Causes of burning mouth sensation
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Sindrom mulut terbakar adalah kondisi ketika seseorang merasakan sensasi terbakar, perih, atau panas di dalam mulut tanpa ada luka bakar yang jelas. Sensasi ini bisa terasa di lidah, bibir, gusi, atau langit-langit mulut. Kondisi ini sering disebut juga burning mouth syndrome.
Fakta penting
- Sensasi terbakar bisa berlangsung terus-menerus atau hilang timbul.
- Penyebabnya bisa bermacam-macam, dari masalah gigi hingga kondisi kesehatan lain.
- Gejala sering memburuk pada siang hari dan membaik saat tidur.
Cukup umum terjadi, terutama pada wanita setelah usia menopause.
Lebih sering dialami oleh wanita paruh baya dan lansia, namun pria juga bisa mengalaminya.
Gejala
- Sensasi terbakar yang tiba-tiba sangat hebat disertai sesak napas atau pembengkakan bibir, lidah, atau tenggorokan (tanda reaksi alergi berat).
- Kesulitan menelan atau membuka mulut.
- Demam tinggi disertai bercak putih atau merah di mulut.
- ⚠Burning yang tidak kunjung reda setelah seminggu atau mengganggu makan dan minum.
- ⚠Disertai penurunan berat badan yang tidak direncanakan.
- ⚠Adanya luka atau bercak yang tidak biasa di mulut.
Gejala umum
- Sensasi terbakar atau perih di lidah, bibir, gusi, atau seluruh mulut.
- Mulut terasa kering (xerostomia).
- Rasa logam atau pahit di mulut (disgeusia).
- Kesemutan atau mati rasa di mulut.
Gejala pada anak-anak
- Jarang terjadi pada anak-anak, tetapi bisa muncul karena alergi makanan atau infeksi mulut seperti sariawan berat.
Gejala pada lansia
- Sering dikaitkan dengan kekurangan vitamin (misalnya vitamin B12, zat besi) atau kondisi medis seperti diabetes dan refluks asam lambung.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab primer (idiopatik): tidak dapat ditemukan penyebab yang jelas setelah pemeriksaan.
- Penyebab sekunder: kekurangan vitamin B12, asam folat, atau zat besi.
- Infeksi mulut seperti sariawan (candida oral) atau infeksi jamur.
- Kondisi medis seperti diabetes melitus, refluks asam lambung (GERD), atau gangguan tiroid.
- Alergi terhadap bahan tambahan makanan, pasta gigi, atau obat kumur.
- Efek samping obat-obatan tertentu (misalnya obat hipertensi atau antidepresan).
- Gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, atau stres berat.
Faktor risiko
- Usia di atas 50 tahun.
- Jenis kelamin perempuan.
- Kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau.
- Memiliki penyakit autoimun (misalnya lupus, sindrom Sjögren).
- Riwayat gangguan psikologis.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika sensasi terbakar disertai tanda-tanda reaksi alergi seperti pembengkakan atau kesulitan bernapas.
- Jika disertai demam tinggi atau kesulitan menelan.
- Jika ada luka terbuka atau bercak putih yang menetap di mulut.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika sensasi terbakar berlangsung lebih dari dua minggu tanpa sebab yang jelas.
- Jika mengganggu kenyamanan saat makan, minum, atau berbicara.
Diagnosis
Dokter akan melakukan wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan rongga mulut secara teliti, dan mungkin merujuk ke dokter gigi atau spesialis THT jika diperlukan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk memeriksa kadar vitamin, gula darah, fungsi tiroid, dan zat besi.
- Tes alergi jika dicurigai alergi terhadap makanan atau produk mulut.
- Tes usapan mulut (swab) untuk mendeteksi infeksi jamur atau bakteri.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan umumnya tidak menyakitkan. Dokter akan mencari penyebab yang dapat diobati, seperti kekurangan nutrisi atau infeksi. Jika tidak ditemukan penyebab fisik, dokter mungkin akan mengevaluasi faktor psikologis.
Perawatan
Pengobatan disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan. Jika tidak ada penyebab yang jelas, penanganan berfokus pada meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
Perawatan mandiri di rumah
- Hindari makanan dan minuman yang merangsang, seperti pedas, asam, atau panas.
- Minum air putih yang cukup untuk mencegah mulut kering.
- Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi tanpa sodium lauryl sulfate.
- Hindari produk mulut dengan alkohol atau perasa kuat.
- Kelola stres dengan teknik relaksasi, seperti meditasi atau olahraga ringan.
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat kumur khusus, suplemen vitamin atau mineral jika terjadi kekurangan, atau obat untuk mengatasi infeksi jamur. Jika berkaitan dengan gangguan pencernaan atau kondisi lain, dokter akan mengobati penyebab utamanya. Terapi psikologis atau konseling juga dapat membantu jika stres atau kecemasan menjadi pemicu.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi biasanya tidak diperlukan untuk kondisi ini.
Hidup dengan kondisi ini
Hindari pemicu gejala, jaga kebersihan mulut dengan lembut, dan perbanyak minum air putih agar mulut tetap lembab.
Tips gaya hidup
- Kurangi konsumsi kafein, alkohol, dan tembakau.
- Konsumsi makanan lunak dan dingin seperti yoghurt atau smoothie.
- Catat makanan atau produk yang memperburuk gejala untuk dihindari.
Diet dan olahraga
Makanlah dalam porsi kecil tapi sering. Pilih makanan yang tidak mengiritasi, seperti sup hangat, pisang, atau kentang tumbuk. Olahraga ringan seperti jalan kaki dapat membantu mengurangi stres.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kondisi ini dapat menimbulkan kecemasan, sulit tidur, atau frustrasi karena rasa tidak nyaman yang berkepanjangan. Jika perasaan sedih atau cemas mengganggu aktivitas sehari-hari, bicarakan dengan dokter atau konselor.
Pencegahan
Tidak dapat dicegah sepenuhnya karena banyak penyebab yang tidak diketahui. Namun, menjaga kesehatan mulut, menghindari rokok, dan mengelola stres dapat mengurangi risiko.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penurunan nafsu makan dan berat badan karena nyeri saat makan.
- Gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman.
- Kecemasan atau depresi yang memburuk.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar penderita mengalami perbaikan gejala. Kuncinya adalah mencari dan mengatasi penyebab yang mendasari. Banyak orang bisa kembali menjalani hidup normal dengan nyaman.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Puskesmas atau dokter gigi terdekat · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.