Bloody stools
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Buang air besar berdarah (bloody stools) adalah kondisi ketika terdapat darah pada tinja. Darah bisa terlihat berwarna merah terang, merah gelap, atau hitam seperti ter. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, dari yang ringan seperti wasir hingga yang serius seperti perdarahan di saluran pencernaan.
Fakta penting
- Darah merah terang biasanya berasal dari bagian bawah saluran pencernaan (anus atau rektum).
- Darah hitam atau seperti ter biasanya berasal dari saluran pencernaan atas (lambung atau usus halus).
- Tidak semua darah dalam tinja terlihat dengan mata telanjang; kadang hanya terdeteksi lewat tes laboratorium.
Ya, kondisi ini cukup sering terjadi. Banyak orang mengalami setidaknya sekali seumur hidup, terutama karena wasir atau fisura ani.
Semua orang bisa mengalaminya, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Namun, risiko lebih tinggi pada orang dengan wasir, sembelit kronis, atau penyakit radang usus.
Gejala
- Darah keluar dalam jumlah banyak (lebih dari beberapa sendok makan)
- Pusing berat, pingsan, atau tekanan darah sangat turun
- Nyeri perut hebat yang tiba-tiba
- Muntah darah atau cairan seperti kopi
- Tinja hitam lengket disertai lemas ekstrem
- ⚠Darah pada tinja yang pertama kali terjadi
- ⚠Darah berulang tanpa penyebab jelas
- ⚠Perubahan kebiasaan BAB yang menetap (lebih dari 3 minggu)
- ⚠Penurunan berat badan tanpa sebab
- ⚠Nyeri perut yang tidak kunjung reda
- ⚠Demam disertai BAB berdarah
Gejala umum
- Terdapat darah pada tinja (merah terang, merah gelap, atau hitam)
- Tinja berwarna hitam seperti ter (melena)
- Darah menetes dari anus saat buang air besar
- Rasa nyeri atau tidak nyaman di perut
- Perubahan kebiasaan buang air besar (konstipasi atau diare)
Gejala pada anak-anak
- Tinja berdarah pada anak bisa disebabkan oleh fisura ani akibat sembelit
- Pada bayi, darah dalam tinja bisa karena alergi susu sapi atau infeksi
- Anak mungkin tidak bisa menjelaskan gejala, jadi perhatikan perubahan perilaku atau tangisan saat BAB
Gejala pada lansia
- Lansia dengan riwayat wasir atau divertikulitis lebih rentan
- Perdarahan bisa lebih serius karena penggunaan obat pengencer darah (antikoagulan)
- Perlu waspada terhadap kanker usus besar yang lebih sering pada usia di atas 50 tahun
Penyebab
Penyebab utama
- Wasir (hemoroid) – pembengkakan pembuluh darah di anus
- Fisura ani – robekan kecil di kulit sekitar anus
- Divertikulitis – peradangan kantung kecil di usus besar
- Infeksi saluran pencernaan (misalnya disentri)
- Penyakit radang usus (misalnya kolitis ulserativa atau Crohn)
- Polip usus atau kanker usus besar (jarang namun serius)
- Perdarahan dari lambung atau usus halus (misalnya tukak lambung)
Faktor risiko
- Sembelit kronis atau mengejan saat BAB
- Usia di atas 50 tahun
- Riwayat polip usus atau kanker usus dalam keluarga
- Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
- Obesitas dan kurang aktivitas fisik
- Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti aspirin atau ibuprofen dalam jangka panjang
- Penyakit radang usus kronis
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter jika Anda mengalami perdarahan yang banyak atau tidak berhenti
- Jika disertai pusing, lemas, atau pingsan
- Jika BAB berdarah disertai nyeri perut hebat atau demam tinggi
Buat janji temu rutin jika:
- Jika darah hanya sedikit dan tidak disertai gejala lain, tetap perlu diperiksakan untuk mencari penyebab
- Jika perdarahan terjadi berulang meski ringan
- Jika ada perubahan kebiasaan BAB yang berlangsung lebih dari beberapa minggu
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, gejala, serta melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan dubur (rektal) untuk melihat sumber perdarahan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah samar pada tinja (fecal occult blood test) – untuk mendeteksi darah yang tidak terlihat
- Kolonskopi – pemeriksaan usus besar dengan kamera
- Sigmoidoskopi – pemeriksaan bagian bawah usus besar
- Endoskopi saluran cerna atas jika dicurigai perdarahan dari lambung
- USG perut atau CT scan jika diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak nyeri, namun beberapa seperti kolonskopi mungkin memerlukan persiapan khusus (puasa dan pembersihan usus). Dokter akan menjelaskan prosedur dan risikonya. Jika ditemukan polip, dokter bisa langsung mengangkatnya saat kolonskopi.
