Skrining Infeksi Telinga pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Skrining infeksi telinga adalah pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk melihat apakah ada infeksi atau peradangan di telinga bagian tengah anak. Tujuannya adalah mengetahui lebih awal adanya masalah telinga, terutama jika anak menunjukkan gejala seperti nyeri telinga, demam, atau gangguan pendengaran.
Fakta penting
- Infeksi telinga bagian tengah (otitis media) sering terjadi pada anak-anak, terutama di bawah usia 5 tahun.
- Skrining bukanlah diagnosis, melainkan langkah untuk mengenali gejala dan faktor risiko sejak dini.
- Dokter menggunakan alat bernama otoskop untuk melihat gendang telinga anak, dan pemeriksaan ini biasanya tidak menimbulkan nyeri.
Ya, infeksi telinga adalah salah satu penyakit yang cukup sering dialami anak-anak. Sebagian besar anak setidaknya pernah mengalami satu kali infeksi telinga sebelum usia 5 tahun.
Infeksi telinga paling umum menyerang bayi dan anak kecil, terutama usia 6 bulan hingga 2 tahun. Anak yang bersekolah di tempat penitipan anak atau memiliki anggota keluarga dengan riwayat infeksi telinga juga berisiko lebih tinggi.
Gejala
- Leher kaku dan sulit digerakkan
- Kejang
- Bayi atau anak sangat lemas, sulit digugah
- Pembengkakan parah atau kemerahan di belakang telinga
- Turunnya kesadaran
- ⚠Demam tinggi yang menetap selama lebih dari 2 hari
- ⚠Nyeri telinga hebat yang mengganggu tidur atau aktivitas
- ⚠Cairan keluar dari telinga, terutama bernanah
- ⚠Anak tampak sangat rewel atau tidak merespons suara dengan baik
Gejala umum
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di telinga
- Demam
- Telinga terasa penuh atau seperti ada tekanan
- Gangguan pendengaran sementara
- Pada bayi: rewel, sulit tidur, atau sering menarik-narik telinga
Gejala pada anak-anak
- Anak mengeluh sakit telinga atau merasa telinga berdenging
- Lebih rewel atau mudah menangis tanpa sebab yang jelas
- Kesulitan menyusu atau makan karena gerakan mengunyah menambah nyeri
- Keluar cairan dari telinga (bisa berwarna jernih, kekuningan, atau bernanah)
- Demam, dan kadang disertai muntah atau diare
Gejala pada lansia
- Meski infeksi ini lebih sering terjadi pada anak, pada remaja atau dewasa gejalanya serupa: nyeri telinga, keluar cairan, dan gangguan pendengaran.
- Perlu perhatian khusus jika keluhan berlangsung lebih dari seminggu atau terdapat penurunan pendengaran yang menetap.
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan penumpukan cairan di belakang gendang telinga
- Pembengkakan saluran eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan) sehingga cairan tidak dapat mengalir
Faktor risiko
- Usia di bawah 5 tahun karena saluran eustachius lebih pendek dan datar
- Menggunakan botol susu sambil berbaring
- Paparan asap rokok di sekitar anak
- Memakai empeng/dot dalam waktu lama
- Kunjungan ke tempat penitipan anak
- Alergi atau sering masuk angin
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Demam tinggi yang membandel
- Cairan keluar dari telinga
- Anak tampak sangat sakit, lesu, atau tidak mau minum
- Gejala tidak membaik dalam 2–3 hari
Buat janji temu rutin jika:
- Gejala nyeri telinga ringan yang hilang timbul
- Anak sering menarik telinga tetapi tidak demam
- Gangguan tidur atau rewel tanpa gejala infeksi yang jelas
- Kekhawatiran orang tua tentang kemampuan dengar anak
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu memeriksa kedua telinga anak dengan alat bernama otoskop. Dokter juga dapat menggunakan alat yang meniupkan sedikit udara untuk melihat apakah gendang telinga bergerak normal.
