Aquablation: Tindakan Air Bertekanan untuk Pembesaran Prostat Jinak
Gambaran umum
Aquablation adalah salah satu tindakan medis untuk membantu pria yang kelenjar prostatnya membesar. Prostat adalah kelenjar kecil di bawah kandung kemih yang mengelilingi saluran kencing. Saat membesar (kondisi yang disebut BPH, pembesaran prostat jinak), kelenjar ini menekan saluran kencing sehingga aliran urine melemah dan penderitanya jadi sering ingin kencing. Pada aquablation, dokter menggunakan semburan air bertekanan tinggi yang sangat halus untuk membuang jaringan prostat yang berlebih. Gerakan alat dipandu oleh teknologi robot dan gambar USG (ultrasonografi), sehingga dokter dapat membuang jaringan yang menekan saluran kencing sambil berusaha menjaga bagian yang perlu dipertahankan. Alatnya dimasukkan lewat saluran kencing, jadi tidak ada luka sayatan di perut atau kulit. Tindakan ini dilakukan di kamar tindakan oleh dokter spesialis urologi, biasanya dengan bius total atau sebagian.
Fakta penting
- Aquablation bukan obat, melainkan sebuah tindakan (prosedur) di rumah sakit yang dipilih bersama dokter spesialis urologi.
- Karena alatnya masuk lewat saluran kencing, tidak ada sayatan di kulit dan masa pemulihan biasanya lebih singkat dibanding operasi terbuka.
- Tujuannya sama seperti tindakan prostat lainnya: melancarkan aliran kencing dan mengurangi keluhan seperti sering terbangun malam hari untuk kencing.
Pembesaran prostat jinak (BPH) sangat umum pada pria lanjut usia — diperkirakan lebih dari separuh pria di atas 60 tahun mengalaminya sampai taraf tertentu. Aquablation sendiri adalah pilihan yang relatif baru. Ketersediaannya di Indonesia belum merata dan bergantung pada fasilitas kesehatan setempat. Yang terpenting, BPH punya banyak pilihan penanganan, dan aquablation hanyalah salah satunya.
BPH terutama dialami pria berusia di atas 45–50 tahun, dan keluhannya cenderung bertambah seiring usia. Aquablation biasanya dipertimbangkan untuk pria dewasa dengan keluhan kencing yang mengganggu, terutama bila obat dan perubahan gaya hidup belum cukup membantu. Tidak semua orang cocok menjalani tindakan ini — kesesuaiannya bergantung pada ukuran dan bentuk prostat, kondisi kesehatan keseluruhan, serta hasil diskusi dengan dokter urologi.
Gejala
- Sama sekali tidak bisa buang air kecil selama berjam-jam, disertai nyeri hebat dan perut bagian bawah terasa mengeras — ini bisa merupakan retensi urine akut dan perlu pertolongan darurat.
- Demam tinggi disertai menggigil, nyeri saat kencing, atau nyeri pinggang — bisa menjadi tanda infeksi saluran kencing berat atau infeksi ginjal.
- Kencing berdarah banyak atau mengeluarkan gumpalan darah, terutama bila disertai sulit kencing.
- Nyeri hebat mendadak di perut atau pinggang disertai mual dan muntah.
- Segera hubungi layanan gawat darurat atau pergi ke instalasi gawat darurat terdekat. Daftar nomor darurat yang sudah diperiksa dapat Anda temukan di halaman darurat situs ini.
- ⚠Tidak bisa kencing lebih dari 6–8 jam, meskipun nyerinya belum berat
- ⚠Nyeri atau rasa panas saat kencing disertai demam ringan
- ⚠Darah di urine yang muncul berulang kali
- ⚠Keluhan kencing memburuk dengan cepat dalam beberapa hari
- ⚠Nyeri pinggang disertai penurunan jumlah urine yang keluar
Gejala umum
- Aliran urine lemah, terputus-putus, atau menetes di akhir kencing
- Sering ingin kencing, termasuk terbangun beberapa kali di malam hari
- Harus mengejan atau mendorong saat mulai kencing
- Merasa kandung kemih belum tuntas kosong setelah kencing
- Rasa ingin kencing mendadak dan sulit ditahan
- Butuh waktu lama sebelum urine mulai keluar
Penyebab
Penyebab utama
- Pembesaran prostat jinak (BPH) terjadi karena perubahan keseimbangan hormon seiring bertambahnya usia, sehingga jaringan prostat tumbuh.
- Jaringan prostat yang membesar menekan saluran kencing (uretra) dan kandung kemih, sehingga aliran urine melemah dan kandung kemih sulit kosong dengan tuntas.
- BPH bukan kanker dan bukan penyakit menular. Aquablation sendiri bukan penyakit, melainkan salah satu cara untuk mengatasi keluhan akibat BPH.
