Demam berdarah dengue
Jangan buang waktu membaca detail di halaman ini. Segera hubungi nomor darurat setempat atau pergi ke IGD terdekat.
Ruqelo dapat memandu Anda ke perawatan darurat terdekat. Izinkan akses lokasi (atau masukkan kota Anda), lalu ikuti petunjuk ke lokasi darurat terdekat.
Kemungkinan keadaan darurat medis
Hubungi layanan gawat darurat sekarang
Jangan menunda menghubungi layanan gawat darurat
Memuat nomor darurat…
Temukan perawatan darurat terdekat
Gunakan lokasi perangkat Anda untuk menemukan perawatan darurat terdekat. Koordinat presisi hanya digunakan untuk pencarian ini dan tidak dikirim ke analitik.
Cari rumah sakit di Google Maps (gratis)
Detail rumah sakit tidak dapat diverifikasi di Ruqelo dalam mode gratis.
Hubungi layanan darurat terlebih dahulu jika ini mungkin mengancam jiwa.
Nomor telepon rumah sakit dan petunjuk arah mungkin tersedia di Google Maps. Ruqelo tidak dapat memverifikasi data peta dalam mode ini.
Ruqelo Health tidak dapat mengirim ambulans atau menghubungkan Anda ke pusat darurat. Selalu hubungi nomor darurat setempat untuk situasi yang mengancam jiwa.
Gambaran umum
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sudah terinfeksi. Penyakit ini sering muncul pada musim hujan karena nyamuk berkembang biak di air bersih yang menggenang, seperti di bak mandi atau pot bunga. DBD dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri, dan pada kasus parah, penurunan trombosit yang bisa menyebabkan perdarahan.
Fakta penting
- DBD disebabkan oleh virus dengue, bukan bakteri, sehingga antibiotik tidak diperlukan.
- Penularannya hanya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, bukan dari orang ke orang secara langsung.
- Fokus pengobatan adalah mengelola gejala dan mencegah komplikasi, karena belum ada obat antivirus khusus untuk dengue.
Di Indonesia, demam berdarah dengue sangat umum terjadi, terutama di daerah perkotaan padat penduduk. Setiap tahun, angka kasus meningkat saat pergantian musim ke musim hujan.
Siapa pun bisa terkena DBD, tidak peduli usia. Namun, anak-anak dan orang dewasa muda merupakan kelompok yang paling sering dilaporkan. Orang yang tinggal atau bepergian ke daerah dengan banyak kasus DBD, terutama di iklim tropis seperti Indonesia, memiliki risiko lebih tinggi.
Gejala
- Perdarahan spontan dari gusi atau hidung yang sulit berhenti.
- Muntah darah atau buang air besar berwarna hitam seperti aspal.
- Nyeri perut hebat dan terus-menerus.
- Napas cepat atau sesak napas.
- Tiba-tiba sangat lemah, gelisah, atau tidak sadar.
- ⚠Demam tidak turun setelah 3 hari, atau demam tinggi disertai kejang.
- ⚠Muntah terus-menerus hingga tidak bisa makan atau minum.
- ⚠Tanda-tanda dehidrasi: mulut kering, sangat haus, buang air kecil sedikit dan berwarna pekat.
- ⚠Muncul bintik-bintik merah seperti pendarahan di bawah kulit.
Gejala umum
- Demam tinggi mendadak (suhu bisa mencapai 40°C atau lebih).
- Sakit kepala hebat, terutama di bagian dahi.
- Nyeri di belakang mata.
- Nyeri otot, sendi, dan tulang yang membuat tubuh terasa pegal linu.
- Mual dan muntah.
- Hilang nafsu makan.
- Ruam kulit kemerahan yang muncul setelah beberapa hari demam.
Gejala pada anak-anak
- Gejala pada anak kecil sering kali lebih ringan atau tidak khas, seperti hanya demam dan ruam.
- Anak mungkin lebih rewel, tidak mau makan, dan tampak lemah.
- Perhatikan tanda dehidrasi seperti bibir kering, popok jarang basah, atau menangis tanpa air mata.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, respons demam mungkin tidak terlalu tinggi, padahal infeksi bisa parah.
