Varises pada Kehamilan
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Varises adalah pembuluh darah vena yang membengkak, membesar, dan tampak berkelok-kelok di bawah permukaan kulit, biasanya di tungkai atau kaki. Pada ibu hamil, kondisi ini muncul karena volume darah meningkat, tekanan rahim yang membesar pada pembuluh darah di panggul, dan perubahan hormon yang membuat dinding vena lebih kendur. Varises saat hamil biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Fakta penting
- Sering muncul di trimester kedua atau ketiga kehamilan dan umumnya membaik setelah melahirkan.
- Bisa disertai dengan pembengkakan kaki, rasa berat atau nyeri, terutama setelah berdiri lama.
- Cara utama meredakan adalah dengan bergerak teratur, mengangkat kaki saat beristirahat, dan hindari berdiri terlalu lama.
Sangat umum. Banyak ibu hamil mengalami varises, terutama jika memiliki riwayat varises dalam keluarga, kelebihan berat badan, atau kehamilan kedua atau lebih. Kementerian Kesehatan RI menyebut varises sebagai salah satu keluhan yang sering muncul saat kehamilan.
Kondisi ini terutama menyerang ibu hamil, terutama pada kehamilan trimester akhir. Faktor yang meningkatkan risiko: kehamilan lebih dari satu, riwayat varises pada keluarga, berat badan berlebih, usia ibu lebih tua, atau berdiri terlalu lama saat bekerja.
Gejala
- Pembengkakan pada salah satu kaki secara tiba-tiba, terasa nyeri, hangat, dan memerah (gejala bekuan darah di vena dalam).
- Nyeri dada atau kesulitan bernapas secara tiba-tiba, terutama dalam beberapa minggu setelah ada varises (ini bisa menjadi tanda bekuan darah berpindah ke paru-paru).
- Pendarahan dari area varises yang sulit berhenti.
- Varises yang sangat nyeri, terasa keras, dan disertai demam.
- ⚠Nyeri betis yang terus-menerus setelah berjalan atau saat istirahat, meskipun tidak disertai bengkak hebat.
- ⚠Kulit di sekitar varises mulai berubah warna, pecah, atau muncul luka terbuka.
- ⚠Area di sekitar varises membengkak, sangat merah, hangat, dan terasa sakit saat disentuh.
Gejala umum
- Pembuluh darah tampak menonjol, berwarna biru atau ungu di area betis, lutut, atau kaki bagian dalam.
- Rasa berat, pegal, atau nyeri pada kaki, terutama setelah berdiri atau duduk lama.
- Pembengkakan ringan di pergelangan kaki dan kaki.
- Rasa gatal atau panas di sekitar area varises.
- Kram kaki pada malam hari.
Gejala pada anak-anak
- Varises sangat jarang terjadi pada anak-anak. Jika muncul, biasanya bukan akibat kehamilan dan perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.
Gejala pada lansia
- Pada wanita yang pernah hamil dan berusia lebih tua, varises mungkin tidak sepenuhnya hilang setelah melahirkan. Seiring bertambahnya usia, gejala bisa bertambah seperti nyeri tungkai, rasa berat, atau pembengkakan yang lebih sering.
Penyebab
Penyebab utama
- Volume darah meningkat selama kehamilan, sehingga vena harus lebih banyak bekerja.
- Perubahan hormon (progesteron) membuat dinding vena menjadi lebih lentur dan kendur.
- Tekanan dari rahim yang membesar pada pembuluh darah di panggul dan vena besar di sisi kanan tubuh (vena cava inferior), sehingga aliran darah dari kaki ke jantung sedikit terhambat.
Faktor risiko
- Riwayat varises pada keluarga.
- Kehamilan kedua atau lebih.
- Berat badan berlebih atau obesitas.
- Pekerjaan yang menuntut berdiri atau duduk terlalu lama.
- Usia ibu lebih tua (di atas 35 tahun).
- Riwayat varises sebelum hamil.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami gejala yang tercantum pada bagian darurat, seperti bengkak satu kaki disertai nyeri, nyeri dada, atau perdarahan.
- Hubungi dokter atau fasilitas kesehatan jika area varises membengkak, merah, panas, atau muncul luka dan keluar cairan.
Buat janji temu rutin jika:
- Diskusikan dengan dokter kandungan atau bidan saat pemeriksaan kehamilan rutin.
- Jika gejala mengganggu aktivitas, tanyakan kapan perlu dirujuk ke dokter spesialis pembuluh darah (bedah vaskular).
Diagnosis
Dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat kehamilan, lalu memeriksa kaki secara fisik untuk melihat dan meraba aliran darah. Jika diperlukan, dokter akan meminta pemeriksaan penunjang untuk menilai kondisi pembuluh darah.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik: dokter melihat dan meraba area kaki saat Anda berdiri dan berbaring.
