Operasi Pengangkatan Adenoid (Adenoidektomi)
Gambaran umum
Adenoid adalah jaringan kecil mirip kelenjar getah bening yang letaknya di belakang hidung, di bagian atas tenggorokan. Adenoid termasuk bagian dari sistem pertahanan tubuh dan berperan menangkap kuman, terutama pada anak-anak. Kadang adenoid membesar atau sering meradang sehingga menyumbat saluran napas lewat hidung dan saluran yang menghubungkan hidung dengan telinga. Adenoidektomi adalah tindakan operasi untuk mengangkat adenoid, biasanya ketika adenoid yang membesar atau sering infeksi sudah mengganggu pernapasan, tidur, pendengaran, atau tumbuh kembang anak. Operasi ini tergolong umum dan umumnya aman.
Fakta penting
- Adenoid berbeda dari amandel (tonsil). Amandel berada di tenggorokan dan bisa terlihat saat mulut dibuka, sedangkan adenoid tersembunyi di belakang hidung.
- Adenoid biasanya menyusut sendiri saat anak beranjak remaja, karena itu operasi pengangkatan adenoid paling sering dilakukan pada anak usia sekitar 1–7 tahun.
- Operasi berlangsung singkat dengan bius total. Sebagian besar anak boleh pulang pada hari yang sama atau setelah menginap satu malam untuk pemantauan.
Ya, operasi pengangkatan adenoid termasuk salah satu operasi tersering pada anak-anak, sering dilakukan bersamaan dengan pengangkatan amandel. Tindakan ini sudah sangat biasa dikerjakan oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).
Terutama anak-anak usia sekitar 1–7 tahun, karena pada masa itu adenoid paling besar. Anak yang sering infeksi saluran napas, punya alergi, atau sering terpapar asap rokok lebih berisiko. Pada orang dewasa, pembesaran adenoid jarang terjadi karena adenoid umumnya sudah menyusut.
Gejala
- Sesak napas berat atau anak tampak berjuang untuk bernapas
- Bibir, lidah, atau wajah tampak membiru
- Perdarahan banyak dari mulut atau hidung setelah operasi dan tidak berhenti
- Setelah operasi: sulit bernapas, napas berbunyi keras, atau leher dan wajah membengkak
- Anak sangat lemas, tidak responsif, atau kejang
- Jika ragu, segera bawa ke fasilitas gawat darurat terdekat. Nomor darurat yang terpercaya tercantum di halaman darurat pada situs ini.
- ⚠Demam tinggi setelah operasi
- ⚠Muntah terus-menerus atau menolak minum sehingga berisiko dehidrasi
- ⚠Nyeri telinga hebat atau keluar cairan dari telinga
- ⚠Dengkuran keras dengan jeda napas saat tidur yang makin sering
- ⚠Perdarahan ringan berulang dari hidung atau mulut setelah operasi
- ⚠Nyeri hebat yang tidak membaik dengan obat pereda nyeri yang diresepkan dokter
Gejala umum
- Hidung terasa tersumbat terus-menerus sehingga anak lebih sering bernapas lewat mulut
- Mendengkur saat tidur, kadang disertai jeda napas sesaat
- Suara terdengar sengau
- Sering pilek atau infeksi hidung dan sinus yang datang berulang
- Infeksi telinga berulang atau pendengaran terasa berkurang
- Tidur gelisah, sering terbangun, dan mengantuk di siang hari
Gejala pada anak-anak
- Napas berhenti sesaat saat tidur (sleep apnea), yang bisa terlihat sebagai dengkuran keras lalu tiba-tiba diam beberapa saat
- Sulit makan atau mengunyah karena hidung tersumbat, sehingga berat badan sulit naik
- Bicara terlambat atau sulit mengucapkan beberapa bunyi tertentu
- Tidur dengan mulut terbuka dan sering mengorok
- Infeksi telinga tengah berulang, kadang sampai keluar cairan dari telinga
- Tampak lesu, sulit fokus, atau prestasi belajar menurun karena tidur tidak nyenyak
Penyebab
Penyebab utama
- Pembesaran adenoid (hipertrofi) akibat infeksi atau peradangan berulang di saluran napas atas
- Alergi saluran napas yang membuat jaringan di hidung dan adenoid membengkak terus-menerus
- Kecenderungan bawaan: pada sebagian anak, jaringan getah bening memang mudah membesar
- Paparan asap rokok, polusi, dan udara kering yang memicu peradangan berulang
Faktor risiko
- Usia anak 1–7 tahun, saat adenoid berada pada ukuran paling besar
- Sering infeksi saluran napas atas, misalnya karena sering berada di tempat penitipan anak atau sekolah
- Riwayat alergi pada anak atau keluarga
- Paparan asap rokok di rumah
- Infeksi sinus kronis atau refluks yang mengiritasi saluran napas
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Napas berhenti sesaat berulang kali saat tidur, atau tidur sangat gelisah disertai dengkuran keras
- Anak sulit minum atau makan sehingga tampak lemas dan kurang cairan