- Mereka lebih rentan mengalami komplikasi seperti perdarahan atau syok.
- Sering disertai penyakit penyerta yang bisa memperberat kondisi, sehingga perlu dipantau lebih ketat.
Penyebab
Penyebab utama
- Virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Nyamuk ini aktif menggigit pada pagi dan sore hari.
Faktor risiko
- Tinggal atau bepergian ke daerah endemis DBD, terutama di wilayah tropis dan subtropis.
- Tinggal di lingkungan dengan banyak tempat penampungan air terbuka yang menjadi sarang nyamuk.
- Musim hujan atau pancaroba, saat populasi nyamuk meningkat.
- Riwayat pernah menderita DBD sebelumnya (infeksi oleh serotipe virus yang berbeda dapat menyebabkan gejala lebih berat).
- Kepadatan penduduk dan sanitasi lingkungan yang kurang baik.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang masuk dalam kategori darurat (lihat bagian callEmergency) — segera hubungi layanan darurat melalui nomor yang tercantum di situs ini.
- Demam disertai salah satu tanda urgensi: muntah terus menerus, dehidrasi, atau bintik perdarahan.
- Pada anak, jika anak sangat lemas, tidak mau minum, atau rewel berlebihan.
Buat janji temu rutin jika:
- Demam tinggi tanpa gejala lain yang khas dengue, untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan pemantauan.
- Jika hasil tes darah sederhana (trombosit) rendah saat demam, sebaiknya konsultasi ke dokter.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat perjalanan penyakit dan melakukan pemeriksaan fisik. Diagnosis DBD biasanya dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah untuk melihat jumlah trombosit (biasanya menurun) dan kenaikan kadar hematokrit. Pemeriksaan khusus untuk mendeteksi virus atau antibodi terhadap dengue juga bisa dilakukan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah lengkap (termasuk hitung trombosit dan hematokrit).
- Tes serologi (NS1, IgM/IgG dengue) untuk mendeteksi infeksi virus dengue.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan darah umumnya dilakukan saat pasien datang dengan demam dan tanda mencurigakan. Dokter mungkin akan meminta tes darah ulangan setiap 24-48 jam untuk memantau perkembangan trombosit dan kadar darah lainnya. Jika hasil mendukung DBD, pasien akan diinstruksikan untuk banyak minum, istirahat, dan kontrol rutin.
Perawatan
Pengobatan DBD berfokus pada meredakan gejala dan mencegah komplikasi, karena tidak ada obat antivirus khusus untuk virus dengue. Sebagian besar penderita bisa sembuh dengan istirahat dan asupan cairan yang cukup di rumah. Bila ada tanda bahaya, perawatan di rumah sakit diperlukan untuk pemantauan ketat dan pemberian cairan infus.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum banyak cairan: air putih, oralit, jus, atau sup untuk mencegah dehidrasi.
- Istirahat total selama masa demam dan fase pemulihan.
- Kompres hangat untuk membantu menurunkan demam (jangan kompres es atau alkohol).
- Makan makanan lunak bergizi saat nafsu makan masih ada, meski sedikit.
Perawatan medis
Di fasilitas kesehatan, pasien yang membutuhkan akan diberikan cairan infus untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Dokter bisa memberikan obat pereda nyeri dan penurun panas yang aman. Penting: jangan pernah menggunakan obat antiradang golongan NSAID seperti aspirin atau ibuprofen karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Pemantauan trombosit dan tekanan darah dilakukan secara berkala. Pada kasus berat, transfusi trombosit mungkin diperlukan hanya jika indikasi ketat.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak ada tindakan bedah untuk DBD.
Hidup dengan kondisi ini
Selama fase akut demam, fokus utama adalah istirahat dan hidrasi. Setelah melewati fase kritis, pasien akan memasuki fase pemulihan yang bisa berlangsung 1-2 minggu. Pada fase ini, nafsu makan mulai pulih, bintik-bintik merah memudar, dan tenaga berangsur kembali. Namun, rasa lelah dan pegal mungkin masih terasa untuk sementara waktu.
Tips gaya hidup
- Usahakan istirahat yang cukup bahkan setelah demam turun, karena pemulihan penuh memerlukan waktu.
