Ureteroskopi: Prosedur Memeriksa dan Mengatasi Masalah Saluran Kemih
Gambaran umum
Ureteroskopi adalah prosedur medis untuk melihat bagian dalam ureter — saluran tipis yang mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih — menggunakan alat panjang ramping berkamera yang disebut ureteroskop. Alat ini masuk melalui saluran kemih alami, jadi biasanya tidak perlu sayatan di kulit perut. Selain untuk melihat, dokter sering langsung memakai alat ini untuk mengangkat atau memecah batu yang menyumbat saluran kemih.
Fakta penting
- Dilakukan lewat saluran kemih alami, umumnya tanpa luka sayatan di kulit.
- Sering dipakai untuk mengangkat batu ureter atau batu ginjal yang tidak bisa keluar sendiri.
- Biasanya memakai bius total atau bius daerah, dan banyak pasien boleh pulang pada hari yang sama atau setelah menginap singkat.
Ya. Ureteroskopi termasuk tindakan yang cukup sering dilakukan dokter spesialis urologi, terutama karena batu saluran kemih banyak ditemukan di Indonesia, termasuk di daerah beriklim panas.
Paling sering dilakukan pada orang dewasa yang punya batu ginjal atau batu ureter. Bisa juga dilakukan pada anak bila memang diperlukan, serta pada lansia dengan penyesuaian kondisi kesehatan dan pengawasan lebih ketat.
Gejala
- Sama sekali tidak bisa buang air kecil, disertai nyeri hebat dan perut terasa kembung.
- Demam tinggi disertai menggigil dan nyeri pinggang — bisa menjadi tanda infeksi berat pada ginjal.
- Nyeri hebat yang tidak tertahankan dan tidak membaik.
- Badan sangat lemas, napas cepat, tekanan darah turun, atau kebingungan — tanda infeksi berat yang mengancam nyawa.
- Urine berdarah banyak disertai gumpalan, atau perdarahan setelah tindakan yang tidak berhenti.
- ⚠Demam setelah menjalani ureteroskopi.
- ⚠Nyeri yang makin berat atau tidak mereda dengan obat pereda nyeri yang diresepkan dokter.
- ⚠Muntah terus-menerus sampai tidak bisa minum.
- ⚠Selang kecil (stent) yang dipasang terasa bergeser, keluar sendiri, atau membuat sulit buang air kecil.
- ⚠Urine sangat sedikit selama beberapa jam berturut-turut.
Gejala umum
- Nyeri pinggang atau perut bagian bawah yang datang bergelombang, kadang menjalar ke selangkangan.
- Darah di urine, sehingga warna urine tampak merah muda, merah, atau seperti teh.
- Nyeri atau terasa panas saat buang air kecil.
- Terus-menerus ingin buang air kecil padahal urine yang keluar sedikit.
- Mual dan kadang muntah.
- Urine keruh atau berbau menyengat.
- Demam bila ada infeksi yang menyertai.
Gejala pada anak-anak
- Batu saluran kemih pada anak lebih jarang, dan keluhannya sering tidak khas.
- Nyeri perut yang sulit dijelaskan, anak tampak rewel atau menangis terus.
- Muntah atau tidak mau makan tanpa sebab jelas.
- Darah di urine, urine berbau, atau buang air kecil sedikit-sedikit.
- Anak yang tadinya sudah bisa kering bisa kembali mengompol.
Gejala pada lansia
- Nyeri bisa samar atau bahkan tidak dirasakan, padahal penyumbatan tetap terjadi.
- Kadang muncul kebingungan, lemas, atau tidak bersemangat tanpa demam tinggi.
- Sering disertai infeksi saluran kemih berulang.
- Risiko gangguan fungsi ginjal lebih tinggi, sehingga perlu pemantauan lebih cermat.
Penyebab
Penyebab utama
- Batu ginjal atau batu ureter yang menyumbat dan tidak bisa keluar sendiri.
- Penyempitan (striktur) pada saluran ureter yang membuat aliran urine terhambat.
- Kecurigaan adanya jaringan tidak normal di saluran kemih yang perlu dilihat langsung dan diambil sampelnya.
- Benda asing atau bekuan darah yang menyumbat saluran kemih.
- Hasil pencitraan yang belum jelas dan perlu dipastikan dengan melihat langsung.
Faktor risiko
- Kurang minum air putih, terutama saat cuaca panas atau banyak berkeringat.