- Demam tinggi disertai nyeri telinga hebat atau keluar cairan dari telinga
- Perdarahan dari hidung atau mulut setelah operasi yang tidak berhenti dengan penekanan ringan
- Sesak napas yang memberat dengan cepat
Buat janji temu rutin jika:
- Mendengkur hampir setiap malam atau tidur selalu dengan mulut terbuka
- Bernapas lewat mulut hampir sepanjang hari
- Infeksi telinga berulang (misalnya beberapa kali dalam setahun) atau pendengaran tampak berkurang
- Suara sengau menetap atau bicara anak kurang jelas dibanding anak seusianya
- Pilek yang lama tidak membaik dan sering kambuh
- Orang tua merasa anak sulit fokus, mudah lelah, atau berat badannya sulit naik
Diagnosis
Dokter biasanya memulai dengan menanyakan riwayat keluhan, pola tidur, frekuensi infeksi, dan riwayat alergi. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik pada hidung, mulut, dan tenggorokan. Bila perlu, dokter akan melihat langsung ke belakang hidung dengan kamera kecil yang dimasukkan lewat lubang hidung. Pemeriksaan ini tidak menyakitkan, hanya terasa sedikit tidak nyaman, dan bisa dilakukan pada anak dengan pendampingan orang tua.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik hidung, mulut, dan tenggorokan
- Nasoendoskopi: kamera sangat kecil dimasukkan lewat hidung untuk melihat ukuran adenoid dan jalur napas
- Rontgen atau CT scan pada kasus tertentu untuk menilai saluran napas dan sinus
- Tes pendengaran (audiometri) dan timpanometri untuk memeriksa fungsi telinga tengah
- Polisomnografi (sleep study) bila dicurigai ada henti napas saat tidur
- Tes alergi bila keluhan berulang diduga berkaitan dengan alergi
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan umumnya tidak lama dan bisa dilakukan di poliklinik. Orang tua biasanya boleh menemani anak, bahkan memang dianjurkan agar anak merasa lebih tenang. Jika diperlukan pemeriksaan khusus atau operasi, dokter akan menjelaskan tujuan, manfaat, dan risikonya, lalu meminta persetujuan orang tua.
Perawatan
Tidak semua adenoid yang membesar harus dioperasi. Penanganan dimulai dari langkah paling sederhana, yaitu mengatasi peradangan dan alergi, menjaga kebersihan hidung, serta mengurangi paparan asap dan polusi. Bila keluhan tetap berat atau berulang dan mengganggu napas, tidur, pendengaran, atau tumbuh kembang, dokter dapat menyarankan operasi pengangkatan adenoid.
Perawatan mandiri di rumah
- Bersihkan hidung dengan larutan garam steril (air garam fisiologis) sesuai anjuran dokter atau apoteker
- Jaga udara kamar tetap lembap dan bersihkan debu secara rutin
- Jauhkan anak dari asap rokok, dupa, dan asap pembakaran di dalam rumah
- Pastikan anak cukup minum agar lendir tidak mengental
- Atur posisi tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi bila hidung sangat tersumbat
- Ajari anak meniup hidung dengan lembut, satu sisi bergantian
- Setelah operasi, ikuti instruksi dokter tentang makanan, aktivitas, dan obat yang diresepkan
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengatasi infeksi atau alergi yang mendasari keluhan, misalnya obat untuk infeksi tertentu atau obat alergi. Jenis, dosis, dan lamanya pemakaian hanya boleh ditentukan oleh dokter yang memeriksa, karena kebutuhan setiap anak berbeda. Jangan memberikan obat apa pun tanpa petunjuk tenaga kesehatan, termasuk obat yang pernah diresepkan sebelumnya.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pengangkatan adenoid dipertimbangkan bila: hidung tersumbat berat dan menetap sehingga anak terus bernapas lewat mulut; ada henti napas saat tidur yang terbukti dari pemeriksaan; infeksi telinga atau sinus berulang yang mengganggu pendengaran dan belajar; atau pengobatan konservatif sudah dijalankan namun keluhan tidak membaik. Keputusan diambil bersama dokter spesialis THT setelah mempertimbangkan manfaat dan risiko.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah operasi, sebagian besar anak mengalami nyeri tenggorokan ringan sampai sedang selama beberapa hari, kadang disertai napas berbau atau suara sengau sementara. Keluhan ini biasanya membaik dalam satu sampai dua minggu. Anak umumnya boleh kembali ke sekolah setelah sekitar satu minggu, tergantung saran dokter dan kondisi anak. Perhatikan asupan minum, karena dehidrasi adalah keluhan yang paling sering terjadi pascaoperasi.
