Incomplete emptying bladder
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kencing tidak tuntas adalah kondisi ketika setelah buang air kecil, kandung kemih masih terasa penuh atau masih ada sisa urine. Ini bisa membuat Anda merasa perlu kencing lagi segera.
Fakta penting
- Sering terjadi pada pria di atas 50 tahun karena pembesaran prostat.
- Bisa disebabkan oleh masalah otot, saraf, atau sumbatan di saluran kemih.
- Biasanya bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup atau pengobatan sederhana.
Cukup umum, terutama pada pria paruh baya ke atas, wanita yang pernah melahirkan, dan orang dengan gangguan saraf.
Bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering pada pria di atas 50 tahun, ibu hamil, orang dengan diabetes, dan mereka yang mengalami cedera tulang belakang.
Gejala
- Tidak bisa kencing sama sekali meskipun perut terasa sangat penuh dan nyeri
- Perut bagian bawah terasa kaku dan sangat sakit
- Muntah-muntah disertai tidak bisa kencing
- ⚠Kencing berdarah atau berwarna merah
- ⚠Demam tinggi menggigil
- ⚠Nyeri hebat di perut bagian bawah atau pinggang
Gejala umum
- Rasa ingin kencing lagi setelah baru selesai kencing
- Sering kencing, terutama di malam hari
- Aliran kencing lemah atau terputus-putus
- Mengejan saat kencing
- Setelah kencing, perut bagian bawah terasa masih penuh
Gejala pada anak-anak
- Mengompol setelah berusia 5 tahun
- Sering ke toilet dengan jumlah sedikit
- Gelisah atau rewel saat kencing
- Nyeri di perut bagian bawah
Gejala pada lansia
- Inkontinensia urine (kencing tanpa sengaja)
- Sulit memulai kencing
- Infeksi saluran kemih berulang
- Kebingungan atau gelisah karena tidak nyaman
Penyebab
Penyebab utama
- Pembesaran prostat pada pria (BPH)
- Infeksi saluran kemih (ISK)
- Batu kandung kemih atau saluran kemih
- Gangguan saraf seperti stroke, diabetes, atau cedera tulang belakang
- Efek samping obat tertentu, seperti antihistamin atau antidepresan
Faktor risiko
- Usia lanjut (di atas 50 tahun)
- Menjadi pria (risiko lebih tinggi karena prostat)
- Riwayat infeksi saluran kemih berulang
- Penyakit diabetes, Parkinson, atau multiple sclerosis
- Penggunaan obat yang mempengaruhi kontraksi kandung kemih
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda tidak bisa kencing sama sekali (retensi urin akut)
- Disertai demam tinggi dan nyeri hebat
- Kencing berdarah atau disertai gumpalan
Buat janji temu rutin jika:
- Jika rasa tidak tuntas berlangsung lebih dari seminggu
- Sering kencing di malam hari hingga mengganggu tidur
- Aliran kencing yang sangat lemah atau menetes
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan keluhan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik termasuk perabaan perut bagian bawah. Tes sederhana bisa dilakukan untuk mengetahui sisa urine setelah kencing.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes urin (urinalisis) untuk mendeteksi infeksi atau darah
- Ultrasonografi (USG) kandung kemih untuk melihat sisa urine
- Uroflowmetri (tes aliran kencing) untuk mengukur kecepatan dan volume kencing
- Pemeriksaan tekanan kandung kemih (urodinamik) jika diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya dilakukan di puskesmas atau rumah sakit. Anda mungkin diminta datang dengan kandung kemih penuh. Tidak perlu persiapan khusus selain tidak buang air kecil 1–2 jam sebelum tes.
Perawatan
Penanganan disesuaikan dengan penyebab. Tujuan utamanya adalah membantu kandung kemih kosong sempurna dan mencegah komplikasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum air putih yang cukup, tetapi kurangi minum di malam hari
- Teknik kencing dua kali: setelah kencing, tunggu sebentar lalu coba kencing lagi
- Latihan otot dasar panggul untuk memperkuat kontrol kandung kemih
- Jangan menahan kencing terlalu lama
- Hindari kafein, alkohol, dan minuman bersoda
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat yang membantu mengendurkan otot prostat atau meningkatkan kontraksi kandung kemih. Jika ada infeksi, antibiotik mungkin diberikan. Dalam beberapa kasus, kateter mungkin dipasang sementara untuk mengosongkan kandung kemih.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika penyebabnya sumbatan seperti pembesaran prostat yang parah atau striktur uretra, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk memperbaiki saluran kemih.
Hidup dengan kondisi ini
Kelola dengan menjadwalkan waktu kencing setiap 2–3 jam, gunakan teknik double voiding, dan catat pola kencing Anda untuk membantu dokter.
Tips gaya hidup
- Batasi kafein, alkohol, dan makanan pedas yang dapat mengiritasi kandung kemih
- Jaga berat badan sehat agar tekanan pada kandung kemih berkurang
- Berhenti merokok karena batuk kronis dapat memperburuk masalah
Diet dan olahraga
Perbanyak serat (sayur, buah) untuk mencegah sembelit yang bisa menekan kandung kemih. Olahraga ringan seperti jalan kaki dan yoga dapat membantu sirkulasi dan kontrol otot.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kondisi ini bisa membuat frustrasi, malu, atau cemas. Ingatlah bahwa ini masalah medis yang umum dan bisa diobati. Jangan ragu bicara dengan orang terdekat atau dokter.
Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah, terutama yang berkaitan dengan faktor usia. Namun, menjaga hidrasi, buang air kecil secara teratur, dan menghindari menahan kencing bisa mengurangi risiko.
Program skrining
Pria di atas 50 tahun disarankan menjalani pemeriksaan prostat rutin. Perempuan dengan riwayat infeksi saluran kemih berulang dapat berkonsultasi tentang skrining.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi saluran kemih berulang dan berat
- Pembentukan batu kandung kemih
- Kerusakan ginjal (nefropati) akibat tekanan balik
- Inkontinensia urine (kencing tidak terkontrol)
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar orang bisa mengalami perbaikan signifikan. Kualitas hidup dapat kembali normal. Kasus yang lebih berat pun sering kali bisa diatasi dengan kombinasi pengobatan dan perubahan gaya hidup.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.