- Pola makan tinggi garam dan protein hewani, serta kurang buah dan sayur.
- Berat badan berlebih.
- Ada anggota keluarga yang pernah mengalami batu saluran kemih.
- Infeksi saluran kemih yang berulang.
- Kondisi metabolik tertentu, misalnya gangguan pada kelenjar paratiroid — dokter akan memeriksa bila perlu.
- Pernah menjalani operasi atau pemasangan alat pada saluran kemih.
- Konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang — tanyakan ke dokter atau apoteker Anda.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri pinggang hebat disertai demam atau menggigil.
- Tidak bisa buang air kecil sama sekali.
- Darah di urine yang cukup banyak atau berulang.
- Muntah terus-menerus sehingga cairan tubuh berkurang.
- Keluhan apa pun yang memburuk dalam 24–48 jam setelah tindakan ureteroskopi.
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri pinggang berulang yang belum pernah diperiksa.
- Pernah keluar batu saat buang air kecil.
- Riwayat batu saluran kemih dalam keluarga dan ingin konsultasi pencegahan.
- Jadwal kontrol setelah ureteroskopi atau setelah pemasangan stent.
- Ingin tahu pilihan penanganan batu sebelum memutuskan tindakan.
Diagnosis
Dokter biasanya memulai dengan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu dilakukan tes urine, tes darah, dan pencitraan untuk melihat letak serta ukuran batu atau penyumbatan. Bila hasilnya menunjukkan batu yang besar, tersangkut, atau menimbulkan komplikasi, dokter akan membicarakan pilihan tindakan — salah satunya ureteroskopi.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes urine untuk melihat darah, tanda infeksi, dan kristal pembentuk batu.
- Tes darah untuk menilai fungsi ginjal dan tanda infeksi.
- Kultur urine bila dicurigai ada infeksi.
- USG (ultrasonografi) ginjal dan saluran kemih.
- CT scan tanpa kontras — sering menjadi pemeriksaan pilihan untuk melihat batu secara jelas.
- Rontgen perut bila diperlukan.
- Ureteroskopi itu sendiri, yang sekaligus bisa menjadi langkah pengobatan.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Sebelum tindakan, Anda akan diminta berpuasa beberapa jam dan memberi tahu obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Tindakan dilakukan dengan bius, umumnya 30–90 menit tergantung kerumitan. Setelahnya Anda dipantau di ruang pemulihan, mungkin ada sedikit darah di urine dan rasa tidak nyaman saat buang air kecil. Kadang dipasang selang kecil (stent) sementara dan/atau kateter yang dilepas dalam waktu singkat. Banyak pasien boleh pulang pada hari yang sama, sebagian perlu menginap satu malam.
Perawatan
Ureteroskopi bukan hanya pemeriksaan — sering sekaligus menjadi cara mengatasi masalahnya. Dokter dapat mengangkat batu dengan alat seperti keranjang kecil, memecah batu menjadi serpihan halus, melebarkan saluran yang menyempit, atau mengambil sampel jaringan bila perlu diperiksa lebih lanjut. Kadang dipasang stent sementara agar urine tetap lancar dan saluran pulih.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum air putih lebih banyak setelah tindakan, sesuai anjuran dokter.
- Istirahat cukup dan hindari angkat berat atau olahraga berat untuk sementara waktu.
- Ikuti jadwal kontrol dan jadwal pelepasan stent bila dipasang.
- Perhatikan warna urine — sedikit merah muda di awal itu umum, tetapi laporkan bila makin merah atau bergumpal.
- Jangan menahan buang air kecil dan jaga kebersihan area kemih.
- Catat keluhan baru dan bawa catatan itu saat kontrol.
Perawatan medis
Penanganan bertujuan mengeluarkan penyebab sumbatan, mencegah infeksi, dan menjaga fungsi ginjal. Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri, obat untuk mencegah atau mengatasi infeksi, serta obat yang membantu melancarkan aliran urine — semuanya sesuai penilaian dan resep dokter. Untuk batu tertentu, dokter juga bisa menawarkan pilihan lain seperti pemecahan batu dari luar tubuh atau tindakan lain, tergantung ukuran, letak, dan kondisi Anda.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Ureteroskopi dipertimbangkan bila batu tidak bisa keluar sendiri, ukurannya cukup besar, tersangkut dan menimbulkan nyeri berulang, mengganggu aliran urine, atau disertai infeksi yang perlu segera ditangani. Dokter juga memakainya bila ada penyempitan saluran atau kecurigaan kelainan jaringan yang perlu dipastikan. Keputusan diambil bersama Anda setelah mempertimbangkan manfaat dan risikonya.
