Benjolan yang Muncul dan Hilang pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Benjolan adalah pertumbuhan jaringan atau pembengkakan di bawah kulit yang bisa muncul dan lalu mengecil atau hilang sendiri. Pada anak, sebagian besar benjolan bersifat jinak, misalnya kelenjar getah bening yang membesar saat melawan infeksi, kista berisi cairan, atau hernia. Meski umumnya tidak berbahaya, setiap benjolan perlu diperhatikan dan diperiksakan ke dokter jika tidak hilang atau menunjukkan tanda bahaya.
Fakta penting
- Sebagian besar benjolan pada anak adalah kelenjar getah bening yang membesar akibat infeksi ringan, seperti batuk pilek.
- Benjolan yang muncul dan hilang juga bisa disebabkan oleh hernia inguinalis, terutama saat anak menangis atau mengejan.
- Jangan pernah memencet, menekan, atau memijat benjolan, karena dapat menyebabkan infeksi atau memperparah keadaan.
- Benjolan yang menetap, tumbuh cepat, terasa keras, atau disertai gejala lain perlu segera diperiksakan ke tenaga kesehatan.
Sangat umum. Hampir semua anak pernah mengalami pembengkakan kelenjar getah bening saat sakit atau setelah imunisasi. Hernia kecil juga cukup sering ditemukan pada bayi dan anak-anak.
Benjolan jenis ini dapat terjadi pada semua usia anak, mulai bayi, balita, hingga remaja. Namun paling sering terlihat pada anak usia 1–10 tahun karena rentan terhadap infeksi saluran pernapasan dan infeksi kulit.
Gejala
- Benjolan di selangkangan atau perut yang tiba-tiba menjadi keras, sangat nyeri, dan tidak bisa didorong kembali ke dalam
- Benjolan disertai muntah berulang, perut kembung, atau bayi tidak bisa buang air besar
- Benjolan yang membesar sangat cepat dalam hitungan jam, disertai kulit kemerahan, panas, dan demam tinggi
- Benjolan disertai anak lemas, sulit dibangunkan, atau kejang
- ⚠Benjolan yang mengeluarkan nanah atau cairan
- ⚠Benjolan yang terus bertambah besar setelah beberapa hari
- ⚠Benjolan yang disertai demam lebih dari 3 hari
- ⚠Benjolan yang terasa nyeri hebat dan membuat anak tidak bisa beraktivitas atau berjalan
Gejala umum
- Benjolan di bawah kulit yang lembut, kenyal, atau berisi cairan
- Benjolan terasa nyeri atau tidak nyeri sama sekali
- Benjolan dapat digerakkan sedikit saat ditekan
- Benjolan muncul setelah demam, pilek, atau infeksi, lalu mengecil dengan sendirinya
Gejala pada anak-anak
- Benjolan di leher, belakang telinga, atau ketiak saat anak sedang batuk pilek
- Benjolan di sekitar selangkangan yang muncul saat anak menangis atau mengejan, lalu hilang saat berbaring
- Benjolan kecil berisi cairan di kulit yang membesar lalu menyusut, seperti kista
- Benjolan kemerahan akibat gigitan serangga atau alergi yang hilang dalam beberapa hari
Penyebab
Penyebab utama
- Pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi virus (misalnya flu) atau bakteri
- Hernia inguinalis, yaitu sebagian usus atau jaringan lemak keluar melalui celah di dinding perut, muncul saat mengejan dan hilang saat istirahat
- Kista, yaitu kantung berisi cairan yang bisa membesar dan menyusut seiring waktu
- Reaksi kulit terhadap gigitan serangga, alergi, atau infeksi kulit ringan
- Jarang, jaringan jinak seperti lipoma atau fibroma yang tumbuh lambat dan teraba di bawah kulit
Faktor risiko
- Usia balita yang sistem imunnya masih berkembang
- Riwayat hernia inguinalis dalam keluarga
- Kebiasaan mengejan berlebihan, misalnya akibat sembelit kronis
- Sering terpapar gigitan nyamuk atau serangga
- Kondisi medis yang menurunkan daya tahan tubuh
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera periksakan dalam 24 jam jika benjolan terasa keras, tidak bisa digerakkan, membesar dengan cepat, atau disertai demam tinggi, muntah, nyeri perut hebat, atau anak tampak sangat lemas.
- Jika benjolan muncul di selangkangan dan tidak bisa kembali setelah anak tenang, atau disertai muntah dan perut kembung, segera ke unit gawat darurat.
Buat janji temu rutin jika:
- Jadwalkan pemeriksaan jika benjolan tidak hilang dalam 2–4 minggu.
- Periksakan juga jika benjolan yang sama muncul berulang kali di tempat yang sama, atau jika benjolan mulai terasa nyeri saat anak beraktivitas.
Diagnosis
Dokter akan memulai dengan wawancara mengenai riwayat benjolan: kapan muncul, bagaimana perubahan ukurannya, dan gejala lain yang menyertai. Selanjutnya dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba benjolan untuk menilai ukuran, tekstur, nyeri, dan pergerakannya. Dokter juga memeriksa area sekitar, misalnya perut, selangkangan, atau kulit.
