Testis Tidak Turun
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Testis tidak turun (kriptorkismus) adalah kondisi saat satu atau kedua testis (buah zakar) tidak berada di dalam kantung zakar (skrotum) setelah bayi lahir. Testis sebenarnya terbentuk di dalam perut selama kehamilan dan seharusnya turun ke kantung zakar sebelum lahir. Jika proses ini tidak selesai, testis tetap berada di perut atau di saluran selangkangan.
Fakta penting
- Kondisi ini biasanya ditemukan saat pemeriksaan fisik bayi baru lahir.
- Banyak testis yang turun sendiri dalam beberapa bulan pertama, terutama pada bayi prematur.
- Penanganan utama adalah tindakan operasi yang disebut orkidopeksi.
- Semakin dini ditangani, semakin kecil risiko komplikasi jangka panjang.
Cukup umum. Sekitar 1 dari 100 bayi laki-laki yang lahir cukup bulan mengalami testis tidak turun. Angkanya lebih tinggi pada bayi prematur.
Paling sering terjadi pada bayi laki-laki yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah. Kondisi ini bisa mengenai satu testis (lebih umum) atau kedua testis.
Gejala
- Nyeri hebat yang muncul tiba-tiba di perut bagian bawah atau selangkangan.
- Kantung zakar tampak bengkak, merah, atau terasa panas.
- Muntah dan rewel yang tidak biasa pada bayi.
- ⚠Benjolan di selangkangan yang terasa nyeri atau tidak bisa kembali dengan dorongan lembut.
- ⚠Bayi tampak sangat kesakitan saat diganti popok atau dimandikan.
Gejala umum
- Salah satu atau kedua sisi kantung zakar terlihat kosong.
- Testis tidak teraba saat disentuh oleh dokter atau orang tua.
- Kantung zakar tampak kurang berkembang di sisi yang tidak turun.
Gejala pada anak-anak
- Pada anak yang lebih besar, mungkin ada benjolan kecil di selangkangan yang bisa hilang timbul.
- Salah satu bagian kantung zakar tampak lebih kecil dari sisi lainnya.
Gejala pada lansia
- Jika tidak ditangani sejak kecil, orang dewasa mungkin mengalami masalah kesuburan.
- Mungkin terasa tidak nyaman atau nyeri tumpul di selangkangan.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti belum selalu diketahui.
- Gangguan hormon yang memicu proses turunnya testis selama kehamilan.
- Faktor mekanis, seperti tali atau jaringan yang menghalangi perjalanan testis.
Faktor risiko
- Lahir prematur.
- Berat badan lahir rendah.
- Riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.
- Kondisi tertentu pada ibu saat hamil, seperti diabetes.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika muncul tanda-tanda nyeri hebat atau bengkak di kantung zakar, segera cari pertolongan darurat.
- Jika benjolan di selangkangan terasa keras dan nyeri.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika testis tidak teraba pada pemeriksaan bayi baru lahir, jadwalkan kontrol ulang dalam beberapa minggu.
- Jika setelah usia 6 bulan testis belum turun, konsultasikan dengan dokter spesialis bedah anak.
Diagnosis
Dokter akan memeriksa dengan melihat dan meraba kantung zakar serta selangkangan. Terkadang dokter menggunakan posisi tertentu atau dorongan lembut untuk membantu testis turun sementara.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik oleh dokter anak atau dokter umum.
- USG (pemeriksaan dengan gelombang suara untuk melihat letak testis) jika testis tidak teraba.
- Laparoskopi (penglihatan kamera kecil lewat sayatan kecil) untuk kasus yang sulit ditemukan.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan ini tidak menyakitkan. Dokter akan menjelaskan posisi testis dan kemungkinan penanganannya. Anda mungkin dirujuk ke dokter spesialis bedah anak atau dokter spesialis urologi.
Perawatan
Tujuan utama adalah memindahkan testis ke posisi yang benar di dalam kantung zakar. Karena testis membutuhkan suhu yang lebih dingin, letak di perut yang lebih hangat dapat mengganggu perkembangannya. Penanganan paling umum adalah operasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Tidak ada pijatan, obat oles, atau cara rumahan yang terbukti aman untuk menurunkan testis. Hindari memijat atau mendorongnya sendiri.
- Lakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal yang diberikan dokter.
- Pastikan area popok tetap bersih dan kering untuk mencegah iritasi.
Perawatan medis
Pada kasus tertentu, dokter spesialis dapat memberikan terapi hormon sebagai langkah awal, tetapi keberhasilannya bervariasi dan bukan pengganti operasi. Terapi ini hanya boleh diberikan berdasarkan resep dan pengawasan dokter. Operasi tetap menjadi pilihan utama.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi yang disebut orkidopeksi biasanya dilakukan setelah usia 6 bulan dan idealnya sebelum usia 12–18 bulan. Pada tindakan ini, dokter memindahkan testis ke kantung zakar dan menjahitnya pada posisi yang tepat.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah operasi, anak mungkin perlu istirahat selama beberapa hari. Dokter akan menjelaskan cara merawat luka dan kapan boleh kembali beraktivitas normal.
Tips gaya hidup
- Jaga balutan operasi tetap kering dan bersih.
- Hindari aktivitas fisik berat atau olahraga selama masa pemulihan sesuai saran dokter.
- Amati tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, atau demam, dan segera hubungi dokter bila muncul.
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus. Pemberian ASI atau susu formula tetap dilanjutkan. Setelah pulih, anak boleh bermain seperti biasa.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menunggu pemeriksaan dan prosedur dapat membuat orang tua cemas. Wajar untuk merasa khawatir. Bicarakan dengan tenaga medis, dan ingat bahwa penanganan dini biasanya memberikan hasil yang baik.
Pencegahan
Testis tidak turun tidak dapat dicegah karena terjadi selama perkembangan janin. Yang bisa dilakukan adalah deteksi dini dan penanganan segera setelah lahir.
Program skrining
Pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir dan kontrol rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan adalah langkah skrining utama. Jika ada keraguan, dokter akan merujuk untuk pemeriksaan lanjutan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gangguan produksi sperma yang dapat menyebabkan kesuburan menurun.
- Risiko lebih tinggi terkena tumor atau kanker testis di kemudian hari.
- Risiko terjadi hernia selangkangan.
- Putaran testis (torsi testis) yang menyebabkan nyeri hebat dan kerusakan testis.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat dan dilakukan sejak dini, sebagian besar anak akan memiliki testis yang berfungsi dengan baik dan risiko komplikasi menurun drastis. Pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan testis.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.