobatan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.