Tes yang mungkin dilakukan
- Ultrasonografi (USG) untuk melihat isi dan struktur benjolan, apakah padat atau berisi cairan
- Tes darah untuk mendeteksi tanda infeksi atau kelainan sel darah
- Pemeriksaan urin atau rontgen jika dicurigai hernia atau kelainan di perut
- Biopsi—pengambilan sedikit jaringan benjolan untuk diperiksa di laboratorium—hanya dilakukan jika benjolan mencurigakan atau menetap tanpa penyebab jelas
Apa yang diharapkan saat janji temu
Sebagian besar kasus tidak memerlukan tes khusus. Dokter akan menjelaskan kemungkinan penyebab dan memberikan panduan observasi di rumah. Jika diperlukan, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis anak atau dokter spesialis bedah anak untuk evaluasi lebih lanjut.
Perawatan
Pengobatan benjolan yang muncul dan hilang sangat bergantung pada penyebabnya. Banyak benjolan jinak, seperti kelenjar getah bening yang membesar karena infeksi, akan hilang sendiri tanpa pengobatan khusus. Pengobatan baru diberikan jika ada infeksi bakteri, hernia yang bermasalah, atau kista yang besar dan mengganggu. Seluruh obat dan tindakan harus melalui resep dan pengawasan tenaga kesehatan.
Perawatan mandiri di rumah
- Kompres hangat di area benjolan jika terasa nyeri dan disarankan dokter
- Jangan memencet, menggaruk, atau memijat benjolan
- Amati perubahan ukuran, bentuk, atau rasa nyeri benjolan setiap hari
- Pastikan anak cukup istirahat dan minum air putih
- Jaga kebersihan tubuh dan tangan untuk mencegah infeksi kulit
Perawatan medis
Jika benjolan disebabkan infeksi bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik yang aman untuk anak. Dokter juga dapat memberikan obat pereda nyeri dan demam yang sesuai dengan usia dan berat badan anak. Obat-obatan ini harus diberikan sesuai petunjuk dokter atau apoteker. Tidak boleh menggunakan obat bebas tanpa rekomendasi tenaga kesehatan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi biasanya hanya diperlukan untuk hernia inguinalis yang tidak mengecil sendiri atau berisiko terjepit (strangulasi), serta untuk kista yang tumbuh besar, terinfeksi, atau menekan saraf dan pembuluh darah. Keputusan operasi dibuat oleh dokter bedah anak setelah pemeriksaan menyeluruh.
Hidup dengan kondisi ini
Aktivitas anak tidak perlu dibatasi selama benjolan tidak nyeri dan tidak mengganggu. Pantau benjolan setiap kali anak mandi atau ganti pakaian. Catat pola muncul dan hilangnya, serta gejala yang menyertai, agar bisa disampaikan saat kontrol ke dokter.
Tips gaya hidup
- Pertahankan pola tidur dan makan teratur untuk menjaga daya tahan tubuh
- Hindari pakaian ketat atau gesekan pada area benjolan
- Dorong anak untuk aktif bermain dan bergerak, tetapi hentikan jika muncul nyeri
- Jauhkan anak dari asap rokok untuk mencegah infeksi saluran pernapasan
Diet dan olahraga
Anak tetap perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan minum cukup air putih. Tidak ada pantangan olahraga jika benjolan tidak mengganggu. Namun, jika benjolan muncul saat mengejan atau setelah aktivitas berat (misalnya hernia), konsultasikan dulu dengan dokter sebelum melakukan olahraga intensitas tinggi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kekhawatiran orang tua adalah hal yang wajar. Namun, sebagian besar benjolan pada anak jinak dan akan hilang. Jika anak merasa cemas atau bertanya-tanya tentang benjolannya, tenangkan dengan bahasa yang sederhana dan tetap positif. Kecemasan orang tua bisa menular ke anak, jadi cobalah untuk tetap tenang dan berpikir logis.
Pencegahan
Tidak semua benjolan dapat dicegah, karena banyak yang berkaitan dengan reaksi imun alami tubuh. Namun, mencegah dan mengobati infeksi dengan baik, menjaga kebersihan, serta mengelola sembelit dapat mengurangi risiko munculnya benjolan akibat infeksi atau hernia.
Vaksin
Melengkapi imunisasi dasar sesuai jadwal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, seperti imunisasi campak, rubella, dan DPT, dapat mencegah penyakit infeksi yang sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining khusus untuk benjolan pada anak, tetapi pemeriksaan fisik rutin di posyandu atau dokter anak membantu mendeteksi benjolan yang tidak biasa sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Hernia strangulata, yaitu jaringan usus terjepit dan aliran darah terhenti, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen
- Abses atau kumpulan nanah yang dapat menyebar ke jaringan sekitarnya
- Infeksi yang menyebar ke aliran darah (sepsis) pada infeksi yang tidak ditangani
- Benjolan yang terus membesar dapat menekan saraf, pembuluh darah, atau organ di dekatnya
Prospek jangka panjang
Prognosisnya sangat baik. Sebagian besar benjolan pada anak muncul dan hilang tanpa pengobatan, dan tidak mengganggu tumbuh kembang. Dengan pemantauan yang tepat serta pemeriksaan medis bila ada tanda bahaya, komplikasi serius sangat jarang terjadi. Orang tua dapat membantu dengan memeriksakan anak secara rutin dan mengikuti nasihat tenaga kesehatan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.