Rectal bleeding in children
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pendarahan rektal pada anak adalah kondisi ketika terdapat darah yang keluar dari anus atau bercampur dengan tinja (kotoran). Darah bisa berwarna merah cerah, merah gelap, atau hitam seperti aspal, tergantung pada sumber perdarahannya. Penting untuk diketahui bahwa tidak semua pendarahan rektal berbahaya, tetapi tetap perlu diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Fakta penting
- Pendarahan rektal pada anak sering disebabkan oleh wasir (ambeien) atau fisura ani (luka di sekitar anus), terutama akibat sembelit.
- Pada bayi, pendarahan rektal bisa disebabkan oleh alergi susu sapi atau infeksi usus.
- Meskipun jarang, pendarahan rektal juga bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius seperti polip usus atau penyakit radang usus.
Ya, pendarahan rektal cukup sering terjadi pada anak, terutama yang sering mengalami sembelit atau mengejan saat buang air besar.
Pendarahan rektal dapat terjadi pada anak segala usia, mulai dari bayi hingga remaja. Namun, penyebab yang paling umum berbeda pada setiap kelompok usia.
Gejala
- Pendarahan yang sangat banyak sehingga pakaian atau tempat tidur basah oleh darah
- Anak tampak pucat, lemas, atau pingsan
- Darah keluar terus-menerus tanpa henti setelah 10 menit
- Tinja berwarna hitam pekat seperti aspal, terutama jika disertai nyeri perut hebat
- ⚠Pendarahan rektal yang terjadi berulang
- ⚠Anak demam tinggi dan pendarahan rektal
- ⚠Nyeri perut parah atau muntah darah (bisa tertelan dari sumber pendarahan)
- ⚠Penurunan kesadaran atau anak sangat rewel
Gejala umum
- Darah merah cerah pada tisu toilet atau di permukaan tinja
- Darah bercampur dalam tinja sehingga tinja tampak hitam atau seperti aspal
- Nyeri atau rasa tidak nyaman saat buang air besar
- Gatal atau benjolan di sekitar anus
Gejala pada anak-anak
- Pada bayi: tinja berdarah, sering menangis saat buang air besar, perut kembung
- Pada balita: sembelit disertai darah pada tinja, mengejan keras
- Pada anak lebih besar: pendarahan tanpa rasa sakit (kemungkinan wasir) atau nyeri menusuk (kemungkinan fisura ani)
Gejala pada lansia
- Pada remaja, penyebab serupa dengan dewasa, seperti wasir atau penyakit radang usus.
Penyebab
Penyebab utama
- Fisura ani: luka kecil di anus akibat mengejan saat sembelit
- Wasir (ambeien): pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus
- Alergi protein susu sapi (pada bayi)
- Infeksi bakteri atau parasit usus (seperti disentri)
- Penyakit radang usus (Crohn atau kolitis ulserativa, jarang pada anak)
- Polip usus: pertumbuhan jinak di dinding usus
Faktor risiko
- Sembelit kronis (sulit buang air besar)
- Kebiasaan mengejan terlalu keras saat buang air besar
- Kurang minum air putih dan serat
- Riwayat alergi susu sapi dalam keluarga
- Usia remaja (lebih rentan wasir)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera bawa ke IGD jika pendarahan banyak, anak pucat, atau lemas.
- Konsultasi ke dokter hari itu juga jika pendarahan disertai demam, nyeri perut hebat, atau muntah.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika pendarahan sedikit dan hanya terjadi sekali, buat janji dengan dokter umum atau dokter anak dalam 1–2 hari.
- Jika pendarahan berulang walau sedikit, penting diperiksakan untuk mencari penyebab.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan anak, pola buang air besar, makanan yang dikonsumsi, dan gejala lain. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada anus dan perut.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan colok dubur: dokter memasukkan jari bersarung ke anus untuk meraba wasir atau fisura
- Tes darah samar tinja: untuk melihat apakah tinja mengandung darah yang tidak terlihat
- USG perut atau CT scan: jika dicurigai ada perdarahan dari usus bagian atas
- Kolonoskopi (pada kasus tertentu): kamera kecil masuk melalui anus untuk melihat langsung dinding usus
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak nyeri, tetapi anak mungkin sedikit cemas. Dokter akan menjelaskan setiap langkah dan memastikan anak nyaman. Hasil tes biasanya keluar dalam beberapa hari.
Perawatan
Pengobatan pendarahan rektal pada anak tergantung pada penyebabnya. Sebagian besar kasus ringan dapat diatasi dengan perubahan pola makan dan kebersihan. Untuk kondisi yang lebih serius, dokter akan merujuk ke spesialis anak.
Perawatan mandiri di rumah
- Berikan anak minum air putih yang cukup setiap hari
- Tingkatkan asupan serat dari buah, sayur, dan biji-bijian
- Ajak anak buang air besar secara teratur, jangan ditahan
- Gunakan tisu basah atau bilas anus dengan air hangat setelah buang air besar, hindari menggosok
- Untuk fisura ani, mandi air hangat (duduk di air hangat) 2–3 kali sehari dapat membantu
Perawatan medis
Dokter mungkin akan memberikan salep atau supositoria yang mengandung obat pereda nyeri atau antiradang untuk dioleskan di anus. Pada kasus wasir, dokter bisa meresepkan obat yang memperkuat pembuluh darah. Untuk alergi susu sapi, dokter menyarankan penggantian susu formula khusus. Infeksi bakteri akan diobati dengan antibiotik sesuai jenis kuman. Semua pengobatan harus sesuai petunjuk dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan pada anak, tapi dapat dilakukan untuk mengangkat wasir yang besar atau polip usus yang menyebabkan pendarahan berulang.
Hidup dengan kondisi ini
Pendarahan rektal pada anak biasanya bersifat sementara dan tidak mempengaruhi aktivitas sehari-hari setelah penyebabnya diatasi. Pastikan anak tetap aktif bermain namun hindari olahraga berat yang menekan perut jika ada wasir.
Tips gaya hidup
- Ajarkan anak untuk tidak mengejan saat buang air besar
- Pastikan anak cukup istirahat dan tidak stres
- Biasakan anak minum air putih setidaknya 6–8 gelas sehari (sesuai usia)
Diet dan olahraga
Berikan makanan kaya serat seperti pepaya, pisang, brokoli, dan gandum utuh. Batasi makanan cepat saji dan camilan yang menyebabkan sembelit. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda membantu melancarkan buang air besar.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Pendarahan rektal dapat membuat anak cemas atau malu. Orang tua perlu memberikan dukungan emosional dengan menjelaskan bahwa ini adalah kondisi yang bisa diobati. Jika anak tampak sangat cemas, bicarakan dengan dokter atau psikolog anak.
Pencegahan
Sebagian besar pendarahan rektal pada anak dapat dicegah dengan menjaga pola buang air besar yang sehat, yaitu cukup serat dan cairan, serta hindari mengejan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pendarahan berlanjut menyebabkan anemia (kurang darah) pada anak
- Infeksi pada fisura ani yang tidak diobati
- Wasir yang semakin besar dan nyeri
- Penyakit radang usus yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan usus
Prospek jangka panjang
Kebanyakan kasus pendarahan rektal pada anak bersifat ringan dan sembuh total dengan perawatan yang tepat. Dengan penanganan dini, prognosisnya sangat baik dan anak dapat kembali beraktivitas normal tanpa keluhan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.