Hidup dengan kondisi ini
Beberapa hari pertama setelah tindakan mungkin terasa tidak nyaman, terutama saat buang air kecil. Keluhan ini biasanya membaik dalam beberapa hari sampai sekitar satu minggu. Kembali ke pekerjaan ringan umumnya bisa cepat, sedangkan pekerjaan berat atau olahraga intens perlu menunggu izin dokter.
Tips gaya hidup
- Biasakan minum air putih cukup sepanjang hari, lebih banyak bila cuaca panas atau banyak berkeringat.
- Batasi makanan sangat asin dan minuman manis berlebihan.
- Jaga berat badan ideal dengan aktivitas fisik rutin.
- Jangan menunda buang air kecil.
- Patuhi jadwal kontrol dan pemeriksaan lanjutan.
Diet dan olahraga
Pola makan seimbang membantu mengurangi risiko batu terbentuk lagi: cukup cairan, garam tidak berlebihan, cukup buah dan sayur, serta protein hewani dalam porsi wajar. Bila Anda punya kondisi tertentu, dokter atau ahli gizi bisa memberi saran yang lebih spesifik. Aktivitas fisik ringan sampai sedang seperti jalan kaki aman dan bermanfaat; mulai perlahan setelah tindakan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri berulang dan menjalani prosedur medis bisa membuat cemas, mudah tersinggung, atau sulit tidur. Perasaan ini normal dan biasanya mereda seiring keluhan membaik. Bicarakan dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan bila kecemasan berlanjut, mengganggu tidur, atau membuat Anda menarik diri. Dukungan emosional adalah bagian dari pemulihan, bukan hal yang berlebihan.
Pencegahan
Tindakan ureteroskopi sendiri tidak bisa dicegah karena ini prosedur pengobatan. Namun masalah yang sering membuatnya diperlukan — terutama batu saluran kemih — cukup bisa ditekan risikonya dengan minum cukup air, pola makan seimbang, berat badan ideal, dan kontrol rutin bila Anda pernah mengalami batu sebelumnya.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah batu saluran kemih atau menghindari ureteroskopi. Vaksinasi tetap penting untuk kesehatan umum sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Program skrining
Bila Anda pernah mengalami batu saluran kemih atau memiliki riwayat keluarga, pemeriksaan berkala — termasuk tes urine dan pencitraan sesuai anjuran dokter — membantu memantau kondisi sebelum menimbulkan keluhan berat.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penyumbatan yang dibiarkan dapat menekan dan merusak jaringan ginjal secara perlahan.
- Infeksi saluran kemih yang menyebar ke ginjal dan berpotensi menjadi infeksi berat.
- Nyeri berulang yang mengganggu tidur, kerja, dan aktivitas sehari-hari.
- Penurunan fungsi ginjal, terutama bila sumbatan terjadi di kedua sisi atau sudah lama.
- Batu dapat membesar dan makin sulit ditangani.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar orang yang menjalani ureteroskopi membaik dengan baik dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa dalam hitungan hari sampai beberapa minggu. Banyak pasien juga berhasil mengatasi batunya. Kunci keberhasilan adalah kontrol teratur, cukup minum, dan segera menghubungi tenaga kesehatan bila muncul keluhan baru.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Panduan kesehatan berbeda menurut negara dan wilayah. Halaman ini adalah edukasi umum dan mungkin tidak sesuai dengan panduan, obat, atau praktik di tempat Anda tinggal. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda, dan ikuti panduan setempat jika ada.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Tidak ada panduan yang menyebut topik ini
Tidak ada panduan kesehatan atau bab klinis yang menyebut persis topik ini yang dikutip di sini. Halaman ini hanya untuk edukasi dan informasi umum. Ini bukan diagnosis, rencana pengobatan, atau nasihat medis pribadi. Periksa dengan dokter Anda dan ikuti sarannya. Jika gejala berat, mendadak, atau mengkhawatirkan, segera cari perawatan medis, dan dalam keadaan darurat hubungi nomor darurat setempat. Ruqelo LLC tidak bertanggung jawab atas akibat medis atau hukum dari keputusan yang didasarkan pada informasi ini.
Terakhir diperbarui: 3 November 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.