palpitations with fever
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Jantung berdebar (palpitasi) adalah sensasi ketika jantung terasa berdetak kencang, tidak beraturan, atau seperti 'loncat-loncat'. Demam adalah suhu tubuh yang naik di atas normal, biasanya akibat infeksi. Ketika keduanya terjadi bersamaan, bisa menandakan tubuh sedang melawan infeksi yang cukup berat atau ada masalah pada jantung.
Fakta penting
- Palpitasi dengan demam sering disebabkan oleh infeksi, dehidrasi, atau demam tinggi itu sendiri.
- Kombinasi ini bisa menjadi tanda infeksi serius seperti sepsis atau radang otot jantung (miokarditis).
- Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami jantung berdebar dan demam, terutama jika disertai gejala lain.
Cukup sering terjadi, terutama saat seseorang mengalami demam tinggi atau infeksi. Namun, tidak semua orang dengan demam akan merasakan jantung berdebar.
Bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, lebih sering terjadi pada orang yang memiliki penyakit jantung sebelumnya, sistem kekebalan tubuh lemah, atau sedang mengalami infeksi berat.
Gejala
- Nyeri dada atau rasa tertekan di dada
- Sesak napas berat
- Pingsan atau hampir pingsan
- Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba
- Kebingungan atau bicara tidak jelas
- Demam sangat tinggi (di atas 40°C) yang tidak turun dengan obat penurun demam
- ⚠Jantung berdebar terus-menerus selama lebih dari beberapa menit
- ⚠Demam yang tidak kunjung turun meski sudah minum obat penurun demam dan kompres hangat
- ⚠Muntah-muntah atau diare berat sehingga tidak bisa minum
- ⚠Nyeri otot hebat atau ruam kulit yang tidak biasa
Gejala umum
- Jantung berdebar kencang atau terasa tidak beraturan
- Demam (suhu tubuh di atas 37,5°C)
- Kepala terasa ringan atau pusing
- Merasa lemas atau lelah
- Berkeringat dingin
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin tidak bisa mengeluh jantung berdebar, tetapi mereka tampak gelisah, rewel, atau lesu
- Demam tinggi yang sulit turun
- Napas cepat atau sesak
- Tidak mau makan atau minum
Gejala pada lansia
- Palpitasi bisa terasa lebih jelas atau justru tidak disadari karena sensasi nyeri dada atau sesak napas lebih dominan
- Demam mungkin tidak terlalu tinggi, tetapi kebingungan atau penurunan kesadaran bisa terjadi
- Tekanan darah rendah atau pingsan
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi: seperti flu, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, atau infeksi sistemik (sepsis)
- Dehidrasi: demam menyebabkan tubuh kehilangan cairan, dan dehidrasi bisa memicu jantung berdebar
- Efek dari demam itu sendiri: suhu tubuh yang tinggi membuat jantung bekerja lebih cepat (setiap kenaikan 1°C, denyut jantung bisa naik 8-10 kali per menit)
- Gangguan elektrolit: karena muntah, diare, atau keringat berlebih akibat demam
- Efek samping obat tertentu: misalnya obat demam atau antibiotik tertentu (walaupun jarang)
Faktor risiko
- Usia lanjut atau bayi dan anak kecil
- Penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya (misalnya gagal jantung, aritmia)
- Sistem kekebalan lemah (misalnya karena diabetes, HIV, atau pengobatan steroid)
- Riwayat penyakit tiroid atau gangguan elektrolit
- Dehidrasi atau kurang minum saat demam
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke IGD jika ada gejala darurat seperti nyeri dada, sesak napas berat, pingsan, atau kebingungan.
- Jika demam sangat tinggi (≥39°C) disertai jantung berdebar dan Anda memiliki penyakit jantung atau kondisi kesehatan lainnya.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika jantung berdebar dan demam berlangsung lebih dari 2-3 hari tanpa perbaikan
- Jika gejala ringan tetapi Anda khawatir, ada baiknya periksa ke puskesmas atau dokter umum.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk memeriksa denyut nadi, tekanan darah, suhu tubuh, dan mendengarkan suara jantung dan paru-paru.
Tes yang mungkin dilakukan
- Elektrokardiogram (EKG): untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mendeteksi irama jantung yang tidak normal.