- Hindari aktivitas berat selama beberapa minggu hingga tubuh benar-benar pulih.
- Pantau kondisi tubuh; jika muncul kembali gejala seperti nyeri perut, muntah, atau perdarahan, segera kembali ke dokter.
Diet dan olahraga
Selama pemulihan, konsumsi makanan bergizi seimbang dan tinggi kalori-protein untuk mempercepat perbaikan jaringan. Banyak minum air serta cairan seperti susu, jus, atau sup. Hindari olahraga atau aktivitas fisik yang menguras tenaga hingga dokter menyatakan aman. Latihan ringan seperti berjalan santai bisa dilakukan setelah masa pemulihan lengkap.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menderita DBD bisa menimbulkan kecemasan, terutama jika harus dirawat di rumah sakit atau melihat trombosit terus menurun. Wajar merasa khawatir. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga atau tenaga kesehatan. Jika cemas mengganggu tidur atau aktivitas, jangan ragu untuk meminta dukungan psikolog. Di Indonesia, Anda bisa mengakses layanan kesehatan jiwa melalui puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Pencegahan
Ya, DBD dapat dicegah dengan memutus rantai penularan nyamuk. Kementerian Kesehatan RI menggencarkan gerakan 3M Plus: Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Plus: menggunakan lotion anti nyamuk, memasang kawat kasa, memelihara ikan pemakan jentik, atau menanam tanaman pengusir nyamuk.
Vaksin
Vaksin dengue (CYD-TDV) telah tersedia di beberapa negara, termasuk Indonesia. Vaksin ini direkomendasikan untuk individu yang pernah terinfeksi dengue sebelumnya, agar tidak mengalami DBD berat di kemudian hari. Namun, pemberian vaksin harus berdasarkan rekomendasi dokter setelah pemeriksaan serologi. Diskusikan dengan dokter Anda apakah vaksin ini cocok untuk Anda atau anak Anda.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk DBD. Diagnosis dilakukan ketika ada gejala mencurigakan. Namun, jika Anda tinggal di daerah endemis dan memiliki riwayat bepergian, waspadai gejala dan segera periksa ke fasilitas kesehatan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Dehidrasi berat yang bisa mengancam jiwa.
- Kebocoran plasma darah yang menyebabkan syok dengue (dengue shock syndrome).
- Perdarahan hebat, baik di saluran cerna, otak, atau organ lain.
- Kegagalan organ seperti hati atau ginjal.
Prospek jangka panjang
Kebanyakan penderita DBD sembuh sempurna dalam 7–10 hari jika mendapat penanganan yang tepat dan tidak ada komplikasi. Dengan deteksi dini dan perawatan suportif yang baik, risiko kematian dapat ditekan menjadi sangat rendah. Ikuti anjuran tenaga kesehatan dan jaga semangat selama pemulihan.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Jangan buang waktu membaca detail di halaman ini. Segera hubungi nomor darurat setempat atau pergi ke IGD terdekat.
Ruqelo dapat memandu Anda ke perawatan darurat terdekat. Izinkan akses lokasi (atau masukkan kota Anda), lalu ikuti petunjuk ke lokasi darurat terdekat.
Kemungkinan keadaan darurat medis
Hubungi layanan gawat darurat sekarang
Jangan menunda menghubungi layanan gawat darurat
Memuat nomor darurat…
Temukan perawatan darurat terdekat
Gunakan lokasi perangkat Anda untuk menemukan perawatan darurat terdekat. Koordinat presisi hanya digunakan untuk pencarian ini dan tidak dikirim ke analitik.
Cari rumah sakit di Google Maps (gratis)
Detail rumah sakit tidak dapat diverifikasi di Ruqelo dalam mode gratis.
Hubungi layanan darurat terlebih dahulu jika ini mungkin mengancam jiwa.
Nomor telepon rumah sakit dan petunjuk arah mungkin tersedia di Google Maps. Ruqelo tidak dapat memverifikasi data peta dalam mode ini.
Ruqelo Health tidak dapat mengirim ambulans atau menghubungkan Anda ke pusat darurat. Selalu hubungi nomor darurat setempat untuk situasi yang mengancam jiwa.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 27 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.