Testis Tidak Turun (Kriptorkismus)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Testis tidak turun, atau kriptorkismus, adalah kondisi ketika satu atau kedua buah zakar (testis) seorang bayi laki-laki tidak berpindah ke dalam kantung skrotum (kantung di bawah penis) sebelum lahir. Biasanya testis turun saat akhir kehamilan, tapi kadang ada yang tertahan di perut atau saluran selangkangan.
Fakta penting
- Pada kebanyakan bayi, testis akan turun sendiri dalam 3–6 bulan pertama kehidupan.
- Jika tidak turun secara alami, perlu penanganan medis untuk mencegah masalah kesuburan dan risiko kanker testis di kemudian hari.
- Operasi kecil (orkidopeksi) biasanya dilakukan pada usia 1–2 tahun untuk memindahkan testis ke skrotum.
Ya, cukup umum. Sekitar 1 dari 20 bayi laki-laki lahir dengan testis tidak turun, terutama pada bayi prematur.
Hanya terjadi pada bayi laki-laki. Lebih sering pada bayi yang lahir prematur, berat lahir rendah, atau dengan riwayat keluarga serupa.
Gejala
- Nyeri hebat tiba-tiba di perut bagian bawah, selangkangan, atau skrotum
- Muntah disertai nyeri perut
- Kemerahan atau bengkak di skrotum yang tidak biasa
- ⚠Testis yang tadinya teraba di skrotum tiba-tiba tidak terasa dan anak tampak rewel
- ⚠Benjolan di selangkangan yang tidak bisa didorong kembali dan terasa sakit
Gejala umum
- Kantung skrotum terlihat kosong atau tidak simetris
- Testis tidak bisa diraba di dalam skrotum saat bayi tenang atau saat diperiksa
Gejala pada anak-anak
- Sama seperti gejala umum: skrotum kosong
- Kadang testis bisa turun sementara saat mandi air hangat, lalu naik kembali (retractile testis) – ini normal dan tidak perlu khawatir
Gejala pada lansia
- Kondisi ini jarang tidak terdiagnosis hingga dewasa, tapi jika ada, bisa menyebabkan benjolan di selangkangan yang terasa tidak nyaman
Penyebab
Penyebab utama
- Hormon dari ibu dan bayi yang tidak mencukupi untuk mendorong testis turun
- Faktor genetik yang mempengaruhi pergerakan testis selama perkembangan janin
- Kondisi fisik seperti tali testis yang pendek atau saluran yang sempit
Faktor risiko
- Kelahiran prematur (sebelum 37 minggu)
- Berat badan lahir rendah
- Riwayat keluarga dengan testis tidak turun
- Kondisi bawaan lain seperti sindrom Down atau kelainan dinding perut
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika skrotum tiba-tiba tampak merah, bengkak, atau bayi Anda menangis kesakitan di area selangkangan
Buat janji temu rutin jika:
- Jika pada usia 6 bulan testis belum juga turun – segera periksakan ke dokter anak atau dokter bedah anak
- Setelah anak lewat usia 1 tahun tanpa penanganan
Diagnosis
Dokter akan memeriksa fisik dengan meraba skrotum dan selangkangan bayi saat ia rileks. Kadang bayi perlu diperiksa dalam posisi jongkok atau sambil ditenangkan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik oleh dokter anak atau dokter bedah anak
- Ultrasonografi (USG) untuk melihat posisi testis jika tidak teraba
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan tidak sakit dan biasanya hanya butuh beberapa menit. Dokter akan menentukan apakah testis di dalam perut, di saluran selangkangan, atau hanya naik sementara. Jika diperlukan USG, itu adalah prosedur tanpa rasa sakit menggunakan gelombang suara.
Perawatan
Tujuan utama pengobatan adalah memindahkan testis ke skrotum agar bisa tumbuh normal, berfungsi untuk kesuburan, dan mudah diperiksa untuk deteksi dini kanker. Penanganan paling efektif adalah operasi kecil.
Perawatan mandiri di rumah
- Tidak ada perawatan mandiri yang bisa menurunkan testis – cuaca hangat atau mandi air hangat hanya membantu sementara untuk testis yang naik turun (retractile)
- Jangan memijat atau menarik skrotum sendiri karena bisa melukai
Perawatan medis
Dokter mungkin memberikan terapi hormon dalam bentuk suntikan atau semprotan hidung untuk merangsang testis turun pada kasus tertentu. Namun, terapi hormon tidak selalu berhasil dan lebih jarang digunakan dibanding operasi. Jika hormon tidak efektif, operasi tetap dianjurkan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi (orkidopeksi) biasanya dilakukan saat anak berusia antara 6 bulan hingga 2 tahun. Prosedurnya kecil, dengan sayatan di selangkangan dan/atau skrotum, dan testis ditempatkan di kantung skrotum lalu dijahit ringan agar tidak naik lagi. Anak bisa pulang pada hari yang sama.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah operasi, anak dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari hingga seminggu. Orang tua perlu memantau tanda infeksi seperti kemerahan atau demam. Setelah sembuh, tidak ada batasan khusus.
Tips gaya hidup
- Periksa skrotum secara teratur saat mandi – pastikan testis tetap di dalam skrotum
- Jika anak sudah besar, ajarkan ia untuk memeriksa testis sendiri sebulan sekali (pada usia remaja) untuk deteksi dini benjolan
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan. Anak boleh berolahraga seperti biasa setelah operasi sembuh total. Hindari olahraga kontak atau bersepeda terlalu keras selama 2–3 minggu pertama pascaoperasi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Pada anak yang lebih besar atau remaja, memiliki satu testis atau bekas operasi bisa memicu perasaan malu atau kurang percaya diri. Penting untuk memberikan penjelasan bahwa kondisi ini umum dan tidak mempengaruhi kejantanan atau kemampuan seksual. Orang tua bisa berkonsultasi dengan psikolog anak jika diperlukan.
Pencegahan
Sebagian besar kasus tidak dapat dicegah karena terjadi saat perkembangan janin. Namun, mengurangi faktor risiko seperti kelahiran prematur dengan perawatan kehamilan yang baik dapat menurunkan kemungkinan.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah testis tidak turun.
Program skrining
Bayi baru lahir rutin diperiksa kondisi testis oleh dokter atau bidan. Jika belum turun, akan dipantau secara berkala hingga usia 6 bulan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gangguan kesuburan (infertilitas) karena testis yang tidak di skrotum tidak bisa memproduksi sperma dengan baik akibat suhu yang terlalu panas
- Peningkatan risiko kanker testis, meskipun risikonya tetap kecil, namun lebih tinggi dibanding testis normal
- Puntiran testis (torsio testis) yang bisa menyebabkan nyeri hebat dan kerusakan testis jika tidak segera ditangani
- Testis yang tidak turun juga bisa menyebabkan hernia inguinalis (benjolan di selangkangan)
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat dan dini, terutama operasi sebelum usia 2 tahun, sebagian besar anak akan memiliki testis yang berfungsi normal dan risiko komplikasi jangka panjang sangat rendah. Testis yang dioperasi tetap perlu dipantau secara teratur untuk deteksi dini masalah. Secara keseluruhan, prognosis sangat baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.