Perawatan
Pengobatan tergantung pada penyebab perdarahan. Tujuan utama adalah menghentikan perdarahan dan mengatasi penyebab dasarnya.
Perawatan mandiri di rumah
- Perbanyak minum air putih dan konsumsi serat (buah, sayur, biji-bijian) untuk mencegah sembelit
- Jangan mengejan saat BAB
- Gunakan tisu basah atau air hangat untuk membersihkan area anus, bukan tisu kering yang kasar
- Istirahat yang cukup dan hindari duduk terlalu lama
Perawatan medis
Penanganan medis dapat berupa pemberian obat-obatan untuk mengurangi peradangan atau infeksi, prosedur pengikatan wasir (banding), atau pembekuan (koagulasi) area perdarahan. Untuk kondisi seperti penyakit radang usus, dokter akan meresepkan obat yang sesuai. Jangan pernah mengonsumsi obat tanpa resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pembedahan jarang diperlukan, tetapi mungkin dilakukan jika perdarahan tidak berhenti dengan terapi lain, misalnya pada wasir besar yang tidak membaik, atau untuk mengangkat polip atau tumor. Dokter akan membahas pilihan bedah jika memang diperlukan.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah penyebab perdarahan diketahui, Anda dapat menjalani hidup normal. Penting untuk memantau tinja Anda dan melaporkan jika perdarahan muncul kembali.
Tips gaya hidup
- Hindari merokok dan batasi alkohol
- Kelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau olahraga ringan
- Jaga berat badan ideal
- Lakukan aktivitas fisik secara teratur minimal 30 menit per hari
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan gandum utuh. Minum cukup air (8 gelas per hari). Hindari makanan pedas, berlemak, dan olahan yang bisa memperburuk wasir. Olahraga ringan seperti jalan kaki membantu melancarkan BAB.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Melihat darah pada tinja bisa menimbulkan kecemasan. Wajar merasa khawatir, tetapi ingatlah bahwa sebagian besar penyebab tidak serius. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter, keluarga, atau teman. Jika kecemasan mengganggu sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan profesional.
Pencegahan
Beberapa penyebab seperti wasir dan fisura ani dapat dicegah dengan pola makan tinggi serat, minum cukup air, serta tidak mengejan saat BAB. Namun, penyebab seperti penyakit radang usus atau polip tidak sepenuhnya dapat dicegah, tetapi deteksi dini sangat penting.
Program skrining
Skrining kanker usus besar dianjurkan mulai usia 45-50 tahun, terutama jika ada riwayat keluarga. Tes darah samar tinja dan kolonskopi rutin dapat mendeteksi polip sebelum menjadi kanker.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Anemia akibat kehilangan darah kronis
- Perdarahan berat yang mengancam jiwa
- Penyebaran infeksi jika penyebabnya adalah infeksi
- Perkembangan polip menjadi kanker jika tidak diangkat
Prospek jangka panjang
Kebanyakan kasus perdarahan dubur dapat ditangani dengan baik. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, kondisi seperti wasir dan fisura ani sering sembuh total. Untuk kondisi yang lebih serius seperti kanker usus, deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan. Jangan ragu untuk memeriksakan diri; mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.