Faktor risiko
- Usia di atas 45–50 tahun
- Riwayat keluarga dengan pembesaran prostat
- Kelebihan berat badan dan kurang aktivitas fisik
- Diabetes dan sindrom metabolik
- Pola makan tinggi lemak dan rendah sayur serta buah
- Kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebihan
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Sama sekali tidak bisa kencing, atau hanya keluar beberapa tetes disertai nyeri
- Demam disertai nyeri saat kencing atau nyeri pinggang
- Ada darah di urine, apalagi bila berulang
- Nyeri hebat di perut bagian bawah atau pinggang
Buat janji temu rutin jika:
- Terbangun lebih dari dua kali setiap malam untuk kencing
- Aliran kencing lemah, harus mengejan, atau terasa tidak tuntas
- Keluhan kencing mulai mengganggu pekerjaan, tidur, atau aktivitas sehari-hari
- Ingin berdiskusi apakah aquablation atau pilihan terapi lain cocok untuk Anda
- Sedang mengonsumsi obat prostat dan ingin mengevaluasi hasilnya
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan Anda secara rinci — seberapa sering kencing, seberapa lemah alirannya, dan bagaimana hal itu memengaruhi tidur serta aktivitas. Keluhan biasanya dinilai dengan kuesioner baku (skor IPSS). Setelah itu dokter melakukan pemeriksaan fisik, termasuk meraba prostat melalui dubur (pemeriksaan colok dubur) untuk memperkirakan ukurannya. Bila diperlukan, dokter menambahkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab keluhan dan menilai apakah aquablation cocok untuk Anda.
Tes yang mungkin dilakukan
- Kuesioner keluhan kencing (skor IPSS) untuk mengukur tingkat gangguan
- Pemeriksaan urine untuk mencari tanda infeksi atau darah
- Tes darah, termasuk fungsi ginjal dan PSA (penanda prostat — hasil tinggi belum tentu berarti kanker)
- USG prostat dan saluran kencing, sekaligus mengukur sisa urine di kandung kemih setelah kencing
- Uroflowmetri, yaitu pengukuran kecepatan aliran urine saat Anda kencing
- Sistoskopi, yaitu melihat bagian dalam saluran kencing dengan kamera halus, bila diperlukan
- Pemeriksaan lanjutan bila dokter mencurigai adanya masalah lain pada prostat
Apa yang diharapkan saat janji temu
Sebagian besar pemeriksaan tidak menyakitkan. Colok dubur mungkin terasa tidak nyaman, tetapi berlangsung singkat. USG dan uroflowmetri juga cepat dan tidak sakit. Hasil pemeriksaan akan dibahas bersama Anda, termasuk pilihan terapi, manfaat, dan risikonya. Jangan ragu untuk bertanya atau membawa catatan pertanyaan agar tidak lupa.
Perawatan
Penanganan BPH disesuaikan dengan beratnya keluhan dan kondisi kesehatan Anda. Untuk keluhan ringan, sering kali cukup dengan perubahan gaya hidup dan pemantauan. Bila keluhan lebih mengganggu, dokter dapat meresepkan obat. Bila keluhan tetap berat atau muncul komplikasi, tindakan seperti aquablation, TURP (pengerokan prostat lewat saluran kencing), atau operasi laser dapat dipertimbangkan. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing — dokter urologi akan membantu Anda menimbangnya.
Perawatan mandiri di rumah
- Kurangi minum cairan, terutama kafein dan alkohol, menjelang waktu tidur
- Jangan menahan kencing terlalu lama bila memungkinkan
- Coba kencing dua kali berturut-turut (double voiding) untuk membantu mengosongkan kandung kemih
- Jaga berat badan ideal dan tetap aktif bergerak
- Catat seberapa sering dan seberapa banyak Anda kencing untuk membantu dokter menilai keluhan
- Hindari obat flu atau obat bebas tertentu yang bisa memperberat keluhan kencing — tanyakan dulu kepada apoteker atau dokter
Perawatan medis
Ada beberapa golongan obat untuk BPH yang bekerja dengan cara berbeda: sebagian melemaskan otot prostat dan saluran kencing, sebagian lagi memperlambat pertumbuhan prostat. Setiap obat punya manfaat dan efek samping tersendiri, sehingga dokter akan memilih sesuai kondisi Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengganti obat tanpa berkonsultasi. Bila keluhan tetap mengganggu meski sudah menjalani pengobatan, dokter akan mendiskusikan pilihan tindakan lanjutan, termasuk aquablation.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tindakan seperti aquablation umumnya dipertimbangkan bila: keluhan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak membaik dengan perubahan gaya hidup atau obat; muncul komplikasi seperti tidak bisa kencing sama sekali (retensi urine), infeksi saluran kencing berulang, batu kandung kemih, darah di urine berulang, atau gangguan fungsi ginjal; atau setelah Anda dan dokter urologi sepakat bahwa manfaatnya sepadan dengan risikonya dibandingkan pilihan tindakan lain. Keputusan ini selalu dibuat bersama, bukan sepihak.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah menjalani aquablation, biasanya dipasang kateter (selang kecil) untuk sementara agar urine bisa keluar lancar. Beberapa hari pertama, Anda mungkin merasakan rasa panas atau ingin kencing saat buang air kecil, dan urine bisa tampak kemerahan atau keruh untuk sementara. Ini umum terjadi dan berangsur membaik. Ikuti petunjuk dokter tentang kapan boleh mandi, beraktivitas, dan minum obat. Jangan mengangkat beban berat atau mengejan berlebihan sampai dokter mengizinkan.