- Tes darah: untuk memeriksa tanda infeksi (seperti jumlah sel darah putih, CRP), kadar elektrolit, fungsi ginjal, dan enzim jantung.
- Pemeriksaan pencitraan: seperti foto rontgen dada atau ekokardiografi (USG jantung) jika dicurigai ada radang otot jantung atau masalah struktural.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter mungkin akan merekomendasikan rawat jalan atau rawat inap tergantung tingkat keparahan. Anda mungkin akan dipasang monitor jantung sementara untuk melihat irama jantung secara terus-menerus. Jangan khawatir, sebagian besar kasus dapat ditangani dengan baik.
Perawatan
Penanganan utama adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya. Infeksi perlu diobati dengan antibiotik atau antivirus sesuai resep dokter. Demam diturunkan dengan kompres hangat dan obat penurun demam yang aman sesuai saran dokter. Dehidrasi diatasi dengan minum cukup cairan atau infus jika perlu.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat cukup untuk membantu tubuh melawan infeksi.
- Minum air putih secara teratur meski tidak haus, agar tidak dehidrasi.
- Kompres hangat di dahi atau ketiak untuk membantu menurunkan demam (jangan gunakan kompres dingin atau alkohol).
- Hindari kafein, alkohol, dan rokok karena bisa memperburuk jantung berdebar.
Perawatan medis
Dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi infeksi (misalnya antibiotik jika infeksi bakteri) dan obat untuk menurunkan demam. Jika ada gangguan irama jantung yang serius, dokter mungkin memberikan obat antiaritmia atau melakukan kardioversi (kejutan listrik ringan untuk mengembalikan irama normal). Semua pengobatan harus sesuai petunjuk dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi sangat jarang diperlukan, hanya jika ada komplikasi seperti infeksi katup jantung (endokarditis) yang tidak membaik dengan obat, atau jika ada penumpukan cairan di sekitar jantung yang perlu dikeluarkan.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah episode akut teratasi, Anda bisa kembali beraktivitas normal secara bertahap. Perhatikan tanda-tanda kekambuhan, seperti jantung berdebar lagi saat demam atau tanpa demam. Jika muncul kembali, segera periksakan.
Tips gaya hidup
- Jaga pola tidur yang teratur dan cukup istirahat.
- Kelola stres dengan baik, karena stres bisa memicu jantung berdebar.
- Hindari olahraga berat saat masih demam atau baru sembuh dari infeksi.
- Perhatikan asupan cairan, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang untuk memperkuat sistem kekebalan. Perbanyak sayur, buah, dan protein sehat. Minum cukup air. Olahraga ringan seperti jalan kaki boleh dilakukan setelah sembuh total, tetapi konsultasikan dulu dengan dokter jika masih ragu.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Merasa cemas atau khawatir setelah mengalami palpitasi dan demam itu wajar. Jangan ragu untuk berbicara dengan keluarga atau tenaga kesehatan tentang perasaan Anda. Jika kecemasan mengganggu aktivitas sehari-hari, temui psikolog atau psikiater.
Pencegahan
Tidak bisa sepenuhnya dicegah, tetapi risikonya dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan (cuci tangan, vaksinasi) untuk mencegah infeksi, serta menjaga hidrasi dan imunitas tubuh.
Vaksin
Vaksinasi seperti vaksin influenza, vaksin pneumonia, dan vaksin COVID-19 dapat membantu mencegah infeksi yang bisa memicu demam dan palpitasi.
Program skrining
Jika Anda memiliki faktor risiko (penyakit jantung, imun lemah), periksakan kesehatan secara rutin ke dokter. Dokter mungkin menyarankan EKG berkala atau tes darah untuk mendeteksi masalah lebih dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi menyebar dan menjadi sepsis (infeksi darah yang berat) yang mengancam jiwa
- Radang otot jantung (miokarditis) yang bisa menyebabkan gagal jantung
- Gangguan irama jantung serius seperti fibrilasi atrium atau takikardia ventrikel yang bisa menyebabkan stroke atau henti jantung
- Kerusakan ginjal akibat dehidrasi berat atau sepsis
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, sebagian besar kasus palpitasi dengan demam dapat pulih sepenuhnya tanpa masalah jangka panjang. Semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan, semakin baik hasilnya. Ikuti saran dokter dan jangan tunda berobat jika gejala memburuk.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
- BPJS Kesehatan ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 22 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.