Tips gaya hidup
- Ciptakan rumah bebas asap rokok
- Biasakan cuci tangan dan hindari berbagi alat makan saat ada anggota keluarga yang sakit
- Kelola alergi dengan baik, termasuk menjaga kebersihan kamar dan tempat tidur
- Jaga jadwal tidur yang teratur agar anak cukup istirahat
- Setelah operasi, hindari aktivitas fisik berat, berenang, dan bermain kasar untuk sementara sesuai anjuran dokter
Diet dan olahraga
Selama pemulihan setelah operasi, berikan makanan lunak dan bertekstur lembut dengan suhu hangat atau sejuk, bukan panas, seperti bubur, sup, yogurt, atau buah lunak. Hindari makanan keras, renyah, pedas, atau asam untuk sementara agar tidak melukai area operasi. Pastikan anak minum sedikit-sedikit tapi sering. Aktivitas ringan seperti berjalan di dalam rumah boleh dilakukan, sedangkan olahraga berat dan berenang ditunda sampai dokter mengizinkan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Operasi pada anak bisa membuat anak cemas dan orang tua khawatir. Rasa takut sebelum operasi adalah hal wajar. Jelaskan dengan bahasa sederhana, dampingi anak, dan bawa benda kesayangannya. Jika kecemasan anak atau orang tua terasa berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari, carilah dukungan tenaga profesional. Untuk situasi krisis, gunakan layanan bantuan darurat yang tercantum di halaman darurat situs ini atau hubungi fasilitas kesehatan terdekat.
Pencegahan
Pembesaran adenoid tidak selalu bisa dicegah, terutama bila ada faktor bawaan. Namun beberapa langkah dapat membantu mengurangi peradangan dan infeksi berulang, yaitu menjauhkan anak dari asap rokok, menjaga kebersihan tangan, mengelola alergi dengan baik, menjaga kelembapan udara, dan memastikan anak mendapat imunisasi sesuai jadwal.
Vaksin
Ikuti jadwal imunisasi anak sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI, termasuk imunisasi untuk mencegah infeksi saluran napas dan radang paru. Imunisasi tidak menghilangkan adenoid, tetapi membantu mengurangi infeksi berulang yang memicu peradangan. Tanyakan jadwal dan jenisnya kepada dokter anak atau petugas puskesmas.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining rutin untuk pembesaran adenoid. Pemeriksaan dilakukan bila muncul gejala seperti mendengkur keras, bernapas lewat mulut terus-menerus, atau infeksi telinga berulang.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Henti napas saat tidur (sleep apnea) yang mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, dan suasana hati anak
- Infeksi telinga berulang dan penurunan pendengaran yang dapat mengganggu perkembangan bicara dan belajar
- Infeksi sinus berulang yang membuat hidung terus tersumbat
- Nafsu makan menurun dan gangguan pertumbuhan berat badan
- Perubahan bentuk wajah dan susunan gigi akibat bernapas lewat mulut dalam jangka panjang
- Pada kasus sleep apnea berat yang lama dan tidak ditangani, dapat timbul beban pada jantung dan paru (jarang terjadi)
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, hasil operasi pengangkatan adenoid umumnya sangat memuaskan. Sebagian besar anak bernapas lebih lega, tidur lebih nyenyak, dan infeksi telinga berkurang setelah pulih. Pemulihan biasanya memakan waktu satu sampai dua minggu, dan komplikasi serius tergolong jarang. Diskusikan selalu manfaat dan risiko dengan dokter spesialis THT agar keputusan dibuat dengan tenang dan yakin.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Panduan kesehatan berbeda menurut negara dan wilayah. Halaman ini adalah edukasi umum dan mungkin tidak sesuai dengan panduan, obat, atau praktik di tempat Anda tinggal. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda, dan ikuti panduan setempat jika ada.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Tidak ada panduan yang menyebut topik ini
Tidak ada panduan kesehatan atau bab klinis yang menyebut persis topik ini yang dikutip di sini. Halaman ini hanya untuk edukasi dan informasi umum. Ini bukan diagnosis, rencana pengobatan, atau nasihat medis pribadi. Periksa dengan dokter Anda dan ikuti sarannya. Jika gejala berat, mendadak, atau mengkhawatirkan, segera cari perawatan medis, dan dalam keadaan darurat hubungi nomor darurat setempat. Ruqelo LLC tidak bertanggung jawab atas akibat medis atau hukum dari keputusan yang didasarkan pada informasi ini.
Terakhir diperbarui: 3 November 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.