Tes yang mungkin dilakukan
- Otoskopi (melihat liang telinga dan gendang telinga)
- Pneumatik otoskopi untuk menguji gerakan gendang telinga
- Tympanometri untuk mengukur tekanan dan kepatuhan gendang telinga
- Tes pendengaran bila dokter mencurigai gangguan pendengaran
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya berlangsung singkat, sekitar 5–10 menit. Anak mungkin merasa tidak nyaman saat alat disentuhkan ke telinga, tetapi tidak menyakitkan. Dokter akan menjelaskan hasilnya dan langkah selanjutnya.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah mengurangi rasa nyeri dan mengatasi penyebab infeksi. Dokter akan menentukan apakah perlu obat atau cukup dipantau, tergantung usia, gejala, dan hasil pemeriksaan.
Perawatan mandiri di rumah
- Beri anak istirahat yang cukup
- Kompres hangat di area telinga yang sakit (jangan meneteskan apa pun ke dalam telinga)
- Berikan banyak cairan agar anak tetap terhidrasi
- Hindarkan anak dari asap rokok
- Pantau demam dan keluhan anak dengan tenang
Perawatan medis
Untuk mengurangi demam atau nyeri, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri yang aman bagi anak, dengan dosis yang disesuaikan berat badan. Jika penyebabnya bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik yang harus dihabiskan sesuai aturan. Selalu konsultasikan pengobatan kepada dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika infeksi terjadi berulang dan mengganggu pendengaran, dokter spesialis THT dapat menyarankan prosedur pemasangan pipa kecil di gendang telinga (timpanostomi) untuk membantu mengalirkan cairan. Prosedur ini hanya dilakukan dengan indikasi tertentu, bukan untuk semua anak.
Hidup dengan kondisi ini
Selama anak dalam perawatan, tetap berikan kenyamanan dan jangan memaksa anak makan bila ia sedang tidak nyaman. Awasi tanda-tanda perbaikan, seperti demam turun dan anak kembali aktif.
Tips gaya hidup
- Rutin mencuci tangan untuk mengurangi penyebaran infeksi
- Jauhkan anak dari teman-teman yang sedang sakit pilek
- Hindari paparan asap rokok
- Jemur mainan atau peralatan makan anak secara teratur
- Tidurkan anak dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus untuk infeksi telinga. Berikan makanan bergizi seimbang dan cukup cairan. Setelah anak pulih, biarkan ia bermain dan beraktivitas seperti biasa sesuai usianya.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak yang mengalami nyeri telinga mungkin menjadi lebih rewel atau sulit tidur. Orang tua perlu sabar dan menenangkan anak. Jika anak lebih besar, jelaskan bahwa dokter akan membantu agar telinganya sembuh.
Pencegahan
Tidak semua infeksi telinga dapat dicegah, tetapi risiko bisa dikurangi dengan beberapa langkah sederhana.
Vaksin
Memberikan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal Kemenkes, termasuk vaksin pneumonia dan influenza, dapat membantu mencegah infeksi penyebab otitis media.
Program skrining
Skrining rutin tidak diwajibkan untuk semua anak, tetapi pemeriksaan berkala penting bagi anak dengan risiko tinggi, seperti riwayat infeksi telinga berulang atau gangguan pendengaran.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gangguan pendengaran sementara atau permanen bila infeksi berlangsung lama
- Penumpukan cairan di telinga tengah (efusi) yang dapat memengaruhi perkembangan bicara
- Pecahnya gendang telinga
- Infeksi menyebar ke tulang di belakang telinga (mastoiditis)
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar infeksi telinga pada anak dapat sembuh dengan baik tanpa masalah jangka panjang. Dengan perawatan yang tepat dan pemeriksaan teratur, anak biasanya dapat kembali beraktivitas normal dan pendengarannya pulih. Yang penting, mengenali gejala sejak dini dan tidak menunda konsultasi bila perlu.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.