Sakit Tenggorokan
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Radang tenggorokan atau sakit tenggorokan adalah kondisi ketika tenggorokan terasa sakit, gatal, atau kering saat menelan atau berbicara. Ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan sering kali merupakan bagian dari pilek atau flu.
Fakta penting
- Radang tenggorokan sangat umum dan biasanya ringan, sembuh sendiri dalam 5–7 hari tanpa pengobatan khusus.
- Infeksi virus (seperti virus pilek atau flu) adalah penyebab paling umum, bukan bakteri.
- Radang tenggorokan karena bakteri (misalnya streptokokus) memerlukan antibiotik yang diresepkan dokter, tetapi hanya sekitar 10–20% kasus pada orang dewasa yang disebabkan bakteri.
Ya, radang tenggorokan adalah salah satu alasan paling umum orang pergi ke dokter atau puskesmas. Hampir setiap orang pernah mengalaminya setidaknya sekali dalam setahun.
Siapa pun bisa mengalami radang tenggorokan, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak usia 5–15 tahun dan orang dewasa yang sering terpapar banyak orang (misalnya pekerja kantoran, guru, atau siswa).
Gejala
- Kesulitan bernapas atau napas berbunyi
- Tenggorokan bengkak parah sehingga tidak bisa menelan air liur
- Bibir atau wajah membiru
- Kejang
- ⚠Demam tinggi (di atas 39°C) yang tidak turun dengan obat penurun panas
- ⚠Nyeri hebat saat menelan hingga tidak bisa makan atau minum
- ⚠Bercak putih atau nanah di tenggorokan disertai demam tinggi dan sakit kepala
- ⚠Keluar nanah dari tenggorokan atau hidung
- ⚠Ruam kulit yang tidak biasa
Gejala umum
- Tenggorokan terasa sakit atau perih, terutama saat menelan
- Tenggorokan kering atau gatal
- Suara serak atau hilang suara
- Radang amandel (tonsil) yang terlihat merah atau bengkak
- Bercak putih atau nanah pada amandel (untuk infeksi bakteri)
- Demam ringan (biasanya <38,5°C)
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin rewel, menolak makan atau minum, atau terus-menerus memegang tenggorokan
- Bisa disertai demam tinggi, muntah, atau sakit perut (terutama jika karena streptokokus)
- Pada bayi, gejala bisa berupa air liur berlebihan, kesulitan menelan, atau menangis saat menyusu
Gejala pada lansia
- Gejala bisa lebih ringan dan sering disalahartikan sebagai efek penuaan
- Bisa disertai rasa tidak enak badan secara umum (malaise), kelelahan, dan mulut kering
- Pada lansia, risiko dehidrasi lebih tinggi karena sakit saat menelan menyebabkan kurang minum
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus – seperti virus pilek, influenza, COVID-19, atau virus Epstein-Barr (penyebab mononukleosis)
- Infeksi bakteri – paling sering bakteri Streptococcus pyogenes (radang tenggorokan streptokokus)
- Iritasi – karena asap rokok, polusi udara, atau alergi (misalnya debu, serbuk sari)
- Udara kering – terutama saat menggunakan pendingin ruangan terus-menerus
- Asam lambung naik (GERD) – asam lambung mengiritasi tenggorokan saat tidur
Faktor risiko
- Usia – anak-anak dan remaja lebih rentan terhadap infeksi streptokokus
- Paparan pada orang sakit – berada di keramaian, sekolah, atau kantor
- Kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok
- Sistem imun lemah – karena penyakit kronis, stres, atau kurang tidur
- Musim – lebih sering terjadi saat musim hujan atau peralihan musim
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala darurat seperti di atas
- Jika demam tinggi berlangsung lebih dari 48 jam tanpa perbaikan
- Jika nyeri tenggorokan sangat hebat hingga tidak bisa menelan apapun
- Jika muncul bercak putih atau nanah di amandel dan demam tinggi
Buat janji temu rutin jika:
- Jika sakit tenggorokan berlangsung lebih dari 7 hari tanpa perbaikan
- Jika sering kambuh (lebih dari 3 kali dalam setahun)
- Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, ginjal, atau imunodefisiensi
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa tenggorokan, amandel, dan telinga dengan senter khusus (otoskop). Dokter juga akan meraba leher untuk memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes cepat streptokokus (rapid strep test) – usap tenggorokan untuk mendeteksi bakteri streptokokus, hasil dalam 10–20 menit
- Tes kultur tenggorokan – hasil lebih lama (24–48 jam), lebih akurat untuk bakteri
- Tes darah – jika dicurigai mononukleosis atau infeksi lain
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya cepat dan tidak menyakitkan. Jika dokter mencurigai infeksi bakteri, ia mungkin akan melakukan usap tenggorokan. Hasil tes akan menentukan apakah Anda membutuhkan antibiotik. Dokter juga akan mengingatkan Anda untuk tidak menggunakan antibiotik tanpa resep, karena penggunaan berlebihan dapat menyebabkan resistensi.