Tips gaya hidup
- Minum cukup air sesuai anjuran dokter, tetapi kurangi menjelang tidur
- Batasi kafein, minuman bersoda, dan alkohol yang bisa memperberat keluhan kencing
- Tetap bergerak ringan seperti berjalan kaki sesuai anjuran setelah tindakan
- Hindari mengangkat beban berat dan aktivitas berat untuk sementara waktu
- Jaga pola makan seimbang dan berat badan ideal
- Berhenti merokok bila Anda merokok
Diet dan olahraga
Tidak ada makanan khusus yang menyembuhkan BPH, tetapi pola makan sehat membantu menjaga berat badan dan kesehatan secara keseluruhan. Perbanyak sayur, buah, dan biji-bijian; batasi makanan berlemak tinggi dan gula berlebihan. Setelah pulih dari tindakan, aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, bersepeda santai, atau berenang dapat membantu. Mulailah perlahan dan tanyakan kepada dokter kapan Anda boleh kembali berolahraga seperti biasa.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Keluhan kencing yang berlangsung lama bisa mengganggu tidur, membuat lelah, dan menimbulkan rasa cemas atau malu — terutama bila harus sering ke toilet di tempat kerja atau saat bepergian. Perasaan ini wajar dan tidak perlu dipendam. Menjalani tindakan medis juga bisa menimbulkan kekhawatiran. Bicarakan perasaan Anda dengan pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan. Bila rasa cemas atau sedih terus berlanjut dan mengganggu kehidupan sehari-hari, mintalah bantuan profesional. Dukungan kesehatan jiwa adalah bagian penting dari pemulihan.
Pencegahan
Pembesaran prostat jinak tidak dapat dicegah sepenuhnya karena berkaitan erat dengan proses penuaan. Namun, gaya hidup sehat — berat badan ideal, aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, tidak merokok, dan mengelola diabetes — dapat membantu menjaga kesehatan saluran kencing dan mungkin memperlambat munculnya keluhan.
Program skrining
Belum ada pemeriksaan skrining rutin khusus untuk BPH. Yang dianjurkan adalah mengenali keluhan kencing sejak awal dan membicarakannya dengan dokter, terutama bila Anda pria berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat keluarga. Untuk kanker prostat, ada pemeriksaan PSA — diskusikan manfaat dan risikonya dengan dokter sebelum memutuskan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Retensi urine akut, yaitu tiba-tiba tidak bisa kencing sama sekali dan terasa sangat nyeri
- Infeksi saluran kencing yang berulang
- Batu kandung kemih akibat urine yang tertahan
- Darah di urine yang berulang
- Tekanan balik ke ginjal yang lama-lama dapat mengganggu fungsi ginjal
- Gangguan tidur dan penurunan kualitas hidup akibat sering terbangun untuk kencing
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, BPH bukan kanker dan bisa ditangani dengan baik. Banyak pria melaporkan aliran kencing dan kualitas tidurnya membaik setelah menjalani pengobatan atau tindakan, termasuk aquablation. Setiap tindakan memiliki risiko tersendiri — seperti perdarahan, infeksi, atau perubahan saat ejakulasi — dan hal ini akan dibahas dokter sebelum Anda memutuskan. Hasil pada setiap orang bisa berbeda, jadi ikuti petunjuk dokter dan jadwalkan kontrol rutin. Bila keluhan kembali muncul, sampaikan kepada dokter; masih ada pilihan lain yang bisa dipertimbangkan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Panduan kesehatan berbeda menurut negara dan wilayah. Halaman ini adalah edukasi umum dan mungkin tidak sesuai dengan panduan, obat, atau praktik di tempat Anda tinggal. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda, dan ikuti panduan setempat jika ada.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Tidak ada panduan yang menyebut topik ini
Tidak ada panduan kesehatan atau bab klinis yang menyebut persis topik ini yang dikutip di sini. Halaman ini hanya untuk edukasi dan informasi umum. Ini bukan diagnosis, rencana pengobatan, atau nasihat medis pribadi. Periksa dengan dokter Anda dan ikuti sarannya. Jika gejala berat, mendadak, atau mengkhawatirkan, segera cari perawatan medis, dan dalam keadaan darurat hubungi nomor darurat setempat. Ruqelo LLC tidak bertanggung jawab atas akibat medis atau hukum dari keputusan yang didasarkan pada informasi ini.
Terakhir diperbarui: 3 November 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.