- Ultrasonografi (USG) Doppler: pemeriksaan dengan gelombang suara untuk melihat aliran darah dan mendeteksi adanya penyumbatan atau bekuan darah.
- Rujukan ke spesialis pembuluh darah jika ada keterlibatan vena yang lebih dalam atau gejala yang tidak biasa.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan umumnya cepat dan tidak menyakitkan. Anda diminta membuka celana atau rok agar kaki terlihat. Dokter mungkin mengangkat kaki Anda beberapa kali. Tidak perlu persiapan khusus. Anda juga dapat bertanya tentang keamanan pemeriksaan selama kehamilan.
Perawatan
Pengobatan varises saat hamil lebih fokus pada meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Karena umumnya membaik setelah melahirkan, perawatan medis yang invasif biasanya tidak dilakukan selama kehamilan.
Perawatan mandiri di rumah
- Tinggikan kaki setinggi mungkin saat berbaring atau tidur, misalnya dengan ganjal bantal.
- Hindari berdiri atau duduk terlalu lama; setiap 30–60 menit, sempatkan berjalan sebentar.
- Kenakan stoking kompresi khusus sesuai anjuran dokter atau bidan untuk membantu menjaga aliran darah.
- Tidur dengan posisi miring ke kiri untuk mengurangi tekanan rahim pada pembuluh darah besar.
- Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau berenang setelah mendapat persetujuan dokter.
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan stoking kompresi yang disesuaikan dengan ukuran dan tekanan yang tepat. Beberapa krim atau gel mungkin aman digunakan pada kehamilan, tetapi jangan pernah membeli sendiri tanpa konsultasi. Jika varises menetap setelah melahirkan, dokter dapat membicarakan prosedur medis seperti terapi skleroterapi, ablasi laser, atau operasi — namun biasanya dilakukan setelah masa nifas selesai.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi atau prosedur seperti pembedahan vena tidak dilakukan selama kehamilan kecuali ada kondisi yang sangat mendesak. Jika varises menetap dan menimbulkan keluhan setelah melahirkan, dokter akan menilai kembali dan menawarkan pilihan tindakan yang paling sesuai.
Hidup dengan kondisi ini
Anda tetap dapat menjalani aktivitas normal. Kuncinya adalah mengatur posisi tubuh: beristirahat dengan kaki ditinggikan, menghindari pakaian ketat, dan memakai sepatu yang nyaman. Sediakan waktu untuk bergerak ringan setiap hari.
Tips gaya hidup
- Jalan kaki pagi atau sore selama 15–30 menit setiap hari.
- Saat duduk atau berbaring, posisikan kaki lebih tinggi dari pinggul.
- Hindari menyilangkan kaki saat duduk.
- Jangan mengenakan pakaian atau korset yang terlalu ketat di area pinggang atau paha.
- Tidur miring ke kiri agar tekanan pada pembuluh darah berkurang.
Diet dan olahraga
Perbanyak makanan berserat seperti sayuran, buah, dan biji-bijian untuk mencegah sembelit. Minum air putih cukup (minimal 8 gelas sehari) agar aliran darah lancar. Olahraga yang aman seperti berjalan kaki, berenang, atau senam hamil dapat membantu menjaga kekuatan otot dan sirkulasi darah. Tanyakan dulu pada dokter sebelum memulai olahraga baru.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Perubahan tubuh dan munculnya varises bisa membuat sebagian ibu merasa kurang percaya diri. Ingatlah bahwa kondisi ini bersifat sementara. Jika perasaan cemas, sedih, atau khawatir berlebihan berlangsung lama, bicarakan dengan dokter atau bidan. Jika Anda memiliki pikiran untuk menyakiti diri atau membahayakan kehamilan, segera cari bantuan layanan kesehatan terdekat.
Pencegahan
Tidak selalu dapat dicegah, karena faktor hormonal dan genetik berperan besar. Namun, Anda dapat mengurangi risiko atau meringankan gejalanya dengan rutin bergerak, tidak berdiri terlalu lama, dan menjaga kenaikan berat badan tetap sehat selama kehamilan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Perdarahan dari varises yang bisa terjadi karena goresan atau luka.
- Radang vena di bawah permukaan kulit yang disebut tromboflebitis. Ini ditandai dengan benjolan merah, nyeri, dan teraba hangat.
- Pembekuan darah di vena dalam (deep vein thrombosis/DVT), yang lebih serius dan membutuhkan penanganan segera.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar varises pada kehamilan akan menyusut atau menghilang dalam 3–6 bulan setelah melahirkan. Dengan perawatan yang tepat selama hamil dan bantuan dokter, risiko komplikasi dapat ditekan. Anda dapat melewati masa ini dengan nyaman dan tanpa rasa khawatir yang berlebihan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.