Perawatan
Pengobatan radang tenggorokan tergantung pada penyebabnya. Infeksi virus tidak memerlukan antibiotik; cukup perawatan rumahan untuk meredakan gejala. Infeksi bakteri (streptokokus) memerlukan antibiotik yang diresepkan dokter. Obat pereda nyeri (seperti parasetamol atau ibuprofen) dapat membantu menurunkan demam dan nyeri, tetapi jangan digunakan sembarangan. Ikuti petunjuk dosis pada kemasan atau sesuai anjuran dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup agar tubuh bisa melawan infeksi
- Minum banyak cairan hangat (teh herbal dengan madu, air jahe, atau sup hangat) – madu boleh diberikan untuk anak di atas 1 tahun
- Berkumur dengan air garam hangat (1/2 sendok teh garam dalam segelas air hangat) 3–4 kali sehari
- Hindari merokok dan asap rokok
- Gunakan pelembap udara (humidifier) jika udara di ruangan kering
- Hindari minuman dingin, makanan pedas, atau asam yang dapat mengiritasi tenggorokan
Perawatan medis
Jika disebabkan bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang harus diminum sesuai dosis dan durasi (biasanya 10 hari). Penting untuk menghabiskan antibiotik meskipun gejala membaik. Jika karena alergi atau GERD, dokter dapat memberikan obat antihistamin atau obat penekan asam lambung. Untuk radang tenggorokan virus, tidak perlu antibiotik; cukup dengan obat pereda gejala yang dijual bebas seperti pelega tenggorokan (pastiles) yang dijual di apotek, atau obat semprot tenggorokan yang mengandung anestesi ringan. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika radang amandel (tonsilitis) terjadi berulang kali (lebih dari 5–7 kali dalam setahun) dan mengganggu pernapasan atau menelan, dokter mungkin menyarankan operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi). Ini jarang dilakukan dan merupakan pilihan terakhir setelah pengobatan konservatif tidak berhasil.
Hidup dengan kondisi ini
Sakit tenggorokan biasanya berlangsung 5–7 hari. Selama itu, Anda dapat menjalani aktivitas ringan seperti bekerja dari rumah (jika memungkinkan) untuk mengurangi risiko menularkan infeksi. Pastikan Anda minum cukup cairan dan istirahat. Gunakan masker jika harus keluar rumah untuk melindungi orang lain.
Tips gaya hidup
- Hindari berbagi gelas, sendok, atau sikat gigi dengan orang lain selama sakit
- Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir
- Gunakan tisu sekali pakai untuk menutup mulut saat batuk atau bersin
- Jaga kebersihan rumah dengan membuka jendela untuk sirkulasi udara
Diet dan olahraga
Selama sakit, konsumsi makanan lunak dan hangat seperti bubur, sup, atau pisang yang mudah ditelan. Hindari makanan keras, pedas, atau asam. Olahraga ringan seperti jalan-jalan santai diperbolehkan jika Anda merasa cukup energi, tetapi istirahat lebih penting. Jangan memaksakan diri jika lelah.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Sakit tenggorokan yang terus-menerus atau sering kambuh bisa membuat frustrasi. Anda mungkin merasa kesepian karena harus isolasi diri untuk menghindari penularan. Bicarakan dengan keluarga atau teman secara virtual. Jika rasa cemas atau sedih berlangsung lebih dari 2 minggu, hubungi tenaga kesehatan jiwa. Anda juga bisa menghubungi layanan konseling seperti Sehat Jiwa di nomor yang tersedia di situs ini.
Pencegahan
Anda tidak bisa sepenuhnya mencegah radang tenggorokan, tetapi Anda bisa mengurangi risiko dengan menerapkan kebiasaan sehat. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, jaga kebersihan tangan, dan perkuat daya tahan tubuh dengan makan bergizi seimbang, tidur cukup, dan kelola stres.
Vaksin
Vaksinasi seperti vaksin influenza tahunan dan vaksin COVID-19 dapat mengurangi risiko sakit tenggorokan yang disebabkan virus tertentu. Ikuti imunisasi dasar yang disarankan Kemenkes untuk anak-anak.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk radang tenggorokan. Namun, jika Anda sering mengalami sakit tenggorokan, dokter mungkin melakukan tes alergi atau pemeriksaan GERD untuk mengetahui penyebabnya.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Jika disebabkan bakteri streptokokus tanpa pengobatan, dapat menyebabkan demam reumatik (merusak katup jantung) atau radang ginjal (glomerulonefritis) – ini jarang terjadi di Indonesia karena akses kesehatan yang cukup baik
- Infeksi bisa menyebar ke sekitarnya, seperti abses peritonsil (kumpulan nanah di sekitar amandel) yang memerlukan drainase
- Dehidrasi karena kesulitan menelan
Prospek jangka panjang
Kebanyakan radang tenggorokan sembuh sempurna dalam waktu 5–10 hari tanpa masalah jangka panjang. Jika disebabkan bakteri dan diobati dengan antibiotik sesuai resep, risiko komplikasi sangat kecil. Dengan perawatan yang tepat, Anda akan pulih kembali. Jika Anda memiliki kekhawatiran, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan RI - Radang Tenggorokan ↗ · Indonesia
- Puskesmas terdekat ↗ · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 29 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.